
Semenjak Putri Ayu di kasih minuman oleh Ganendra disitulah rasa cinta Putri Ayu kepada Ganendra sangatlah besar, sebelum dikasih minuman Putri Ayu sudah mau putus dengan Ganendra. karena Putri Ayu tidak suka dengan sikap dan prilaku nya.
disini kita jadi tahu bahwa Putri Ayu kena pelet.
Hari demi hari sikap Putri Ayu terus berubah dan tenggelam dimakan asmara, setiap malam Putri Ayu selalu bermimpi tentang Ganendra dan setiap saat selalu memikirkan Ganendra.
Putri Ayu merasa, jika tidak ketemu 1 hari saja rasa rindu kepada Ganendra sangatlah dalam laksana tidak ketemu selama 2 tahun.
kalau bisa milih lebih baik kehilangan sahabat dan orang tuanya daripada harus kehilangan Ganendra sebegitu dalamnya cinta Putri Ayu kepada Ganendra.
Disitulah Ganendra mulai mempermainkan perasaan Putri Ayu. Ganendra tipe laki - laki yang pelit setiap kali ngajak jalan dia tidak mau keluar uang sepeser pun, yang ada uangnya putri ayu yang di porotin oleh nya.
suatu ketika Dewi Asih dan Sri Melda mengajak Putri Ayu bermain tapi Putri Ayu menolak nya, dia lebih suka menghabiskan waktu bersama Ganendra. Dewi Asih dan Sri Melda merasa kecewa terhadap Putri Ayu.
Kedua orang tua Putri Ayu melihat perkembangan anaknya setiap hari, Semakin hari prilaku nya semakin aneh, hingga akhirnya Pak Damar ( Ayah Putri Ayu ) curiga bahwa Putrinya terkena pelet.
Pak Damar dan bu Farra ( Orang tua Putri Ayu ) berbincang - bincang untuk mengobati Putri nya ( Putri Ayu ) dan berencana mau memanggil kiyai.
ke esok kan hari nya pak damar bertanya kepada Pak Prakoso ( tetangga )
Pak Damar bertanya " Assalamu'alaikum Pak Prakoso, bolehkah saya bertanya "
Pak Prakoso menjawab " Wa'alaikumsalaam. boleh, mau tanya apa Pak "
Pak Damar mulai bertanya " Apakah Pak Prakoso tahu tempat kiyai sakti ?
__ADS_1
saya sangat membutuhkan beliau untuk mengobati Putri tunggal ku ( Putri Ayu ) "
Pak Prakoso menjawab " Saya pernah mendatangi kiyai sakti rumah beliau berada di kaki gunung merapi beliau bernama kiyai haji Hasyim Al - Fatih, jika kita mau mendatangi beliau kita harus melewati hutan belantara, hati - hati di hutan belantara tersebut masih kental dengan hal - hal mistis dan juga masih banyak binatang buas. Rumah beliau dekat dengan permukiman warga desa nanggela. walaupun jauh tapi beliau memiliki ilmu spritual yang tinggi, jadi anak mu dijamin akan sembuh kembali. biasanya beliau ada dirumah pada sore dan malam, jika pagi dan siang beliau sibuk di kebun dan disawah
Pak Damar bertanya lagi " apakah tidak ada jalan lain selain melintasi hutan belantara ? "
Pak Prakoso menjawab " tidak ada pak, itu jalan satu - satunya "
Setelah selesai berbincang - bincang, Pak Damar bersiap - siap berangkat menemui kiyai sakti. di rasa tidak mungkin bisa berjalan kaki menuju rumah kiyai tersebut dikarenakan usia sudah tua dan jarak nya sangatlah jauh, kurang lebih sekitar 35 KM. pada akhirnya pak damar menemui Raja Kencana ( Ayah Dewi Asih ) untuk meminjam kuda.
Di siang hari Pak Damar berangkat ke istana dan menemui Raja Kencana, dengan segala hormat dia memohon meminjam kuda, dan menjelaskan tujuan dia menemui kiyai sakti. " Wahai Raja sungguh hamba ini terkena musibah, anak hamba terkena pelet oleh laki - laki yang tidak bertanggung jawab, dan hamba bertindak mau pergi menemui kiyai sakti di dekat gunung merapi dan harus melintasi hutan belantara dimana hutan belantara tersebut masih lengket dengan hal - hal mistis dan masih banyak binatang buas, tujuan hamba menemui raja hanya untuk meminjam kuda, karena dirasa hamba tidak kuat berjalan menuju ke tempat kiyai sakti, karena perjalanan yang sangat jauh kira - kira 35 KM selain itu juga usia hamba yang sudah tua jadi tidak mungkin bisa berjalan sejauh itu "
Raja Kencana bertanya " kapan berangkatnya Pak "
Pada akhirnya Raja Kencana memberi pinjaman kuda untuk pak damar, selain di kasih pinjaman kuda, Raja mengutus 5 Prajurit untuk mengantar Pak Damar agar terjaga keamanan nya dan di beri perbekalan. sungguh Raja Kencana merupakan Raja yang sangat bijaksana.
Sore itu Pak Damar dan 5 Prajurit berangkat menuju rumah Kiyai Hasyim Al - Fatih. Setelah sampai di hutan mulai merasa ada hal - hal mistis disekitar mereka bukan cuma hal - hal mistis akan tetapi terdengar juga suara - suara hewan buas, seperti suara lolongan anjing malam, suara auman harimau, tetapi mereka tidak merasa takut karena persiapan keamanannya yang cukup, mereka kemalaman di hutan akan tetapi mereka terus berjalan.
tiba - tiba ditengah hutan mereka menemui seseorang lelaki setengah tua yang tidak jelas asal usulnya, mereka mengira bahwa orang tersebut salah satu warga desa nanggela dan mereka pikir lokasi tersebut sudah dekat dengan permukiman warga desa nanggela. salah satu Prajurit bertanya " Pak kalau rumah Kiyai Hasyim Al - Fatih di mana "
Lelaki itu menjawab " Oh kalian ini mau menemui Kiyai itu, kebetulan saya juga mau menemui kiyai tersebut "
Salah satu Prajurit menawarkan bantuan " kalau begitu ayo bareng saja dengan kami mengendarai kuda "
Lelaki tersebut menjawab " iya terima kasih, saya lebih suka berjalan kaki saja "
__ADS_1
Salah satu Prajurit meminta rute " kalau Bapak tidak mau bareng kita tidak apa - apa, kami minta rute nya saja "
Lelaki itu memberi rute yang salah " dari sini lurus, nanti setelah itu ada belokan, kemudian belok kanan, lurus lagi kemudian belok ke kiri, nanti di situ sudah sampai "
setelah itu mereka mengucapkan terima kasih kepada lelaki tersebut, ternyata rute yang mereka terima itu salah dan membuat mereka tersesat di hutan.
Kemudian mereka berenam berpamitan kepada lelaki tersebut, dan berjalan mengikuti arahan dari lelaki tersebut.
Setelah mereka mengikuti arahan dari lelaki tersebut bukannya menemui rumah Kiyai sakti, akan tetapi mereka semakin tersesat di tengah - tengah hutan.
Mereka sudah mengelilingi hutan yang luas tersebut, akan tetapi rumah kiyai sakti tersebut tidak kunjung ketemu, mereka semakin tersesat di hutan.
Kemudian mereka menyadari bahwa lelaki tersebut bukanlah manusia melainkan jin penghuni hutan
Secara tiba - tiba Pak Damar terasa ada yang membisiki telinganya bahwa menuju rumah Kiyai sakti tersebut berjalan ke arah barat. nanti setelah itu akan terlihat permukiman warga desa nanggela.
Pak Damar memberi petunjuk jalan, kemudian Prajurit mengikuti arahan Pak Damar berjalan ke arah barat, setelah jauh menuju arah barat.
dari kejauhan mereka melihat lampu - lampu petromak warga desa nanggela karena didesa tersebut belum ada listrik, disitulah mereka merasa lega langsung berjalan menuju desa tersebut.
Salah satu Prajurit bertanya kepada Pak Damar, kenapa tiba - tiba punya firasat ingin berjalan ke arah barat dan ternyata itu jalan yang benar. karena itulah para Prajurit merasa heran.
kemudian Pak Damar menceritakan kejadiannya, bahwa dia terasa ada yang membisiki dan memberi arah jalan ke arah barat.
Ternyata yg membisiki Pak Damar adalah raja jin penghuni hutan tersebut, jin tersebut merasa kasihan terhadap mereka yang tersesat pada akhirnya jin tersebut memberikan petunjuk jalan. memang pada dasarnya jin tersebut itu baik kepada setiap orang yang tersesat, yang penting orang - orang tidak mengusiknya.
__ADS_1