Dendam Gadis Mafia

Dendam Gadis Mafia
Chapter 18


__ADS_3

Semenjak saat itulah Amel benar-benar menjadi Orang yang kejam dan Dingin dia hanya memiliki satu tujuan yaitu menghabisi orang yang berani main-main dengannya


Seminggu sudah berlalu Semenjak hilangnya Amel sampai sekarang semua orang terdekatnya terus bertanya-tanya kemana perginya Amel,Mama dan Papa Amel tidak terlalu ambil pusing karena mereka merasa mungkin Amel sudah pulang ke


jerman dan tidak ingin menghubungi mereka,sedangkan Teman-teman Amel mereka benar-benar bingung kemana perginya Amel karena setau mereka Amel hanya memiliki rumah di kota itu,dan juga apa alasan menghilangnya Amel bahkan saat kelulusan pun ia tidak hadir


****


Berbanding terbalik dengan semua orang yang bingung atas perginya Amel secara mendadak,Amel malah tidak pernah memikirkan mereka sedikitpun,Sekarang Amel sedang berada di dalam mobil menuju ke markas King Darkness untuk melakukan penyerangan,Amel sekarang sudah membangun mafia miliknya yaitu Black Blood


Setelah 20 menit perjalanan mereka sampai di markas milik kelompok mafia yang berada di posisi 10 dalam jajaran Mafia terkejam itu


Tanpa rasa gentar sedikitpun Amel berjalan dan kemudian menendang pintu masuk gedung itu


"Hey kita kedatangan tamu,seorang gadis cantik"Kata pemimpin mafia yang ada di sana


"Menyerah atau mati di tanganku"Kata Amel mengeluarkan katana miliknya


"Apa kau sedang bermimpi,seorang gadis dan satu orang pengikutnya ingin melawan kami yang jumlahnya puluhan bahkan hampir mencapai ratusan"Kata salah seorang di antara mereka yang kemudian disusul tawa oleh yang lainnya


"Ya kau benar,dan karena kalian memilih pertarungan baiklah aku akan melakukannya"Kata Amel


kemudian ia menebas dan membunuh semua orang yang menyerangnya sambil terus berlari menuju ke arah pimpinan mafia itu,Sementara En dia menyerang dari jauh dia akan menembak orang yang akan menembak amel,Karena tubuhnya yang mungil membuat Amel sangat gesit dan lincah,dalam waktu singkat ia sudah berhasil berdiri dan mengunci pergerakan Ketua Mafia itu


"Apa hanya ini kemampuan Ketua Mafia king darkness yang termasuk jajaran 10 mafia terkejam"Kata Amel dengan senyuman mengejek


"Sebelum aku mengirim mu ke akhirat,apa ada kata terakhir Tuan"Kata Amel tersenyum simrik kemudian mengeluarkan pistol miliknya dan mengarahkannya ke bagian dada Pria itu


"Kau dasar gadis Breng***"Kata pria itu memandang wajah Amel dengan tatapan benci,ia tidak bisa melakukan apapun lagi karena memang tenaga Amel sangat kuat


"Kata-kata yang berkesan,sekarang selamat tinggal"Kata Amel sinis


kemudian "Duarrrrr"Suara tembakan membuat semua yang ada di sana memandang Amel dengan tatapan yang sulit di jelaskan,ketua mafia king darkness yang terkenal cukup kejam tewas di tangan seorang gadis bahkan tanpa perlawanan


Sementara Amel dia tersenyum puas,ia kemudian memandang ke arah anggota king darkness yang masih hidup


"Sekarang kalian tahu kan,siapa seorang gadis yang kalian remehkan ini"Kata Amel menatap tajam


"Kalian menjadi pengikutku atau mati di tanganku"Kata Amel lagi


"Kami siap menjadi pengikut mu Nona"Kata mereka serempak

__ADS_1


"Bagus,mulai sekarang panggil aku Queen,dan ingat ini Hidup dan mati kalian hanya untuk mengabdi padaku,kalian sekarang bukan lagi king darkness tapi Black Blood"Kata Amel dengan senyum devill


"Baik Queen"Teriak mereka lagi bersamaan


"Sekarang aku tahu Amel,sisi lain dirimu ternyata lebih kuat dari yang aku bayangkan"Batin En menatap Amel


"Bereskan semua kekacauan ini,bawa Senjata dan kendaraan yang ada di markas ini ke markas Black Blood,dan jual gedung ini,besok aku akan memberitahu rencana selanjutnya,Dan kau En awasi mereka aku akan pulang terlebih dahulu"Kata Amel melangkah meninggalkan En Dan pengikut barunya


En menunduk sampai akhirnya Amel tidak terlihat lagi,ia pun melaksanakan semua yang di minta oleh amel


Amel terus melajukan kendaraanya,kali ini ia tidak pulang ke mansion miliknya maupun pergi ke markasnya dia menuju ke tempat tinggal sahabat masa kecilnya satu-satunya orang yang tahu semua masalah Amel saat ini


sesampainya di sana ia berlari kecil kemudian mengetuk pintu itu,beberapa saat menunggu Nampaklah seorang pria muda di balik pintu


"Kakak"Kata Amel tersenyum senang


"Eli"Kata pria itu


ya pria itu adalah sahabat masa kecil Amel pria yang mengenalkannya pada dunia bawah,Pria itu adalah Alexandro Maxim Tomas,putra tunggal dari keluarga Tomas keluarga yang memiliki kekayaan yang sama dengan keluarga Tanison,pria berkebangsaan Indo-jerman-Australia,Amel sangat menyayanginya seperti kakak kandungnya begitu juga sebaliknya,Hanya Alex lah yang memanggil Amel dengan sebutan Eli begitu juga Amel hanya dirinyalah yang memanggil Alex dengan sebutan Max


Alex ingin memeluk Amel tapi Amel menghentikannya


"Apa maksudmu Amel, apa kau sengaja tidak ingin di peluk oleh kakak"Kata Alex dengan wajah yang seolah-olah sedang marah


"Sebenarnya pernyataan kak Mex tidak salah dan juga tidak benar,Apa kakak tidak melihat jubahku yang bersimbah darah seperti ini"Kata Amel yang memang masih mengenakan jubahnya


"Kau ada benarnya,tunggu apa kau habis bertarung"Kata Alex menatap Amel dari atas sampai ke bawah dan nampak jelas bercak darah menebar di semua pakaiannya


"Iya aku menyerang markas King Darkness,Mereka benar-benar lemah"Kata Amel dengan nada merendahkan


"Mereka tidak lemah,hanya kau yang terlalu kuat"Kata Alex lagi


"Baiklah,kakak apa kau ingin terus berbicara di sini,jika iya aku akan pulang"Kata Amel dan mengambil ancang-ancang untuk melangkah meninggalkan kediaman Alex


"Tunggu adikku sayang,aku tidak mungkin membiarkan adikku ini pulang,sekarang masuklah dan bersihkan dirimu"Kata Alex menuntun Amel menuju ke kamar miliknya


Sesampainya di kamar Alex,Amel langsung masuk dan berendam cukup lama sementara Alex dia melanjutkan membaca,dan setelah selesai Amel baru sadar ternyata pakaian gantinya tertinggal di dalam mobil


"Kakak"Teriak Amel dari dalam kamar mandi


"Ada apa Eli"Kata Alex menjawab Panggilan Eli

__ADS_1


"Bajuku tertinggal di mobil,tolong ambilkan"Kata Amel lagi


"Tidak mau ambil sendiri"Kata Alex mengerjai Amel


"Baiklah aku akan turun dengan memakai handuk seperti ini agar semua orang melihatku"Kata Amel dengan nada mengancam


"Jangan,apa kau mau menjadi tontonan gratis "Kata Alex,dia memang sangat menyayangi Amel mana mungkin dia membiarkan Amel menjadi tontonan para pria hidung belang


"Kalau begitu ambilkan"Kata Amel


"Dasar merepotkan"Kata Alex berjalan keluar kamar,belum sempat dia membuka pintu terdengar suara Amel


"Apa kau bilang merepotkan,kakak aku baru ingat sepertinya tadi aku membawa katana apa kau mau menguji kemampuan ku"Kata Amel dari dalam kamar mandi


"Aaa tidak-tidak aku hanya bercanda aku akan ambilkan Adik kecilku yang manis"Kata Alex bergidik ngeri kemudian ia berlari turun ke Mobil Amel,sementara Amel dia hanya terkekeh geli dengan tingkah Alex


"Dasar mana mungkin aku membunuh kakakku sendiri"Batin Amel


Alex sudah kembali ia membawa Baju ganti untuk amel,ia juga sudah memasukan jubah Amel di dalam mesin cuci


Amel dan Alex sudah selesai dengan segala aktivitas mereka dan sekarang Amel sudah berada di tempat tidur sementara Alex masih duduk di sofanya dan membaca sebuah buku


"Hey Amel sampai kapan kau akan terus bangun seperti itu"Kata Alex yang melihat Amel tidak bisa tidur sedari tadi


"Kakak aku tidak bisa tidur"Kata Amel merengek kepada Alex


"Dasar gadis Aneh,di luar kau Tak terkalahkan saat bersamaku kau seperti bayi besar"Kata Alex menutup bukunya kemudian merebahkan tubuhnya di samping Amel


"Tidak salahkan aku manja kepada kakakku sendiri,atau kakak mau aku memperlakukan kakak seperti musuhku"Kata Amel mengubah posisinya miring menghadap ke arah Alex


"Tidak tetaplah seperti ini,menjadi adik kecilku,lagipula jika bukan kepadaku kau akan manja kepada siapa kepada En"Kata Alex terkekeh dengan ucapannya sendiri


Memang saat ini hanya Alex yang bisa dekat dengan Amel,Amel sudah menjauhi semua orang yang ia sayangi karena tidak ingin mereka dalam bahaya kecuali Alex karena Alex juga salah satu Mafia


"Kemarilah"Kata alex merentangkan tangannya untuk memeluk Amel,Amel pun tersenyum senang dan menggeser tubuhnya ke dalam pelukan Alex,Amel merasa Aman dan Nyaman saat sedang bersama Alex


"Kakak,Nyanyikan lah lagu itu untukku"Kata Amel


"Baiklah"Kata Alex,Alex mengelus pelan rambut Amel kemudian ia mulai menyanyikan lagu yang ia ciptakan dulu untuk Amel kecil,Amel kecil yang sewaktu itu sangat susah untuk tidur,Tidak butuh waktu lama Amel sudah terlelap dalam tidurnya


"Kau adalah satu-satunya perempuan yang aku sayangi selain ibu,Aku akan terus menjagamu seperti aku menjaga nyawaku kau adalah adik kecilku yang sampai kapanpun tak akan pernah dewasa di mataku,Dan mereka yang menyakitimu akan ku habisi dengan tanganku,aku rela memberikan segalanya untukmu asal itu dapat membuatmu bahagia,Selamat Tidur Adikku"Kata Alex mengecup kening Amel kemudian ia juga terlelap dengan Amel yang berada dalam pelukannya

__ADS_1


__ADS_2