Dendam Gadis Mafia

Dendam Gadis Mafia
Chapter 29


__ADS_3

Mobil milik Amel melaju ke perusahaan Almex group,karena tadi Amel sudah mencarinya ke kediamannya tapi dia belum pulang jadi Amel memutuskan untuk menghampirinya di kantor,Amel ingin memperkenalkan Elard kepada Kakak kesayangannya itu,sesampainya di sana Amel langsung masuk dan menghampiri Resepsionis


"Selamat siang apa ada yang bisa di bantu Nona"Kata Sekertaris itu ramah,karena dia sudah tau siapa Amel


Tidak Hanya Resepsionis itu yang tau,tapi hampir semua karyawan di perusahaan itu,apalagi waktu itu Violet keluar perusahaan sambil menangis dan saat itu Amel sedang berada di perusahaan,mereka mengira Alex dan Amel memiliki Hubungan spesial


"Apa Bossmu ada di ruangannya"Kata Amel dengan datar seperti biasanya


"Tuan sedang ada meeting nona,tapi Nona bisa menunggu di ruangannya jika nona mau"Kata si Resepsionis


"Hmm"Kata Amel dia membawa Elard dalam gendongannya sembari berlalu pergi


"Mommy aku lapar"Kata Elard dalam gendongan Amel


"Baiklah sayang nanti mommy pesankan makanan"Kata Amel sembari mengecup pipi Elard


Lagi dan Lagi para karyawan di sana terkejut melihat itu,mereka menduga-duga bahwa Amel dan Elard adalah Anak dan isteri dari Bos mereka,apalagi melihat perlakuan manis Amel yang biasanya sangat dingin saat datang ke sini


Amel masuk ke lift dan langsung menuju ke lantai di mana ruangan Alex berada,setelah sampai di lantai yang ia tuju Amel langsung menuju ke ruangan Alex,Amel melirik ke meja sekretaris sekilas dan mendapati meja itu masih kosong


"Sepertinya kakak belum mendapatkan sekretaris baru"Batin Amel,dia langsung masuk ke dalam dan duduk ke sofa yang ada di sana


"Sayang kau ingin makan apa"Kata Amel menatap Elard


"Pizza mommy"Kata Elard


"Baiklah"Kata Amel,ia langsung mengambil ponselnya dan memesan pizza sesuai permintaan putra kesayangannya


Setelah beberapa menit,Resepsionis datang dan memberikan pesanan Amel


Amel menerima itu,kemudian langsung memberikannya Kepada Elard,Elard menerima nya dan langsung melahap nya


Beberapa saat kemudian Alex masuk ke ruangannya,Amel yang melihat itu langsung menghampiri Alex dan memeluknya


"Apa kau sudah lama menunggu"Kata Alex langsung mencubit gemas hidung Amel


"Sangat lama"Kata Amel mendengus kesal


"Hey itu salahmu,kau ke sini tidak mengabari ku terlebih dahulu"Kata Alex,Alex melirik seorang bocah yang sedang asik melahap pizza di sofa


"Siapa dia"Kata Alex,Amel berbalik dan melihat Elard sekilas kemudian menatap Alex lagi


"Putraku"Kata Amel santai


"Apa?,putramu,sejak kapan kau menikah lihatlah bahkan kau tidak mengabari ku,dan bagaimana bisa putramu sudah sebesar itu,apa kau menikah dengan seorang single parents atau jangan-jangan kau menikah saat kau masih sekolah"Kata Alex,mendengar itu Amel langsung memukul lengan Alex


"Lihatlah,bagaimana bisa seseorang yang bodoh seperti mu ini memimpin perusahaan dan leader mafia terbesar di dunia ini,oh ayolah jika aku tidak menyayangimu aku sudah menghabisimu"Kata Amel


"Dia adalah putra angkatku,Tapi aku tidak ingin seorang pun mengungkit hal itu,aku menganggap nya putra kandungku"Kata Amel


"Begitu rupanya"Kata Alex,Alex berjalan menghampiri Elard dan duduk di sampingnya,begitu juga dengan Amel

__ADS_1


"Hallo pria kecil siapa namamu"Kata Alex,Elard langsung menghentikan aktivitas makannya dan menatap Alex,lalu dia beralih menatap Amel,Amel mengangguk


"Namaku Elard"Kata Elard


"Berapa usiamu"Tanya Alex lagi


"7 tahun paman"Kata Elard dengan senyum manisnya


"Begitukah,jangan memanggilku paman panggil aku papa"Kata Alex


"Cih dia putraku"Kata Amel


"Hey kau adikku itu artinya dia keponakan ku tapi aku tidak ingin di panggil paman terlalu tua untukku"Kata Alex


"Kau memang sudah tua"Kata Amel


"Iya aku tua tetapi tampan"Kata Alex dengan pd nya,Amel hanya menggelengkan kepalanya


"Apa boleh"Tanya Elard


"Tentu"Kata Alex


Alex mendekap Elard,Amel tersenyum melihat interaksi dua orang pria kesayangannya itu


"El dari dulu sangat ingin memiliki seorang Ayah"Kata Elard


"Kau sekarang adalah putraku,itu artinya aku adalah Ayahmu,lagipula jika kau menunggu Mommy mu itu menikah itu tidak akan terjadi"Kata Alex terkekeh,mendengar itu Amel langsung menatap tajam Alex


"Memang Cantik,tapi kau seperti seekor singa betina"Kata Alex


Amel langsung melotot menatap Alex


"Papa mommy tidak seperti singa betina kok,bahkan mommy belum pernah memarahiku"Kata Elard membela Amel,Amel menatap Alex dan tersenyum penuh kemenangan


"Itu saat dia sedang jinak,kau belum melihat dia berubah nak,jika dia sudah berubah ckckckck aku tidak bisa membayangkannya,bahkan saat dia tenang pun dia berubah menjadi dingin seperti di kutub Utara"Alex berbisik,namun masih dapat di dengar Amel,Amel hanya menggelengkan kepalanya dengan penuturan Alex tapi memang seperti itu kenyataannya


"Kakak apa kau belum mendapatkan sekretaris baru"Ucap Amel


"Ya seperti yang kau lihat,aku bahkan sedikit kerepotan"Balas Alex


"Aku akan mencarikan mu sekretaris,kali ini langsung dari orangku,jadi aku jamin 100 % dia tidak akan seperti sekretaris mu yang kemarin"Kata Amel,mengingat wanita itu membuatnya sedikit emosi


"Aku serahkan kepadamu"Kata Alex


****


Sementara itu di ruangan VVIP khususnya di sebuah restoran di Berlin nampak beberapa orang pria sedang makan siang di sana,ah lebih tepatnya sedang melakukan meeting sembari menikmati makan siang bersama


"Jadi bagaimana Tuan,anda pasti sudah tau seluk beluk perusahaan kami"Kata Hanz yang beberapa hari lalu di utus Amel untuk bertemu dengan Kelvin


"Ya aku sudah tau,kebetulan perusahaan kami ingin membangun sebuah Taman di pusat kota berlin,dan aku ingin menawarkan kerja sama kepada kalian"Kata Kelvin sembari menyeruput coffe nya

__ADS_1


"Tentu,kami dengan senang hati akan menerima Perusahaan Anda Tuan"Kali ini Bryan yang berbicara


"Hm itu bagus,sepertinya kalian ini adalah orang kepercayaan dari pimpinan kalian jadi apakah kalian tidak akan bertanya dengannya terlebih dahulu"Kata Kelvin


"Tentu tidak,atasan kami tidak pernah mempermasalahkan property apapun yang kami bangun,biasanya dia hanya akan membantu jika ada masalah dalam proses pembangunan,dan hanya akan menandatangani berkasnya selebihnya dia mempercayakan kepada kamu"Ucap Hanz


"Benarkah,mohon maaf tapi sebelumnya boleh aku bertanya,kenapa Atasan kalian tidak pernah menunjukkan identitasnya"Tanya Kelvin dia sedikit ragu menanyakan hal ini,karena rasanya sangat tidak sopan


Hanz dan Bryan saling berpandangan satu sama lain,Bryan menatap Hanz seakan berkata "Semuanya ku serahkan kepadamu"


Hanz membuang nafas,dia sebenarnya sudah tau yang berhadapan dengannya kali ini adalah orang dari masa lalu Queennya,karena En sudah menceritakan semuanya atas permintaan Amel


"Beliau hanya berusaha untuk menjaga privasinya,dia tidak suka berurusan dengan Awak Media"Ujar Hanz,sebenarnya yang di katakan Hanz ini adalah fakta karena memang salah satu alasan Amel merahasiakan identitasnya karena tidak suka menjadi sorotan publik


"Hmm baiklah aku mengerti"Kata Kelvin menganggukkan kepalanya


"Nando berikan berkasnya"Perintah Kelvin kepada asistennya,Nando segera menyerahkan map di tangannya ke hadapan Hanz dan Bryan,Bryan menerimanya dan membacanya begitu juga dengan Hanz


"Baiklah Tuan,kami akan meminta pimpinan kami untuk menandatangani ini terlebih dahulu setelah itu akan kami serahkan kembali kepada Anda"Kata Hanz dengan senyum tipis di wajahnya


"Tidak masalah,kami akan menunggu,karena sudah selesai sepertinya kami harus undur diri"Kata Kelvin sembari berdiri


"Senang bekerja sama dengan anda Tuan"Kata Bryan ramah,mereka kemudian saling berjabat tangan dan bersama-bersama meninggalkan ruangan itu lalu berpisah untuk masuk ke mobil masing-masing


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


TBC

__ADS_1


Episode selanjutnya mungkin akan langsung skip ke beberapa tahun kemudian,karena aku udah mulai buntu untuk ngelanjutin ceritanya,hehehe✌️✌️✌️


__ADS_2