
Hari ini adalah hari yang sangat berat bagi Kelvin,ia harus bertunangan dengan orang yang bahkan tidak pernah ada di hatinya
Ia duduk di dalam kamarnya dengan jas nya,dia mengambil sebuah foto yang terpajang di dinding kamarnya,menatapnya lama kemudian ia menitikkan air mata
"Amel,kamu di mana kenapa kamu menghilang gitu ajha aku tau kamu pasti marah sama aku kan pasti benci banget sama aku kan tapi setidaknya jangan menghilang gini Mel kamu tau aku khawatir banget sama kamu,aku sayang sama kamu tapi aku juga gak tega sama Vania,selamanya cuman kamu yang ada di hati aku Mel"Kata Kelvin mencium foto itu
"Kelvin"Kata Ibu Estin,dia berjalan menghampiri putranya itu
"Mama,mama sejak kapan di sini"Kata Kelvin menghapus air matanya
"Dari tadi mama dengar semuanya,mama tau Kelvin sayang sama Amel,tapi Vania juga cinta mati sama kamu kita harus ngabulin permintaan terakhir dia"Kata Ibu Estin mengusap kepala putra tunggalnya itu
"Kelvin tau kok ma"Kata Kelvin
"Yaudah,ayok kita turun"Kata Ibu Estin berjalan menggandeng putranya turun
Saat akan turun ke ruang tengah,Nyonya Estin teringat bahwa handphone nya ketinggalan dia pun meminta Kelvin untuk turun duluan sementara ia akan pergi ke kamarnya
Semua Tamu sudah berkumpul,begitu juga dengan Kelvin Dan Vania yang sudah berada di atas panggung,Kelvin sudah akan memasangkan Cincin Di jari Vania tapi tiba-tiba
"Berhenti"Kata Seseorang,sontak mereka semua menoleh ke arah wanita itu,cincin yang di pegang Kelvin pun terjatuh entah kemana
"Mama"Kata kelvin menatap mamanya bingung
"Aku sudah tau semuanya,dan tidak akan Sudi menjadikan wanita penipu itu sebagai menantuku"Kata Ibu Estin
"Apa maksud mu"Kata Sandi ayah Kelvin
#Flashback On
Ibu Estin memutar tubuhnya menuju ke arah kamarnya,ia melewati salah satu kamar yang menjadi tempat Vania bersiap,ia berniat ingin mengajak Vania turun bersama tapi sepertinya Vania sedang menelfon seseorang,ibu Estin pun berjalan mendekat ke arah Pintu
"Gue seneng banget akhirnya bisa tunangan sama Kelvin"Kata Vania bersemangat
"......"Entah apa yang di katakan orang dari seberang telfon
"Lo tenang ajha,mereka semua terlalu bodoh untuk tahu kalau gue cuman pura-pura sakit,ya kali orang secantik gue sakit kanker"Kata Vania tertawa keras tanpa khawatir akan ada orang yang mendengarnya
"......"
__ADS_1
"Orang tua gue ya jelas taulah,mereka ngedukung gue secara ini bisa nambah keuntungan buat perusahaan mereka"Kata Vania dengan wajah licik
"......"
"Udah dulu ya,gue mau turun takut kalo orang-orang idiot itu curiga"Kata Vania mematikan telfonnya
Sementara Nyonya Estin terkesiap mendengar semua yang di katakan Vania,dia benar-benar kesal,ia pun berjalan meninggalkan ruangan itu kembali ke kamarnya,saat di dalam ruangan nyonya Estin nampak gusar mencoba mencerna semua perkataan Vania,acara di bawah sudah di mulai,nyonya Estin baru sadar ia kemudian mengambil handphonenya kemudian berlari menuju ke ruang tengah
"Berhenti"Teriaknya dengan napas tersengal-sengal
#Flashback off
Suasana di sana hening seketika,hanya terdengar hembusan nafas Kelvin yang berusaha meredam amarahnya
"Kau,kau benar-benar wanita licik,kau memakai cara keji untuk mendapatkan cintaku, gara-gara kau aku harus kehilangan gadis yang aku cintai"Teriak Kelvin kesal dia menunjuk wajah Vania,Bukannya takut Vania malah menatap Kelvin tajam
"Kenapa apa aku salah,aku hanya ingin mendapatkan orang yang aku cintai"Kata Vania tanpa rasa bersalah sedikitpun
"Jelas saja kau salah,Menghancurkan hubungan orang dengan berpura-pura menjadi wanita yang sedang sekarat"Kata Kelvin berteriak
"Cukup Kelvin kau tidak berhak memarahi putriku seperti itu"Kata Tuan Abraham yang membela anaknya
"Aku Sandi Putra membatalkan pertunangan putraku Kelvin Putra dengan Vania Elizia Abraham,dan juga memutus kerja sama di antara perusahaan kami"Kata Tuan Sandi yang sangat kesal karena kebohongan yang di buat menantu dan Calon besan sekaligus rekan kerja nya itu
Tuan Sandi pergi berjalan kembali ke kamarnya meninggalkan tempat acara yang sudah sangat kacau itu
Ibu Estin berjalan ke arah Vania,mengelus pipi Vania,Vania yang merasa masih ada harapan pun tak melewatkannya
"Mama apa mama tidak marah kepadaku,kalau begitu aku akan tetap bertunangan dengan kelvin kan"Kata Vania menatap Ibu Estin dengan gembira
Ibu Estin tersenyum,beberapa detik kemudian
Plakkkkk,Tamparan keras mendarat di pipi mulus Vania,ya tamparan itu berasal dari Ibu Estin
"Aku bukan Mamamu,kau menghancurkan hidup putraku,dan aku tidak akan pernah merestui hubungan kalian,Camkan itu"Kata Estin menunjuk wajah Vania yang masih terdiam kaku,ia kemudian menarik tangan Kelvin menyusul Tuan Sandi
Mama Vania merangkul putrinya,membawanya berjalan ke arah pintu keluar kemudian masuk ke mobil dan meninggalkan tempat acara
Sementara itu di kamar orang tua Kelvin,kelvin terduduk lemas,bukan karena batalnya pertunangan itu tapi karena dia tertipu Dengan rencana licik Vania sehingga dia meninggalkan Amel
__ADS_1
"Aku fikir dia benar-benar menderita sakit keras,sehingga aku dengan bodohnya mengasihani dirinya"Kata Kelvin merutuki kebodohannya
"Kau tidak salah nak,ini salah papa yang terlalu cepat mengambil keputusan"Kata Tuan Sandi
"Tapi aku sudah terlanjur kehilangan Amel papa"Kata Kelvin mencoba menahan air matanya
"Apa kau tidak ingin mencarinya Kelvin"Kata Ibu Estin menggenggam tangan putranya berusaha menguatkannya
"Aku sudah mencarinya mama tapi dia memang menghilang tanpa meninggalkan jejak sedikitpun,terakhir kali aku melihatnya sewaktu di taman,bahkan orang tuanya tidak tau dia kemana"Kata Kelvin yang tak kuasa lagi menahan air matanya
"Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang"Kata Tuan Sandi
"Aku akan melanjutkan pendidikan ku di luar negeri,sambil terus berusaha mencari Amel"Kata Kelvin berusaha tegar
"Itu bagus kau harus tetap berusaha,kau bisa sekalian mengurus perusahaan kita yang ada di luar negeri"Kata Tuan Sandi menepuk bahu putranya,walaupun Kelvin baru akan kuliah tapi dia sudah bisa mengurus perusahaan karena sedari kecil ayahnya selalu mengajarinya
*****
Sementara itu di sebuah ruangan yang di penuhi berbagai jenis senjata,nampak seorang gadis cantik duduk dengan tenang di kursi kebesarannya,Ya siapa lagi kalau bukan Amel Ia sedang menunggu En datang membawa laporan yang ia minta,Beberapa saat kemudian En tiba dan langsung duduk di kursi yang berada di depan Amel
"Bagaimana"Kata Amel melipat kedua tangannya menyangga dagunya
"Vania Elizia Abraham adalah putri tunggal dari keluarga Abraham Queen,Tuan Abraham memiliki perusahaan bernama VA grup,perusahaan itu bekerja sama dengan perusahaan milik keluarga putra, tapi menurut laporan yang saya terima keluarga putra hari ini resmi mencabut kerja sama mereka,dan VA grup sedang berusaha untuk mencari Investor agar perusahaan mereka tidak bangkrut,Vania sekarang akan berkuliah di Universitas Xx di Indonesia,tadinya dia akan bertu-"
"Cukup"Kata Amel memotong perkataan En,dia tidak ingin mendengar tentang pertunangan itu
"Sekarang Kau beri suntikan dana kepada perusahaan VA grup,kita akan memulai permainan ini dengan bumbu kebahagiaan terlebih dahulu,sebisa mungkin buat perusahaan kita yang lebih banyak menanam saham di perusahaan itu"Kata Amel tersenyum licik,Amel memang sudah membangun perusahaan miliknya beberapa hari yang lalu tentu saja itu tidak sulit dengan kepintaran yang ia punya
"Baik Queen"Kata En berdiri ingin meninggalkan Ruangan Amel
"Tunggu En,kau ingat kan cara mainnya"Kata Amel menatap En dengan senyum penuh makna
"Tentu Queen,Jangan sampai mereka tahu bahwa perusahaan ini adalah milikmu"Kata En,En benar-benar sudah memahami banyak hal tentang Amel karena dia sudah berjanji seumur hidup akan mengabdikan diri kepada Amel
"Bagus,aku tidak sabar melihat kehancuran Wanita breng*** itu"Kata Amel
"Benar Queen,aku juga sangat benci melihat senyum menjijikan wanita itu"Kata En yang memang tahu benar bagaimana wanita itu tersenyum saat mendorong Amel dari jembatan
"Sekarang pergilah,setelah ini kita akan mengadakan rapat bersama para Anggota Black Blood"Kata Amel,En pun mengangguk hormat kemudian pergi melangkah meninggalkan Amel
__ADS_1
"Vania Elizia Abraham,namamu ada dalam urutan pertama dalam daftar musuhku tentu saja tidak semudah itu kau lepas"Kata Amel mengepalkan tangannya kuat