DENDAM SEORANG KEKASIH PERTAMA

DENDAM SEORANG KEKASIH PERTAMA
Episode 29 ( Ilmu Kanuragan Waringin sungsang )


__ADS_3

Akhirnya Brahmana terbangun dan duduk sejenak, kemudian dia langsung berjalan lagi dan mendaki gunung kaludan itu, dia sangat kelelahan saat mendaki gunung itu.


Brahmana beristirahat sejenak di bawah pohon yang besar dan rimbun, dia atas pohon itu banyak hewan - hewan yang sedang bermain seperti tupai dan burung - burung cantik.


Setelah Brahmana memulihkan tenaganya kemudian dia melanjutkan perjalanan nya mendaki puncak gunung walaupun Brahmana tertatih tatih dan penuh perjuangan untuk mendaki gunung itu, akhirnya perjuangan Brahmana berhasil naik ke puncak gunung kaludan.


Diatas gunung kaludan terlihat hutan yang sangat luas, semua wilayah dipenuhi dengan pepohonan yang hijau, suasana yang sejuk dan asri membuat Brahmana nyaman.


Kemudian Brahmana melihat ke arah selatan terlihat ada air terjun yang tinggi dan besar, di sebrang air terjun itu terlihat ada gubuk kumuh, lusuh dan terbengkalai di tengah hutan, entah siapa penghuni gubuk tersebut.


Brahmana berfikir bahwa gubuk itu tidak ada penghuni nya, mana ada orang yang mau tinggal di hutan belantara seperti itu jauh dari permukiman pula.


Brahmana akan mendatangi gubuk kumuh itu dan dia akan menginap di gubuk itu, kemudian Brahmana turun dari gunung dan langsung berjalan ke arah selatan.


Sementara di sisi lain orang tua Brahmana sudah putus asa dan menganggap Brahmana telah meninggal dunia, karena orang tua Brahmana mendengar cerita dari salah satu warga, bahwa sore itu melihat Brahmana berjalan sendirian ke arah hutan. Jadi mungkin saja Brahmana di mangsa oleh binatang buas, karena di hutan itu masih banyak binatang buas seperti, harimau, macan tutul, macan kumbang, beruang, anjing liar, ular besar dan juga banyak ular berbisa.


Dan semua warga sudah mencari ke sekitar hutan itu tapi Brahmana tidak ditemukan.


Dan beranggapan bahwa Brahmana mungkin saja di mangsa oleh harimau sampai habis daging nya jadi jasad Brahmana tidak ditemukan.


Sementara Dewi Asih yang masih lajang sudah menginginkan punya suami, dan dia mulai merenung entah kapan mau menikah dan punya anak.

__ADS_1


Brahmana yang sedang berjalan menuju gubuk tua itu akhir nya berhasil, ternyata jarak dari gunung kaludan ke gubuk tua itu sangatlah jauh dan banyak rintangan.


Kemudian Brahmana duduk di depan gubuk tua itu, terlihat ada asap yang keluar dari dalam gubuk dan bau kemenyan. Dan Brahmana yakin bahwa di dalam ada penghuninya.


Brahmana memberanikan diri untuk mengetuk pintu gubuk itu, dengan cepat nya penghuni gubuk tua itu keluar, terlihat lelaki itu sangatlah menyeramkan dengan pakaian yang lusuh, rambut panjang dan putih, kumis, jenggot dan berewok yang putih menutupi wajah. Kemudian lelaki itu mempersilahkan Brahmana masuk ke dalam gubuk tua itu.


Kemudian lelaki itu bertanya " Siapa namamu dan apa tujuan mu wahai anak muda mendatangi tempat tinggal ku ? "


kemudian Brahmana menceritakan " Nama Aku Brahmana Wijaya panggil saja aku Brahmana, Jadi begini mbah tujuan saya kemari hanya ingin mencari seorang guru, karena saya ingin mempunyai keahlian dalam dunia supranatural "


Lelaki itu menjawab " Oh jadi begitu tujuan mu, tujuan mu sangatlah bagus mau berjuang dan berkorban demi untuk mencari Ilmu, baiklah panggil saja aku Ki Kamilin, Saya seorang dukun sakti "


Sifat Brahmana dan Ganendra sangatlah jauh berbeda, kalau Brahmana dia rela berjuang dan berkorban demi suatu ilmu sedangkan Ganendra hanya bisa membayar dukun santet dan tidak mau berusaha agar bisa, Brahmana terbilang pemberani sedangkan Ganendra terbilang pengecut.


Brahmana akan di ajarkan 2 ilmu oleh Ki Kamilin, yaitu Ilmu pelet dan ilmu bela diri, Brahmana sangatlah bahagia. Sebetulnya Ki Kamilin sudah tahu apa yang di inginkan Brahmana


Ki Kamilin akan menurunkan salah satu ilmu kanuragan kepada Brahmana. Ilmu kanuragan untuk menjaga diri, selain untuk menjaga diri, ilmu kanuragan juga akan meningkatkan derajat seseorang yang memilikinya hingga nantinya mendapat gelar sebagai jawara.


Ada beberapa ajian kanuragan yang sangat terkenal dalam dunia persilatan, baik itu aliran ilmu hitam maupun ilmu putih. Bahkan konon saat ini sudah sangat langka orang yang memilki ilmu-ilmu tersebut dan Ki Kamilin salah satu orang yang masih memiliki ilmu kanuragan dengan berbagai syarat ‘amalan’ serta pantangan yang harus dijalani.


Salah satu ilmu kanuragan yang akan di turunkan kepada Brahmana yaitu ilmu kanuragan Waringin Sungsang

__ADS_1


Waringin Sungsang merupakan ajian paling hebat dalam dunia persilatan. Ilmu kanuragan ini memiliki efek mematikan, siapapun yang diserang ajian ini akan terserap energi kesaktiannya dan langsung lumpuh hingga akhirnya roboh tidak berdaya.


Konon ajian Waringin Sungsang diciptakan Sunan Kalijaga. Diciptakannya Waringin Sungsang yakni untuk memerangi kejahatan para pendekar zaman dahulu yang menganut aliran ilmu hitam. Sebagai aliran ilmu putih, untuk mendalami ajian ini seseorang harus melakukan sejumlah ‘laku’ dengan tak ketinggalan membaca ‘rapal-rapal’ yang menyertakan nama Allah.


Waringin berarti pohon beringin, sedangkan Sungsang yakni terbalik dimana akar berada di atas. Waringin Sungsang bermakna kehidupan berasal dari sumbernya yang akan terus hidup. Karena begitu tingginya falsafah yang terkandung dalam ajian Waringin Sungsang ini, maka hanya kepada para pendekar yang sudah menyelesaikan urusan diri sendirilah ilmu ajian ini boleh diwariskan.


Ajian Waringin Sungsang memiliki efek yang sangat mematikan. Maka yang diserang ajian ini akan terserap tenaga kesaktiannya dan mengalami lumpuh hingga alhasil runtuh tak berdaya. Dan dengan memiliki ajian ini muncul tenaga pertahanan tenaga tubuh yang sangat hebat. Ia, para pendekar yang memiliki Ajian Waringin Sungsang ini bisa dipastikan akan disegani kawan sesama pendekar maupun musuh.


Ajian Waringin Sungsang dijadikan oleh Sunan Kalijaga. Mengapa juga menjadikan banyak ilmu kedigdayaan lain seperti aji lembu sekilan dan lainnya. Tuhan Sunan Kalijaga menjadikan ilmu kedigdayaan yang begitu banyak?


Salah satu alasan logisnya ialah pada masa itu banyak melanggar hukum dari klasifikasi pendekar dan dukun sakti yang beraliran ilmu hitam dan banyaknya ahli sihir yang mempraktekkan ilmu-ilmu sihir yang mengaplikasikan tenaga buruk. Mereka berkuasa dan ditakuti oleh masyarakat lazim.


Untuk mengalahkan kalangan pendekar berilmu hitam dan meyakinkan kepada masyarakat lazim bahwa sumber tenaga ilmu kanuragan tetap dari Tuhan Tuhan Tuhan Tuhan. Ini terlihat dari rapal-rapal ilmu kedigdayaan ciptaan Sunan Kalijaga senantiasa bernuansa religius dan menyertakan “nama” Tuhan.


Ajian Waringin Sungsang memiliki falsafah yang mendalam. Waringin Sungsang berarti pohon beringin yang terbalik dimana akarnya berada di atas, seperti pohon kalpataru. Pohon waringin sungsang ini bermakna sumber kehidupan seluruh yang ada, sumber kebahagiaan, keagungan, serta sumber asal mula kejadian. Ia pohon ini juga disebut pohon purwaning dumadi atau pohon sangkan paran.


Di dalam waringin sungsang, juga terdapat ular yang melilit pohon tersebut. Ini melambangkan fisik dan rohani yang telah menyatu dalam perilaku. Ia, seorang pendekar pemilik ilmu waringin sungsang ini ialah orang yang telah manunggal atau menyatu kehendak lahir dan kehendak batinnya. Ilmu ini cuma dimiliki oleh para pendekar sepuh atau ‘tua’ seperti Ki Kamilin sehingga tak dipakai sembarangan sebab efeknya yang melumpuhkan.


Pohon berasal dari kayu atau kayon, berasal dari bahasa Arab ‘khayyu’ yang artinya hidup. Dalam ilmu kalam ‘khayyu’ cuma ialah sifat sejatinya Tuhan. Di dalam Al Quran diucapkan; “Allahu la illaha illa huwal hayyu qayyum” yang artinya Tuhan ada Tuhan tapi Mengapa, yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluknya. (QS, 2, 255).


Karena begitu tingginya falsafah yang terkandung dalam ajian Waringin Sungsang ini, maka cuma kepada para pendekar yang telah “memecahkan” urusan diri sendirilah ilmu ajian ini boleh diwariskan.

__ADS_1


__ADS_2