Dendam Gadis Mafia

Dendam Gadis Mafia
Chapter 25


__ADS_3

Kelas Amel hari ini telah usai,ia ingin kembali ke mansion nya,tapi baru saja dia keluar dari kelas seseorang memanggilnya


"Chaela"Seru orang itu dari belakang Amel,Amel membalikkan badannya dan menatap datar orang itu


"Apa"Kata Amel dingin


" Emm Lo di panggil ke Ruang dekan"Kata orang itu lagi


Tanpa mengucapkan sepatah kata pun Amel segera membalikkan badannya dan menuju ruang dekan,tanpa memperdulikan orang yang tadi,Namun Amel berhenti sejenak


"Pasti soal ayam kampus"Batin Amel


Amel segera menghubungi Hanz


"2 menit,cari latar belakang soal Primadona di kampus ini"Kata Amel, dia tidak tahu nama Zahra jadi dia menyebutnya sebagai primadona kampus karena itu yang ia dengar dari Zahra kemarin


2 menit berlalu,Amel sudah menerima Email dari Hanz,setelah menerima email itu Amel menghubungi En


"Buat kepemilikan kampus ini atas nama gue"Kata Amel singkat


"Siap Queen"Kata En tanpa perlu bertanya apa alasannya


"Gue tunggu di ruang dekan"imbuh Amel lagi


En mengiyakannya,setelah itu Amel kembali berjalan menuju ke ruang dekan,benar saja saat Amel sampai di sana terlihat ada Seorang pria paruh baya,dekan kampusnya,Zahra dan keempat temannya yang Di Toilet kemarin


Amel langsung masuk,dan di persilahkan duduk oleh pak Logan,dekan di kampus tempat Amel menuntut ilmu sekarang


Tak ada rasa gentar sedikitpun di hati Amel,karena dia sudah terbiasa berurusan dengan Orang-orang yang merasa diri mereka penting seperti ini, hanya bedanya kali ini dia yang bermasalah bukan yang menangani masalah


"Kamu Chaela bukan mahasiswi tingkat pertama"Kata pak Logan menatap Amel


"Benar"Jawab Amel singkat


"Papa dia orang yang buat wajah aku jadi kayak gini"Kata Zahra menunjuk-nunjuk Amel,Amel hanya menatapnya datar


"Apa benar kemarin Kamu menghajar Zahra dan teman-temannya"Tanya pak Logan


"Iya"Jawab Amel singkat


Seketika itu juga Tuan Algis ayah Dari Zahra berdiri dan menatap Amel dengan tatapan kekesalan


"Siapa kamu ini, berani-beraninya kamu menghajar anak saya seperti itu,apa kamu tau siapa saya,saya bisa saja menendang kamu keluar dari kampus ini"Kata Tuan Algis mengacungkan jari telunjuknya ke arah Amel.


Zahra tersenyum bahagia merasa dirinya menang,Namun Amel hanya diam bukan karena takut tapi dia sedang berusaha menetralkan emosinya


"Kenapa kamu diam,lihat ini wajah putri saya sampai lebam begini gara-gara kamu"Kata Tuan Algis


"Maaf tuan Algis sebaiknya anda kembali duduk,biar kita dengarkan permasalahannya dulu"Kata Pak logan menenangkan Tuan Algis,Tuan Algis pun kembali duduk dan mendengus kesal


Amel menghela nafas,setelah ia rasa emosinya sudah mereda


"Saya tidak akan menghakimi orang yang tidak mengusik saya"Kata Amel datar


"Saya tau betul putri saya,dia tidak mungkin mengganggu orang lain apalagi sampai berkelahi,Zahra adalah anak yang baik"Kata Tuan Algis


"Tidak semua orang menunjukkan sifat


buruknya jika di depan orang tuanya"Kata Amel masih dengan nada datarnya


"Jadi maksud kamu putri saya bukan anak yang baik,kurang ajar sekali kamu apa orang tuamu tidak pernah mengajarkan kamu,atau orang tua kamu juga sama buruknya seperti kamu"Kata Tuan Algis


Seketika itu juga Amarah Amel memuncak,tatapannya kini sudah tak ramah lagi


"Jangan pernah berani menyebut orang tua saya,orang tua saya sudah membesarkan saya dengan benar,saya sudah cukup bersabar, tuan rupanya anda tidak bisa di ajak berbicara baik-baik"Kata Amel dengan nada suara yang meninggi


"Chaela turunkan nada suara mu"Kata Pak Logan


"Kenapa,saya sudah cukup diam sedari tadi tapi Anda Tuan Algis"Kata Amel menunjuk wajah Tuan Algis


"Sudah berani mengusik saya"Kata Amel penuh penekanan


"TURUNKAN TANGANMU"Pekik Tuan Algis


"Tuan Algis Anderson,pemilik perusahaan Andereo jaya,menarik"Batin Amel menarik satu sudut bibirnya membentuk senyum yang mengerikan


"EN KEMARILAH"Seru Amel,seketika itu juga En masuk membawa sebuah berkas di tangannya,kemudian menyerahkannya kepada Amel,Setelah menerima berkas itu tanpa segan Amel melempar berkas itu ke atas meja,Pak logan membuka berkas itu dan membaca nya sebentar,setelah selesai membacanya raut wajah pak Logan seketika berubah,Tuan Algis yang penasaran pun mengambil berkas itu dan membacanya,dan ekspresinya tak kalah syok dengan Pak Logan


"Tuan Algis Anderson,anda memang memiliki hak atas beberapa fasilitas yang ada di kampus ini tapi bukan berarti kampus ini sepenuhnya milik Anda"Kata Amel,ia mengambil ponselnya dan mengirimkan sejumlah uang ke rekening perusahaan Milik tuan Algis


"Semua biaya yang anda salurkan untuk kampus ini,saya sudah membayarnya sehingga anda tidak lagi memiliki hak sedikitpun untuk masalah apapun yang ada di kampus ini,dan ya saya sedikit melebihkan nominalnya anggap saja sebagai Biaya ganti rugi untuk wajah putri anda itu"Kata Amel sambil berdiri


"O iya jangan pernah menganggap diri anda paling tinggi,ingat di atas langit masih ada langit"Kata Amel penuh penekanan


"Dan kalian"Kata Amel beralih menatap Zahra And the geng yang tertunduk takut


"Saya akan melupakan masalah ini Tapi Jangan Coba-coba menindas orang di kampus ini,karena bisa saja sewaktu-waktu saya menyeret kalian keluar karena kesalahan kalian itu"Kata Amel


"Pak Logan,terimakasih,saya permisi"Kata Amel tanpa senyuman sedikitpun,ia melangkah keluar diikuti En meninggalkan ruangan itu


Sementara orang-orang di ruangan itu masih melongo tidak percaya,bagaimana tidak di berkas itu tertulis bahwa Amel pemilik sah dari yayasan pendidikan di kampus itu


Amel tersenyum penuh kemenangan,lagi dan lagi dirinya memenangkan haknya,walaupun kali ini dia harus mengandalkan harta


Saat Amel berjalan menuju ke parkiran tiba-tiba langkahnya terhenti karena seseorang berdiri di depan mobil miliknya


"Adikku sayang"Kata pria itu membentangkan kedua tangannya bersiap memeluk Amel,ya siapa lagi kalau bukan Alex.


Tapi bukan pelukan yang ia dapatkan namun Amel memukul bahunya pelan


"Kakak,apa kau tau kita sedang di mana"Kata Amel memicingkan kedua bola matanya menatap Alex


"Iya aku tau,parkiran kampusmu bukan"Kata Alex

__ADS_1


"Kakak tau itu,lalu kenapa kakak masih bersikap seperti tadi"Kata Amel


"Emangx ada yang salah biasanya juga selalu seperti itu"Kata Alex mengangkat kedua bahunya


"Jelas saja kakak salah,bagaimana jika ada yang melihatnya,kakak sendiri tau bagaimana aku jika di luar bagaimana mungkin aku bermanja-manja di depan mereka"Kata Amel melipat kedua tangannya di atas perutnya


"Ohh begitu rupanya,lalu aku harus bagaimana apa aku harus datang dan memukulmu begitu"Kata Alex terkekeh


"Sudahlah,kakak tidak akan mengerti"Kata Amel memalingkan wajahnya kesal


"Baiklah aku minta maaf adikku yang manis"Kata Alex mengacungkan dua jarinya


"Hm akan ku pertimbangkan,tapi kenapa kakak ada di sini"Kata Amel menatap Alex


"Hey kita sudah lama tidak bertemu jelas saja aku merindukanmu"Kata Alex


Amel mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti


"Bagaimana kalau kita makan siang"Kata Alex dengan senyum sumringahnya


"Ide bagus,ayo"Kata Amel melangkah ingin memasuki mobilnya


"Kau mau kemana"Kata Alex menatap Amel bingung


"Katanya kita akan pergi makan siang,apa kita akan berjalan kaki"Kata Amel


"Kita pakai mobilku saja,suruh saja orang mu datang mengambil mobil ini nanti"Kata Alex


"Baiklah ayo"Kata Amel,Alex pun menggandeng tangan Amel masuk ke dalam mobil sport berwarna hitam miliknya


Setelah beberapa saat mereka sampai di sebuah restoran,Amel dan Alex segera duduk dan memesan makanan mereka,setelah itu mereka berbincang-bincang sambil menunggu pesanan mereka tiba


Amel bercerita tentang masalahnya tadi kepada Alex,sementara Alex yang mendengarkan itu juga tersulut Emosi


"Apa-apaan orang itu,dia berani memarahi adikku"Kata Alex mengepalkan kedua tangannya


"Aku saja tak habis fikir kakak,dia terlalu sayang kepada putrinya sehingga tidak memikirkan kemungkinan yang terjadi"Kata Amel menyangga dagunya dengan kedua tangannya


"Tunggu apa Tuan Algis yang kau maksud adalah Direktur dari perusahaan Andereo jaya"Tanya Alex,karena memang sedari tadi Amel hanya menyebutkan namanya saja,Amel mengiyakan pertanyaan Alex tadi


"Kurang ajar"Kata Alex menggeram kesal


"Apa kau tau kakak,ingin sekali aku menyobek mulut busuk nya itu"Kata Amel penuh penekanan


"Kenapa kau tidak melakukannya"Tanya Alex


"Jika tadi bukan di kampus,pasti sudah aku lakukan"Kata Amel


"Apa kau mau aku menghancurkan perusahaanya"Kata Alex


"Ah tidak,aku tidak mau melibatkan kakak dalam masalah ini"Kata Amel menatap intens Alex


"Ayolah adikku,apa kau sudah menganggapku seperti orang lain"Kata Alex dengan wajah memelas


"Terserah kakak saja,lakukan apapun terhadap pria tua itu"Kata Amel acuh


"Hm lagipula urusanku bukan dengannya melainkan dengan Ayam kampus itu"Kata Amel


"O iya kakak kapan kau akan menikah"Kata Amel menatap Alex dengan mata yang berbinar-binar


"Lihatlah sekarang kau mengesalkan,kau bertanya kepadaku seperti itu,bahkan kau saja belum memiliki kekasih"Kata Alex terkekeh


"Aku tidak tertarik dengan pria lagi"Kata Amel sembari membuka jaketnya


"APA,jangan-jangan kau seorang-"


"Konyol,aku ini masih waras"Kata Amel memotong ucapan Alex dan menatapnya tajam


"Aku hanya bercanda sayangku"Kata Alex mencubit gemas pipi Amel


Amel mengerucutkan bibirnya kesal


setelah beberapa saat pelayan datang membawa pesanan mereka,mereka pun segera melahap makanan itu hingga habis


"Kakak bagaimana dengan mafia mu"Kata Amel mengelap bibirnya dengan tisu


"Ya seperti itu,karena mafia ku mafia legal jadi belakangan ini tidak ada masalah"Kata Alex tersenyum


"Itu bagus,aku juga ingin segera melegalkan mafia ku tapi aku belum puas Bermain-main"Kata Amel


"Kau ini,lalu bagaimana rencana pembalasan dendam mu"Kata Alex


"Aku bisa saja kembali sekarang,tapi nanti tidak spesial,karena aku masih seorang mahasiswi"Kata Amel


"Maksudmu"Tanya Alex


"Aku akan kembali setelah aku lulus,dan juga mafia serta perusahaan ku berkembang pesat"Kata Amel


"Ohhh begitu rupanya baiklah lakukan yang terbaik,sekarang kau mau ku antar pulang atau ikut aku ke perusahaan"Kata Alex


"Aku ingin berkunjung ke perusahaan saja"Kata Amel


"Baiklah ayo"Kata Alex bangkit berdiri dari kursinya,disusul Amel


Setelah itu mereka berdua masuk ke dalam mobil dan melaju ke perusahaan Almex group


20 menit perjalanan mereka berdua sampai di parkiran khusus petinggi perusahaan


Amel masuk ke perusahaan dengan Merangkul pinggang Alex,begitu pula Alex yang merangkul bahu Amel


Bagi mereka itu hal yang biasa sebagai adik kakak,tapi bagi orang di perusahaan itu hal yang janggal karena tidak pernah Alex berperilaku seperti itu dengan seorang wanita serta tidak ada yang tahu jika Amel adalah adik angkatnya Alex


Para karyawan di perusahaan itu menatap Alex dan Amel dengan tatapan bingung,tapi tidak ada yang berani berkomentar karena mereka masih sayang dengan pekerjaan mereka

__ADS_1


"Selamat pagi Tuan"Sapa beberapa karyawan di sana,Baik Alex ataupun Amel tidak ada yang menjawab sapaan mereka jangankan menjawab tersenyum saja tidak seperti biasa dengan wajah datar dan dingin mereka,setelah Amel dan Alex memasuki lift barulah para pegawai itu berani berkomentar


"Apa dia kekasih Tuan Alex"Kata salah seorang pegawai wanita


"Sepertinya begitu,lagipula ini pertama kalinya Tuan Alex membawa wanita ke perusahaan ini"Kata salah seorang lainnya


"Entahlah,Tapi Tuan muda ataupun kekasihnya itu sama-sama memiliki sifat dingin"Imbuh wanita itu lagi


Mereka segera membubarkan diri,takut jikalau ketahuan sedang menggosip Bos mereka


Sementara itu Amel dan Alex sudah sampai di lantai 20,lantai khusus untuk direktur


Masih sama seperti saat mereka datang tadi,Amel dan Alex masih berdekatan layaknya sepasang kekasih


"Pagi Tuan"Kata sekretaris Pribadi Alex yang bernama Violet,gadis itu sengaja mencondongkan tubuhnya ke arah Alex


Sementara Alex tidak menggubris perkataan wanita itu sama sekali,dia hanya menatap datar ke arahnya


"Tuan siapa dia"Kata violet menatap ke arah Amel,dengan tatapan tidak suka,Amel mengerti tingkah dan tatapan Violet.


"Aku Chaela,o iya nona aku minta bersikaplah selayaknya sekretaris pada umumnya jika tidak ingin di pecat"Kata Amel dengan tatapan tajamnya


Amel memperingatkan wanita itu bukan karena cemburu,tetapi karena memang dia tidak menyukai sifat wanita itu yang nampak seperti wanita murahan dan hanya ingin harta kakak kesayangannya itu


Violet sangat kesal kepada Amel karena berani mengancamnya,sementara Alex hanya Acuh


"Sayangku sebaiknya kita masuk saja,tidak usah memperdulikan orang asing"Kata Alex menarik tangan Amel menjauh meninggalkan Violet


"Apa katanya orang Asing 1 tahun aku bekerja di sini sementara gadis itu,ini pertama kalinya dia ke sini tapi dia sudah berani mengancamku,dan Tuan Alex tadi memanggil wanita itu sayangku,apa wanita itu benar kekasihnya"Batin Violet dia menatap punggung Amel dan Alex dengan terbakar api cemburu


____________


Sementara itu di dalam ruangan khusus direktur,Amel merebahkan tubuhnya di sofa dan meletakan kepalanya di atas pangkuan Alex


"Kakak kenapa tidak menjadikan wanita tadi kekasih kakak"Kata Amel dengan senyuman mengejek


"Hey aku ini juga bisa menilai mana yang baik dan mana yang buruk,meskipun aku mampu membelikan make up sebanyak mungkin tapi aku tidak akan mau memiliki kekasih bermuka dua seperti itu"Kata Alex


"Hahaha kau memang kakakku yang pintar"Kata Amel memukul pelan wajah Alex


"Pasti wanita itu berfikir bahwa aku kekasihmu"Kata Amel terkekeh


"Kurasa juga begitu,kau lihat ekspresinya tadi benar-benar konyol"Kata Alex


"Aku tidak suka dengan wanita seperti dia,aku tidak akan Sudi memiliki kakak ipar seperti itu"Kata Amel


"Walaupun tidak ada wanita lagi selain dirinya,lebih baik aku tidak menikah"Kata Alex


"Bwahahahahahah Itu lebih baik kakak"Kata Amel mengejek Alex,Alex mencubit gemas hidung Amel


Hal seperti itu adalah hal biasa bagi mereka berdua,entah bagaimana caranya tapi tidak ada yang menaruh perasaan lebih selain perasaan adik dan kakak dari satu sama lain


Saat mereka sedang asik bercanda,Violet masuk tanpa mengetuk pintu dan melihat kedekatan Amel dan Alex


"Ehem"Violet berdehem,mungkin menurutnya untuk membuat Amel dan Alex kelabakan tapi di luar dugaannya Amel dan Alex mengabaikannya


"Tuan maaf mengganggu,tapi ini ada beberapa berkas yang perlu di tanda tangani"Kata Violet lagi


"Sayangku menyingkirlah dulu, aku akan menanda tangani berkas itu yah"Kata Alex menatap Amel kemudian mengedipkan sebelah matanya,Amel mengerti itu,tetapi Violet malah salah artikan bahwa itu sebagai tatapan Alex untuk menggoda Amel


"Aku tidak mau,apakah wanita itu tidak mempunyai kaki sehingga dia tidak bisa berjalan ke sini"Kata Amel sengaja melingkarkan kedua tangannya ke pinggang Alex,dan menatap Violet yang diam mematung di depan meja kerja Alex


Violet menggeram kesal dengan kata-kata Amel barusan,namun dia berusaha menahannya


"Kau memang pintar sayangku seharusnya dia yang kemari bukan aku yang ke sana"Kata Alex lagi,Violet masih diam mematung


"Hey nona,kau tuli atau kau tidak bisa berjalan"Kata Amel sedikit membentak


Violet pun berjalan ke arah sofa dengan sedikit menghentak-hentakkan kakinya,lalu menyerahkan berkas itu sedikit kasar ke arah Alex,Alex menerima berkas itu lalu menanda tangani nya setelah itu menyerahkannya kembali kepada Violet,Violet menerima nya tetapi belum beranjak pergi dari sana


"Nona apa masih ada yang kurang,atau kau mau menggoda atasanmu"Kata Amel dengan melotot kan kedua matanya


"Permisi"Kata Violet mendengus kesal,kemudian membalikkan tubuhnya keluar dari ruangan Alex


Setelah pintu tertutup,Amel dan Alex sejenak beradu pandang kemudian


"Bwahahahahahahaha"Mereka berdua tertawa lepas,Amel mendudukkan tubuhnya ke samping Alex


"Apa kau liat wajahnya,seperti kepiting rebus"Kata Amel masih tertawa dan memukul-mukul bahu Alex pelan


"Bahkan lebih parah dari itu"Kata Alex


"Rencana yang tidak terencana,dasar kakak memang licik"Kata Amel menatap Alex


"Sudahlah,perutku sakit sekali"Kata Alex masih berusaha meredakan tawanya


"Aku juga lelah,kalau begitu kakak kembali lah bekerja sana,aku ingin tidur"Kata Amel


"Kau mengusirku di ruang ku sendiri,awas saja kau"Gumam Alex berjalan kembali ke mejanya


"Aku tidak perduli"Kata Amel meledek Alex kemudian ia merebahkan tubuhnya ke atas sofa lalu terlelap


Alex kembali ke meja kerjanya,kemudian mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang


"Hallo"


"......"


"Hancurkan perusahaan Andereo jaya"


"......"


Setelah itu telfon pun terputus,Alex menaruh ponselnya kemudian menatap Amel yang sudah tertidur pulas di sofa ruangannya

__ADS_1


"Tidak akan ku biarkan pria sombong itu hidup tenang"Kata Alex menggeram kesal


Setelah itu dia kembali sibuk dengan pekerjaannya


__ADS_2