Dendam Gadis Mafia

Dendam Gadis Mafia
Chapter 27


__ADS_3

Amel dan Elard sudah selesai mengurus segala keperluan adopsi,sekarang Amel sudah resmi menjadi wali dari Elard,Kini Elard dan Amel berada di ruangan pribadi milik Amel di markas


"Bibi apa boleh Elard panggil bibi Mommy"Kata Elard menatap Amel


"Boleh donk Mommy senang kalau El mau panggil mommy"Kata Amel mengusap perlahan pipi Elard,Elard tersenyum senang


"Oh iya Mommy tempat apa ini"Kata Elard menatap ke sekeliling ruangan yang di penuhi dengan senjata itu


"Elard,Mommy sebenarnya seorang mafia,kamu tau kan apa itu mafia"Kata Amel berlutut sembari memegang kedua tangan Elard,awalnya Elard nampak terkejut namun setelah itu dia tersenyum senang


"Betulkah,tentu saja Elard tau,Mommy apa Mommy tau Elard dulu juga sering nonton tentang mafia di film-film,Elard suka banget liat mereka,mereka hebat banget Mommy"Kata Elard dengan antusias,Amel tersenyum menatap Elard


"Kalau begitu Elard harus berlatih biar jadi hebat,dan gak mudah di kalahkan"Kata Amel,Elard mengangguk


"Sekarang aku punya tanggung jawab membesarkan seorang anak"Batin Amel


"Kalau begitu ayok sayang Mommy mau kenalkan kamu ke semua orang di sini"Kata Amel berdiri,Ia menggandeng Elard ke ruang pertemuan di sana semua orang sudah menunggunya


Seperti biasa Amel melewati para mafioso nya dengan suara hening hanya terdengar derap langkah sepatu nya memenuhi ruangan itu,sementara Elard dia tak henti-hentinya menatap kagum melihat banyaknya para pria berpakaian serba hitam begitu menghormati mommynya,Amel langsung berdiri menghadap ke arah mafioso nya dengan En,serta ken dkk di belakangnya dan Elard yang di sampingnya


"Hari ini aku akan memperkenalkan Putraku kepada kalian"Kata Amel dengan nada bicara yang tegas seperti biasanya


Semua orang di sana tak terkecuali En,Ken dkk bingung dengan pernyataaan Amel yang menyebutkan bahwa dia memiliki seorang putra,Apalagi usianya yang masih 18 tahun,Amel mengerti dengan kebingungan semua orang di sana


"Dia adalah Michael Elard,putra angkatku setelah dia siap nanti dia yang akan membantu ku mengurus Mafia ini dan juga aku harap kalian semua menghormatinya sama seperti kalian menghormati ku,dan jangan pernah ada yang mengungkit asal usulnya"Kata Amel


"En kemarilah"Seru Amel


"Ada apa Queen"Kata En dengan sigap sudah berdiri di depan Amel


"Urus segala keperluan Elard,untuk pendidikannya panggilkan guru khusus aku tidak mengizinkan dia pergi ke sekolah"Kata Amel


"Baik Queen"Kata En menunduk hormat


"Sayang ayo kita pulang"Kata Amel sembari menggendong Elard

__ADS_1


"Ayo Mommy"Kata Elard dengan antusiasnya


Amel dan Elard pun pergi meninggalkan Ruang pertemuan itu,diikuti Ken dkk yang akan mengawal mereka sampai ke mansion


Sementara En dia kembali ke apartemen nya dan mengurus pekerjaan yang di perintahkan Amel kepadanya


****


Sementara itu di kediaman keluarga Abraham,Vania terus saja mengamuk di dalam kamarnya ia melemparkan semua benda yang ada di sekitarnya


"Kenapa padahal gue udah susah-susah nyingkirin cewek itu tapi tetap ajha gue batal tunangan sama Kelvin aghhhhhhhh"Teriak Vania


Semenjak batalnya pertunangan waktu itu, sewaktu-waktu dia pasti akan mengamuk seperti sekarang,sementara orang tuanya sudah kewalahan menghadapi Vania,saat sedang di luar Vania bisa bersikap normal tapi saat sedang di rumah dia selalu saja berteriak-teriak tidak jelas


Tok Tok Tok


"Vania buka nak,ini mama"Kata Nova mama Vania terus mengetuk pintu


"PERGI,PERGI GUE GAK BUTUH KALIAN"Seru Vania


"GUE GAK PERDULI"Pekik Vania,ia melempar tas nya ke arah pintu sehingga menimbulkan bunyi yang keras


Nova yang berada di depan pintu pun langsung mengelus dadanya karena terkejut,setelah itu Nova memutuskan untuk pergi daripada membuat keadaaan semakin runyam,Nova masuk ke kamarnya,Nova bingung siapa yang harus di salahkan atas keadaan Vania sekarang,beberapa saat kemudian tidak lagi terdengar suara teriakan dari kamar Vania,Nova keluar dari kamarnya dan Melihat Vania yang sepertinya sudah bersiap untuk pergi ke luar


"Vania kamu mau ke mana"Kata Nova


"Vania mau jalan,o iya ma tolong suruh bibi beresin kamar Nia ya"Kata Vania sambil berlalu pergi


Nova menggelengkan kepalanya,kejadian ini terus saja berulang-ulang setiap harinya bahkan hampir setiap hari mereka harus mengganti barang-barang Vania yang pecah akibat lemparannya,Sementara Vania Dia pergi menuju ke sebuah Bar di sana dia menenggak minuman keras untuk menghilangkan rasa frustasinya


"Kelvin aku sayang kamu"Gumam Vania yang sudah dalam kondisi mabuk


Orang Tua Vania sama sekali tidak tahu keadaan Vania,karena biasanya saat pulang Vania sudah dalam kondisi sadar


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.



Mommy Muda😂✌️


.


.


.


.


.


****TBC****

__ADS_1


__ADS_2