
Kampfe fur das was dir wichtig ist, aber kampfe um nichts was es nicht wert ist.
(Berjuanglah untuk sesuatu yang penting, dan jangan berjuang untuk sesuatu yang tidak penting.)
NN
______✨✨✨✨______
Amel menghentikan langkah kakinya,dia menghela nafas berat,bagaimana pun juga jauh di dalam lubuk hatinya dia masih menyayangi pria ini,tapi dia masih sangat kecewa dengannya dan juga dia berfikiran bahwa Saat ini Kelvin adalah suami Vania mengingat terakhir kali mereka putus adalah karena Kelvin akan bertunangan dengan Vania
Note : Sampai sekarang Amel belum tau kalo Kelvin gak jadi tunangan sama Vania
Dengan berat hati Amel membalikkan tubuhnya menatap ke arah pria yang kini berdiri di hadapannya,dia memutar bola matanya jengah sembari melipat kedua tangannya di atas perutnya kemudian mengeluarkan jurus bertanya andalannya yaitu mengangkat salah satu alisnya tanpa harus mengeluarkan suara, lawan bicara pasti akan langsung paham
Sementara Kelvin dia menatap Amel dengan tatapan penuh rasa bersalah,dia sedih melihat perubahan drastis dari Amel tatapannya benar-benar dingin bahkan sekedar mengatakan "Apa" saja gadis itu tidak ingin, berbeda dengan Amel yang di kenalnya dulu biasanya gadis itu akan sangat antusias dengan tatapan yang berbinar dan senyum yang mampu membuat siapa saja terlena
"Kamu kemana ajha selama ini?,kamu baik-baik ajha kan?"Tanya Kelvin
"Cih Lo gak perlu tau"Balas Amel dengan ketus, seandainya dia adalah Amel yang dulu mungkin Kelvin sudah akan di maki habis-habisan
"Kenapa,kenapa aku gak perlu tau"Tanya Kelvin lagi,Amel ingin sekali membunuh pria di hadapannya ini jika saja dia tidak mencintainya mungkin pria itu sudah akan bersimbah darah
"Bukan urusan Lo"Kini suara Amel terdengar lebih dingin dari sebelumnya
"O iya gue izin buat bawa Vania"Kata Amel santai,dia ingin berjalan pergi namun Kelvin menahan tangannya,Ken dkk yang masih berada di belakang Amel menodongkan pistol mereka ke arah Kelvin,Namun Amel mengangkat tangannya meminta mereka untuk menurunkan senjata mereka
"Kenapa mesti minta Izin"Balas Kelvin penuh keheranan,lagipula dia juga tidak perduli dengan Vania
"Bukannya dia Tunangan Lo, oh atau mungkin sekarang istri Lo"Kata Amel Jengah, orang-orang di sana tersentak kaget bahkan Kelvin juga, mereka menatap Amel dengan rumit mereka semua tau bahwa Kelvin dan Vania memang sempat akan bertunangan namun itu tidak terjadi bukan, sementara yang di tatap hanya memasang wajah datar
"Maksud kamu?"Ucap Kelvin kebingungan
Amel merutuki Kelvin dalam hatinya 'Cih dasar, trik murahan macam apa ini haruskah aku menjelaskan panjang kali lebar untuknya benar-benar bodoh' Batin Amel,namun dia hanya diam menatap Kelvin tajam,beberapa saat kemudian Kelvin menghela nafas
"Gue gak pernah tunangan sama Vania Mel"Jawab Kelvin dengan berat,bukannya dia sedih dia hanya kesal mengingat kebohongan yang Vania ucapkan
Deg
__ADS_1
Amel tersentak Entah kenapa ada sedikit rasa bahagia di hati Amel,namun juga dia bingung dengan ucapan Kelvin jika mereka tidak bertunangan lantas mengapa Kelvin memutuskannya waktu itu dengan alasan akan bertunangan
'Sial, kenapa gue jadi berfikir rumit gini,gue gak perduli dia mau tunangan sama Vania atau gak, Hhfut fokus ingat tujuan balik ke negara ini untuk balas dendam ke Vania okey gak perlu mikirin Hubungan mereka' Batin Amel berusaha untuk menenangkan pikiran yang berkecamuk
"Oh"hanya itu yang terlontar dari bibir Amel
Jika ada yang bisa membaca fikiran Amel mungkin mereka akan memukul kepala gadis itu jika mereka mempunyai keberanian,pasalnya dia berbicara di dalam fikirannya begitu panjang tapi yang terlontar hanya dua huruf, benar-benar gunung Es
"Vania-"
"Gue udah buang banyak waktu,gue harus pergi"Ujar Amel memotong perkataan Kelvin,kali ini dia benar-benar tidak ingin membuang waktu lebih lama mengingat sekarang ada Vania yang harus dia tangani di markas
Amel langsung membalikkan tubuhnya dan melangkahkan kakinya meninggalkan Kelvin
"Oke Gakpp kalo Lo harus cepat balik,tapi gue harap Lo mau datang,besok gue tunggu di taman terakhir kita ketemu"Kata Kelvin tanpa memperdulikan orang-orang disekitarnya,lagipula semua orang tau bukan bahwa Amel dan Kelvin saling mencintai
"Gak bisa gue udah harus balik besok"Ucap Amel tanpa berbalik,dia memang berfikir untuk kembali secepatnya mengingat Elard putranya yang tinggal bersama Alex di Jerman
"Oke kalo gitu,sore ini gue harap Lo bakal datang"Kata Kelvin dia memang sangat berharap agar Amel mau bertemu dengannya,dia ingin sekali menebus kesalahannya kepada Amel
Amel mengabaikan ucapan Kelvin lagipula dia tidak tau harus menjawab apa,dia melanjutkan langkahnya yang berulang kali harus terhenti,Setelah Amel keluar dari villa itu Analia menatap tajam semua orang di sana
"Astaga,kakak sama adik sama dinginnya"Kata Salah seorang di sana
"Aku tidak tau kalo mantan ketua OSIS punya kembaran"balas salah seorang temannya lagi
"Teruslah bergosip,apa kalian tidak ingat apa yang di katakan nona itu tadi"Ujar teman mereka mengingatkan tentang perkataan Analia barusan,mendengar itu kedua wanita tadi langsung terdiam mereka bergidik ngeri ketika mengingat bagaimana Vania di cambuk di hadapan mereka
Rebecca dan yang lainnya (Amanda, Dicky dan Revaldo) Mereka menghampiri Kelvin,Dicky menepuk pundak Kelvin
"Gue masih gak percaya yang tadi itu beneran Amel"Kata Amanda
"Lo benar,Amel yang tadi bukan lagi Amel yang kita kenal dulu"Balas Rebecca dengan tatapan sendu
"Tapi gue sih benar yakin itu Amel,Secara kita kan pernah ngeliat dia bertindak kejam waktu masih jadi ketua OSIS dan gimana dinginnya dia kalo lagi ngehadapin murid pembangkang"Ujar Dicky menimpali
"Lo ada benarnya juga sih,selama ini dia kemana ajha ya?kenapa dia bisa bareng para mafia dan juga kayaknya dia pemimpin mereka deh"Ucap Rebecca
__ADS_1
"Kalo di fikir² masuk akal sih,tadi juga kelihatannya mereka nurut banget sama Amel dan juga kalian liat ajha kan kita bergerak sedikit ajha langsung di todong pake pistol,gimanapun juga Amel itu termasuk kuat kalian ingat kan waktu dia pernah datang ke sekolah pas ada murid yang tawuran bahkan dengan mudahnya dia ngalahin mereka"Kini giliran Revaldo yang berbicara,dan di balas anggukan dari yang lainnya,mereka mengingat kejadian di sekolah mereka dulu
"Amel itu memang penuh kejutan kalo di pikirin gak bakal ada habisnya,tapi gue sedih banget lihat perubahan drastis dari dia walaupun sifat dia sekarang adalah sifat yang dulu tapi tetap ajha dulu dia gak sedingin dan sekejam ini"Kata Amanda
"Udahlah lagipula kita gak bisa apa-apa,lebih baik cari Aman,walaupun kita teman dekatnya tetap ajha sekarang dia bukan orang sembarangan kita gak boleh gegabah kalo masih sayang nyawa"Kata Revaldo
Mereka semua menghela nafas berat,sementara Kelvin dia masih berperang dengan pikirannya sendiri entah apa yang ia pikirkan,dia pun berjalan menuju ke salah satu kursi dan menenggak botol minuman, perlahan-lahan acara itu kembali berjalan meskipun kedatangan Amel sempat membuat heboh tapi untungnya dia tidak merusak acara itu jadi tidak ada masalah,sementara Vania mereka tidak terlalu memperdulikannya lagipula itu salahnya berani mencari masalah dengan orang yang paling tidak suka dengan permasalahan sedari dulu
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
TBC