Dendam Gadis Mafia

Dendam Gadis Mafia
Chapter 31


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang paling di tunggu-tunggu oleh Amel,Hari di mana ia akan kembali setelah 7 tahun menghilang,hari di mana ia akan membalaskan dendamnya


Amel dan yang lainnya sudah siap untuk menghadiri acara reuni itu,lebih tepatnya membuat onar,mungkin begitu yang akan orang pikirkan setelah melihat rombongan yang Amel bawa


"Bagaimana En"Tanya Amel menghubungi En melalui Alat komunikasi yang terpasang di telinga kanannya


"Saya sudah di lokasi Queen,dan orang-orang sudah mulai berdatangan"Balas En dari sebrang telfon melaporkan dari tempat berlangsungnya acara reuni itu


"Baik,lakukan tugasmu aku akan segera ke sana"Ucap Amel dengan senyum sinisnya


"Laksanakan Queen"Kata En kemudian mengakhiri percakapan itu


"Let's start the game"Kata Amel sembari menarik kupluk dari jubah yang di kenakannya sehingga menutupi wajahnya


Amel,Analia dan Ratusan anak buahnya masuk ke dalam mobil mereka masing-masing,hingga kini puluhan mobil sport hitam itu melaju beriringan memecah jalanan kota


Sementara itu di sebuah Villa,banyak orang sedang bercengkrama dengan beberapa teman mereka dan melepaskan segala kerinduan,termasuk Rebecca dkk yang kini tengah duduk di sebuah kursi sembari menikmati cemilan yang di sediakan


"Vin gue denger Lo udah dapat gelar magister emang bener"Kata Amanda


"Ya gitu deh,Puji Tuhan usaha gue selama ini gak sia-sia"Balas Kelvin


"Kalian sendiri gimana"Tanya Kelvin kepada keempat Teman masa SMA-nya


"Kalo gue sih cuman ngambil gelar sarjana doank,dan juga dua tahun ini gue kerja di rumah sakit jadi perawat di sana"Kata Rebecca


"Gue sendiri baru wisuda bulan kemarin dan rencananya mau ngelamar kerja di perusahaan teman Bokap gue"Kata Amanda


"Gue sih masih betah jadi polisi,kemarin Bokap gue minta buat berhenti dan ngelanjutin bisnisnya,tapi gue malas jaman sekarang banyak tikus berdasi"Kata Dicky,yang di balas kekehan dari temannya yang lain


"Widih udah bijak Lo sekarang"Kata Rebecca


"Oh jelas,gue bukan lagi remaja di bawah 17 tahun ceelah gaya bat dah gue"Imbuh Dicky,sementara teman-temannya hanya menggelengkan kepala melihatnya


"Kalo Lo Do"Tanya Kelvin


"Gue sih,fokus ajha sama bengkel,nunggu waktu yang tepat lah baru gue ngelamar kerjaan,kan ada Lo boss kelvin"Kata Revaldo yang seketika itu juga mendapat tabokan pelan di kepalanya dari Kelvin


"Pala lo,usaha yang benar,kalo ngarepin gue doank gak bakal maju Lo,tapi kalo Lo mau sih gue bisa atur cuman Lo kerjanya di luar negeri ya"Kata Kelvin


"Gak ah males,nyaman gue di sini mending jaga bengkel dari pada merantau ke negeri nan jauh di mata"Ucap Revaldo


"Eh btw,Vin Mantan calon tunangan Lo dari tadi merhatiin tu"Kata Rebecca,sehingga membuat mereka yang ada di meja itu menoleh melihat ke arah Vania yang memang sedari tadi memperhatikan Kelvin


"Cih,gue sih ogah"Decih Revaldo


"Udah sih anggap ajha angin lewat"Kata Kelvin Acuh,dia memang tak mau memperdulikan kehadiran wanita itu apalagi mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu


Mereka asik berbincang-bincang di temani beberapa foto-foto semasa SMA yang di putar dalam sebuah monitor yang mengundang gelak tawa karena wajah-wajah orang di dalamnya yang berbanding jauh dengan sekarang,Namun gelak tawa itu seketika berhenti ketika monitor itu menampilkan adegan dua orang wanita yang sedang berkelahi di sebuah jembatan,sementara salah satu wanita yang ada di Vidio itu kini tengah di banjiri jutaan keringat dingin ya siapa lagi jika bukan Vania,rasanya dia ingin meleleh seketika itu juga saat puluhan pasang mata menatap tajamnya ketika terlihat di sana dia mendorong salah satu wanita yang adalah Amel,Belum sempat mereka mengeluarkan sepatah kata pun terdengar suara tepukan dari arah pintu masuk


Prok prok prok,tepukan itu mengalihkan pandangan semua orang,kini di hadapan mereka terlihat seseorang dengan jubah panjang yang menutupi tubuh dan juga wajahnya


"Siapa kamu"Teriak salah seorang di sana,mereka semua waspada akan kedatangan tamu tak di undang ini

__ADS_1


belum juga orang itu menjawab pertanyaan mereka seseorang dengan pakaian yang sama masuk dan berdiri di samping orang asing tadi membuat orang di sana mundur ketakutan


"Jangan Takut,aku ke sini gak ada niat jahat kok,ada sih tapi sedikit"Kata salah seorang yang baru masuk tadi


Semua orang di sana kaget mendengar suara dari balik jubah itu,pasalnya suara itu adalah suara perempuan,terasa familiar bagi mereka


sementara wanita itu tersenyum dari balik jubahnya,senang melihat raut wajah cemas bercampur penasaran dari orang-orang di hadapannya, perlahan-lahan wanita itu mengangkat kupluk yang menutupi wajahnya sehingga nampaklah wajah cantiknya


"Amel"


"Ketua OSIS"


Gumam orang-orang di sana menatap Amel tak percaya,pasalnya setelah 7 tahun menghilang di tambah lagi Vidio yang baru mereka saksikan saat Amel terjatuh dari jembatan itu kini orang itu dengan santainya berdiri di hadapan mereka,Amel mengabaikan tanggapan mereka,ia terus menatap tajam sosok Vania yang kini tengah di banjiri keringat dingin


"Now"Ucap Amel melalui alat komunikasinya


Beberapa menit kemudian,terdengar deru mesin mobil,dan dari kejauhan nampak puluhan mobil sport hitam melaju ke arah Villa,setelah mobil itu sampai dan terparkir di depan Villa,nampaklah 10 orang berpakaian formal dengan pistol di masing-masing tangan mereka,diikuti ratusan pria menggunakan jaket kulit bertuliskan Black Blood beserta lambang mereka di belakang jaket itu tidak ketinggalan senjata api di masing-masing tangan mereka, Orang-orang itu masuk ke dalam Villa dan berdiri di belakang Amel


Lagi-lagi mereka di buat ketakutan,tapi tak ada yang dapat mereka lakukan pintu masuk sudah di penuhi ratusan orang-orang Amel


Amel memberikan kode kepada mafiosonya,lalu dua orang berbadan kekar maju dan melangkah melewati kerumunan orang di hadapan Amel yang sudah gemetar ketakutan, orang-orang itu bergeser untuk memberikan jalan kepada dua orang pria tadi,Dua orang mafioso tadi mendekat ke arah Vania kemudian menyeret dan melemparnya tepat di depan Amel


"Apa-apaan ini"Teriak Vania yang tidak terima atas perlakuan kedua orang tadi dan menatap Amel penuh amarah sementara Amel ia hanya menatap Vania datar


"Aku hanya ingin menyapamu,setelah sekian lama aku membiarkan mu hidup bebas"Kata Amel enteng


"Rupanya kau masih hidup,ku fikir kau sudah berada di alam baka"Kata Vania dengan senyum mengejek


"Seperti yang kau lihat aku masih di sini,dan nampaknya kau yang akan ke sana terlebih dahulu"Kata Amel dengan seringai jahat


Tak ada yang berani melakukan apapun karena mereka tau betul bagaimana orang di hadapan mereka ini,dia tidak akan pernah mengampuni orang yang bermasalah kepadanya,apalagi mereka menyaksikan sendiri bagaimana Vania Mendorong Amel


Tentu saja itu suatu kesalahan yang fatal


Takkkkkk,terdengar suara cambukan yang keras disertai teriakan kesakitan dari Vania,para wanita yang di sana sudah gemetar ketakutan


"Itu untuk orang yang mencoba merebut hak ku"Suara Amel terdengar sangat tenang namun menusuk


Takkkkkk


"Itu untuk orang yang berani-beraninya mencoba membunuhku"


Takkkkkk, Takkkkkk, Takkkkkk


"ITU UNTUK ORANG YANG BERANI MENENTANG KU" Kali ini nada suara Amel lebih tinggi dari sebelumnya


Sambil menahan perih di badannya,Vania mengangkat wajahnya kemudian membuang ludahnya ke arah Amel,untungnya Amel sedikit mundur sehingga tidak terkena dirinya


Melihat itu seketika Amarah orang berjubah tadi tidak terbendung lagi,ia melangkah mendekati Vania kemudian menampar wajah Vania berulang kali


Plakkkkk Plakkkkk Plakkkkk,suara tamparan yang begitu keras membuat semua orang di sana meringis,pasalnya tamparan itu berhasil membuat luka di sudut bibir Vania


"Vania"Teriak salah seorang di sana,ia berniat menghampiri Vania namun dia mengurungkan niatnya itu taktkala salah seorang pria berjas yang tak lain adalah Ken mengarahkan Pistolnya menghadang pria itu

__ADS_1


"Jangan ada yang berani bergerak dari tempat kalian berdiri sekarang"Teriak Ken sehingga semua orang di sana terdiam mematung


"Dasar pria pengecut,beraninya menampar wanita"Ucap Vania menatap Orang berjubah tadi,namun orang yang di teriaki tidak merespon ia perlahan mengangkat penutup wajahnya,bak tersambar petir di siang bolong semua orang di sana di buat melongo dengan apa yang ada di hadapan mereka,pasalnya bukan paras pria menyeramkan yang ada di hadapan mereka melainkan sosok cantik yang sangat mirip dengan Amel,yang tak lain adalah Analia


"Berani sekali kau menghina kakakku,dasar kau ja****,sepertinya kau ingin mati sekarang"Pekik Analia kemudian mengeluarkan pistol dari balik jubahnya,dan mengarahkannya tepat pada kepala Vania


"Ana belum saatnya"Kata Amel menghentikan adiknya itu,Ana pun menurunkan senjatanya perlahan


"Kenapa kenapa kalian gak bunuh gue sekarang ha,oh gue tau kalian takutkan masuk ke penjara jangan lupa bokap gue punya kekuasaan di sini"Kata Vania masih dengan sikap sombongnya


Hanz maju dan melempar sebuah ponsel ke hadapan Vania,di ponsel itu tertulis berita tentang bangkrutnya keluarga Abraham


"Apa yang mau Lo banggakan lagi ha,kalo gue mau gue bisa ngelakuin itu dari dulu tapi gue masih ngasih Lo kesempatan buat ngenikmatin hidup bergelimang harta,dan sekarang saatnya gue yang ambil alih"Kata Amel dengan tatapan tajam miliknya


"Dasar Wanita iblis,apa yang Lo lakuin sama keluarga gue "Teriak Vania, Amel melangkahkan kakinya berjalan ke arah Vania kemudian berjongkok dan mencengkram dagu Vania kuat sehingga wanita itu meringis kesakitan


"Kalau gue di sebut iblis,lantas sebutan apa yang cocok untuk wanita yang lebih busuk dari iblis macam gue"Kata Amel dengan penuh penekanan


"Bryan,Ken seret orang ini"Kata Amel melepaskan cengkeramannya lalu menepuk-nepuk tangannya seakan sedang membersihkan kotoran yang menempel di tangannya


Bryan dan Ken menyeret Vania keluar dari Villa itu,sehingga membuat wanita itu meronta-ronta bahkan memaki-maki dua pria itu,namun mereka tidak perduli bahkan kekuatan Vania tidak sebanding dengan kekuatan mereka


Setelah itu Amel berbalik hendak meninggalkan Villa itu,namun langkah kakinya terhenti ketika sebuah suara mengurungkan niatnya


"Amel Tunggu"Suara itu terasa familiar di telinganya,ya suara milik Kelvin yang kini terdengar lebih berat dari terakhir mereka bertemu


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


TBC


Maaf ya Up nya segini dulu,mau lanjutin takut kepanjangan,dan maaf juga kalo seandainya ada typo


__ADS_2