
Amel sedang berada di mansion nya dia baru saja selesai membersihkan dirinya dan bersiap untuk pergi ke markas,baru saja dia akan keluar dari kamar terdengar suara Bel tanda adanya tamu,ia pun bergegas membuka kan pintu,saat pintu terbuka ia terkejut melihat siapa yang datang
"Ana"Kata Amel menatap bingung adiknya itu
"Kakak"Kata Analia berhamburan memeluk kakaknya
"Ayo masuklah,jangan sampai ada yang melihat kita"Kata Amel yang tak ingin musuhnya mengawasi dirinya
Saat mereka sudah masuk ke dalam rumah,kakak beradik itu duduk di ruang tamu
"Ada apa ana,apa ada masalah?"Kata Amel masih bingung dengan kedatangan adiknya yang mendadak itu
"Tidak ada apa-apa kakak,apa aku tidak boleh mengunjungi kakakku sendiri"Kata Analia menatap Kakaknya
"Bukan begitu Ana,kau sendiri tau apa alasan ku pergi dari rumah dan dengan kehadiran mu disini itu sudah sangat membahayakan dirimu"Kata Amel
"Aku tau kakak,tapi tidak bolehkah aku tinggal bersama mu saja,aku ingin seperti dirimu"Kata Ana
"Ana aku kan sudah berjanji jika usiamu sudah 17 tahun dan benar-benar siap kau bisa menetap bersamaku"Kata Amel menangkup wajah adiknya
"Tapi aku sudah sangat muak dengan Mommy dan Daddy"Kata Ana dengan nada kesal
"Kau tidak boleh berkata seperti itu,mereka adalah orang tua kita,memangnya apa yang mereka lakukan sehingga membuatmu begitu kesal dengan mereka"Kata Amel berusaha mengubah fikiran adiknya itu
"Mereka membuat kakak hilang ingatan dan berpisah dengan ku,dan karena itu pula kakak mengalami penderitaan"Kata Ana dengan mata yang berkaca-kaca
"Kecelakaan itu bukanlah sebuah kesengajaan Analia tidak ada yang bisa di salahkan,dan aku tidak menderita selama ini aku cukup bahagia"Kata Amelia mengacak rambut Amel
"Kau bertemu dengan pria itu dan hampir mati karena ulah wanita gila yang terobsesi dengan pacarmu,apa itu kau sebut bukan penderitaan"Kata Ana
Amel tertegun sebentar emosinya kembali memuncak saat membahas tentang masa lalunya,tetapi ia berusaha tetap tenang
"Ana kau dengar aku,pulanglah ke rumah,kau hanya perlu menunggu sampai kau lulus sekolah dan setelah itu kau akan membantuku di Dunia mafia dan Di perusahaan,dan pergunakanlah waktu itu untuk berlatih,aku akan mengirim pelatih khusus untuk membantumu,kau harus menjadi kuat dan tak terkalahkan"Kata Amel berusaha meyakinkan Ana,ia merasa adiknya belum terlalu siap untuk semua masalah yang akan datang nantinya
"Baiklah demi kakak,tapi setelah aku lulus sekolah aku akan langsung pindah ke sini"Kata Ana sambil berdiri
"Itu baru adikku yang penurut,dan selama itu tidak ada yang boleh tau kau adalah kerabat ku"Kata Amel juga berdiri
"Ya ya ya kakakku sayang,Kalau begitu aku pulang dulu"Kata Analia mengecup pipi kakaknya,Amel tersenyum simpul
Tiba-tiba Amel mendengar suara kendaraan berhenti tepat di depan pagar mansionnya ia kemudian mengintip keluar dari jendela kaca yang tidak dapat tembus jika di lihat dari luar tapi kelihatan jelas jika melihat dari dalam,menyipitkan matanya dan mengedarkan pandangannya menatap sekeliling dengan teliti,kemudian ia melihat seseorang yang sedang duduk di dalam mobil sekilas memang tidak terlihat aneh tapi jika di lihat dengan seksama orang itu sedang memperhatikan gerak-gerik dari rumah Amel,ya itu adalah mata-mata
Amel pun terkesiap,Segera ia menarik Analia yang sudah bersiap membuka pintu
"Ada apa lagi kakak"Kata Analia kebingungan dengan kakaknya yang menariknya secara tiba-tiba
"Tunggu sebentar,di luar ada yang mengamati kita"Kata Amel
"Benarkah,lalu bagaimana"Kata Ana
"Tenang kakakmu ini sudah ahli dengan ini,Tunggulah sebentar"Kata Amelia berlari kecil menuju ke sebuah laci meja yang ada di ruangan itu
"Ck dalam keadaan seperti ini kakak masih saja narsis"Kata Ana menyinggung kakaknya,Amel hanya tertawa mendengar perkataan adiknya itu
beberapa saat kemudian Amel kembali dengan membawa sebuah masker dan topi kemudian memberikannya kepada adiknya
"Untuk apa ini"Kata Analia menatap kedua benda di tangannya
"Pakai ini Pastikan mereka tidak mengenali wajahmu,dan ingat ini jangan langsung pulang ke mansion,Sebelum kembali jalan lepas KT mobilmu,dan jual mobil itu
jangan sampai ada petunjuk sedikitpun"Kata Amel menjelaskan kepada adiknya
"Wah kakak benar-benar hebat,baiklah aku akan pergi sekarang"Kata Analia
"Jika kau melihat orang dengan tato lengan seperti ini,itu adalah orang-orang ku"Kata Amel menunjukkan sebuah Tato lambang milik Black Blood,Analia hanya mengangguk paham
__ADS_1
Setelah Analia berjalan keluar,Amel segera memberi perintah kepada bawahannya lewat Earphone yang selalu tersambung kepada orang-orang kepercayaan Amel
"Kirim anggota Awasi Analia jangan sampai pria itu berhasil tahu identitas dia,pantau sepanjang jalan Bbx sampe Cxb,dia lewat sana tunggu perintahku kemudian tangkap dia bawa ke markas"Kata Amel, sontak semua bawahannya bergerak cepat
Di dalam mobil Pengintai
"Boss saya sudah di posisi"Kata orang itu melaporkan pada orang di seberang telfon
"....."
"Siap boss"Kata orang itu mematikan telfonnya
Dia terus memantau pergerakan dari rumah Amel,sampai pada akhirnya Analia keluar dari rumah itu
"Siapa dia,kenapa dia menyembunyikan wajahnya seperti itu"Batin orang di dalam mobil itu
"Hmm sebaiknya aku mengikuti dia"Gumamnya sambil mengikuti mobil Analia
Sementara Analia,dia sengaja memperlambat laju mobilnya sambil terus memantau pergerakan kendaraan di belakangnya dan benar saja kata Amel orang itu mengikuti dirinya
"Cih, bermain-main dengan kakakku,ajal mu ada di depanmu"Kata Ana Tersenyum sinis,tak jauh berbeda dengan Amel
Ana menepikan mobilnya,dia memarkirkan mobilnya di sebuah Cafe,tapi tidak berniat untuk turun dia tetap diam di dalam mobil,sementara orang yang mengikutinya tetap memantau dari kejauhan
Analia mengambil handphonenya kemudian mengirim pesan kepada kakaknya
To : Sister
"Cafe Xx"
Amel tersenyum simpul membaca pesan dari adiknya itu
"Pintar sekali,tanpa perlu ku jelaskan dia sudah paham cara mainnya"Kata Amel,ia kembali mengabari bawahannya
"Sekarang di Cafe Xx"Kata Amel
Pria di dalam mobil terlalu sibuk memperhatikan Analia sampai-sampai tak sadar bahwa dirinya sudah di kepung,ia baru tersadar ketika suara pukulan di mobilnya
Sesegera mungkin dia meraih ponselnya,mencoba menghubungi atasannya belum sempat ia menelfon,pintu mobilnya sudah berhasil di rusak oleh orang-orang itu,mereka menyeretnya keluar kemudian membawanya masuk ke dalam mobil dan membawa nya ke markas
Analia memperhatikan dengan seksama apa yang terjadi,kemudian dia melihat salah satu lengan para pria itu ada lambang yang di tunjukkan Amel tadi,ia pun bernafas lega turun dari mobilnya kemudian melepas KT mobilnya,dan segera melaju pulang ke rumah
Pria itu di seret paksa kedalam markas,sepanjang perjalanan matanya di tutup dengan kain hitam agar tidak melihat jalan menuju ke markas mereka,sesampainya di markas Black Blood orang itu di bawa ke ruang eksekusi,di ikat dan di jaga oleh dua orang pria bersenjata
Sementara Amel yang baru tiba segera berjalan masuk dengan di temani En dan 10 orang pengawal pribadi Amel,sebenarnya mereka adalah orang yang cukup di percaya Amel
"Di mana dia"Kata Amel dingin
"Di ruang eksekusi Queen"Jawab salah seorang pria yang tadi di tugaskan Amel
kemudian Amel dan yang lainnya masuk ke dalam Ruang eksekusi,mereka berdiri di belakang Amel dan masing-masing mengeluarkan pistolnya,sementara Amel Dengan santainya duduk di depan pria itu
Pria itu mengangkat kepalanya menatap Amel dengan gemetaran,bagaimana tidak wajahnya saja sudah cukup membunuh di tambah lagi dengan orang-orang yang sekarang berdiri di belakangnya,Amel memberikan kode tangan kepada En,En sangat paham apa yang di minta Amel Ia pun segera maju dan berdiri di samping Amel
"Apa motif mu"Kata En datar
"Cih"Kata pria itu berdecih membuang tatapannya ke sembarang arah
"Hmmm besar juga nyalimu,tapi aku tidak akan menghukum mu secepat itu"Kata En melipat tangannya di depan dada
"Siapa yang menyuruhmu"Kata En lagi kali ini dengan tatapan penuh amarah
"Bukan urusanmu"Kata pria itu Acuh
"Katakan Cepat"Kata En,ia mengepalkan tangannya kuat
__ADS_1
"Sampai mati pun tidak akan ku beri tahu"Kata Pria itu lagi
Amel yang sedari tadi diam pun mulai tersulut emosinya,bagaimana tidak ini menyangkut adiknya tentu saja ia akan sangat sensitif tentang hal itu
"Ikat dia"Kata Amel dengan nada penuh emosi
Dua orang pria tadi segera menyeret pria itu,kemudian mengikat dia di dinding
Amel berjalan pelan ke arah pria itu,mengambil sesuatu dari dalam meja Takkkkkk Amel melayangkan cambuk itu di udara layaknya sedang mencambuk seseorang
Pria itu sudah gemetaran ketakutan,ia tidak tau bahwa urusannya akan rumit seperti ini
"Hey pria tampan tatap lah aku,kau taukan bermain-main dengan seorang mafia itu sangatlah berbahaya,karena sifat kami yang seperti Psycopat"Kata Amel
Takkkk Takkkk Takkkk, Amel mencambuk pria itu berkali-kali
"Hahahahaha"Tawa Amel memenuhi seisi ruangan itu,tidak bukan hanya ruangan itu bahkan hampir semua orang di markas mendengarnya,mereka bergidik ngeri jarang tertawa tapi sekali tertawa bisa membuat bulu kuduk terlepas,apalagi tawa Amel yang seperti devill
"En"Kata Amel,memberi kode kepada En
"Riberzo Horowitz,ayah dan ibunya seorang pegawai biasa di kantor Aa,Riberzo berkerja sebagai mata-mata seringkali bekerja sama dengan para mafia,Riberzo sudah menikah dengan Nyonya Luzyana Erwina,dan di karuniai seorang putra bernama Junior"Kata En menjelaskan beberapa informasi penting tentang Riberzo
"Aku tau kau tidak akan membuka mulut bahkan jika kami membunuhmu,tapi bagaimana dengan Junior dan Luzyana,hmmm sepertinya menarik jika aku bermain-main dengan mereka"Kata Amel tersenyum penuh makna,itu hanya ancaman bagaimana mungkin dia membunuh orang yang tidak bersalah
"Jangan,ku mohon jangan lakukan itu"Kata pria itu memohon
"Uuuuuu manis sekali,tapi sayangnya kau tidak ingin memberi tahu kami jadi aku juga tidak akan melepaskan mereka bahkan aku akan melakukannya di HADAPANMU"Kata Amel menekan kata terakhir itu
"Tidak mereka tidak tau apa-apa,aku akan mengatakan yang sebenarnya"Kata pria itu dengan nada frustasi
"Pria pintar,sekarang katakan siapa yang menyuruhmu memata-matai aku,dan kenapa??? ku rasa belum ada yang tahu bahwa aku seorang mafia"Kata Amel dengan santainya
"William Zeno,putra dari pimpinan mafia King Darkness"Kata Pria itu
"Hmmm menarik,sebenarnya aku tidak ingin menghabisi mu Tapi karena kau sudah berani berurusan denganku itu artinya say goodbye"Kata Amel dengan wajah datar
Amel meminta pistol kepada pengawalnya Kemudian Duarrrrrrr
Suara tembakan menggelegar,Amel tersenyum singkat
"Kalian berdua bereskan ini bakar mayatnya berikan uang kepada Anak dan isterinya"Kata Amel dengan santai
"Ikut aku ke ruang pribadiku"Kata Amel berjalan diikuti En dan Anggota lainnya
Amel menghempaskan tubuhnya ke atas kursi miliknya,banyak sekali berkas perusahaan di sana
"Aku belum kuliah tapi pekerjaan ku adalah urusan perusahaan"Kata Amel mulai memeriksa berkas-berkas itu
"Hahahah kau benar Queen,seharusnya di usiamu disibukkan dengan Tugas kampus bukan Berkas kantor"Kata En,ya siapa lagi yang berani menertawai Amel jika bukan En,Sementara Amel dia hanya tersenyum dengan perkataan En
"En apa pendaftaran ku sudah kau urus"Kata Amel
"Sudah Queen,bulan depan Kau sudah bisa berkuliah"Kata En
"Hmmm baiklah aku masih punya waktu sebulan. Ken,Hirai,Excel,Mike,Ozzy,Andrew kalian masih berkuliah bukan"Tanya Amel kepada 6 orang kepercayaannya
"Iya Queen"Kata mereka berenam serempak
"Bagus,pindahlah ke kampusku. Bryan,Elo,Hanz,Aefar bantu En di perusahaan"-Amel-
"Siap Queen"Kata Mereka berempat bersamaan
"Jika kita bertemu orang luar jangan panggil aku Queen,Panggil aku Chaela,tutup identitas ku sebagai Ketua mafia dan pemilik perusahaan"Kata Amel
"Baik Queen"Kata mereka semua serempak
__ADS_1
Amel tersenyum sinis,ia mengganjal dagu nya dengan kedua tangannya
"Ayo kita lihat,siapa yang akan masuk dalam daftar musuhku selanjutnya"Batin Amel