
Mendengar hal itu, Ganendra semakin sulit untuk menjalankan misinya, karena salah satu misinya dia harus berteman terlebih dahulu dengan Adiyasa, sedangkan Adiyasa jangankan mau berteman bertemu saja gak boleh, karena Adiyasa sudah muak melihat wajah Ganendra.
Ki Sakar pun tidak mau memberi solusi kepada nya intinya Ganendra dengan cara apapun harus bisa memberikan rokok tersebut sampai Adiyasa menghisapnya, dengan begitu misi pun selesai.
Untuk sementara ini Ganendra hanya bisa mengamati Adiyasa dari kejauhan, tiap hari dia ke rumah Putri Ayu dan mengamati Adiyasa ke jalan mana yang biasa ia lewati. setelah Ganendra mengamati akhirnya Ganendra tahu jadwal Adiyasa ke rumah Putri Ayu ternyata setiap hari minggu, dan jalan yang biasa Adiyasa lewati jalan setapak yang biasa para petani lewati. dia juga tahu jadwal pulang Adiyasa dari rumah Putri Ayu yaitu malam sekitar pukul 22:00
Strategi berikutnya Ganendra akan memasang ranjau di jalan yang biasa Adiyasa lewati. ketika Adiyasa lewat yang biasa ia lalui tiba - tiba kudanya menginjak ranjau yang baru saja di pasang oleh Ganendra. akhirnya strategi Ganendra berhasil.
Adiyasa pun menarik kudanya yang sangat kesakitan kakinya. disisi lain Ganendra sedang menunggu Adiyasa di jalan raya, hingga Akhirnya Adiyasa telah tiba di dijalan raya sambil menarik kudanya. tiba - tiba datanglah Ganendra sambil naik kuda dan berpura - pura menawarkan bantuan.
Dengan secara terpaksa Adiyasa menerima bantuan dari Ganendra, kemudian Adiyasa dibantu oleh Ganendra menarik kuda Adiyasa yang kakinya terluka sementara kuda milik Ganendra mengikuti dari belakang. Ganendra membantu menarik kuda sampai ke rumah Adiyasa, setelah sampai dirumah Adiyasa mengucapkan terima kasih kepada Ganendra sambil menawarkan mampir dirumahnya tapi Ganendra menolaknya dan Ganendra pun langsung pergi
Sepanjang malam Adiyasa tidak habis pikir " kenapa ya Ganendra jadi berubah baik banget, aku kira waktu kemarin - kemarin dia meminta maaf dan ingin menjadi yang terbaik, itu hanya akal bulusnya dia agar dia bisa berdekatan dengan Putri Ayu, ternyata selama ini Aku sudah salah sangka ke dia, ternyata dia benar - benar ingin berubah jadi yang terbaik "
Sementara Ganendra merasa senang karena Adiyasa mulai masuk ke perangkapnya " Adiyasa, Adiyasa bodohnya kamu ini ya, sebegitu mudahnya gue tipu dan dia sudah masuk ke perangkap gue, tinggal gue melanjutkan misi gue yang selanjutnya, ini baru langkah awal, ketika dia bertemu gue pasti dia baik karena gue telah baik ke dia, masa ia dia masih marah ke gue "
2 hari yang lalu secara tidak sengaja Adiyasa dan Ganendra ketemu dijalan, kemudian Adiyasa yang mulai menyapa " Hai Ganendra mau kemana "
Ganendra menjawab " Mau pulang "
Adiyasa " Hati - hati "
__ADS_1
Ganendra " ia Hati - hati juga "
Mendengar sapaan tersebut Ganendra merasa senang, sebab itu suatu tanda bahwa Adiyasa mau berteman dengan nya. Di suatu malam Ganendra mau ke rumah Adiyasa biar dia semakin dekat dengannya, karena dia tahu alamat rumah Adiyasa maka dari itulah membuat Ganendra semakin mudah untuk menemui Adiyasa, setelah sampai di rumah Adiyasa sungguh sangat kebetulan Adiyasa sudah pulang dari kerjaannya.
Dengan senang hati Adiyasa mempersilahkan Ganendra masuk ke dalam rumahnya dan memperkenalkan Ganendra kepada orang tua nya.
Adiyasa dan Ganendra kini semakin akrab. Kemudian Adiyasa memberi tahu Putri Ayu bahwa dia berteman dengan baik dengan Ganendra, dan Putri Ayu bertanya apa sebabnya bisa akrab seperti itu, kemudian Adiyasa menceritakan kejadian- kejadiannya.
Putri Ayu melarang Adiyasa untuk berteman dengan Ganendra, karena dia tahu bahwa Ganendra pandai bersandiwara dan kelak akan menusuk dari belakang, seperti pengalamannya saat pertama kali kenal dengan Ganendra memang sedikit tengil tapi dia berpura - pura baik dan ujung - ujungnya dia jahat.
Adiyasa menasehati Putri Ayu bahwa" janganlah berprasangka buruk, karena seburuk - buruknya orang pasti ada baiknya, siapa tahu Ganendra benar - benar ingin menjadi orang yang baik. mungkin setelah dipenjara dia mau mengambil pelajaran dan tidak mau mengulangi kesalahannya lagi. perlu kita ketahui bahwa sebesar - besarnya ikan pasti ada tulangnya, tidak mungkin daging semua dan sekecil - kecilnya ikan pasti ada dagingnya tidak mungkin tulang semua, begitu juga dengan manusia sebaik - baiknya manusia pasti ada kesalahannya dan seburuk - buruknya manusia pasti ada kebaikannya walaupun hanya sedikit "
Kini Ganendra sedang memikirkan misi berikutnya, karena dia sudah berteman dengan Adiyasa akan lebih mudah dia memberi rokok yang sudah di isi Ilmu pelet didalamnya.
Ganendra akhirnya dijadikan teman tongkrongan oleh Adiyasa dan memperkenalkannya ke teman - teman tongkrongannya ( Rahagi, Otista dan Kuswan ) hingga akhirnya mereka berteman dengan baik.
Dimalam itu ketika mereka nongkrong bareng kemudian Ganendra mulai menjalankan misi yang selanjutnya.
Dia memberi rokok yang sudah di isi Ilmu pelet tersebut kepada Adiyasa " Nih di gue punya rokok, nih buat lu "
Adiyasa menjawab " Sorry bro gue tidak merokok "
__ADS_1
kemudian Kuswan meminta " Sini bro buat gue ajah, kebetulan rokok gue sudah mau habis "
Akan tetapi Ganendra tidak memberikan rokok tersebut kepada Kuswan karena target dia adalah Adiyasa.
Kemudian Ganendra sengaja menjatuhkan rokok tersebut dan menginjaknya dan berkata kepada Kuswan " Maaf wan rokok nya jatuh dan tidak sengaja terinjak "
Kuswan menjawab " Yaudah deh tidak apa - apa "
Malam menunjukan pukul 01:00 dan mereka pun bubar dan pulang kerumah masing - masing.
Disepanjang jalan Ganendra berfikir bagaimana caranya agar Adiyasa bisa di pelet. Setelah sampai dirumah, Ganendra tidak bisa tidur karena memikirkan suatu rencana. Karena hari pernikahan Putri Ayu dengan Adiyasa sekitar 10 hari lagi, maka dari itu Ganendra harus cepat bertindak agar pernikahan tersebut berhasil dibatalkan
Keesokan harinya dia mendatangi lagi Ki Sakar meminta solusi agar Ilmu peletnya di terapkan ke media lain saja, Ki Sakar bertanya " Makanan atau minuman apa yang disukai Adiyasa "
tapi Ganendra tidak tahu, Ki Sakar menyuruh Ganendra mencari tahu apa kesukaan Adiyasa. Tapi Ganendra tidak bisa menyanggupi malam ini " Saya siap Ki menjalani syarat itu, tapi tidak bisa malam ini karena kemarin malam kami sudah nongkrong jadi tidak bisa tiap hari nongkrong "
Ki Sakar menjawab " Yaudah terserah situ ajah deh jika ingin cepat ya harus cepat cari tahu, tapi jika situ lambat cari tahu nya maka jangan salahkan Aki jika pernikahan Putri Ayu berhasil, situ harus menerima resikonya karena kalau besok atau lusa Aki tidak janji bisa, karena masih banyak orang - orang yang membutuhkan Aki "
Mendengar ucapan Ki sakar membuat Ganendra semakin bingung, jika tiap malam bertamu ke rumah Adiyasa dia merasa tidak enak dan khawatir ketahuan bahwa dia akan melakukan sesuatu.
Kini Ganendra serba dilema dan bingung.
__ADS_1