DENDAM SEORANG KEKASIH PERTAMA

DENDAM SEORANG KEKASIH PERTAMA
Episode 18 ( Penyesalan )


__ADS_3

Karena penasaran, akhirnya Adiyasa berkonsultasi kepada Ustad.


Siang itu Adiyasa berangkat kerumah Ustad untuk berkonsultasi dan menceritakan apa yang ia alami. Kemudian Ustad menjelaskan bahwa Adiyasa terkena pelet dan apa yang dilihat Adiyasa ternyata semua itu tidak benar, ternyata itu hanyalah imajinasi Adiyasa saja efek dari pelet tersebut. Disini baru terungkap bahwa Putri Ayu tidak bersalah.


Setelah mendengar penjelasan dari Ustad kini Adiyasa sangatlah menyesal tapi penyesalan itu tidak lah berguna karena semuanya itu sudah berakhir. Adiyasa sangat marah kepada Ganendra, pantas saja semenjak pernikahan Adiyasa dengan Putri Ayu gagal Ganendra tidak muncul ke rumah Adiyasa lagi.


Adiyasa sangat dendam kepada Ganendra, dan dia berjanji kepada dirinya sendiri bahwa dia tidak akan memaafkan Ganendra lagi, dia akan menghajar Ganendra sampai mampus, karena perbuatan Ganendra sungguh sangat di luar batas.


Adiyasa meminta bantuan kepada teman - temannya ( Rahagi, Osta dan Kuswan ) agar selalu memantau Ganendra. Sore itu Adiyasa ke rumah Putri Ayu untuk meminta maaf, tapi Ayah Putri Ayu sangat marah kepada Adiyasa dan tidak memberi maaf, justru Adiyasa langsung disuruh pergi oleh Ayah Putri Ayu dan dilarang untuk datang ke rumahnya lagi.


Kemudian Adiyasa menceritakan kepada Ayah Putri Ayu apa yang sudah terjadi pada dirinya, tapi Ayah Putri Ayu sudah tidak percaya lagi kepada Adiyasa, dia takut kalau Adiyasa membuat malu yang kedua kalinya.


Adiyasa memohon kepada Ayah Putri Ayu bahwa dia hanya ingin ketemu dengan Putri Ayu, dia hanya ingin meminta maaf setelah itu baru pergi dan tidak akan mendatangi rumah itu lagi. Akhirnya Ayah Putri Ayu memberikan kesempatan kepada Adiyasa untuk bertemu dengan Putri Ayu dengan syarat cukup sebentar saja. Adiyasa sangatlah senang dan memanfaatkan kesempatan yang terakhir itu dengan baik.


Ketika Adiyasa masuk kamar Putri Ayu, tiba - tiba Putri Ayu tidak menyangka dan heran, kok tiba - tiba Adiyasa muncul di kamarnya. Putri Ayu mengira bahwa itu hanyalah imajinasinya saja efek dari sakit. Tidak lama dari itu datanglah Ayahnya dan menjelaskan bahwa ini adalah nyata Adiyasa bukan imajinasi.


Putri Ayu sangat bahagia kedatangan Adiyasa, karena pada dasarnya Putri Ayu masih sangat cinta kepada Adiyasa, dan dia sudah lama berharap dan menunggu kedatangan Adiyasa.

__ADS_1


Kemudian Ayah Putri Ayu keluar, tiba - tiba Adiyasa menangis dan memohon maaf bahwa Putri Ayu tidaklah bersalah, Putri Ayu memaafkannya tapi Adiyasa menginginkan bercinta seperti dulu lagi. Sebenarnya Putri Ayu masih punya rasa cinta kepada Adiyasa tapi ketika mengingat kejadian gagal menikah putri Ayu masih merasa kecewa. Adiyasa meminta satu kali kesempatan lagi untuk memperbaiki hubungan yang dulu sempat terputus dan dia berjanji tidak akan membuat Putri Ayu kecewa lagi. Tapi Putri Ayu menyuruh Adiyasa agar banyak belajar lagi tentang arti kesetiaan dan menjaga perasaan perempuan. Lagi pula Ayah Putri Ayu sudah tidak percaya lagi kepada Adiyasa.


Kemudian datang Ayah Putri Ayu dan menyuruh Adiyasa pergi, tapi Adiyasa masih belum siap untuk pergi sebelum Putri Ayu memberi kesempatan yang ke dua kali. Akhirnya Adiyasa diseret oleh Ayah Putri Ayu dan mengusirnya keluar.


Adiyasa pulang dalam keadaan hati yang menyesal, dia mengingat kejadian waktu itu " Seandainya waktu itu aku tidak keluar bareng Ganendra pasti pernikahan aku dengan Putri Ayu berjalan dengan lancar dan Putri Ayu sudah resmi menjadi milik ku, tapi takdir berkata lain.


Seandainya dulu aku menuruti nasehat Putri Ayu agar aku menjauhi Ganendra pasti hal ini tidak akan terjadi "


Kini Adiyasa hanya bisa berandai - andai. Di sisi lain Ganendra banyak yang menerornya, Ganendra sangat kebingungan untuk mencari tempat persembunyian, karena keadaan saat ini sangat berbahaya untuk Ganendra dia sudah banyak di teror oleh orang - orang.


Ganendra hanya bisa bersembunyi di rumah Ki Sakar, tapi bilamana Ganendra berlama - lama sembunyi di rumah Ki Sakar maka rumah dan orang tuanya yang akan menjadi korban, Ganendra sekarang serba dilema kebingungan.


Mendengar cerita dari Sri Melda semuanya ikut bahagia. Cuma untuk saat ini Dewi Asih masih belum mendapatkan calon pasangan hidupnya.


Maghrib pun telah tiba, penyakit Putri Ayu kambuh sehingga dia menjerit jerit histeris karena merasakan sakit yang luar biasa. Kedua orang tuanya tidak kuasa melihat kondisi anaknya. Orang tuanya juga sudah tahu bahwa ini adalah perbuatan Ganendra.


Pak Damar ( Ayah Putri Ayu ) mengancam bahwa ketika dia bertemu dengan Ganendra dia akan akan membunuhnya, kini tidak ada kata ampunan, Pak Damar rela masuk penjara yang penting dia sudah menghabisi Ganendra.

__ADS_1


Selain mengancam Ganendra Pak Damar juga mengancam Pak Prakoso, jika sampai Putri Ayu meninggal maka dia akan membalas kepada Pak Prakoso, karena waktu itu dialah yang memisahkan dirinya dan Ganendra pada saat dia akan membacok Ganendra.


Pak Damar sangat dendam kepada Pak Prakoso, seandainya waktu itu tidak ada Pak Prakoso maka dia akan membunuh Ganendra sejak dulu dan sekarang Putri Ayu akan aman.


Nyawa Ganendra ibarat sudah dekat karena banyak sekali orang yang mengancam dan mau membunuhnya. Sahabat - Sahabat Utari kini semakin geram kepada Ganendra mereka mengancam akan membunuhnya karena Ganendra sudah ingkar janji.


Para sahabat Utari sedang merencanakan bahwa nanti malam akan membakar rumah Ganendra, Suasana semakin berbahaya. Para sahabat Utari menjalankan startegi nya masing - masing.


Malam itu pukul 00:30 Suasana di desa itu sangatlah sepi dan mencekam, salah satu diantara mereka menyiramkan bensin ke rumah Ganendra dan pembakaran rumah sudah terjadi.


Para sahabat Utari berlari dan sembunyi api sudah mulai membesar hingga membuat orang tua Ganendra terbangun,dilihat api sudah disekitar orang tua Ganendra.


api sudah membesar datanglah semua warga berusaha memadamkan api tersebut, api berhasil dipadamkan tapi orang tua Ganendra tidak berhasil diselamatkan. Kedua orang tua Ganendra meninggal dalam keadaan mengenaskan tubuhnya gosong terbakar api.


Semua warga menanyakan tentang keberadaan Ganendra sekarang ini, tapi tidak ada yang tahu, karena sejak 4 hari ini Ganendra tidak ada dirumah entah kemana dia pergi.


kedua orang tua Ganendra di evakuasi oleh warga dan besok akan di makam kan.

__ADS_1


kini Ganendra tidak punya apa - apa lagi. Rumah, Orang tua serta harta habis terbakar api. Akan tetapi Ganendra tidak tahu apa yang telah terjadi kepada rumah dan orang tuanya, dia mengira tidak akan terjadi hal - hal yang tidak di inginkan, dia berfikir bahwa semuanya akan baik - baik saja.


Ganendra sendiri sedang berbahagia dan tertawa bebas karena dia sangat senang Putri Ayu sakit.


__ADS_2