Dendam Gadis Mafia

Dendam Gadis Mafia
Chapter 4


__ADS_3

Tak terasa sudah sebulan berlalu semenjak kejadian waktu itu Kelvin dan Amel menjadi semakin dekat,setiap hari Kelvin selalu datang ke kursi Amel dan benar saja tak lama kemudian Kelvin datang menghampiri Amel


ia melihat Amel sedang melamun


"Woyyy"Kata Kelvin sambil menggebrak meja Amel


"Astaga"Refleks Amel berteriak


"Apaan sih kamu Vin,bikin kaget ajha taulah"Kata Amel mengelus dadanya karena kaget


"Ye kamu sih pake ngelamun segala,kamu kenapa sih tumben banget biasanya juga paling heboh"-Kevin-


"Gak apa-apa aku cuman lagi gak mood ajha Vin"kata Amel yang memang mood nya sedang tidak bagus hari itu


Kelvin langsung duduk di kursi yang ada di depan Amel lalu dia menggenggam tangan Amel,dan menatap mata Amel dalam-dalam


"Mel Lo kenapa,Lo ada masalah cerita sama aku"-Kelvin-


Amel dan Kelvin saling bertatap beberapa lama kemudian Amel merasa gugup dan mengalihkan pandangannya,tetapi tidak melepaskan genggaman tangan Kelvin


"Gak Lah Aku tu memang lagi mager ajha,lagian juga ngapain kamu mau tau masalah aku"-Amel-


ia sengaja berkata seperti itu karena sebenarnya ia sangat gugup dan jantungnya berdegup kencang Amel tidak ingin Kelvin melihatnya gugup


"ya aku pengen tau ajha"-Kelvin-


"Dasar kepo"- Amel-


Kemudian Kelvin menatap Amel lagi dan tersenyum,Amel yang melihat itu langsung berkata

__ADS_1


"Apaan sih kamu Vin,aku tau aku memang cantik tapi gak usah segitunya juga kali"-Amel-


Amel berusaha bersikap seperti biasa agar Kelvin tidak curiga dengannya,padahal


rasanya jantungnya sudah tak menentu


"Kamu memang cantik kok Mel"-Kelvin-


"Apaan sih kamu,jadi ngejek aku nie maksudnya"-Amel-


"Aku serius"-Kelvin-


"Jangan terlalu serius vin,kita masih SMA"-Amel-


Amel dan Kelvin pun tertawa kecil karena jawaban Amel yang garing itu


amel sudah sangat salah tingkah di buat Kelvin tak lama kemudian terdengar teriakan dari anak-anak kelas itu


"Cie dunia milik berdua"-Edy-


"Woy sadar nie kelas banyak orang"-Sela-


"Gebet terus jangan sampe lepas"-Jonathan-


"uhukk...uhukk,Cie cie Amel"-Amanda-


"Kembangkan" -Rebecca-


"Kelvin mah siapa ajha di embat"-Dicky-

__ADS_1


"Playboy beraksi"-Revaldo-


dan masih banyak lagi teriakan-teriakan heboh dari para penghuni kelas itu


Amel dan Kelvin hanya tersenyum melihat teman-teman mereka yang tak henti-henti nya mengejek mereka itu kemudian Kelvin berdiri dan melepaskan genggaman tangannya


"Mel temanin aku ke kantin yuk"-Kelvin-


"Hah enggak ah Vin,kan ini belum istirahat"-Amel-


"Gakpapa,sekalian jalan kamu gak gabut di kelas"-Kelvin-


"Gak ah Vin,kan aku udah bilang tadi aku mager,kamu ajak ajha tu Dicky sama Revaldo kan biasanya kamu sama mereka "-Amel-


"Hm Yaudah deh aku pergi dulu yah"-Kelvin-


"Ke kantin mah izinnya bukan ke aku Vin"-Amel-


"Iya yah"-Kelvin-


kata Kelvin di balas senyum dari Amel


lalu Kevin pergi bersama Dicky dan Revaldo


Amel menatap lekat punggung Kelvin


Amel pun bergumam dalam hati kecilnya ingin sekali dia menyampaikan ini langsung ke Kelvin tapi ia tak punya keberanian


"Vin asal Lo tau 2 tahun bukan waktu yang sebentar,gue cuman bisa mendam perasaan ini gue gak berani bilang Vin gue takut Lo bakal ngejauh,gue gak mau Lo pergi sebelum gue berhasil ngebuat Lo jadi cowok yang setia dan satu-satunya,gue tau gue egois tapi ini semua buat kebaikan lo,gue gak mau Lo jadi cowok yang bisanya cuman mainin hati perempuan gue tau Vin Lo itu cowok baik-baik,memang Lo itu sering dekat sama banyak cewek tapi Lo gak pernah kasar sama cewek Lo, gue tau itu semua vin,seandainya jodoh gue itu Lo Vin gue gak bakal biarin Lo berpaling dari gue tapi kalo bukan, gue berharap perjuangan gue ini berguna buat jodoh Lo nanti biar dia jadi satu-satunya di hati lo, Vin seandainya Gue gak berhasil ngerubah Lo gue harap Lo bisa sadar Vin gue yakin sama"

__ADS_1


Ia pun tersenyum masih melihat ke arah pintu padahal Kelvin sudah tak nampak lagi


__ADS_2