
Saat menjelang subuh tiba - tiba hujan turun sangat deras membuat semua kawasan hutan menjadi basah, semua barang yang dibawa Brahmana basah kuyup. Hal itu membuat Brahmana menjadi semakin tersiksa, tapi tidak membuat nya patah semangat. Dia selalu konsisten pada tujuannya.
Hari menjelang pagi semua binatang malam sudah kembali masuk ke dalam sarangnya, burung - burung cantik nan indah bersuara dengan merdu membuat suasana hutan menjadi sejuk.
Hutan yang sangat lebat dengan pepohonan yang tinggi dan rindang membuat cahaya matahari kurang maksimal untuk menyinari ke dalam hutan itu, dengan hal itulah Brahmana susah untuk mengeringkan pakaian dan barang bawaan nya.
Brahmana membiarkan semua peralatannya kering tertiup angin, Brahmana belum bisa melanjutkan perjalanannya karena semua barang barang nya basah yang membuat akan bertambah berat, maka dari itulah Brahmana menunggu sampai kering.
Disisi lain kedua orang tua Brahmana sedang khawatir dan bersedih mereka merasa kehilangan anak, Sultan Tohir ( Ayah Brahmana ) mengutus beberapa warga untuk mencari Brahmana, bilamana Brahmana berhasil di temukan maka akan di beri imbalan berupa emas seberat 50 Kg dengan imbalan sebesar itu membuat banyak warga yang bergegas untuk mencari Brahmana.
Banyak warga - warga yang mencari keberadaan Brahmana bahkan warga desa lain juga ikut mencari Brahmana, para warga mencari Brahmana dari ujung ke ujung, dari ujung barat sampai ke ujung timur, dari ujung selatan sampai ujung utara. Tapi semua warga tak kunjung menemukan Brahmana.
Dengan kepergian Brahmana dari rumah membuat kedua orang tuanya melamun dan menjadi beban fikiran yang sangat berat, Brahmana adalah anak tunggal Sultan Tohir.
Sultan Tohir merupakan tokoh pengusaha emas terbesar, beliau mempunyai 36 cabang perusahaan di setiap negara, dari satu cabang saja bisa menghasilkan 1 ton emas setiap bulannya sedangkan cabang perusahaannya ada 36 berarti penghasilan Sultan Tohir tiap bulan nya menghasilkan 36 ton emas.
Agar warga lebih bersemangat lagi mencari Brahmana maka dari itu Sultan Tohir menambah imbalan nya yang awalnya 50 Kg kini menjadi 80 Kg. Warga pun semakin bersemangat dan berlomba - lomba mencari Brahmana.
Setelah semua barang - barang Brahmana kering, Brahmana langsung pergi ke tempat yang lebih jauh lagi, perjalanan Brahmana sangat banyak rintangan, dia harus melewati jurang, naik tebing segala rintangan - rintangan dengan beraninya Brahmana melaluinya, kini Brahmana telah sampai di pinggir sungai yang sangat besar, sungai itu bernama sungai ganggaeng.
__ADS_1
Brahmana langsung membuat rakit dari bambu untuk menyebrangi sungai yang luas itu, karena sendirian Brahmana merasa kesulitan membuat rakit sendirian, bekal makanan Brahmana sudah habis sedangkan saat ini Brahmana sangat lapar, kemudian Brahmana membuat tombak dari bambu untuk mencari ikan.
Brahmana mencari aliran sungai yang sedikit tenang, dengan susah payah Brahmana terus menombak ikan tapi belum dapat penghasilan, hingga akhirnya Brahmana kecapean kemudian beristirahat sejenak duduk diatas batu besar dipinggir sungai.
Brahmana menahan rasa laparnya, kemudian Brahmana menebang pohon bambu untuk membuat bubu, Brahmana membuat bubu kecil, hari pun menjelang sore Brahmana merasa sangat lapar dan lemas karena dari pagi dia belum makan.
Bubu kecil pun sudah jadi, Brahmana langsung mencari cacing yang banyak untuk dijadikan umpan ikan, setelah cacing banyak di dalam bubu, Brahmana langsung memasang bubu itu ke sungai. dalam jangka waktu kurang lebih 1 jam, Bubu yang tadi di pasang oleh Brahmana sudah penuh dengan ikan, betapa bahagia nya Brahmana mendapatkan ikan banyak dan besar.
Brahmana langsung memanggang ikan - ikan itu dan memakan nya dengan lahap, tapi masih ada sisa buat makan nanti malam.
Malam ini Brahmana tidur di atas rakit yang dia buat, dan Brahmana akan menyusuri sungai besok pagi, untuk malam ini Brahmana istirahat di atas rakit itu sambil menikmati hidangan ikan panggang.
Suasana sama seperti di malam kemarin, Brahmana tidak bisa tidur nyenyak karena udara yang sangat dingin, suara aliran sungai dan suara binatang - binatang malam, sesekali terdengar suara binatang buas seperti auman harimau dari kejauhan, suara lolongan anjing malam yang membuat malam semakin mencekam.
Brahmana langsung mematikan api unggun nya karena dia takut ada hewan buas yang menghampirinya. Malam itu hanya di sinari oleh terangnya cahaya bulan, yang membuat Srigala terus mengaum.
Sementara ibunya Brahmana sedang menangis terus menerus dan Sultan Tohir ( Ayahnya Brahmana ) berusaha menenangkan istrinya walaupun hati Sultan Tohir juga sama menangis.
Sampai saat ini warga masih belum menemukan keberadaan Brahmana, tapi warga berusaha menghibur hati ibunya Brahmana dengan berjanji bahwa besok warga akan terus berusaha mencari Brahmana sampai ketemu.
__ADS_1
Malam telah berakhir suasana subuh itu di pinggir sungai sangatlah dingin, Brahmana kemudian memasangkan bubu nya di sungai.
1 jam berlalu hari sudah menjelang pagi, kemudian Brahmana mengambil bubu yang dia taro tadi subuh di sungai. Ikan yang di dapatkan lumayan banyak, di sungai itu sangat subur akan kekayaan alam.
Brahmana langsung membakar ikan itu, setelah selesai memakan ikan bakar, Brahmana langsung menyusuri sungai yang besar dan berbahaya itu.
Di dalam sungai itu terdapat hewan - hewan buas seperti buaya besar, ular besar dan ikan piranha. Brahmana menyusuri sungai itu selama 1 hari penuh, hingga akhirnya dia harus berhenti di kaki gunung besar yang bernama gunung kaludan.
Di kaki gunung kaludan itu sangatlah lengket dengan hal - hal mistis, ternyata di kaki gunung itu terdapat perkampungan jin.
Saat menjelang maghrib para jin mulai menampakan diri dan suara seperti suara tangisan bayi, suara gemuruh besar dan suara yang tertawa, sekali kali terlihat sosok jin berupa anak kecil berwarna hitam pekat berlari lari di depan Brahmana.
Dan terlihat juga kuntilanak sedang terbang sambil tertawa, Brahmana berusaha untuk tenang.
Tengah malam telah tiba suara sangat ramai di kaki gunung kaludan terdengar suara yang sangat ramai seperti orang yang sedang mengadakan pesta.
Brahmana mencoba untuk menjauh tapi suara itu seperti mengikuti kemana arah Brahmana berjalan, Brahmana terus berjalan hingga akhirnya Brahmana merasa cape kemudian pingsan.
Didalam pingsan nya Brahmana bermimpi bahwa dia bertemu dengan ibunya di suatu tempat, tapi dia tidak bisa menyentuh ibunya mereka seperti di dua alam yang berbeda, semakin lama sosok ibu nya Brahmana mulai pudar dan Akhirnya hilang seketika.
__ADS_1
Ternyata ibu nya Brahmana sangat merindukan Brahmana, itulah hubungan bathin anak kepada orang tuanya yang tidak akan pernah lepas.
Di pagi hari yang mencekam Brahmana siuman dia masih asing melihat alam sekitar, ternyata Brahmana berada di dalam gua yang gelap dan menyeramkan. Ternyata saat pingsan tadi malam Brahmana di bawa masuk ke dalam gua oleh para makhluk halus penghuni kaki gunung kaludan itu. Gua itu ternyata istana bagi para jin.