
Amel dan rombongan sudah sampai di depan markas Black Blood, masing-masing dari mereka memakai Jubah dan Topeng agar tidak ada yang mengetahui identitas mereka.
Dengan pistolnya Amel berjalan menuju ke dalam markas dan benar saja sedang terjadi perkelahian di sana,banyak cairan berwarna merah di lantai,tapi itu berasal dari darah milik anggota king darkness,sementara anggota Black Blood hanya terluka sedikit tentu saja dengan latihan keras selama ini mereka menjadi tidak mudah terkalahkan ,dengan santainya Amel berjalan masuk menembak satu per satu anggota King Darkness,entah sejak kapan mafia itu kembali di bangun lagi.
Begitu juga dengan Ken dkk,mereka berjalan mengikuti langkah Amel,sampai akhirnya musuh mereka habis tak bersisa.
"Hm mengirimkan mafioso tanpa ada pimpinan,menarik"Amel menyeringai sambil memutar-mutarkan pistol miliknya di tangannya,kemudian menyelipkannya di pinggang nya
"Urus mereka"Kata Amel kepada mafiosonya
"En aku akan pulang ke mansion"Kata Amel berjalan meninggalkan markasnya,kali ini dia tidak pulang dengan mobil melainkan menggunakan motor,Amel melepas topeng miliknya kemudian menggunakan masker dan memakai helm nya,setelah itu Amel langsung melajukan motornya melewati jalan sepi, jalan itu memang jarang di lewati kendaraan karena jaraknya yang cukup jauh dari jalan umum,tapi biasanya tempat itu menjadi jalan pintas menuju ke jalan tertentu.
****
"Kenapa jalan ini sangat sepi"Kata Kelvin menatap bingung Teo yang sedang mengendari mobil mereka melewati sebuah jalanan sepi
"Ini jalan pintas tuan,jalan ini memang jarang di lewati kendaraan karena jauh dari pusat kota"Kata Teo
"Biasanya jalan sepi seperti ini bany-"
Belum sempat kelvin menyelesaikan ucapannya, Teo mendadak menginjak rem
"Tuan sepertinya kita di hadang"Kata Teo
"Baru saja aku akan mengatakannya,baiklah kau tunggu di sini"Kata Kelvin yang Ingin keluar dari mobilnya
"Jangan Tuan sebaiknya kita tetap di mobil"Kata Teo menghentikan Kelvin
Sementara para preman itu mendekati mobil Kelvin,mereka menggedor-gedor kaca mobil itu
"Hey keluarlah"Kata salah seorang pria di sana
Amel yang sedang melintas di sana melihat kejadian itu,dia segera menghampiri mereka.
Amel membuat keributan dengan deru dari mesin motor miliknya,sehingga para preman itu beralih menatap Amel
"Hey siapa kau"Kata preman itu berteriak ke arah Amel
Amel mematikan mesin motornya kemudian membuka helm nya,rambutnya yang panjang tergerai sempurna,untungnya dia memakai masker jadi orang-orang itu tidak dapat melihat wajah nya terutama Kelvin.
"Siapa dia,sepertinya aku mengenalinya" Kelvin bergumam sambil terus memperhatikan Amel
"Sebaiknya aku membantu dia "Kata Kelvin
"Jangan Tuan,itu berbahaya"Kata Teo terus berusaha menahan Kelvin
"Tapi bagaimana dengan gadis itu,dia sendirian melawan 10 preman itu"Kata Kelvin
Entah kenapa dia sangat khawatir pada wanita itu,padahal sebelumnya dia tidak pernah memikirkan wanita lain selain Amel.
"Ada apa denganku,kenapa aku sangat khawatir pada wanita itu"Batin Kelvin terus menatap Amel
"Seorang gadis rupanya"Kata Salah seorang preman itu
Amel menatap para preman itu dengan tatapan dingin miliknya tanpa memperdulikan perkataan para preman itu Amel menyerang mereka tanpa Ampun,satu per satu para preman itu terkapar
"Tatapan itu,aku pernah melihatnya"Kata Kelvin yang masih memperhatikan Amel dari dalam mobil miliknya
"Gadis itu sangat kuat Tuan bahkan para preman itu tak ada yang berhasil menyentuhnya"Kata Teo terkagum-kagum dengan kehebatan Amel
"Kau benar Teo,siapa gadis itu"Kata Kelvin lagi
Sementara Amel kini posisinya sudah berbalik,Amel berdiri tepat di depan mobil Kelvin sehingga hanya punggung nya yang terlihat
"Apa maksud tulisan dan lambang itu"Kata Kelvin memperhatikan Jubah yang di gunakan Amel
Amel belum melepas jubah tanpa lengan miliknya,karena saat dia menuju markas tadi dia melepas kaos nya dan meninggalkannya di mobil jadi dia hanya memakai Tank top di lapisi dengan jubah miliknya
"Sepertinya dia seorang mafia girls Tuan"Kata Teo mengira-ngira
"Benarkah?tapi jika dilihat dari kehebatannya bertarung,kau ada benarnya"Kata Kelvin dia jadi semakin tertarik untuk memperhatikan perkelahian itu
Tanpa Ampun Amel membantai habis para preman itu,dan kini mereka semua terkapar di aspal itu,Amel mengalihkan pandangannya menatap Orang di dalam mobil
__ADS_1
Deg deg deg deg
Jantung Amel seakan berdetak lebih cepat,melihat pria yang ia cintai berada di dalam mobil itu
"Ke Kelvin"Batin Amel dia masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya
Amel masih bengong menatap Kelvin di dalam mobil,sehingga ia tidak menyadari seorang preman yang masih sadar mengeluarkan pistol miliknya dan
Duarrrr,tembakan itu berhasil menembus lengan mulus Amel sehingga mengeluarkan darah segar,Amel meringis memegang lengannya yang sudah berdarah-darah
"Teo dia tertembak"Kata Kelvin terperangah karena kaget
"Aku akan menolongnya"Kata Kelvin keluar dari mobilnya
"Jangan Tuan"Kata Teo menahan Kelvin
"Kau gila,kita berhutang nyawa kepadanya"Kata Kelvin yang langsung membuka pintu mobilnya
"Tapi-"Belum sempat Teo menyelesaikan perkataannya Kelvin sudah lebih dulu keluar menghampiri Amel
Teo yang juga panik,segera mencari kotak obat di dalam mobil itu
(Anggap ajha disini mereka pakai bahasa inggris)
"Nona kau terluka"Kata Kelvin yang refleks merangkul Amel membawanya menepi kemudian mendudukan Amel di bangku yang ada di sana,sementara Amel dia tak bisa menghindar lagi
Mereka berdua duduk di sana,tanpa sadar Amel dan kelvin saling beradu pandang
"Kelvin aku sangat merindukanmu"Batin Amel terus menatap dalam mata Kelvin,ia tidak lagi memperdulikan rasa sakit lengannya,ingin sekali dia memeluk Kelvin tapi dia terus berusaha agar tidak ceroboh
"Mata itu,apa mungkin dia- ah tidak mungkin"Batin Kelvin
sampai akhirnya Teo datang dan mengalihkan perhatian keduanya
"Tuan ini kotak obatnya"Kata Teo menyerahkan kotak obat yang ia temukan tadi
"Kemarikan"Kata Kelvin mengambil perban dan berniat untuk membalut luka Amel
dia mengambil sebuah pisau medis yang ada di dalam kotak obat itu lalu merobek bekas tembakan itu sedikit,kemudian ia mengambil pinset dan mensterilkan nya dengan alkohol,setelah itu mengambil peluru yang terdapat di dalam lengannya,sambil terus meringis Amel mengeluarkan peluru itu, sementara Kelvin dan Teo mati Kutu dibuat Amel,mereka menatap Amel tak percaya
"Bagaimana mungkin dia melakukannya tanpa obat bius"Batin Teo
"Apakah gadis mafia memang sekuat itu"Batin Kelvin
Tak butuh waktu lama Amel berhasil mengeluarkan peluru itu
"Sudah,aku akan menjahit nya di rumah"Kata Amel menaruh pinset dan Peluru itu ke bangku Taman di sana
"Nona kemarikan lenganmu biar aku membalutnya"Kata Kelvin,Amel hanya menurut,diam-diam dia memperhatikan Kelvin
"Bagaimana mungkin kau melakukannya nona,apa tidak sakit"Kata Teo berdecak kagum
"Sedikit tapi itu bukan apa-apa"Kata Amel menatap lengannya yang sedang di obati oleh Kelvin
"Sudah selesai Nona,biar kami mengantarmu pulang"Kata Kelvin menawarkan diri
"Terima kasih,itu tidak perlu"Kata Amel masih dengan sikap dinginnya
"Tapi Nona bagaimana mungkin kau berkendara dengan lenganmu yang terluka seperti itu"Kata Kelvin yang masih khawatir terhadap Amel
"Aku akan menyuruh orang ku menjemputku ,kalian pulanglah"Kata Amel
"Baiklah,tapi izinkan kami menemanimu menunggu nona"kata Kelvin
"Terserah"Kata Amel dingin
Amel langsung memberi kabar kepada anak buahnya untuk menjemput dirinya
"Ken jemput aku di jalan Xx datanglah bersama Hanz"Kata Amel
"Apa kau baik-baik saja nona"Kata Ken khawatir
"Aku tertembak"Kata Amel
__ADS_1
"Jangan bawa En datang,aku sedang bersama seseorang{Dalam bahasa Jerman}"Kata Amel dia tidak ingin En datang karena khawatir Kelvin mengenali En,seingatnya terakhir kali mereka bertemu di taman, En datang menjemput Amel dan saat itu Kelvin belum pulang walaupun Amel tidak tahu pasti kelvin melihat itu atau tidak,ia juga sengaja menggunakan bahasa Jerman agar Kelvin tidak curiga
"Kenapa dia menggunakan bahasa Jerman"Batin Kelvin
Setelah menghubungi Anak buahnya,suasana di sana berubah menjadi hening
"Apa aku boleh tau namamu nona"Kata Kelvin memecah keheningan di sana,Amel terperanjat dia tidak tahu harus menjawab apa tidak mungkin dia bilang bahwa namanya Amel,Kelvin bisa curiga dan juga jika dia bilang namanya Chaela,Kelvin akan mudah menemukan dirinya,baru saja Amel akan mengatakan namanya tapi Ken dan yang lainnya tiba di sana
"Nona"Kata Ken dkk menghampiri Amel
"Apa kau baik-baik saja nona"Kata Hanz
"Aku tidak apa-apa"Kata Amel dingin
"Aku hanya minta Hanz dan Ken,kenapa kalian semua yang datang"Kata Amel menatap mereka satu per satu
"Kami khawatir kepadamu nona"Kata Mereka serempak
"Luar biasa bahkan pengawal di rumah Tuan Kelvin saja tidak sekompak itu"Batin Teo
"Hanz bawalah kembali motorku,Ken antar aku pulang,dan yang lainnya kalian ikut lah dengan Hanz"Kata Amel bangkit dari tempat duduknya
"Siap Queen"Kata mereka bersama-sama lagi
"Terimakasih,kami permisi"Kata Amel datar kemudian pergi meninggalkan Kelvin diikuti anak buahnya
"Sepertinya kau benar Teo,gadis itu adalah seorang mafia"Kata Kelvin
"Ya tuan,sebaiknya kita bergegas pergi kita masih ada janji"Kata Teo
"astaga aku sampai lupa,apa kita belum terlambat"Kata Kelvin berjalan mendahului Teo menuju mobilnya
"Kita masih punya 15 menit Tuan"Kata Teo
Mereka berdua masuk ke dalam mobil,kemudian Teo melajukan mobilnya menuju ke tempat di mana mereka akan bertemu investor
Tetapi sepanjang perjalanan Kelvin terus memandang ke arah luar jendela,pikirannya terus tertuju kepada Gadis yang menolongnya tadi
"Teo apa kau ingat foto yang ada di ruang ku"Kata Kelvin mencoba berdiskusi dengan Teo
"Tentu tuan,foto Tuan dan Nona Amel gadis yang tuan cintai bukan?"Tanya Teo
"Benar,aku merasa gadis yang tadi adalah Amel"Kata Kelvin
"Dari matanya memang terlihat sangat mirip tuan,tapi tidak mungkin itu Nona Amel bukankah tuan bilang bahwa nona hilang di Indonesia"Kata Teo terus fokus menyetir
"Ya kau benar,mungkin itu hanya kebetulan"Kata Kelvin
Suasana di mobil kembali hening,Kelvin lebih memilih membuka Laptop miliknya dan mengurus pekerjaan nya daripada ia terus memikirkan Amel
****
Sementara Amel dia sekarang berada di mobil bersama dengan Ken,dia juga tidak bisa berhenti memikirkan Kelvin
"Bagaimana mungkin Kelvin bisa di sini?Apa dia mengenaliku?Apa dia baik-baik saja?"Batin Amel pertanyaan-pertanyaan itu terus berputar di kepalanya
"Queen boleh aku bertanya"Kata Ken
"Hmm"Jawab Amel
"Siapa pria tadi"Kata Ken
"Namanya Kelvin aku sudah pernah bercerita tentangnya bukan,tapi dia sepertinya tidak mengenali ku"Kata Amel
Ken hanya mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti
"Bagaimana dengan luka Queen"Kata Ken
"Ini sedikit sakit,bantu aku menjahitnya nanti"Kata Amel dengan santainya
"Baik Queen"Kata Ken
Mobil terus melaju menuju ke mansion milik Amel
__ADS_1