DENDAM SEORANG KEKASIH PERTAMA

DENDAM SEORANG KEKASIH PERTAMA
Episode 13 ( Gagal menikah )


__ADS_3

Ketika ditengah - tengah perjalanan pulang, secara tidak sengaja Adiyasa melihat Putri Ayu sedang berkencan dengan lelaki lain, kemudian Adiyasa mengejarnya tetapi lelaki tersebut membawa lari Putri Ayu dan Adiyasa tidak bisa mengejar mereka berdua.


Disitu Adiyasa merasa kesal, kecewa dan marah. setelah sampai dirumah, Adiyasa melampiaskan amarah nya, kemudian dia berkata " Putri Ayu pengkhianat cinta pokoknya pernikahan akan batal "


Orang tuanya, keluarga beserta orang yang ada dirumah itu sangatlah kaget dan penuh tanda tanya, apa sebabnya kok Adiyasa bisa berubah seperti "


Kemudian Ibunya bertanya " Kenapa nak kok tiba - tiba membatalkan pernikahan mu, yang selama ini kamu nanti - nantikan "


Adiyasa menjelaskan kronologi nya " Jadi begini bu, tadi ketika saya diperjalanan pulang melihat dengan mata kepalaku sendiri bahwa Putri Ayu sedang berkencan dengan lelaki lain, ternyata selama ini Putri Ayu telah selingkuh ( sambil menangis ) sungguh saya sangat merasa kecewa, saya tidak menyangka dan tidak percaya bahwa Putri Ayu berbuat seperti itu dibelakang ku "


Sedangkan Putri Ayu sendiri tidak tahu masalah tersebut ternyata dia sedang sibuk untuk mempersiapkan pesta hari pernikahannya dan selalu ditemani oleh kedua sahabatnya ( Dewi Asih dan Sri Melda )


Malam itu Putri Ayu sangatlah bahagia, didalam hatinya berbunga - bunga, dia tidak sabar menanti besok dan membayangkan betapa bahagianya dia di hari itu duduk dipelaminan bersama kekasihnya ( Adiyasa )


Akan tetapi kebahagiaan itu tidak sampai lama. Tiba - tiba Adiyasa beserta keluarganya mendatangai rumah Putri Ayu dan memutuskan bahwa besok gagal menikah. mendengar hal itu sontak semuanya kaget terutama Putri Ayu, semua orang yang ada dirumah Putri Ayu penuh tanya.


Putri Ayu bertanya " Ada apa ini ? "


Adiyasa dengan nada tinggi menjawab " Jangan Sok suci kamu, jangan pura - pura menutupi masalahmu dengan wajah sedih mu. Sungguh kau sangat tega selingkuh dibelakang ku, saya tadi dijalan melihat kamu berkencan dengan lelaki lain, kemudian kamu dibawa lari oleh nya, udah deh ngaku ajah jangan banyak alasan, dan besok kita batalkan pernikahan ini "

__ADS_1


Kemudian banyak orang yang membela Putri Ayu " Dari tadi Putri Ayu di rumah terus, dari tadi ketawa - ketawa terus dengan temannya, bahkan sempat bantu - bantu "


Adiyasa menjawab " Udah deh jangan banyak membela dia, udah jelas saya melihat didepan mata saya sendiri bahwa dia tengah berselingkuh,untung saja malam ini saya mau diajak nongkrong oleh Ganendra ternyata akan menyaksikan Putri Ayu berselingkuh. intinya besok batal menikah ( sambil merusak janur kuning ) "


Putri Ayu tidak bisa berkata - kata apalagi dia hanya bisa menangis tersedu - sedu sambil di peluk oleh sahabatnya. sungguh kasihan nasib Putri Ayu yang awalnya bahagia kini berakhir dengan kesedihan.


Ternyata Putri Ayu tidak salah, apa yang dilihat oleh Adiyasa ternyata hanyalah imajinasi nya dia sendiri, efek dari pelet yang ada didalam minuman yang dia minum dari Ganendra.


Putri Ayu tidak bisa tidur dia hanya bisa menangis merasakan kesedihan yang teramat dalam. Keesokan harinya Putri Ayu semakin bersedih sebab dihari itulah yang seharusnya hari paling bahagia selama hidupnya akan tetapi kini berakhir dengan kekecewaan dan penuh dengan kesedihan.


Dewi Asih dan Sri Melda berusaha untuk menghibur Putri Ayu dan menyemangatinya, akan tetapi Putri Ayu tetaplah bersedih, karena kesedihannya tersebut sangatlah dalam.


Disisi lain, Adiyasa pergi kerumah Ganendra, Ganendra berpura - pura kaget dan bertanya " lah kok kamu ke sini bukannya ini hari pernikahanmu dengan Putri Ayu ?


Adiyasa menjelaskan " Gue gagal menikah dengan Putri Ayu, ternyata dia pengkhianat cinta. Waktu kita pulang dari caffe gue melihat dengan mata gue sendiri bahwa Putri Ayu sedang berselingkuh dengan lelaki lain "


Mendengar hal itu, Ganendra sangatlah berbahagia bahwa misinya berjalan dengan lancar dan peletnya sangatlah mujarab, Ganendra berpura - pura menasehati Adiyasa " Yang sabar ya bro mungkin Putri Ayu bukan jodohmu, semoga kedepannya kamu akan mendapatkan jodoh lebih baik dari Putri Ayu. Yaudah bro lebih baik menenangkan fikiran saja, lu tinggu dikamar gue ajah ya, Gue mau keluar dulu sebentar "


ternyata Ganendra menjemput Utari si wanita jablay dan merencanakan misinya, bahwa ketika Adiyasa duduk didepan rumahnya Utari berpura - pura lewat, setelah selesai berencana, Ganendra langsung membawa Utari kerumahnya dan bersembunyi dibelakang rumah.

__ADS_1


Ganendra mengajak Adiyasa nongkrong didepan rumah " Ayo bro kita ngopi - ngopi didepan rumah gue, sambil menenangkan pikiranmu yang kacau ini "


Adiyasa menjawab " Yaudah ayo "


Mereka berdua sedang asyik ngobrol sambil menikmati kopi, tiba - tiba datanglah Utari lewat depan rumah Ganendra dan berpura - pura ramah " Permisi abang - abang "


Adiyasa melihat Utari dengan pandangan yang tajam, dia langsung jatuh cinta kepada Utari, ternyata yang membuat dia jatuh cinta kepada Utari efek dari pelet tersebut, kemudian Adiyasa memanggilnya " Hai sini dong temani kita ngobrol "


Utari langsung menghampiri mereka berdua, ketika Utari duduk disamping Adiyasa, hati Adiyasa sangatlah bergetar dia sangat - sangat jatuh cinta, padahal cewek semacam Utari bukanlah tipe cewek yang Adiyasa sukai.


Ketika Adiyasa bertanya tentang rumahnya, dia menjawab bahwa rumahnya sedikit jauh dari rumah Ganendra.


Setelah lama ngobrol hingga Adiyasa akrab dengan Utari, kini dia mau membawa Utari lewat depan rumah Putri Ayu, sebagai pembalasan bagaimana sakitnya diduakan. padahal apa yang dia lihat semalam bukan Putri Ayu melainkan hanya imajinasinya dia sendiri


Sore pun telah tiba, Adiyasa berpamitan pulang kepada Ganendra sambil mambawa Utari, mereka berdua mengendarai kereta kuda milik Adiyasa.


Dilihat dari kejauhan, kebetulan sekali Putri Ayu sedang nongkrong dijendela kamarnya membuka jendela kamarnya tersebut, tiba - tiba mereka melewati rumah Putri Ayu, dan Putri Ayu melihat Adiyasa sedang berduaan dengan Utari, melihat kejadian itu membuat Putri Ayu semakin sedih dan sakit hati.


Hati Putri Ayu semakin menjerit. Dia pun menangis sekencang - kencangnya sambil menutupi mulutnya oleh bantal.

__ADS_1


Adiyasa merasa puas dan senang ketika Putri Ayu melihat dia dengan Utari. Kini Putri Ayu tidak punya semangat hidup bahkan dia merasa bahwa hidup ini tidak berguna, orang tua dan sahabatnya selalu menghiburnya, memberi motivasi dan memberi semangat, tapi Putri Ayu tetaplah bersedih, Apalagi saat mengingat bahwa hari ini adalah hari kebahagiaan kini bertolak belakang menjadi hari kesedihan yang teramat dalam. setelah mengalami kekecewaan yang kedua kali, kini dia berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia tidak akan membuka hati untuk semua laki - laki.


Bahkan dia tidak mau menikah, dia lebih baik hidup dalam kesendirian daripada harus hidup bersama pasangan karena dia berfikir bahwa itu hanyalah beresiko yang akan membuatnya mengalami kekecewaan yang ketiga kali.


__ADS_2