
Sore itu Pak Damar ( Ayah Putri Ayu ) sedang persiapan untuk pergi memanggil Kiyai Sakti besok pagi. Penyakit Putri Ayu semakin parah, bahkan sekarang dia sedang keadaan menjerit - jerit histeris. Putri Ayu terasa di teror oleh boneka jerami yang biasa di pakai untuk menyantet.
Ki Sakar sudah punya firasat bahwa Putri Ayu akan di obati oleh Kiyai Sakti, kemudian Ki Sakar langsung berbicara kepada Ganendra mengenai hal itu. Kemudian Ganendra menginginkan Putri Ayu di bunuh saja besok.
Kemudian Ki Sakar dan Ganendra mengadakan ritual untuk mengirimkan santet banaspati. Ki Sakar memberikan pilihan kepada Ganendra " Putri Ayu nya mau di bunuh secara langsung malam ini atau besok saja menjelang maghrib, jika membunuhnya menjelang maghrib maka banaspati tersebut akan menghabisi 2 korban sekaligus Putri Ayu dan Kiyai Sakti, karena banaspati santet yang sangat berbahaya "
Kemudian Ganendra menjawab " dibunuhnya besok saja menjelang maghrib biar sekalian mampus tuh Kiyai Sakti yang sok kuat itu...hahahaha "
Ritual memanggil banaspati langsung di gelar pada malam itu juga, tiba - tiba ada sosok bola api di depan Ganendra, sontak saja Ganendra ketakutan. Kemudian Ki Sakar menjelaskan " itulah sosok banaspati yang sedang kita panggil "
Kemudian Ki Sakar langsung mengirimkan santet banaspati itu dengan seketika sosok bola api tersebut tiba - tiba hilang di depan Ganendra.
Malam itu kebetulan Pak Prakoso sedang ronda ( Jaga malam ) karena Pak Prakoso itu peka terhadap hal - hal mistis, dia melihat secara langsung sosok bola api sedang terbang kearah barat. Pak Prakoso yakin bahwa itu santet banaspati yang akan mendarat ke rumah Putri Ayu. Kemudian Pak Prakoso langsung mengikuti arah terbang banaspati tersebut karena banaspati itu terbang tidak terlalu cepat.
Sebelum banaspati itu tiba dirumah Putri Ayu, maka akan ada pertanda bawah santet sebentar lagi akan datang.
Tiba - tiba di atap rumah Putri Ayu terdengar suara pasir yang berjatuhan, kemudian orang tua Putri Ayu terbangun dan mendengar suara itu, sontak saja Pak Damar ( Ayah Putri Ayu ) khawatir itu pertanda akan datangnya santet, tapi Ibu Farra ( Ibunya Putri Ayu ) berusaha menenangkan suasana yang mencekam itu bahwa itu hanyalah orang iseng saja. Kemudian Pak Damar berpura - pura tenang padahal di dalam hatinya sangat khawatir akan datangnya santet.
Tidak lama dari itu tiba - tiba suara menggelegar menyusul tepatnya di atas kamar Putri Ayu. Putri Ayu menjerit histeris karena dia melihat api yang menerjang dirinya, setelah itu Putri Ayu terdiam ternyata dia mengalami koma.
Benar saja apa kata Pak Prakoso bahwa santet banaspati akan mendarat ke rumah Pak Damar alias rumah Putri Ayu.
__ADS_1
Kemudian Pak Prakoso mengucapkan salam sambil mengetuk pintu rumah Putri Ayu. Kemudian Pak Prakoso dipersilahkan masuk. Pak Prakoso menceritakan apa yang dia lihat tadi " Saya tadi melihat dengan mata kepala saya sendiri bahwa ada sosok santet banaspati berupa bola api sedang terbang, kemudian saya ikuti ternyata banaspati tersebut mendarat di rumah ini, ketika banaspati tersebut menempel di atap tiba - tiba saja suara ledakan yang sangat dahsyat saya sendiri juga kaget "
Pak Prakoso menjelaskan tentang santet banaspati.
Ilmu santet banaspati adalah legenda kuno di tanah Jawa yang masih eksis hingga saat ini.
Menurut masyarakat kejawen dan sunda wiwitan, santet banaspati adalah makhluk halus yang tertutup kobaran api.
Sosok santet banaspati dapat mengambil bentuk bola api yang beterbangan hingga berwujud pusaran api yang besar. Konon, santet banaspati mampu membuat korbannya tewas seketika.
Makhluk gaib banaspati adalah sebutan bagi hantu atau ruh jahat yang memiliki ilmu dengan tingkat tinggi dan sering diberi tugas untuk melakukan santet.
Mendengar penjelasan Pak Prakoso membuat orang tua Putri Ayu khawatir jika Putri satu - satunya harus meninggal.
Kemudian Pak Damar sangat marah kepada Ganendra yang selalu membuat masalah, karena Pak Damar tahu itu semuanya perbuatan Ganendra. Pak Damar melampiaskan amarahnya kepada Pak Prakoso " Ini semuanya gara - gara lu...!
seandainya dulu elu tidak ikut campur saat gue akan membunuh Ganendra, mungkin saja sekarang tidak akan kejadian seperti ini ....!
dan awas saja lu jika sampai Putri Gue meninggal maka elu dan Ganendra yang akan gue tuntut....!
Pak Prakoso menjawab " Dasar lu orang tak tau terima kasih, gue waktu itu hanya mengamankan suasana saja, karena jika pembunuhan itu terjadi maka elu yang akan di penjara seumur hidup...!
__ADS_1
jika elu mau menuntut gue silahkan saja biar kita satu sel di sana ...!
Pak Damar menjawab " Gue rela di penjara seumur hidup gue, yang penting Putri Gue selamat selain itu juga gue bisa membalas perbuatan Ganendra...! "
Pertengkaran semakin memanas antara Pak Damar dan Pak Prakoso dan hampir tidak terkontrol emosi keduanya, kemudian Ibu Farra tidak bisa mencairkan suasana hingga dia berteriak meminta tolong kepada warga yang lainnya.
Kemudian datang warga yang sedang jaga malam untuk mendamaikan suasana, tapi perkelahian tidak bisa di hindari antara Pak Damar dan Pak Prakoso.
mereka berdua saling baku hantam.
Suasana di rumah itu sangatlah ribut hingga membangunkan tetangga yang lainnya, kemudian banyak warga yang berdatangan ke rumah itu dan akhirnya perkelahian antara Pak Damar dan Pak Prakoso berhasil di amankan.
Dan mereka berdua akan di bawa ke istana untuk di adili oleh Raja Kencana, tapi Pak Prakoso menolaknya dan memberi saran bahwa besok Pak Damar harus pergi menemui Kiyai Sakti jangan sampai telat, jika telat maka Putri Ayu akan meninggal di hari itu juga.
Mendengar ucapan Pak Prakoso membuat warga penasaran apa yang terjadi sebenarnya, kemudian Pak Prakoso menjelaskan secara detail dan warga pun menggeleng - gelengkan kepala.
Disini kita tahu bahwa Pak Prakoso adalah orang yang baik, walaupun tadi berantem dengan Pak Damar, tapi dia selalu memberikan saran yang baik, Karena Pak Prakoso juga ikut khawatir jika terjadi apa - apa dengan Putri Ayu.
Keesokan harinya, Pak Damar langsung berangkat setelah sholat subuh. Jarak tempuh yang harus di lalui oleh Pak Damat sekitar 35 Km, dengan mengendarai kuda kira - kira menghabiskan waktu 4 jam.
Perjalanan berjalan dengan lancar tidak ada hambatan, tiba di tempat Kiyai sakti sekitar pukul 10:00. Kebetulan Kiyai sakti tersebut sedang berada di rumah, kemudian Pak Damar menjelaskan kejadian yang tadi malam. Hingga membuat Kiyai sakti tersebut khawatir, kemudian Kiyai sakti menerawang keadaan Putri Ayu dan hasil terawangan nya sangat mengejutkan, yaitu jika Putri Ayu tidak segera di tangani maka akan meninggal saat menjelang maghrib, dan banaspati tersebut sedang menantang Kiyai sakti.
__ADS_1