
Putri Ayu sangatlah terganggu dengan kedatangan Ganendra, Putri Ayu merasa dunia ini sempit sebab setiap kali dia pergi keluar pasti ada Ganendra.
Putri Ayu merasa diteror oleh Ganendra. Untuk mengobati hatinya dia menganggap Ganendra tidak ada, dan jika Ganendra memanggilnya maka akan diabaikan saja.
Disisi lain Utari terus mengejar - ngejar Adiyasa sambil merengek - rengek, dia tidak mau diputusin oleh Adiyasa. Tapi Adiyasa tetap memutuskan Utari sebab pada dasarnya Adiyasa tidak cinta kepada Utari.
Hukum Karma berlaku karena Utari telah mendukung Ganendra untuk membatalkan pernikahan Putri Ayu. Kini Utari merasakan hal yang sama seperti Putri Ayu, sakit hati yang dirasakan oleh Utari belum seberapa dibandingkan dengan Putri Ayu.
Adiyasa sangat bingung mencari pasangan yang cocok untuknya, ada Putri Ayu yang cocok untuknya tapi ujung - ujungnya selingkuh, sampai saat ini Adiyasa belum menyadari bahwa Putri Ayu tidak bersalah, Putri Ayu memanglah wanita yang baik.
Suatu ketika Putri Ayu sedang mencari kayu bakar disekitar kebun nya. Ternyata Ganendra mengintai Putri Ayu sejak dari subuh dia menunggu Putri Ayu keluar, setelah Putri Ayu keluar dia akan mengikuti nya, kemanapun Putri Ayu pergi nya.
Ketika Putri Ayu sedang asyik mencari kayu bakar, sontak saja dia kaget tiba - tiba ada Ganendra disampingnya. Putri Ayu berkata " Bang..saya mohon sama abang jangan gangguin saya lagi, cinta kita cukup sudah berakhir, abang lebih baik cari wanita lain saja, banyak kok didunia ini wanita yang cantik dan baik "
Ganendra menjawab " Emang sih wanita didunia ini banyak tapi cinta abang cuma untukmu, abang sangat cinta sama kamu "
__ADS_1
Suasana pun semakin memanas, Putri Ayu tidak mau diganggu sedangkan Ganendra masih terus merayu dan menggodanya. Habislah kesabaran Putri Ayu hingga dia menampar Ganendra kemudian kabur. Ganendra mengejarnya sambil jengkel, karena dalam seumur hidupnya baru pertama kali ada seorang wanita yang berani menamparnya.
Putri Ayu sangat jengkel kepada Ganendra sehingga dia punya keinginan pindah dari kampung halaman nya sendiri. Disi lain Ganendra sedang merencanakan strategi jahatnya, dia akan memberi kesempatan kepada Putri Ayu.
Dia akan mengungkapkan perasaannya untuk yang terakhir kali nya, jika Putri Ayu masih menolak nya dan tidak memberikan rasa cinta kepadanya, maka Putri Ayu akan dibunuh olehnya secara pelan - pelan agar Putri Ayu merasakan penderitaan sakitnya, itu sebagai pembalasan Ganendra untuk menebus rasa kecewanya. Dia berfikir bahwa Putri Ayu hidup didunia ini percuma jika tidak hidup bersamanya, karena itu akan membuat hati Ganendra semakin sakit dan cemburu jika melihat Putri Ayu bersama dengan Pria lain. Itulah alasan dia punya keinginan akan membunuh Putri Ayu.
Keesokan harinya Dewi Asih, Putri Ayu dan Sri Melda pergi berwisata ke wisata alam, tapi bukan tempat wisata yang dulu berwisata bareng Adiyasa, karena jika ketempat dulu itu akan menyayat hati Putri Ayu kembali, karena Putri Ayu pasti mengingat masa - masa bahagianya bersama Adiyasa dan itu akan membuat Putri Ayu bersedih kembali.
Seharian Ganendra menunggu Putri Ayu, akan tetapi Putri Ayu nya tak kunjung ada ternyata dia sedang asyik bermain ditempat wisata alam.
Pada akhirnya Ganendra lelah sendiri dan pulang. Disisi lain Utari sedang melamun memikirkan nasib cintanya bersama Adiyasa, tapi untuk mendapatkan cinta dari Adiyasa kembali itu merupakan hal yang tidak mungkin, karena Adiyasa sudah memutuskan bahwa dirinya tidak akan kembali menemui Utari, dan bilang bahwa ini adalah pertemuan yang terakhir kalinya. Utari laksana burung punggu merindukan sang bulan.
Ganendra semakin hari semakin kaya orang gila, karena dia sangat tergila - gila oleh Putri Ayu. Suatu ketika Putri Ayu sedang menyapu di belakang rumahnya, tiba - tiba saja Ganendra datang menghampiri dan dia langsung mengungkapkan perasaannya untuk yang terakhir kali nya, kemudian Putri Ayu langsung menolaknya " Bang..sudah saya bilang beberapa kali, bahwa abang sudah tidak berhak mendapatkan cintaku lagi, karena kelakuan abang yang terlalu menyakiti hatiku, walaupun abang sudah minta maaf tapi tidak semudah itu saya maafkan. ingat hati ini bagaikan kertas bilamana sudah terlipat maka tidak bisa rapih seperti semula lagi, begitu juga dengan hati, bilamana sudah terluka tidak akan kembali seperti semula, pasti rasa sakit hati tersebut masih membekas "
Ganendra menjawab dengan ketus " Yaudah kalau kamu menolak cintaku, aku tidak akan mengganggu hidupmu lagi, ini adalah ungkapan terakhir dariku dan aku berjanji tidak akan mengganggu kamu lagi..selamat jalan "
__ADS_1
Mendengar hal itu, Putri Ayu sangatlah senang bahwa tidak ada yang mengganggunya lagi, dia tanpa berfikir panjang dan rasa khawatir jika suatu saat Ganendra akan melakukan sesuatu pada dirinya.
Benar saja rencana Ganendra akan menyantet Putri Ayu, karena dia sudah berjanji kepada dirinya sendiri, jika cintanya di tolak oleh Putri Ayu, maka dia akan membunuhnya. Dia besok berencana mau mendatangi rumah Ki Sakar.
Disisi lain, kini kondisi Utari semakin memburuk, dia selalu memikirkan Adiyasa dan berharap Adiyasa bisa melanjutkan hubungannya kembali, Utari sangat cinta mati kepada Adiyasa. Karena dia selalu melamun kini kondisi Utari menjadi gila. Dia selalu berbicara sendirian dan ketawa sendirian seolah - olah dia sedang berpacaran dengan Adiyasa, setiap ada lelaki lewat didepannya pasti dia memanggil - manggil lelaki tersebut dengan sebutan Adiyasa. Itu adalah hukum karma untuknya.
Keesokan harinya Ganendra langsung mendatangi Ki Sakar dan berkonsultasi " Ki tolongin saya..
Saya sekarang sangat lelah, kecewa dan sakit hati, perjuangan saya cukup sampai disini untuk mendapatkan Putri Ayu, dia benar - benar tidak suka padaku dan selalu saja membuat saya kecewa, tolong Ki jalan satu - satunya saya harus menyantet dia agar dia bisa menebus rasa lelah, kecewa dan sakit hati ku ini "
Ki sakar menjawab " Saya siap membantu mu, yang penting kamu harus membayar saya 15 juta saja. nanti kamu bisa memilih mau yang langsung mati atau di buat sakit saja "
Ganendra menjawab " Saya siap Ki membayar sebesar 15 juta, dan Putri Ayu dibuat sakit saja yang lama, biar dia tersiksa, setelah lama dia sakit baru deh dibunuh. Jadi Putri Ayu dibunuh secara pelan - pelan saja "
Ki sakar menjawab " baiklah kalau begitu saya akan memakai santet jenis tusuk konde. Santet jenis ini akan berbahaya bagi korban karena biasanya orang yang terkena santet ini akan mengalami berbagai penyakit aneh yang tak masuk akal. Jadi santet jenis ini harus memakai tumbal, tapi bukan tumbal manusia cukup dengan kerbau hitam atau ayam cemani juga bisa "
__ADS_1
Ganendra menyanggupi nya " Baiklah Ki, besok pagi saya akan membawa ayam cemani nya"
setelah selesai berkonsultasi pada akhirnya Ganendra meminta agar Ritual santetnya di mulai besok malam saja, Ki Sakar pun setuju.