
Mafioso Amel yang membawa Vania sudah sampai di markas sedari tadi,sementara Amel ia baru saja datang,di temani Analia,En,Ken dkk,Amel berjalan menuju ke ruang penyiksaan,di sana sudah ada Vania yang duduk di kursi dengan tangan dan kaki yang diikat,Vania hanya menundukkan kepala dengan mata ditutupi kain.
Amel meminta mafioso nya untuk membuka kain yang menutupi mata Vania,Lalu Amel membuka jubahnya dan melemparnya ke hadapan Vania,Vania yang menyadari kedatangan Amel langsung mengangkat wajahnya dan menatap Amel dengan tatapan kemarahan
"Cih"Hanya itu yang terdengar dari bibir Vania,Amel berjalan mendekati Vania
"Vania Vania Lo gak mungkin lupa kan sama kekejaman gue semasa sekolah dulu dan itu masih berlaku sampai sekarang,tapi Lo berani ngusik gue bahkan berniat untuk bunuh gue,ya untungnya gue bukanlah orang lemah yang hanya akan menerima nasib dan mati tenggelam di sungai itu."Kata Amel dingin
Vania hanya diam dan mencoba menerima takdirnya kali ini,lagipula jika dia melawan tak ada gunanya,Amel mengambil air mineral yang di sudah di campurkan garam
dengan senyum devilnya dia menatap luka bekas cambukan di kedua lengan Vania ,sementara Vania dia tahu apa yang akan Amel lakukan dan itu membuat ia gemetar ketakutan
"Buka ikatan tangannya"Perintah Amel kepada dua mafioso yang bertugas memantau Vania,segera kedua mafioso itu menjalankan perintahnya,setelah ikatan itu terlepas Amel berjalan mendekati tubuh Vania,dia menyiram air itu ke luka-luka bekas cambukan Analia sewaktu di Villa tadi
"Aaaaaaa"Teriak Vania,Rasa sakit dan perih bercampur menjadi satu membuatnya menjerit kesakitan,Amel menarik rambut Vania
"Lo tau Vania,salah satu kesalahan paling fatal yaitu mencoba bermain-main dengan gue"Kata Amel dengan nada datarnya,lalu dia melepaskan genggaman tangannya dari rambut Vania sembari mendorongnya
"Ana lakukanlah apa yang mau kamu lakukan"Ucap Amel sembari berjalan ke kursi yang berada di dekat dinding persis di hadapan Vania
"Dengan senang hati"Ujar Analia,Analia mengeluarkan cambuk andalannya
Analia melayangkan cambuknya berkali-kali,seiring dengan suara cambukan itu terdengar juga jeritan kesakitan dari Vania,setelah puas mencambuk Vania,Analia mencengkram dagu Vania
"Orang kayak Lo pantas menderita"Kata Analia semakin kuat mencengkram dagu Vania
__ADS_1
Plakkkkk Plakkkkk Plakkkkk,10 kali suara tamparan itu terdengar,namun Vania masih dengan sifat angkuhnya menatap mengejek ke arah Analia,melihat hal itu Analia menjadi geram,ia sudah mengangkat tangannya kali ini bukan tamparan yang ia berikan melainkan sebuah tonjokan yang sukses mengubah ekspresi wajah Vania,ia tak lagi berani memasang senyum mengejeknya,dan juga terdapat sebuah lebam biru di pipi Vania,Amel hanya diam melihat itu,sementara En dan yang lainnya merasa puas dengan apa yang Vania dapatkan,jika Amel tak melarang mereka untuk menghajar Vania mengingat mereka adalah seorang pria,mungkin Vania tak akan bisa membuka matanya lagi,setelah Analia selesai menyiksa Vania barulah Amel bersuara
"Apa Lo tau Vania,Selain kekuasaan,kekuatan adalah hal yang mutlak di dunia ini,Lo bersyukur karena bisa punya kekuasaan bukan,tapi liat sekarang dengan mudahnya gue hancurin kekuasaan yang Lo banggain itu,dan Lo gak bisa ngelawan karena gak punya kekuatan,andaikan Lo punya kekuatan Lo mungkin bisa ngelawan gue dan lari dari tempat ini,tapi sayangnya itu gak akan terjadi bahkan buat bangkit dari kursi itu ajha Lo gak mampu kan"Kata Amel dengan senyum sinis nya,Vania hanya menundukkan wajahnya memang benar apa yang di katakan Amel
"Bryan bawa dia ke penjara bawah tanah,beri makan dia seperti biasa,beri dia pakaian,Cukup Beri dia salep untuk sekedar mengeringkan luka-lukanya itu"Ucap Amel dengan bahasa Jerman,agar Vania tidak mengetahui apa yang di rencanakan Amel
"Baik Queen"Jawab Bryan yang tak ingin bertanya lebih jauh lagipula tak ada yang perlu di pertanyakan
Sontak semua orang yang ada di ruangan menatap Amel bingung,pasalnya Amel bukanlah orang yang suka membebaskan musuhnya dengan mudah,kesalahan kecil saja pasti nyawa orang itu akan melayang, selain itu Amel juga meminta mereka memberikan makanan dan pakaian pada Vania bukannya di biarkan kelaparan dan berpenampilan lusuh,tapi Amel terlihat sangat yakin dengan keputusannya itu,Amel menyadari tatapan bingung dari orang-orang yang pastinya tertuju untuknya
"Bryan bawa dia,Cepat"Perintah Amel,Bryan langsung bergerak cepat berjalan menununtun Vania yang di papah dua orang Mafioso Black Blood keluar dari ruangan itu dan menuju Ruang bawah Tanah,setelah mereka menghilang dari pandangannya,Amel menghela nafas sebelum memberikan penjelasannya
"Kalian pasti bingung kenapa gue perlakukan Vania begitu"Ucap Amel,mereka semua mengangguk cepat
"Ngehancurin keluarganya ajha itu udah lebih dari cukup buat gue,gue sengaja ngebiarin dia tetap hidup karena setelah dia sembuh gue bakal balikin dia ke keluarganya Biar dia ngerasain rasanya hidup susah"Ujar Amel,karena pertanyaan mereka sudah terjawab mereka pun mengangguk paham
"Kak?kakak gak ikut makan"Ucap Analia sebelum Amel benar-benar meninggalkan ruangan,Amel hanya menggelengkan kepalanya tanpa menoleh dan menghentikan langkah kakinya sedetik pun
"Queen Kenapa?"Tanya Hanz yang bingung menatap punggung Amel yang semakin menjauh
Sama halnya dengan Hanz,yang lainnya juga sama bingungnya terkecuali Analia dia paham apa yang membuat kakaknya gelisah, mereka bingung bukan karena Amel pergi tanpa berpamitan tetapi karena wajahnya yang nampak jelas sedang memikirkan sesuatu
"Tadi sebelum gue sama Kakak ninggalin Villa,Kelvin sempat ngajak buat ketemu malam ini,gue rasa sih kakak bingung buat milih pergi atau gak"Jelas Analia
"Kalau gitu kita harus susul Queen"Ujar Ken yang sedikit khawatir dengan kondisi Amel
__ADS_1
"Jangan,kakak butuh waktu sendiri,itu cuman masalah sepele gak akan berbahaya buat dia,lagipula kakak pasti gak suka kalau kita ganggu waktu sendirinya"Ucap Analia
"Hhfut ya Sudah lah ayok kita ke ruang makan"Ajak En yang berusaha mencairkan suasana
Kesebelas orang itu pergi meninggalkan ruang pertemuan menuju ke ruang makan yang terletak di lantai 1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
TBC
Maaf jarang update