
Semenjak brahmana di tolak lamarannya oleh Dewi Asih, Brahmana tidak akan diam begitu saja akan tetapi dia akan melakukan sesuatu untuk menaklukan hati Dewi Asih, dia berencana akan belajar Ilmu hitam seperti pelet dan ilmu bela diri, ilmu pelet akan dia gunakan untuk menaklukan hati Dewi Asih sedangkan ilmu bela diri akan dia pakai untuk merebut Dewi Asih dari tangan orang lain atau untuk melindungi Putri Ayu.
Di sore hari Brahmana sedang duduk di di bangku halaman rumahnya sambil menikmati suasana sore hari itu, semakin matahari mulai tenggelam ke arah barat semakin tenggelam juga Brahmana dalam khayalan.
Brahmana berjanji pada dirinya sendiri bagaimana pun caranya dia harus mendapatkan Dewi Asih dan menjadi permaisuri nya, brahmana akan berguru kepada dukun sakti
Malam pun mulai tiba Brahmana terus berfikir untuk menyusun strateginya, satu malam penuh Brahmana tidak tidur karena dia benar - benar akan membulatkan tekad nya.
Keesokan harinya Brahmana mulai bertanya - tanya kepada tetangga nya mengenai tempat dukun yang dia maksud, Brahmana juga meminta tolong kepada sahabat - sahabatnya ( Surya, Pramadi dan bombi ) mereka akan mencari tahu tentang tempat tinggal dukun sakti
Mereka berempat mencari tahu dukun sakti itu tidak berbarengan akan tetapi berpencar, kebetulan Surya pergi ke desa nunggal desa itu merupakan tempat tinggal Ganendra dulu, dimana ada sebagian orang yang tahu tentang dukun sakti itu yang bernama Ki sakar ( dukun santet langganan Ganendra ).
Surya mulai mencari tahu ke desa itu, kemudian dia melihat seorang pria setengah tua sedang mengasuh anak nya di halaman, Surya mulai menyapa lelaki itu " Permisi pak boleh kah saya bertanya ? "
lelaki itu menjawab " Mau tanya apa dek silahkan "
Surya langsung bertanya " Saya ingin bertanya apakah bapak tau tempat tinggal dukun sakti "
Lelaki itu menjawab " Dukun sakti sebetulnya ada di daerah sini, rumahnya ada di ujung desa ini rumahnya sangat terpencil, dia rumahnya kecil dan kumuh tapi aura mistisnya sangat kuat "
kemudian Surya berterima kasih kepada lelaki itu dan bergegas untuk mengabari Brahmana
Disisi lain Pramadi mencari tahu ke desa damai dia bertanya kepada warga disitu tapi mereka tidak ada tahu, tapi usaha Pramadi tidak berhenti begitu saja tapi dia terus bertanya kepada warga disitu walaupun jawabannya sama - sama tidak tahu.
hingga akhirnya Pramadi bertemu dengan Pak Prakoso, Pramadi bertanya " Pak numpang tanya, apakah bapak tahu tempat dukun sakti "
Pak Prakoso sudah bisa menyimpulkan bahwa Pramadi punya niat yang tidak benar, maka dari itu Pak Prakoso berpura - pura tidak tahu " Maaf ya nak bapak tidak tahu tempat dukun sakti kalau tempat kiyai sakti baru bapak tahu "
dengan emosi Pramadi menjawab " Bapak ini gimana sih....!
__ADS_1
saya itu nanya tempat dukun sakti bukan kiyai sakti...!
simak dong pertanyaan yang gue lontarkan....!
apakah bapak ini sudah tuli ya ?
kalau udah tuli jujur saja jadi gue tidak perlu nanya kepada orang tuli....! "
Pramadi sangat emosi karena beberapa faktor.
faktor pertama dia sudah capek, faktor ke dua semua warga tidak tahu dan yang ketiga marah kepada Pak Prakoso. Pramadi mengeluarkan amarahnya di depan Pak Prakoso sambil marah - marah.
padahal Pak Prakoso tidak salah hanya sebatas basa basi saja.
Kemudian Pak Prakoso balik marah kepada Pramadi " Hey anak muda....!
situ tamu di sini...!
sebelum anak - anak muda disini mengeroyok situ lebih baik situ pergi tinggalkan desa ini....!
tamu kok berengsek banget...! "
Akhirnya Pak Prakoso berhasil mengusir Pramadi. Hari menjelang sore semua sahabat Brahmana berkumpul di rumah Brahmana, dan menceritakan hasil kerjanya selama seharian ini, semua tidak ada hasilnya kecuali Surya, betapa bahagianya Brahmana bahwa Surya sudah berhasil menemukan tempat dukun sakti.
Keesokan harinya mereka berempat langsung mencari tempat dukun sakti yang Surya maksud. Setelah sampai di desa nunggal mereka terus berjalan sampai ke ujung desa itu, terlihat ada gubuk yang kumuh dan terbengkalai, gubuk itu seperti tidak ada penghuninya.
Mereka berempat langsung mengetuk pintu, di lihat dari jendela yang terbuka terlihat sosok Ki Sakar sedang melakukan ritual ternyata Ki Sakar sedang melakukan ritual untuk membangkitkan Ganendra.
Setelah kurang lebih 2 jam mereka menunggu di luar, tiba - tiba Ki Sakar menyaut " Siapa di luar ?
__ADS_1
jika ada perlu dengan ku silahkan masuk "
mereka semua langsung masuk kerumah Ki Sakar.
Sahabat Brahmana sedikit merinding melihat penampilan Ki Sakar, dengan menggunakan pakaian serba hitam, kumis tebal, panjang dan berwarna hitam dan pipinya penuh dengan berewok serta janggut "
Ki sakar langsung bertanya " Apa tujuan kalian mendatangi ku "
Brahmana langsung menjawab " Jadi begini Ki, hati saya sangat kecewa karena waktu saya melamar gadis tapi lamaran ku ditolak oleh gadis itu padahal orang tuanya sudah setuju.
Ki sakar menjawab " jadi perlu aku apakan gadis itu, santet, pelet atau sekalian mau langsung dibunuh saja ? "
Brahmana memberikan penjelasan " Kedatangan kami kesini bukan untuk menyantet atau memelet gadis itu tapi saya ingin berguru kepada Aki, ajarkanlah aku ilmu hitam berapapun bayaran yang Aki minta pasti akan aku berikan "
Ki Sakar menolaknya " maaf saya tidak bisa memberikan ilmu ku pada orang lain, semahal apapun bayaran nya tidak akan aku terima "
Mendengar penolakan Ki Sakar membuat Brahmana kesal dan langsung pergi dari rumah itu, Brahmana tidak mau memperpanjang urusan itu.
Brahmana langsung pulang, di dalam kamar dia berfikir untuk mencari guru. Hingga akhirnya dengan fikiran itu membuat Brahmana akan segera pergi dari rumah. Brahmana langsung mempersiapkan diri dan perbekalan untuk berkelana mencari seorang guru yang dia maksud.
Hari sudah menjelang maghrib Brahmana langsung pergi tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya, Brahmana pergi memasuki hutan belantara.
Dia berharap akan bertemu dengan seorang guru.
Hutan yang sangat lebat dia lalui, binatang - binatang malam sudah mulai berkeliaran seperti kelelawar, burung malam, jangkrik dan sejenis binatang malam lainnya.
Karena hari sudah malam Brahmana mulai beristirahat tidur dengan beralas dedaunan, Dia akan melanjutkan perjalanannya besok hari saja. ketangguhan Brahmana tidak merasa takut sedikit pun, karena dia benar - benar fokus pada tujuannya.
Dimalam yang sangat dingin membuat perut Brahmana lapar, kemudian Brahmana membuka tasnya yang terbuat dari kulit harimau, dia mengambil nasi yang sudah di bungkus daun pisang dan lauk pauk seperti ikan bakar, sambal dan lalapan.
__ADS_1
Brahmana menikmati hidangannya, setelah kenyang membuat Brahmana ngantuk dan tertidur dengan berbantal lengan tapi Brahmana tidak bisa tidur dengan nyenyak, karena udara yang sangat dingin dan banyak nyamuk.
Brahmana sudah tidak sabar ingin segera pagi agar dia bisa melanjutkan perjalanannya tanpa tujuan yang jelas.