
Dengan melihat wujud pocong yang sangat mengerikan di depan komplotan sahabat - sahabat Utari, membuat mereka semua sangat ketakutan, mereka semua tidak bisa lari ke mana - mana sebab pocong Ganendra sedang berdiri di depan pintu.
Kemudian pocong Ganendra mengeluarkan suara yang sangat kencang " UAAAAKHHHHRR......! "
Suara itu sungguh sangat kencang laksana petir yang sedang menyambar, membuat mereka semua semakin ketakutan.
Dan tidak lama kemudian pocong Ganendra yang yang sangat dendam dan haus darah langsung menghabisi mereka semua, dengan mencabik - cabik leher dan badan mereka.
Pocong Ganendra sangat puas menikmati makan darah segar tapi diantara mereka ada yang berhasil kabur 5 orang, dan yang 10 orang meninggal dalam keadaan sadis dan mengenaskan. Dimalam itu terjadi tragedi gubuk berdarah.
Ke 5 orang yang berhasil kabur sangat mengalami ketakutan yang berlebihan hingga membuat mentalnya terpukul. Mereka berlima lari tanpa tujuan arah dan terpencar, mereka tidak memikirkan apa - apa yang penting mereka berhasil kabur.
Hari sudah menjelang subuh, pocong Ganendra sudah pergi dari gubuk itu. Gubuk itu sangat tersembunyi di tengah - tengah hutan jadi kemungkinan kecil ada warga yang tahu.
Kelima orang itu berhasil masuk ke desa damai, warga melihat mereka berlima sangat ketakutan hingga membuat warga bertanya - tanya.
Ada satu orang warga yang bertanya " Apa yang telah terjadi pada kalian semua, sehingga kalian sangat ketakutan ? "
Kemudian mereka menceritakan kejadiannya " jadi begini, semalam saat kami menginap di gubuk. Kemudian ada salah seorang dari kami yang keluar tengah malam tiba - tiba dia melihat hantu pocong, tidak lama dari itu pocong yang teman kami lihat tadi mengetuk pintu dan teman salah satu kami lagi membukanya, terlihat pocong yang sangat menyeramkan.
Tiba - tiba pocong itu menyerang kami semua untung saja kami berlima berhasil kabur dan kebanyakan teman kami yang menjadi korban "
__ADS_1
Mendengar penjelasan itu membuat warga sangat merinding. Kemudian mereka berlima di hadapkan kepada Raja Kencana, dan mereka semua menceritakan secara detail kepada Raja Kencana.
Raja Kencana meminta kepada warga untuk mengevakuasi korban keganasan pocong Ganendra.
Siang itu ada banyak warga yang bersedia mengevakuasi Jenazah. Warga meminta kepada mereka berlima untuk ikut dan menunjukan jalan, tapi mereka berlima menolaknya karena mereka sangat trauma dan ketakutan jadi mereka tidak mau mendatangai tempat itu lagi.
Warga faham dengan perasaan mereka berlima tapi warga tetap mencari gubuk itu, setelah sampai di tengah hutan semua warga masih kebingungan untung saja ada salah seorang warga yang membawa anjing jadi sangat membantu warga untuk mencari gubuk itu.
Kemudian anjing langsung melacak dan warga mengikuti anjing itu dari belakang, tidak jauh dari itu akhirnya gubuk itu berhasil ditemukan. Dari depan gubuk sudah tercium bau darah dan amis yang sangat tajam, warga langsung membuka pintu gubuk itu terlihat mayat - mayat yang sedang bergelimpangan dengan bersimbah darah.
Warga langsung mengevakuasi ke 10 Jenazah itu, tapi anehnya anjing pelacak itu tampak sangat ketakutan dan terus menggonggong, ternyata anjing itu sedang melihat pocong Ganendra di atas pohon yang besar didekat gubuk itu. Pocong Ganendra tidak menampakan wujudnya di depan warga.
Setelah selesai mengevakuasi jenazah dan jenazah - jenazah itu di bawa oleh warga ke desa damai untuk di makamkan, tapi anjing pelacak itu masih menggonggong dan ketakutan
Setelah sampai di desa damai, semua warga langsung menyaksikan mayat - mayat yang sangat mengerikan, kelima orang yang berhasil kabur itu menjadi saksi dan memberi penjelasan kesemua warga.
Mendengar penjelasan itu semua warga merasa ketakutan jika pocong itu datang ke desa damai, pasti desa damai akan kacau. Ternyata secara tak kasat mata sosok pocong Ganendra sedang hadir di tempat itu. Pocong Ganendra melihat kelima orang itu dan akan mengikutinya kemanapun mereka pergi.
Kini mereka berlima sedang dalam pantauan pocong Ganendra dan malam ini mereka berlima akan di bunuh oleh pocong Ganendra.
Semua warga desa damai mengadakan kerja bakti secara dadakan yaitu untuk pemakaman jenazah korban pocong Ganendra. Waktu pemakaman masal selesai pada malam hari.
__ADS_1
Insting Raja Kencana sangatlah tajam, dia sangat merasa tidak nyaman dan merasa ada sesuatu yang sebentar lagi akan membuat desa damai menjadi kacau.
Di malam itu kelima orang komplotan pembunuh yang berhasil kabur, kini mereka tidur di pos ronda dengan di temani 3 hansip tapi ketiga hansip itu sedang keliling desa untuk memantau situasi agar selalu tetap aman dari maling, ditengah malam yang sangat sunyi dan sepi itu secara tiba - tiba tercium bau yang sangat busuk dan menyengat.
Dengan bau busuk itu membuat mereka berlima terbangun, ternyata pocong Ganendra sedang hadir di sekitar mereka dan mulai menunjukan wujudnya.
Salah seorang menoleh ke arah belakang pos ronda terlihat dari kejauhan ada sosok putih kotor yang sedang berdiri tegak dengan mata merah dan wajah yang sangat mengerikan, itu adalah pocong Ganendra yang siap menyerang mereka.
Dengan begitu cepatnya pocong Ganendra ada di pos ronda hingga membuat mereka berlima menjerit histeris, mereka semua langsung di habisi oleh pocong Ganendra dalam waktu yang sebentar. kejadian itu disaksikan oleh salah satu hansip yang mengintip dari kejauhan. Melihat wujud pocong Ganendra yang sangat menyeramkan membuat hansip itu ketakutan dan segera pulang.
Setelah dendam nya terlaksana dan sudah puas meminum darah segar, pocong Ganendra langsung terbang sambil meraum " HAAGGRRRRRR.....! " Suara rauman itu sangatlah kencang, kemudian kedua hansip menyaksikan langsung wujud pocong Ganendra yang sangat menyeramkan sedang terbang. Kedua hansip itu sangat ketakutan dan pinsan.
Karena pocong Ganendra sudah terbiasa minum darah maka dari itu selama pocong Ganendra belum musnah maka akan terus menerus memakan korban, dan nyawa warga desa damai mulai terancam.
Malam pun telah berakhir waktu menjelang subuh, warga desa damai sedang persiapan untuk sembahyang sholat subuh berjama'ah. 4 orang warga sedang berjalan menuju ke surau ( mesjid ) dan melewati pos ronda itu, alangkah kagetnya keempat warga itu saat melihat kondisi pos ronda yang dipenuhi mayat dan darah yang sangat berceceran.
Keempat warga itu sudah meyakini bahwa pocong Ganendra sudah masuk ke desa damai, hal itu sangatlah berbahaya untuk keselamatan warga.
Salah seorang warga langsung memukul kentongan sebanyak 3× itu menandakan adanya kematian. Setelah kentongan itu di pukul ada beberapa warga yang mendatangai pos ronda itu dan langsung mengevakuasi mayat - mayat itu.
Setelah selesai Sholat subuh, warga langsung melaporkan kepada Raja Kencana dan warga meminta kepada Raja Kencana untuk menanggulangi masalah ini, Raja Kencana pun masih bingung untuk menanggulangi kasus ini, Raja Kencana hanya bisa menyarankan seperti ini " Yaudah untuk saat ini saya meminta agar warga memakamkan jenazah - jenazah itu, untuk kasus ini biar saya fikirkan untuk mencari jalan keluarnya "
__ADS_1
Warga pun menuruti perintah Raja Kencana ( Langsung memakamkan jenazah - jenazah itu )