Dendam Gadis Mafia

Dendam Gadis Mafia
Chapter 19


__ADS_3

Pagi hari Amel terbangun,dan ia melihat bahwa dirinya masih berada di dalam pelukan Alex,ia tertegun sebentar menatap wajah tampan pria yang ia anggap kakak kandungnya ini


"Cuman kak Mex yang aku punya untuk saat ini,dari kecil sampai sekarang rasa sayang yang aku dapatin dari kakak gak pernah berubah,aku harap kak Mex bisa dapat cewek yang tulus sayang sama kakak karena aku gak rela liat kak Mex kecewa"Batin Amel


dia bangun dari tempat tidur kemudian mengecup pelan pipi Alex,setelah itu Amel pergi untuk mandi kemudian ke dapur untuk membuat sarapan


Tidak butuh waktu lama,Amel kembali ke kamar dan membawa Nampan berisi dua piring nasi goreng dan Dua gelas susu hangat


Ia memperhatikan ke atas tempat tidur rupanya Alex sudah bangun dan sepertinya sedang mandi,Amel pun membawa sarapannya ke meja kemudian mendudukan tubuhnya ke atas sofa empuk itu,Alex keluar dari kamar mandi dengan berseragam kantor kemudian duduk di samping Amel


"Apa kakak akan pergi bekerja"Kata Amel memperhatikan Alex dengan pakaian formalnya


"Iya kakak ada meeting hari ini"Kata Alex melihat jam tangannya


"Kalau begitu makanlah,setelah ini aku juga akan pulang"Kata Amel mulai menyuapkan sesendok nasi goreng ke mulutnya,begitu juga dengan Alex,mereka menghabiskan sarapan mereka


"Apa Kau tidak ingin ikut kakak ke kantor"Kata Alex meletakkan gelas susu yang sudah kosong


"Sepertinya tidak,aku tidak ingin mengganggu pekerjaan kakak lagipula apa yang akan aku lakukan"Kata Amel


"Kau tidak pernah mengganggu adikku sayang,baiklah aku tidak akan memaksa"Kata Alex mencubit gemas hidung Amel,Amel hanya tersenyum ia membuka ponselnya dan melihat pesan masuk dari En


"Queen,semua sudah siap"Amel hanya menatap pesan itu kemudian meletakkan Ponselnya ke atas meja,sekejap wajahnya berubah sendu,Alex pun heran dengan perubahan wajah Amel


"Hey Eli apa ada masalah"Kata Alex memegang wajah Amel kemudian menariknya untuk melihat ke arah Alex


"Kau tau benar kakak,aku tidak pernah berharap kehidupanku seperti ini,Aku hanya berharap kehidupan normal seperti orang-orang pada umumnya,tapi gadis itu dia sudah merebut segalanya bahkan hampir membunuhku,maka aku juga akan membalasnya dengan caraku"Kata Amel menitikkan air mata


"Kakak tau Eli,tapi kau sudah tidak bisa mundur mafia mu sekarang sudah masuk dalam jajaran 10 itu tidak akan mungkin"Kata Alex

__ADS_1


"Aku tidak akan mundur kakak,selama dendam ku belum terbalaskan aku akan terus maju,tidak ada kata pengampunan"Kata Amel menghapus air matanya kasar


"Kakak mendukungmu Amel,tapi kenapa kau tidak langsung membunuhnya waktu itu,dan kenapa harus dengan cara masuk ke dalam dunia hitam"Kata Alex


Amel tersenyum Sinis,kemudian berdiri dan berjalan ke arah jendela menatap pemandangan di luar,ia melipat tangannya di depan dada


"Kalau aku membunuhnya langsung itu hanya akan menimbulkan kebahagiaan sesaat tapi setelah itu semua akan kembali seperti dulu,dan kenapa harus dengan dunia Hitam,apa kau lupa kakak kau yang mengenalkan ku kepada dunia hitam dan secara tidak langsung aku tertarik dengan itu lagipula ini membantuku mempersiapkan diri agar bisa melumpuhkan musuhku tanpa berbelas kasih sedikitpun"Kata Amel


"Itu bagus,tapi kau harus lebih waspada


musuhmu sudah menantimu dan kau tidak boleh lupa dengan pendidikan mu,walaupun kita mafia bukan berarti kita bodoh,karena untuk mengalahkan musuh terkadang kita membutuhkan cara-cara tertentu"Kata Alex menyusul Amel kemudian merangkulnya


"Baiklah,Tapi kakak di mana Ayah dan ibu aku merindukan mereka"Kata Amel yang baru ingat,semenjak pertama kali ia kembali ke Jerman dia tidak pernah bertemu dengan kedua orang tua Alex


Alex menghela nafasnya kasar


"Aku sama sepertimu Eli,Menjauhi semua orang yang aku sayangi dan menutup rapat latar belakangku,aku tidak ingin mereka dalam bahaya"Kata Alex nampak sedih


"Baiklah Aku harus pergi berkerja sekarang,jika sudah selesai aku akan mengunjungi markas mu"Kata Alex Mengacak rambut Amel,Amel tersenyum senang ia bersyukur masih bisa merasakan kasih sayang yang begitu tulus


****


Sementara itu di kediaman keluarga Tanison,semenjak perginya Amel semua orang di rumah terus bertanya-tanya kenapa Amel memilih untuk pergi dari rumah itu walaupun Amel sudah mengatakan alasannya


"Ada apa dengan putri sulung kita,dia kembali tapi sifatnya jauh berbeda"Kata Nyonya Alice


"Kau benar Istriku,Tubuhnya memang Amelia tapi raganya seperti orang asing"Kata Tuan tanison memijit pelipisnya karena perubahan sikap Amel yang begitu drastis


"Bahkan dia tidak mau di panggil Amel,dia sangat benci dengan namanya sendiri entah apa yang salah"Kata Nyonya Alice lagi

__ADS_1


"Mommy Daddy,kalian masih bingung dengan sikap kakak yang begitu,apa kalian tidak merasa bersalah ini semua gara-gara kalian seandainya Kalian tidak membawanya dalam kecelakaan hari itu dia tidak akan di besarkan di sana,dan mengalami penderitaan yang kita tidak pernah tahu "Kata Analia yang sebenarnya sudah tau mengapa kakaknya menjauhi mereka,dia berdiri meninggalkan meja makan untuk berangkat ke sekolah


"Analia kau mau kemana,makan dulu sarapan mu"Kata Nyonya Alice yang terkejut melihat putrinya pergi meninggalkan sarapan wajib itu


"Aku sudah selesai"Kata Analia dingin padahal dia sama sekali belum menyentuh sandwich miliknya


Nyonya Alice hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah kedua putri kecil nya yang berubah drastis,Sementara Tuan Tanison dia masih memikirkan perkataan Analia yang mengatakan ini kesalahan mereka


Tuan Tanison benar-benar merasa bersalah


****


Amel sudah sampai di depan markas Black Blood,ia berjalan memasuki gedung itu melewati para pengikutnya yang hanya tertunduk sopan dan hening,hanya terdengar derap langkah Amel yang setiap langkahnya membuat mereka bergidik ngeri,Tidak ada masalah sejauh ini, tapi kehadiran Amel membawa suasana yang mencekam


Ia sudah berdiri di depan mereka di temani En,ia menatap dari ujung ke ujung,sebelum membuka suara


"Kalian tidak usah setegang itu,aku tidak akan membunuh kalian tanpa sebab,kecuali kalian membuat kesalahan,tapi berusahalah untuk tidak melakukan kesalahan sekecil apapun,karena jika kesalahan itu mengusikku aku tidak akan segan menghabisi kalian,dan ingat ini jika kalian mengetahui masa laluku jangan pernah menyebut orang di masa laluku karena itu akan mengantar kalian ke akhirat"Kata Amel berbicara dengan tenang,ia menarik nafas kemudian berbicara lagi


"Beberapa hari lagi kita akan menyerang markas Cruel devil mafia yang berada di posisi 1 mafia terkejam,dan jika kita berhasil menguasai posisi mereka aku akan membuat Black Blood menjadi mafia legal,jadi aku harap kalian semua tidak ada yang tewas,dan mulai sekarang persiapkan diri kalian"Kata Amel terdengar dingin namun meyakinkan


"Apa kalian siap?"Kata Amel dengan suara lantang


"Siap Queen"Balas mereka semua yang ada di sana


"Bagus,sekarang berlatihlah En akan mengawasi kalian"Kata Amel lagi


"En awasi mereka,latihlah mereka seperti kau dan kakak melatihku,dan aku sedang ingin sendiri,Kau paham kan"Kata Amel melangkah pergi


Tentu saja En paham,jika Amel berkata Ingin sendiri itu artinya tidak ada seorang pun yang boleh menampakkan wajahnya di depan Amel,En dan Alex memang melatih Amel dengan begitu keras tentu saja sangat tidak wajar untuk Anak berusia di bawah 10 tahun,Ia di minta untuk menembak kawanan kijang yang sedang berlari,dan masih banyak latihan aneh yang lainnya tetapi itu berhasil buktinya sekarang Amel sangat tangguh untuk seorang gadis cantik sepertinya

__ADS_1


Amel berjalan masuk ke dalam ruang pribadinya,ia mengambil sesuatu dari dalam meja dan mengeluarkan sebuah foto dari sana,lalu menempelkannya di dinding,ia mengambil sebuah pistol dan dari jarak yang cukup jauh menembak foto itu dan mengenai tepat di tengah foto itu,ia berjalan mendekat ke arah foto itu kemudian terlihat sebuah senyum devill dari bibir mungilnya


"Vania Vania,masuk ke dalam kehidupanku,dan itu artinya kau tidak akan pernah bisa keluar,Tunggu dan lihatlah kehancuran mu"Kata Amel,dia berjalan kembali ke kursi kebesarannya kemudian merebahkan tubuhnya di sana,ia lalu memejamkan matanya untuk melepas segala beban fikirannya


__ADS_2