
Amel mengerjapkan matanya beberapa kali,kemudian segera bangkit dari sofa dan berjalan ke arah Alex yang masih sibuk dengan laptopnya
"Kak aku mau pulang"Kata Amel Sembari merapikan rambutnya
"Ya udah ayok kakak antar"Kata Alex menutup laptop
"Eh gak usah,aku tau kak Mex masih sibuk"Kata Amel
"Tapi kan kamu gak bawa mobil,terus pulangnya gimana"Kata Alex menatap Amel
"Udah sans,aku bisa suruh orang antarin ke sini kok"Kata Amel
"Yaudah hati-hati yah"Kata Alex
"Oke,bye kakak"Kata Amel melambaikan tangannya
"Bye sayang"Kata Alex menatap punggung Amel yang berjalan meninggalkan ruangannya
Saat Amel sudah keluar dari ruangan Alex,dia menatap tajam violet yang juga menatapnya dari meja kerja miliknya,Amel melangkahkan kakinya mengabaikan violet namun baru beberapa langkah samar-samar dia mendengar Violet mencemoohnya
"Wanita murahan"Gumam Violet
Seketika itu Amel langsung berbalik menghampiri Violet dan tanpa basa-basi langsung menamparnya
"Plakkkkk"Tamparan keras sukses mendarat di pipi Mulus Violet
"Apa-apaan Lo"Kata Violet memegang pipinya
"Anda fikir saya tuli"Kata Amel dengan sorot mata tajamnya
"Memang kenyataanya gitu kan,apa yang bisa di lakuin anak kecil kayak Lo selain nyari bos-bos,biar dapat uang jajan iyakan"Kata Violet menatap tajam Amel, lagi-lagi Perkataanya berhasil membuat Pipi mulusnya terkena tamparan untuk kedua kalinya
"Kematian Anda menanti"Kata Amel dengan senyum devilnya,Violet bergetar ketakutan tetapi dia berusaha menutupinya
"Hahaha Siapa Lo berani ngancam gue"Kata Violet
Sementara itu Alex yang mendengar keributan langsung berjalan keluar ruangannya dan melihat Amel dan Violet yang bertengkar
"Berhenti"Seru Alex yang membuat Violet dan Amel beralih menatapnya,Violet yang melihat Alex pun segera berlari dan memeluk lengannya manja dan berpura-pura menangis
"Tuan dia menampar saya hiks hiks,padahal saya hanya menyapa nya"Kata Violet mengadu kepada Alex,Amel hanya tersenyum miris menatap Violet sambil melipat kedua tangannya di atas perutnya,Alex melihat Wajah Violet sekilas dan memang terlihat sudut bibirnya yang lebam,Alex mengalihkan pandangannya ke arah Amel
"Apa itu benar"Kata Alex lembut
"Seperti yang terlihat"Kata Amel santai
"Apa pantas seorang sekretaris menghina Tamu Atasannya"Kata Amel lagi menatap Tajam Violet
Amel memutar rekaman pertengkaran tadi,untungnya dia langsung ingat untuk merekam saat mendengar Violet mencemoohnya,seketika itu juga Alex menatap tajam violet guratan wajahnya benar-benar memancarkan Kemarahan,Violet menunduk ketakutan
"Tu Tuan itu Bu bukan-"
"Cukup,SIAPA KAMU BERANI MENGHINA ADIK SAYA"Seru Alex menunjuk wajah Violet
Violet tercengang mendengar perkataan Alex barusan
"Ma Maaf saya tidak tau dia adik anda Tuan"Kata Violet meremas tangannya ketakutan
"Kamu saya pecat"Kata Alex datar
"Tapi-"Belum sempat Violet menyelesaikan perkataannya,Alex menatapnya tajam membuat Violet tidak lagi berani
Violet segera berlari ke mejanya dan mengambil tas miliknya setelah itu dia berlari meninggalkan tempat itu,Amel hanya tersenyum Sinis
__ADS_1
"Eli kamu baik-baik ajha kan"Kata Alex memegang bahu Amel
"It's okey"Kata Amel tersenyum menatap Alex
"Aku pulang dulu ya kak"lanjutnya lagi
"Ya"Kata Alex
Amel berjalan meninggalkan Alex,dia masuk ke lift dan segera menghubungi En
"15 menit antar motor gue ke perusahaan Almex group"Kata Amel
Sesampainya Amel di loby kantor dia segera menuju ke pintu keluar dan berdiri menunggu kedatangan En,Tak lama kemudian En datang dengan motor Amel serta diikuti mobil di belakangnya,Amel langsung menghampiri mobil itu dan mengambil Helm miliknya di dalam mobil,lalu menghampiri En yang sudah berdiri di samping motornya
"Lenyapin perempuan yang namanya Violet sekretaris kakak di perusahaan ini,mayatnya bawa ke markas dan selanjutnya tunggu gue kembali"Kata Amel memasang Helm nya
"Siap Queen"Kata En membungkuk hormat
Setelah itu Amel melajukan kendaraannya tetapi bukan menuju mansion dia menuju ke sebuah taman di tengah kota Berlin
Amel berjalan menikmati sejuknya pemandangan di sekitar Taman,dia duduk di kursi yang tersedia di sana sambil mengayunkan kakinya menatap orang-orang di taman itu,ada anak-anak yang sedang berlarian,para orang tua yang sedang bersepeda mengitari taman,piknik bersama keluarga,dan ada juga yang sedang bermesraan bersama kekasih atau pasangannya,mereka semua terlihat bahagia.
sekilas kenangannya semasa SMA membuat dirinya kembali bersedih,kenangan di mana dia dan para sahabatnya bersenda gurau,kenangan saat dia dan kelvin sedang bersama di pantai,saat mereka menghabiskan akhir tahun bersama,kenangan saat dia memarahi murid nakal,dan masih banyak kenangan yang sangat susah untuk dia lupakan,walaupun dia sudah menutup rapat ingatan itu tetap saja dia selalu mengingatnya,ingin sekali dia kembali dan memeluk semua orang yang ia sayangi tapi itu tidak mungkin mengingat dirinya yang sekarang bukanlah gadis biasa lagi,walaupun hanya sedikit orang yang mengetahui identitas nya,tapi bahaya akan tetap ada.
"Hanya dengan cara bersyukur kita bisa berbahagia"Batin Amel dengan senyum manisnya,senyum yang tidak pernah ia tunjukan lagi
Saat Amel sedang asyik memperhatikan sekeliling,pandangannya terfokus pada pinggir taman yang sedikit tertutup karena pohon-pohon besar,dia melihat beberapa orang pria sedang menarik paksa seorang anak kecil
"Sepertinya anak itu ingin di culik"Gumam Amel
Tanpa perlu berfikir lagi Amel segera berlari menuju motornya dan langsung melajukan motornya mengejar mobil para pria itu,karena keahliannya dalam mengendari motor tidak butuh waktu lama dia sudah menghadang mobil para penculik itu
Seketika itu juga mobil itu berhenti,Dan keluarlah beberapa orang pria berbadan kekar itu
Amel membuka helm nya kemudian meletakkannya,melihat itu para pria tersebut tertawa mengejek Amel,Amel mengeluarkan pistolnya dan menembak para pria itu sehingga mereka semua jatuh bersimbah darah,Amel berlari kecil menghampiri mobil itu dan segera membukanya ada seorang pria kecil yang menangis ketakutan
"Hey"Kata Amel menyapa Anak kecil itu,namun anak itu malah mundur ketakutan
"Jangan takut,aku gak bakal jahatin kamu kok"Kata Amel lagi
Anak itu masih belum percaya kepada Amel,Amel masuk ke dalam mobil dan duduk di sebelah anak itu
"Sini sayang,aku cuman mau nanya kok,gak bakal culik kamu"Kata Amel merentangkan tangannya sambil tersenyum
Perlahan anak itu mendekat ke arah Amel kemudian memeluknya erat,Pria kecil itu menangis di dalam pelukan Amel,Amel mengusap-usap punggungnya membiarkan dia menangis,Amel sangat paham apa yang di rasakan anak itu,dia pasti sangat ketakutan,Amel memang memiliki sifat lain dia sangat menyayangi anak kecil,walaupun dirinya yang terkenal kejam dia tidak suka melihat anak kecil yang di marahi atau di pukuli orang tuanya,setelah cukup lama menangis pria kecil itu mulai berhenti,melihat itu Amel melepas pelukannya dan menangkup wajah anak itu
"Nama kamu siapa"Kata Amel
"El Elard"kata Anak itu terbata-bata
"Nah Elard umur kamu berapa sayang"Kata Amel dengan ramahnya
"7 Tahun Bibi"Kata Elard
"Yaudah kalo gitu Bibi anterin pulang yah,ayok"Kata Amel memegang tangan Elard dan membuka pintu mobil,bukannya ikut anak itu malah terdiam menatap Amel
"Loh kenapa"Kata Amel lagi
"A aku gak suka di sana"Kata Elard lagi
"Kenapa gak suka,kamu tinggal di mana"Kata Amel lagi
"Mereka jahat mereka gak sayang aku,aku selalu di marahin,mereka bilang aku cuman bikin repot,aku gak punya teman,cuman aku yang gak di sayang,aku tinggal di panti asuhan"Kata Elard
__ADS_1
Amel nampak terkejut,apa yang membuat Elard di benci oleh orang-orang di tempat tinggalnya
"Kenapa mereka benci kamu,dan di mana orang tua kamu"Kata Amel dengan tatapan iba
"Mama sama papa di bunuh sama orang jahat waktu aku masih umur 5 tahun,Bibi sama Paman bawa aku ke panti tapi di sana Mereka bilang aku ini anak pembawa sial makanya aku di jauhin"Kata Elard dengan bulir air mata yang mengalir
Melihat itu Amel merasa iba,tanpa ia sadari bulir air mata menetes di pipinya,dia mendekap Anak itu lagi
"Walaupun dulu aku pernah terpisah dari mommy sama Daddy tapi aku selalu dapat kasih sayang dari Papa sama mama dan juga teman-teman,sementara Michael dia anak yatim piatu dan juga dia gak punya teman sama sekali,ya Tuhan aku gak tahu seberapa menderitanya dia"Batin Amel
"Ya sudah kalau gitu Elard ikut Bibi ajha yah,Bibi bakal jadi teman dan jadi orang tua Elard"Kata Amel tersenyum sembari menghapus air mata di pipi Elard,Elard menatap wajah Amel dengan tatapan sayu
"Bibi gak takut dekat sama aku,aku kan anak pembawa sial"Kata Elard
"Gak Elard gak boleh ngomong gitu,Elard dengerin bibi ya sayang,Elard itu bukan anak pembawa sial"Kata Amel tersenyum ramah
"Elard sayang Bibi,Elard janji bakal jadi anak yang penurut"Kata Elard memeluk erat Amel,ada perasaan gembira di hati Amel kini dia bisa merasakan kehangatan selain dari Alex,kehangatan Seorang putra
"Bibi juga sayang Elard,kalau gitu Elard ikut Bibi ke panti dulu yah"Kata Amel,Elard segera melepas pelukannya dan menatap Amel sendu
"Bibi pasti mau ninggalin Elard di sana,Elard gak mau ikut"Kata Elard
"Gak siapa bilang,Kalau Elard mau tinggal sama bibi kita gak boleh langsung kabur,nanti bibi bisa di tuduh penculik kita harus pake surat adopsi sayang"Kata Amel mengelus rambut Elard
"Bibi janji"Kata Elard mengacungkan Jari kelingkingnya
"Janji"Kata Amel mengaitkan jari kelingkingnya juga
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
To Be Continued
Sekali-kali Deh
__ADS_1
Ini Visualnya Amel✌️