
Keesokan harinya Ganendra ke pasar mencari ayam cemani. Hari sudah menjelang siang, Ganendra Sudah keliling pasar tapi dia tak kunjung mendapatkan ayam cemani, karena ayam jenis itu susah di temukan.
Ada salah satu pedagang yang memberitahu yang jual ayam cemani adanya di pasar hewan, tapi tempat tersebut lumayan jauh kurang lebih 40 KM.
Ganendra langsung berangkat ke pasar hewan dengan menggunakan kereta kuda, sejauh apapun pasar hewan akan dia datangi yang penting dia mendapatkan ayam cemani tersebut.
Ganendra harus cepat mendapatkan ayam cemani, karena dimalam harinya akan ada ritual. Setelah sampai di pasar hewan, ternyata benar saja ayam cemani sangatlah banyak, Ganendra langsung membeli sekaligus 2 ekor. Jika beli 1 ekor dia khawatir ayam cemani nya mati dijalan, karena perjalanan jauh.
Hari sudah sore. saat di pertengahan jalan, kuda yang dikendarai Ganendra tidak mau berjalan, karena kecapean dan lapar, hal itu membuat penghambatan waktu maka dari itu Ganendra marah. Semarah apapun Ganendra tapi kudanya tidak mau berjalan karena kuda tersebut lapar dan lelah.
Untung saja Ganendra membawa bekal makanan dan minuman untuk kuda, setalah selesai makan kuda tersebut masih diam dan tidak mau berjalan karena kuda nya masih lelah dan butuh istirahat sejenak, itu membuat Ganendra semakin marah.
Setalah tenaga kuda nya pulih kembali akhirnya kuda tersebut mulai berjalan. Sayang sekali setelah sampai dirumah hari sudah malam, dia berusaha mau berangkat ke rumah Ki Sakar.
Setelah sampai dirumah Ki Sakar dan mau ritual akan tetapi Ki Sakar menolaknya karena dia sudah ngantuk dan memberi keputusan bahwa ritual akan dilaksanakan besok malam saja sekitar jam 22:00
Ganendra menuruti keputusan Ki Sakar, setelah sampai dirumah, dia insomania karena dia ingin segera melakukan ritual. Semakin cepat dilaksanakannya ritual maka semakin cepat juga membuat Putri Ayu sakit.
Malam pun telah berakhir dan hari sudah pagi, disisi lain Putri Ayu sedang asyik menyiram tanaman dan menikmati udara yang sejuk, karena Putri Ayu sangat menyukai bercocok tanam.
__ADS_1
Begitu polosnya Putri Ayu padahal dia sedang dalam bahaya, siapa sangka jika nanti malam Putri Ayu akan mengalami sakit yang luar biasa dan tidak wajar, karena malam ini Ganendra dan Ki Sakar akan mengadakan ritual untuk menyantet Putri Ayu.
Pagi menjelang siang, Sri Melda mendatangi rumah Putri Ayu dan mengajaknya bermain sambil sekalian ke istana raja untuk mengajak Dewi Asih bermain bersama, tapi mereka masih berfikir ulang jika harus menjemput Dewi Asih ke istana, walaupun mereka sudah akrab dengan Dewi Asih tapi mereka masih belum berani jika harus mendatangi istana terkecuali bareng bersama Dewi Asih.
Baru saja mereka berdua berbincang - bincang tidak lama kemudian Dewi Asih datang dan menghampiri mereka berdua, awalnya mau bermain tapi Dewi Asih tidak mau ke mana - mana dan menyarankan cukup dirumah Putri Ayu saja karena di tempat Putri Ayu suasananya sejuk.
Putri Ayu curhat kepada Dewi Asih dan Sri Melda bahwa dirinya sudah tidak diganggu oleh Ganendra lagi, setelah mendengar cerita Putri Ayu kemudian Dewi Asih curiga dan khawatir jika Ganendra melakukan sesuatu diluar sana terhadap Putri Ayu. Tapi Putri Ayu dengan polosnya tidak khawatir terjadi apa - apa, karena saat itu Ganendra pergi secara baik - baik.
Di hari itu Putri Ayu terlihat ceria dan bahagia, bisa tertawa bebas dan bertingkah lucu, Kedua sahabatnya ikut bahagia karena melihat Putri Ayu bahagia. Persahabatan mereka bertiga kini semakin kuat, suka maupun duka mereka selalu bertiga. Dewi Asih walaupun dia anak Raja tapi tidak gengsi jika harus berteman dengan anak rakyat biasa, yang penting mereka itu baik dan solideritas nya tinggi.
Malam yang di nanti - nantikan oleh Ganendra kini sudah tiba, dan dia langsung bergegas kerumah Ki Sakar akan menggelar acara ritual santet. Ritual langsung digelar dirumah Ki Sakar dan ritual tersebut berlangsung selama 1 jam lebih.
Tiba - tiba saja ada suara jatuhan pasir di atap rumah Putri Ayu, itu bertanda akan datangnya santet yang akan masuk ke dalam rumah Putri Ayu, dan siap mengintai Putri Ayu. saking lelapnya tertidur Hal itu tidak disadari oleh penghuni rumah termasuk Putri Ayu.
Kemudian Suara ledakan menyusul tapi semua penghuni rumah itu masih tidak menyadari nya. biasanya yang pendengarannya selalu peka tentang kejadian sesuatu adalah Pak Damar ( Ayahnya Putri Ayu ) tapi dimalam itu Pak Damar sedang berjaga malam. Tiba - tiba saja ada bermacam - macam cahaya seperti kunang - kunang masuk kedalam tubuh Putri Ayu, itu bertanda bahwa santet kiriman Ki Sakar telah masuk kedalam tubuh Putri Ayu.
Tiba - tiba Putri Ayu merasakan sesak nafas dan tidak bisa berteriak, sesak nafas yang dialami Putri Ayu berlangsung lama hingga membuat Putri Ayu tidak tahan dan pinsan, subuh telah tiba, ketika Ibu Farra ( Ibunya Putri Ayu ) membangunkan Putri Ayu tapi Putri Ayu tidak kunjung bangun dan ibu Farra heran " aneh biasanya dia suka bangun awal sebelum adzan tapi kok sekarang dia jadi susah dibangunin "
Ibu Farra berfikir mungkin Putri Ayu hanya sebatas kecapean saja makanya dia pules banget tidurnya. Tapi ternyata Putri Ayu masih dalam keadaan pinsan.
__ADS_1
Hari sudah pagi, Putri Ayu baru tersadar dari pinsan nya,
Putri Ayu langsung tersadar bahwa dia telah mengalami sesuatu yang aneh pada tubuhnya. Kemudian Putri Ayu menceritakan kepada Ibunya bahwa dia semalam mengalami sesak nafas tapi Ibu Farra hanya mengira itu hanyalah ketindihan saja.
Dan Ibu farra menjelaskan tentang ketindihan Penyebab ketindihan pada dasarnya disebabkan karena proses sinkronisasi otak dan tubuh yang sempat terganggu sewaktu tidur. Dalam keadaan tidur, terdapat dua fase utama yang terjadi, yaitu fase rapid eye movement (REM) dan non-rapid eye movement (NREM). maka dari itulah Putri Ayu merasa sesak nafas maka tidak usahlah heran.
Putri Ayu sudah menjelaskan kepada ibunya bahwa dia benar - benar kondisi sedang tersadar, tapi ibunya tersebut hanya mengira bawah hal itu hanya perasaan Putri Ayu saja.
Kemudian Putri Ayu secara tiba - tiba terkena demam tinggi, disitulah Putri Ayu mulai terkena berbagai macam penyakit secara dadakan dan berbeda - beda.
Di sisi lain, Ganendra sedang tertawa terbahak bahak " Hahahaha...!
Pasti Putri Ayu sekarang ini sedang membahas kejadian tadi malam, dan dia sekarang mulai merasakan ada penyakit didalam tubuhnya hahaha...!dan dia akan merasakan penyakit nya semakin parah setiap hari nya. rasakan kau Putri Ayu tidak lama lagi kau akan hilang dimuka bumi ini hahaha.....!
dengan kamu merasakan rasa sakit seperti yang tidak wajar itu sebagai pembalasan saya sebagai mana engkau dulu selalu menolak cintaku dan selalu membuat aku kecewa....!
Dan sekarang engkau sedang menebusnya Hahahaha...!
Sebentar lagi mampus kau Hahaha...! "
__ADS_1
Ganendra akan membuat Putri Ayu menderita sampai meninggal di tangannya