
Amel dan Rombongan sampai di kediaman keluarga Tanison,Amel tidak ingin pulang ke rumah Papa dan Mamanya karena ingin menenangkan dirinya dulu
****
Keesokan paginya Amel sudah selesai membersihkan diri dan ia turun untuk sarapan
"Selamat pagi Nona Melia"Kata En menyapa Amel
"Pagi En"jawab Amel singkat,padat,dan datar
"Ada apa dengan nona,kenapa sifat dingin nya kembali,Apa ada yang mengganggunya"Gumam En dalam hatinya
Iya Amel kecil memang mempunyai sifat dingin yang tidak di ketahui oleh keluarga Tanison karena memang Amel sengaja menyembunyikannya,sifatnya dia tunjukan kepada semua orang asing yang berinteraksi dengannya,Orang terdekatnya tidak ada yang tau kecuali En dan Sahabat masa kecil Amel
Semasa TK dulu Amel selalu di kucili bahkan di hina oleh teman-temannya,En yang saat itu berusia 15 tahun dan seorang pria berusia 10 tahun lah yang menolong Amel,Mereka yang membuat Amel menjadi seorang Anak yang tidak mudah di tindas mereka juga mengenalkan Amel kecil ke dalam dunia mafia,sehingga ia bisa menjadi sosok yang dingin dan kejam saat itu, sampai akhirnya dia hilang ingatan dan menjadi Amel yang Cerewet
Amel memakan sarapannya dengan lahap,setelah selesai sarapan Amel ingin beranjak untuk ke kamarnya tetapi dia mendapat sebuah Notice pesan
From : Vania
Gue tunggu Lo di jembatan dekat sekolah sekarang
"Apa lagi yang mau Lo lakuin Vania,Belum puas ngerebut kebahagiaan gue"Kata Amel sehingga terdengar oleh pak En
"Apa ada masalah nona"Kata En melangkah mendekati Amel
"En aku ada urusan di luar,dan tidak usah mengantarku aku akan pergi dengan motor"Kata Amel
"Tapi Nona-"
"En ini urusanku,kita lihat apa yang mau wanita ular itu lakukan,kau tidak usah khawatir"Kata Amel berjalan mengambil kunci motor kemudian bergegas menghampiri Vania
"Wanita ular berarti dia Orang yang tidak disukai nona Amel,aku harus mengikuti Nona"Kata En yang khawatir dengan Nona mudanya
En pun mengikuti laju kendaraan Amel secara diam-diam agar Amel tidak curiga
Sesampainya Amel di jembatan itu Amel melihat Vania yang sedang berdiri menunggu kedatangannya,Amel pun segera menghampiri wanita itu,sementara En dia bersembunyi dan merekam kejadian itu Seandainya terjadi sesuatu yang tidak di inginkan itu bisa menjadi bukti
"Kenapa"Kata Amel dingin
"Eh Amel Lo udah datang"Kata Vania tersenyum palsu dan menepuk bahu Amel
"To the point ajha"Kata Amel
Vania tersenyum licik,Kemudian mengambil sesuatu dari dalam tasnya dan menyerahkan ke Amel
"Itu undangan pertunangan gue sama Kelvin,gue harap Lo datang yah"Kata Vania dengan nada mengejek
"Gue udh tau"Kata Amel singkat
"Lo pasti tau dari Kelvin kan,baguslah gue gak perlu lagi ngejelasin buat Lo"Kata Vania
__ADS_1
"Mau Lo tu apa sih,Lo gak puas ngerebut Kelvin dari gue"Kata Amel dengan nada meninggi
"Mau gue,mau gue Lo mati"Kata Vania mendorong Amel hingga dia terjatuh ke sungai yang mengalir deras
"Hahahaha upsss gak sengaja"Kata Vania tanpa rasa bersalah,dia kemudian meninggalkan tempat itu takut ada yang melihatnya,tanpa ia ketahui semuanya terekam jelas
Sementara En yang melihat Nona nya terjatuh ke sungai segera menuju ke pinggir sungai,Bukan Amel namanya jika hanya terjatuh ke sungai seperti itu akan mati dia segera berenang menuju ke tempat pak En menunggunya
"Nona apa nona baik-baik saja"Kata En membantu nona nya duduk di daratan
"En bagaimana bisa kau di sini,aku baik-baik saja"Kata Amel bingung dengan kehadiran En
"Saya khawatir nona jadi saya mengikuti Nona,Saya akan menelfon bawahan saya untuk menangkap wanita itu dan di jebloskan ke penjara"Kata En mengeluarkan ponselnya
"Jangan En"Kata Amel menghentikan En
"Lagipula kita tidak punya bukti untuk menjebloskannya"Kata Amel
"Saya punya Nona,saya merekam kejadian tadi"Kata En menunjukkan rekaman yang ia ambil
"Simpan rekaman ini,kita biarkan dia hidup bebas dan menikmati kebahagiaannya dulu,Jika aku sudah siap aku akan kembali untuk membalaskan dendam ku kepada siapa saja yang merusak kebahagiaan ku termasuk wanita itu,dan En tolong kau selidiki latar belakang keluarga Vania Aku akan menghancurkan mereka Secara perlahan,serta siapkan penerbangan ku ke Jerman aku akan kembali sore ini juga"Kata Amel tersenyum Sinis menatap ke arah sungai yang mengalir
"Baik Nona,ayo kita pulang Nona"Kata En membantu Amel berdiri dan membawanya ke dalam mobil
Di dalam mobil,Amel hanya terdiam menatap ke luar jendela
"Maaf Nona apa yang terjadi siapa wanita itu"Kata En
"Berani sekali dia,dasar wanita b*d*h kau sendiri yang membangunkan singa itu artinya kau yang akan menanggungnya"Batin En
"Lalu sekarang apa yang akan kita lakukan Nona Melia"Kata En lagi
"En mulai sekarang jangan panggil aku dengan nama itu lagi,panggil aku Chaela,Aku adalah Chaela yang kejam dan akan menghancurkan mereka yang menggangguku bukan Amel yang periang dan mudah memaafkan"Kata Amel,senyum devil terukir lagi di bibir manisnya
"Sekarang kita hanya perlu mengatur semuanya,jangan sampai Vania tau aku masih hidup,dan jangan sampai ada yang tau aku pindah ke Jerman,buat aku menghilang tanpa jejak,siapapun mereka termasuk papa dan mama"Kata Amel
"Baik nona Chaela"Kata En
"En bawakan aku ponsel dan kartu yang baru,ganti semua barang yang mengingatkan ku dengan orang-orang itu"Kata Amel
"Ya nona"Kata En tegas
Mobil itu terus melaju ke kediaman Keluarga Tanison,sesampainya di kediaman Tanison Amel segera menuju ke kamarnya dan mengganti pakaiannya lalu mempersiapkan semua barangnya untuk pindah ke Jerman
"Tidak ada Amel,Amel sudah mati terjatuh ke sungai"Kata Amelia dengan wajah datarnya ia wajah yang akan menemani kesehariannya mulai hari ini
Sore hari,Jet pribadi milik keluarga Tanison sudah lepas landas
"Aku Chaela akan kembali,Vania nikmati kebahagiaan mu yang singkat itu,aku akan menghancurkan mu"Batin Amel menatap ke bawah yang sudah hampir tak nampak tertutup Awan
****
__ADS_1
15 jam perjalanan Amel sampai di Berlin,dan sekarang ia sudah sampai di kediaman Keluarga Tanison
Tapi Tuan dan Nyonya Tanison masih ada keperluan di luar,semenetara Analia dia masih berada di sekolah,Amel menunggu mereka di ruang tengah di temani En
"En Carikan Aku mansion yang jauh dari Mansion Daddy,dan siapkan sebuah gedung untuk aku jadikan Base Camp"Kata Amel santai
"Tapi kenapa Nona,lalu bagaimana dengan Tuan dan Nyonya Tanison"Kata En
"En kau tau kan tujuanku ke Jerman adalah membangun mafia dan membalaskan dendam ku,dan kau pasti sudah tau hal buruk apa yang bisa menimpa Daddy dan Mommy jika aku tinggal di mansion ini bersama mereka"Kata Amel menatap En tajam
"Baik Nona Chaela,saya minta maaf,saya akan segera mencarikan Mansion dan gedung yang nona minta"Kata En tertunduk
"O ya En,mulai sekarang jangan panggil aku Nona,panggil aku Queen,aku bukan lagi Nona muda dari keluarga Tanison,aku adalah Queen Chaela dari dunia mafia"Kata Amel terdengar menyeramkan
"Baik Queen,saya permisi untuk mengurus segalanya"Kata En kemudian segera bergegas menuju ke mobilnya mencarikan apa yang di minta Amel
Setelah beberapa saat menunggu Analia,Tuan dan Nyonya Tanison sudah tiba di depan rumah,mereka langsung bergabung bersama Amel di ruang tengah
"Kakak"Kata Analia memeluk amel, Analia yang sudah fasih berbahasa Indonesia,ya semenjak kembali dari Indonesia hari itu dia terus berlatih berbicara dengan bahasa Indonesia
"Apa kabar"Kata Amel singkat,dia mengelus pelan rambut panjang Analia
"Aku baik kak"Kata Analia lagi
"Daddy Mommy ada hal penting yang harus aku bicarakan"Kata Amel menatap kedua orang tuanya serius
"Bicaralah Nak"Kata Nyonya Alice
"Aku akan menetap di Jerman dan berkuliah di sini"Kata Amel terhenti sebentar
"Itu bagus Daddy sangat senang mendengarnya"Kata Tuan Tanison senang
"Tapi aku tidak akan tinggal di sini bersama kalian,Aku ingin hidup mandiri dan Aku mohon kepada kalian jangan sampai ada yang tau aku berasal dari keluarga Tanison"Kata Amel
"Tapi kenapa Kak"Kata Analia menatap Kakaknya sedih
"Ini demi kebaikan kalian,dan Analia jika kau sudah siap aku akan membawamu bersamaku"Kata Amel menatap Analia
Analia tersenyum senang mendengar Perkataan kakaknya itu,sementara Tuan dan Nyonya Tanison masih menatap Amel tak percaya,En pun tiba dan menghampiri majikannya
"Queen semuanya sudah siap,kau bisa langsung menempatinya"Kata En menatap Amel,Amel pun langsung berdiri
"Daddy Mommy aku ingin kalian menjaga diri kalian,kalian tidak usah sedih aku akan mengunjungi kalian sesekali,En kau ikut denganku"Kata Amel berjalan menuju ke arah pintu Diikuti En di belakangnya,namun belum sempat dia pergi Dia mendengar sesuatu yang tidak pernah ingin dia dengar lagi
"Amel"Kata Nyonya Alice dengan mata berkaca-kaca
"Jangan panggil aku Amel,Amel sudah mati, aku Chaela"Kata Amel dengan nada meninggi
Amel tidak ingin berbalik lagi dia melangkah pergi meninggalkan kediaman Tanison dengan amarah yang memuncak,ketika ia mendengar Panggilan lamanya itu ia akan selalu mengingat kejadian itu
Mobil Amel dan En sudah melaju meninggalkan kediaman Tanison
__ADS_1
"Welcome New life"Batin Amel disusul senyum devilnya