Dendam Gadis Mafia

Dendam Gadis Mafia
Chapter 14


__ADS_3

Matahari sudah mulai menampakkan sinarnya,tidak seperti biasanya yang selalu bangun pagi hari ini Amel masih tidur di kasur miliknya itu,dia benar-benar lelah beberapa hari ini dia terus saja mengurus kegiatan sekolah belum lagi murid yang bermasalah dan juga dia muak sekali jika harus melihat wajah Kelvin jadi dia memutuskan untuk tidak masuk sekolah


Tok tok tok


Ceklek suara pintu terbuka


"Amel apa kamu tidak pergi sekolah" Kata Sela mamanya Amel


"Gak ma,Amel capek mama taukan gimana sibuknya Amel beberapa hari ini"Kata Amel masih setengah terpejam


"Oh Yaudah,nanti kalo udah bangun kamu sarapan yah"Kata mamanya Amel sambil menutup pintu lalu ke dapur menyiapkan sarapan


Beberapa menit Amel tertidur,iapun segera bangun dan mencoba menelfon Amanda


Tut Tut Tut


tidak lama kemudian telfon tersambung


"Hallo Da,Lo dimana"


"......"


"Kok bisa ngangkat telfon bukannya udah jam pelajaran yah"


"......"


"Ohh gitu,emmm iya nie gue gak bisa turun soalx kurang enak badan,gue titip izin yah"


"......"


"Okedeh Lo memang yang paling the best,Love you Amanda"


"......"


Telfon pun terputus,Amel membuka chat grup OSIS kemudian dia mengetik


"Hari ini gue gak ada di sekolah,jadi gue titipin siswa-siswi yah kalo ada masalah telfon gue"Send


Amel pun menaruh ponselnya di atas kasur lalu pergi mandi dan bergegas untuk sarapan


Sementara itu di sebuah kediaman milik keluarga Tanison


"when we will pick up sister(Kapan kita akan menjemput kakak)"Kata Analia


"Just finish your food first(Selesaikan saja makananmu terlebih dahulu)Kata nyonya Alice


"Ok"Jawab Analia dia pun segera menghabiskan makanannya


"Dad wants us to leave now, but it looks like your sister is still in school(Ayah ingin kita pergi sekarang, tetapi sepertinya kakakmu masih di sekolah)"Kata Tuan Tanison sambil mengelap sisa makanan di bibirnya


"It's oke,there we can wait(Tidak apa-apa,di sana kita bisa menunggunya pulang)"Kata Analia dia sudah tidak sabar menemui kakaknya


Analia adalah anak kedua dari Tuan Tanison dan Nyonya Alice,dia lahir dan besar di Jerman,Wajahnya mirip sekali dengan ayahnya


Analia berdarah Indonesia,Inggris,Jerman


Ibunya berdarah Inggris sementara ayahnya Indonesia,Jerman


Alania pernah sekali ke Indonesia saat usianya 2 tahun,Alania tidak fasih berbahasa Indonesia dia kaku itulah mengapa dia selalu menggunakan bahasa Jerman dan Inggris


Keluarga Tanison sudah dalam perjalanan menuju rumah tempat di mana anak perempuan mereka tinggal


"Dad have bad news"Kata tuan tanison sambil terus mengendarai mobilnya


"Was es ist{Bahasa Jerman}(Apa itu)"-Analia-


"Melania forget about the accident including that she came from the Tanison family, because at that time she was very young(Melania lupa tentang kecelakaan itu termasuk bahwa dia berasal dari keluarga Tanison, karena pada saat itu dia masih sangat muda)"Kata Tuan Tanison dengan wajah sedih


"Wie bringen wir dann sie zurück?{Bahasa Jerman}(Lalu bagaimana kita membawanya kembali?)"-Kata Analia sedih-


"We can explain to she(Kita bisa menjelaskan padanya)"-Kata Nyonya Alice-

__ADS_1


Keluarga Tanison sudah sampai di depan sebuah rumah,rumah bertingkat dua dengan chat berwarna coklat membuat rumah itu nampak Sederhana nan klasik


Tuan Tanison mengetuk pintu


Tok tok tok


Pintu terbuka nampak Wanita paruh baya yang sepertinya lebih tua dari Nyonya Alice namun masih tampak awet muda,dia tertegun sebentar Tuan Tanison seorang pengusaha no 1 mau berkunjung kerumahnya bahkan bersama keluarganya


kemudian ia mempersilahkan mereka duduk dan Memanggil suaminya


"Maaf tuan,Kenapa tuan dan keluarga datang ke rumah saya yang kecil ini"Kata Sela sedikit malu


Tanpa berlama-lama Nyonya Alice langsung menjelaskan maksud dan tujuan mereka datang ke sini dan siapa mereka sebenarnya,setelah selesai mendengarkan penjelasan wanita itu tertegun dia menangis,dia memang tahu jika putrinya itu bukanlah anak kandungnya tetapi dia tidak menyangka orang tuanya akan datang dan ingin membawanya kembali bersama mereka


dia sudah sangat menyayanginya seperti anak kandungnya


Sementara di kamarnya Amel sudah selesai bersiap-siap ia turun untuk sarapan namun dia terdiam melihat ke ruang tamu dia mendapati ada tamu di sana,dia pun berjalan ke sana


"Mama" Panggilnya dia heran melihat mamanya itu menangis


Tuan Tanison,Nyonya Alice,dan Analia terdiam melihat sosok gadis berambut coklat,berkulit putih wajahnya mirip sekali dengan Analia


Iya dia adalah Michaela Amelia Tanison putri pertama dari keluarga Tanison,yang hilang 12 tahun lalu karena kecelakaan bersama dengan Nyonya Alice dan Tuan Tanison,saat akan menghampiri Mamanya dia tertahan karena Alania yang langsung berlari dan memeluknya


"Kakak"Pekik Analia,dia masih terdengar sangat kaku walau hanya mengucapkan satu kata menggunakan bahasa Indonesia


Amel terdiam dia heran siapa gadis di depannya ini


"Siapa dia kenapa dia memanggilku kakak,bukannya aku tidak punya sepupu selain baby Vina,dan kenapa wajahnya mirip dengan wajahku"Batin Amel dia tidak melepas atau merespons balik pelukan Analia dia masih sangat heran dengan apa yang terjadi,Amel tidak kenal gadis di depannya ini tapi dia merasakan bahwa dia memiliki hubungan dengan gadis ini


Analia melepaskan pelukannya dia ingat apa yang di katakan ayahnya saat di mobil tadi bahwa kakaknya ini tidak mengingat mereka


Amel dan Alania sudah kembali ke kursinya sementara Mamanya Amel sudah berhenti menangis


"Ada apa ini"Tanya Amel kepada semua orang yang ada di sini


Tuan Tanison menghela nafas panjang lalu menceritakan semuanya mulai dari kecelakaan itu sampai akhirnya mereka berpisah


Hari ini Amel sudah libur sekolah jadi Ayah dan ibunya mengajak dia ke Indonesia sementara Alania dia tidak bisa ikut karena dia akan ada Tour bersama teman-temannya yang lain


"Sis,are you leaving me?(Kakak apa kau akan meninggalkanku)"Rengek Alania


"Of course not, I'll just be only gone for a while(Tentu saja tidak, aku hanya akan pergi untuk sementara waktu)"Kata Amelia mengelus rambut adiknya itu


"Promise"Kata Analia mengacungkan kelingkingnya


"Yes"Balas Amelia


Saat itu usia Analia Baru 4 tahun sementara Amelia 5 tahun mereka berdua berbeda satu tahun


Setelah itu mereka berdua berpelukan,Amelia dan kedua orang tuanya kemudian berjalan memasuki pesawat sementara Analia dia akan tinggal dan pulang bersama Gurunya ,Pesawat pun lepas landas Dari Jerman menuju Indonesia


Sesampainya di Indonesia keluarga Tanison memasuki mobil dan mobil yang di kendarai tuan Tanison masuk ke sebuah jalan sepi di sana mereka akan menuju villa pribadi milik keluarga Tanison


Awalnya liburan mereka berjalan lancar,namun saat dalam perjalanan kembali ke kota mobil milik keluarga Tanison hilang kendali mobil itu oleng kemudian menabrak sebuah pohon besar,sehingga membuat Tuan Tanison dan Nyonya Alice tidak sadarkan diri


Amelia kecil menangis melihat kedua orang tuanya tidak sadarkan diri,ia keluar dan berjalan menuju ke sebuah kampung


Amelia yang saat itu tidak bisa berbahasa Indonesia membuat orang-orang yang menolongnya kebingungan mereka tidak tau apa yang mengalami anak malang itu,selain itu Amel juga tidak banyak bicara dia hanya menangis,di kampung itu tidak ada yang bisa berbahasa Inggris jadi sangat susah untuk membantu Amel,lalu Amel di bawa oleh pasangan suami-istri walaupun tidak bisa berbahasa Inggris tetapi mereka berniat akan membesarkan Amel dan mengajarinya bahasa Indonesia,keluarga itu memang akan pindah jadi mereka membawanya ke sebuah kota


Sementara Itu Tuan Tanison Dan Nyonya Alice di tolong oleh mobil yang melintas di daerah situ mereka berdua di bawa ke Kota untuk mendapat penangan di sana,sayangnya kota tempat kedua orang tuanya di rawat dan tempat Amelia di bawa berbeda


Itulah yang membuat mereka terpisah


Saat tersadar dari pingsannya Tuan Tanison segera mengecek keadaan isterinya dan Nyonya Alice juga sudah bangun,mereka berdua bertanya kepada suster siapa orang yang menolong mereka,orang itu ada di luar


mereka berdua segera menghampirinya dan bertanya di mana Amelia berada,tapi orang itu tidak tau karena setahunya hanya ada mereka berdua di mobil itu


Kedua orang tua Amel benar-benar frustasi,tapi mereka tidak putus asa mereka terus mencari Amel bahkan sampai ke kampung tempat kejadian itu tapi nihil,mereka di sana tidak tau kemana keluarga itu membawa Amel, berbulan-bulan sudah tapi mereka belum menemukan Amel keluarga Tanison pun kembali ke Jerman mengingat ada Analia di sana


Mengetahui kabar itu Analia sangat sedih,dia menjadi pemurung dan mengurung dirinya di kamar

__ADS_1


Tanison dan Alice terus mencari Amel mereka mengerahkan orang-orang kepercayaan mereka tapi tak kunjung ketemu


5 Tahun sudah berlalu


Amelia tumbuh menjadi gadis yang cantik


dia sangat nakal,tapi tetap baik hati


Amel sudah fasih berbahasa Indonesia bahkan dia sudah bersekolah di sebuah sekolah negeri di sana,ingatannya tentang kejadian dan Keluarga kandungnya sudah tenggelam termakan waktu


Sampai akhirnya dia remaja dan bersekolah di SMA Cahaya pelita


#Flashback off


Amel terdiam mendengar penjelasan Tuan Tanison,pantas Amel fasih berbahasa Jerman dan Inggris rupanya dia memang Keturunan Inggris,jerman tapi kenapa orang tuanya tidak menceritakan apapun padanya,Air mata Amel mengalir begitu saja


Tiba-tiba suara tangisan Amelia kecil berputar di otaknya,rekaman tentang kecelakaan itu,Suara Analia dan Amelia kecil tertawa bahkan semua Memori masa kecil Amelia berputar kembali di otaknya membuat Amelia pusing dia berteriak keras dan akhirnya semuanya menjadi gelap


Amel pingsan,mereka langsung membawanya ke kamarnya lalu memanggil dokter


"Bagaimana keadaanya dok"Kata Nyonya Alice


"Dia baik-baik saja,hanya mengalami syok karena ingatannya yang hilang bertahun-tahun lalu"


"Apakah dia bisa mengingat masa lalunya lagi"Kata Tuan Tanison


"Kemungkinan besar dia bisa mengingatnya lagi,kalo begitu saya langsung pamit saja Tuan"Kata Dokter itu kemudian berpamitan


****


Amel membuka matanya perlahan,ia mengerjapkan matanya,ia melihat wajah orang-orang yang ada di sana,lalu dia menatap wajah Analia adik kecilnya yang sedang menggenggam tangannya erat,lama terdiam dia kemudian memeluk adiknya itu


"Ich vermisse dich so sehr(Aku sangat merindukanmu)"Kata Amelia


"Du erinnerst dich schon an mich(Kamu sudah mengingat Aku)"Kata Analia dia terharu sekaligus senang sekali


"Kurs(Tentu saja)"Katanya sambil melepas pelukannya itu,lalu dia menatap Tuan Tanison Dan Nyonya Alice


"Mom,Dad Aku sangat merindukan kalian"Kata Amel memeluk kedua orang tua kandungnya itu,Keduanya pun membalas pelukan itu,setelah itu Amel melepaskan pelukannya


"Jadi apa kamu mau pulang bersama kami ke Jerman"Kata Nyonya Alice merangkul putri sulungnya yang sudah lama hilang


Amel terdiam sebentar,dia bimbang jika dia tetap tinggal di sini bagaimana dengan kedua orang tua kandungnya mereka pasti sangat sedih apalagi adiknya,tapi jika dia kembali ke Jerman bagaimana dengan orang tua yang membesarkannya selama ini mereka juga pasti sangat merasa kehilangan,Amel nampak berfikir sebentar dia mengambil keputusan yang berat


"Aku akan pulang ke Jerman"Katanya sambil menatap semua orang yang ada di ruangan itu,Keluarga Tanison sangat bahagia karena putri sulung mereka akan kembali sementara Ibu Sela dan suaminya nampak sedih


"Baiklah kita pulang hari ini juga"Kata Tuan Tanison dengan gembira


"Tunggu Dad,aku akan kembali ke Jerman tapi setelah Ujian ku selesai sementara itu aku akan tinggal di sini dulu"Kata Amel


"It's ok"Kata Tuan Tanison


"Du versprichst zurückzukommen(Kamu berjanji untuk kembali)"Kata Analia dia takut kakaknya akan hilang lagi


"Yes,why not"Katanya Memeluk Analia


"Come back soon"Kata Analia dia sangat tidak sabar membawa kakaknya berkeliling Jerman


Amel membalas dengan senyuman,Setelah itu Keluarga Tanison berpamitan Amel dan orang tua angkatnya mengantar mereka sampai ke depan pintu


"Amelia jaga dirimu baik-baik yah"Kata Nyonya Alice memeluk Amelia


"Yes mom"Kata Amelia tersenyum kecil


"Amelia setelah semua urusan mu di Indonesia selesai,cepat kabari Daddy nanti Daddy akan mempersiapkan Keberangkatan mu ke Jerman"Kata Tuan Tanison mengelus pelan kepala Amel


"Kurs Daddy"Kata Amel lagi


"See you"Kata Amelia memeluk Analia


"See you to"Kata Analia membalas pelukan Amel

__ADS_1


Mobil itu pun melaju kembali ke jalanan kota


__ADS_2