
Beberapa bulan sudah berlalu
Amel,Ken dkk sudah tiba di kampus mereka,bukan hal yang baru lagi untuk orang di kampus itu melihat kedatangan mereka, tetapi tetap saja kedatangan mereka selalu membuat kehebohan, berpuluh-puluh pasang mata memperhatikan rombongan itu tetapi tidak ada yang berani menyapa atau mendekat karena sifat mereka yang terkenal dingin di kampus itu,tidak pernah sekalipun mereka Melihat Ken Dkk nya tersenyum terutama Amel.
Ken,Hirai,Excel,Mike,Ozzy,Andrew,segera menghampiri mobil Amel,saat wanita itu membuka pintu mobilnya Nampaklah wajah cantik tanpa senyuman itu,Mereka langsung berjalan masuk ke gedung kampus melewati orang-orang yang menatap mereka bahkan ada juga yang berbisik-bisik,Ken dan yang lainnya mengantar Amel sampai ke depan kelasnya sebenarnya mereka ingin mengantarkan dia sampai tempat duduk tapi Amel menolaknya.
Amel menghentikan langkahnya kemudian berbalik menatap Ken dkk yang ingin masuk ke kelasnya
"Kalian mau kemana"Kata Amel
"Kami ingin ikut masuk"Kata Ken
"Kelas kalian bukan di sini kan"Kata Amel
"Kami ingin memastikan kau masuk dengan Aman"Kata Andrew
"Itu terlalu berlebihan,pergilah sudah berapa kali kalian aku ingatkan"Kata Amel dingin kemudian melangkah masuk ke kelasnya
Ken dkk tidak lagi berani membantah,mereka segera kembali dan menuju ke kelas mereka.
Sementara itu Amel yang sudah duduk di kursinya mengambil ponsel miliknya dan memeriksa beberapa berkas yang dikirimkan lewat Email, bagaimanapun juga dia masih punya tanggung jawab untuk mengurus perusahaan walaupun dia sudah menugaskan En dan yang lainnya, tetap saja ada beberapa berkas yang menjadi tanggung jawabnya.
Beberapa saat kemudian dosen masuk ke kelas Amel dan memulai pelajarannya.
****
Di tempat lain khusunya di kota Bern,ibukota Swiss,Kelvin sedang berada di ruangannya.
dia sekarang menjadi Pimpinan perusahaan cabang milik ayahnya yang ada di sana
Dia sedang menatap foto Dirinya dan Amel yang sedang tersenyum dengan memegang sebuah buket bunga,itu adalah foto sewaktu mereka pertama kali berpacaran.
"Amel di mana dirimu,aku sudah mencari mu kemana pun tapi kenapa sangat susah,apa kau sebenci itu pada diriku sampai tak memberi kabar sedikitpun,kau ingat janjiku bukan aku akan selalu melindungimu dan tidak akan membiarkan kau tersakiti"Kata Kelvin dia memeluk foto itu erat kemudian menciumnya sekilas.
Kelvin beranjak dari kursinya,mendekat ke arah jendela menatap ke langit yang nampak cerah seakan-akan sedang tersenyum.
__ADS_1
Begitu juga dengan Amel,dia berjalan keluar kelas menuju ke balkon kampusnya menatap langit yang cerah
"Aku tidak tahu,siapa yang ada di hatimu. Yang aku tau,Aku menyayangimu"Ucap Kelvin dan Amel bersamaan,di waktu yang sama namun tempat yang berbeda
"Aku memang membenci masa laluku,tapi aku tidak pernah membencimu kelvin,aku hanya ingin kau bahagia,aku sudah mengikhlaskan mu bersama wanita itu tapi dia mencoba melenyapkan ku, jadi aku minta maaf jika suatu saat aku kembali dan menghancurkan orang yang kau sayangi"Batin Amel
Sampai sekarang Amel tidak tahu bahwa Kelvin dan Vania tidak jadi bertunangan,dan apa alasan Kelvin mau bertunangan dengan Vania waktu itu,sebab setiap kali En mencoba memberi tahu Amel dia selalu memarahi En dan semenjak itu En memilih merahasiakannya.
Saat Amel sedang sibuk memandangi langit,seseorang datang menghampirinya.
"Per permisi"Kata orang itu terbata-bata,Amel pun berbalik dan menatap orang itu dengan seksama seorang gadis berambut kuncir kuda dan berkacamata.
Amel hanya mengangkat alisnya sebelah,sebagai tanda bertanya.
"A ada yang cari,di di toilet perempuan"Kata gadis itu gugup,ia bahkan hanya menunduk tak berani menatap Amel yang wajahnya cantik tapi sebelas dua belas sama Aspal,Datar.
Amel berlalu pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun kepada gadis itu,setelah Amel pergi barulah gadis itu berani menatap punggung Amel
"Hmm cantik pantas jadi primadona di kampus ini,tapi sayangnya cuek banget"Batin gadis itu,ia segera berlari menuju ke kelasnya sebelum mendapat masalah
Sesampainya di toilet di sana sudah ada 5 orang perempuan yang menunggunya,namun mereka tidak menyadari kedatangan Amel
mereka sibuk mengurus wajah mereka yang sudah seperti tepung
Amel menatap para perempuan itu,kemeja ketat yang ujungnya di ikat,serta Rok Levis di atas lutut
"Cih Ayam kampus"Batin Amel
Dia segera menghampiri mereka dan menatap mereka tanpa sepatah kata pun,sampai akhirnya mereka menyadari kedatangan Amel
"Ohh Lo yang namanya Chaela, mahasiswi baru yang ngerebut posisi gue sebagai primadona kampus"Kata gadis yang bernama Zahra itu berjalan mendekat ke arah Amel,sementara Amel hanya diam tanpa bergeming sedikitpun
"Kenapa Lo diam ajha,Takut"Katanya menatap Amel
"Saya cuman takut sama orang tua dan pencipta saya"Kata Amel Acuh
__ADS_1
"Hahaha punya nyali juga Lo,kita berlima dan Lo sendiri"Kata Zahra
"Saya biasa lawan lebih dari 50 orang"Kata Amel,sekilas nampak senyum devilnya
"Cih sombong banget Lo ya,sekuat apa sih Lo"Kata Zahra mengangkat tangannya ingin menampar Amel,tapi sayangnya dengan gesitnya Amel menangkap Tangannya dan langsung mendorong Zahra Hingga dia terbentur ke dinding,padahal itu hanya sedikit dari kekuatannya
"Kamu yang harus takut"Kata Amel melipat tangannya di depan dada
"Habisin dia"Kata Zahra,mereka semua maju dan mengerumuni Amel
Dengan santainya Amel membantai ke 5 orang itu,bahkan hanya hitungan detik,jangankan hanya 5 wanita,puluhan pria berbadan kekar saja dia mampu
"Wanita lemah,merasa diri paling tinggi" Kata Amel menatap jijik ke arah wanita yang terduduk di lantai dengan lebam pada wajah mereka
Saat Amel ingin menghajar mereka lagi, tiba-tiba En mengabarkan lewat alat komunikasi yang ia pakai di telinganya
"Queen markas di serang"Kata En dari seberang sana
Amel mengurungkan niatnya,ia segera berbalik dan berjalan keluar meninggalkan ke 5 orang wanita tadi
"Woy mau kemana Lo pengecut,urusan kita belum selesai"Teriak Zahra
Amel tidak menghiraukan teriakan itu,dengan langkah cepat ia segera menuju ke parkiran, di sana sudah ada ke enam temannya menunggu dirinya,mereka semua masuk ke dalam mobil dan melajukan kendaraannya menuju ke markas Black Blood
*****
Di Perusahaan miliknya,Kelvin masih berdiri menatap langit-langit,saat seseorang masuk dan membuyarkan lamunannya
"Maaf Tuan,pesawat sudah siap"Kata Teo,Tangan kanan Kelvin
"kita berangkat sekarang"Kata kelvin melangkah meninggalkan ruangannya
Hari ini Kelvin akan melakukan pertemuan dengan beberapa investor di Jerman.
Setelah beberapa saat mobil yang di tumpangi Kelvin sampai di bandara,mereka segera masuk ke pesawat dan setelah itu mereka berangkat menuju ke Jerman.
__ADS_1