
Tidak menunggu waktu lama, Kiyai sakti dan Pak Damar segera berangkat karena mengejar waktu. karena itu beresiko terhadap nyawa Putri Ayu, jika datangnya setelah maghrib maka kemungkinan besar Putri Ayu akan meninggal dunia.
Untung saja mereka datang tepat waktu, yaitu setelah ashar. Pengobatan langsung dilakukan, santet yang ada di dalam tubuh Putri Ayu sudah mengakar. Kemudian Kiyai sakti berusaha mengeluarkan santet yang bersemayam di tubuh Putri Ayu.
Kemudian Putri Ayu muntah darah dan mengeluarkan beberapa jenis benda seperti paku, jarum, silet dan pasir. hingga akhirnya santet tusuk konde berhasil di musnahkan. Tinggal 1 santet lagi yang masih membandel yaitu banaspati.
Banaspati merupakan santet tingkat tinggi dan sangat sulit untuk dikalahkan, jika orang tersebut tidak berhasil mengalahkan banaspati maka itu akan nyawa yang menjadi taruhannya.
Saat menjelang maghrib munculah sosok bola api yang akan menerjang Kiyai sakti, orang tua Putri Ayu disarankan untuk segera keluar rumah karena itu sangatlah berbahaya, kecuali Putri Ayu yang sedang diobati.
Pertarungan sengit antara Kiyai sakti melawan banaspati sangat menegangkan. Banaspati itu terus menerjang Kiyai sakti, akan tetapi Kiyai sakti tersebut selalu menghindar.
Kemudian Kiyai sakti mengeluarkan ajian - ajiannya dan pertarungan ghaib pun terjadi. Banaspati berhasil membakar rumah Putri Ayu, akan tetapi selalu dipadamkan oleh kekuatan Kiyai sakti.
Api yang membakar rumah Putri Ayu tidak bisa dipadamkan oleh air tapi harus dengan Ilmu Kiyai, karena api tersebut berasal dari roh jahat jadi tidak bisa dipadamkan oleh air.
Akhirnya Kiyai sakti berhasil menaklukan banaspati, dan Putri Ayu berhasil diselamatkan. Setelah pertarungan selesai kemudian seluruh keluarga Putri Ayu dan sekitar rumahnya di beri pagar ghaib agar santet tidak bisa masuk.
Melihat Putri Ayu normal kembali membuat hati kedua orang tuanya terharu dan menangis sambil memeluk Putri Ayu.
Di satu sisi, Ganendra sangatlah marah dan kecewa bahwa Putri Ayu berhasil disembuhkan. Hingga akhirnya Ganendra memutuskan untuk pulang saja, dia merasa kecewa kepada Ki Sakar sebab dia udah bayar mahal - mahal tapi tidak ada hasilnya.
__ADS_1
Setelah sampai di kampung, Ganendra melihat rumahnya yang dulu gedung mewah kini sudah menjadi arang. Kemudian dia bertanya kepada tetangganya " Apa yang telah terjadi dengan semua ini "
kemudian tetangganya menjawab " 4 malam yang lalu rumah mu kebakaran dan entah perbuatan siapa yang membakar rumah mu, tragedi itu terjadi sekitar pukul 01:30 dan menewaskan kedua orang tua mu "
Mendengar tragedi itu Ganendra menangis dan menyesal, kini dia telah sadar diri bahwa ini semua adalah karma atas perbuatan nya.
Dia berjanji akan bertaubat dan tidak akan mengulangi kesalahannya lagi.
Tapi diluar sana banyak yang meneror Ganendra, perasaan Ganendra saat ini antara menyesal, sedih dan takut. dan dia juga bingung mau tinggal di mana, karena dia sekarang sudah tidak punya tempat tinggal lagi.
Ganendra mulai menjalani hidup susah, tidak punya tempat tinggal, uang tinggal sedikit tidak cukup untuk bekal sebulan dan pakaian cuma yang di pakai saja.
Kini Ganendra hidup di jalanan. ada salah satu teman Utari yang melihat keberadaan Ganendra saat ini, kemudian dia bercerita kepada teman yang lainnya.
Tanpa sepengetahuan Ganendra ternyata dia sedang di ikuti oleh para sahabat Utari, mereka akan memukuli Ganendra saat tengah malam, karena saat tengah malam tidak ada yang bisa menolongnya.
Disisi lain keluarga Putri Ayu menyelenggarakan acara syukuran atas kesehatan Putri Ayu. Dan Pak Damar sudah berdamai dengan Pak Prakoso.
Raja kencana ikut menyumbang 2 kerbau untuk acara Syukuran Putri Ayu. Selain terbebas dari penyakit, Putri Ayu juga terbebas dari gangguan Ganendra.
Adiyasa mendengar bahwa Putri Ayu sehat kembali dan dia datang ke acar syukuran Putri Ayu, akan tetapi dia di usir oleh Pak Damar karena Pak Damar masih menyimpan rasa dendam terhadap Adiyasa. Karena Adiyasa telah membuat malu keluarga dan Pak Damar masih belum bisa memaafkannya.
__ADS_1
Malam telah tiba membuat Ganendra lelah dan ngantuk, dia persiapan untuk istirahat dan tidur Dengan sepotong kardus Berbaring di lantai dingin Di emper pertokoan Di lorong remang-remang.
Semilir angin dingin Tanpa selimut kain Di bawah rintik hujan dan matanya mulai terpejam, tiba - tiba datang segerombolan orang yang menghampiri Ganendra. Kemudian segerombolan orang tersebut langsung memukuli Ganendra. Ganendra meminta ampun tapi mereka terus saja memukuli Ganendra, karena mereka sudah muka dengan janji - janji Ganendra yang selalu di ingkari, hingga akhirnya Ganendra meninggal dunia. ternyata yang memukuli Ganendra adalah sahabat - sahabat Utari dan mereka pun berhasil kabur.
Keesokan paginya ketika pemilik toko hendak membuka toko nya, sontak saja dia kaget karena melihat jenazah di depan tokonya. Terlihat banyak luka pukulan.
Berita tersebut langsung tersebar sampai ke pelosok desa, kemudian pihak kerajaan langsung mengevakuasi jenazah tersebut, ternyata itu adalah Jenazah Ganendra.
Setelah mendengar berita itu Pak Damar langsung senang karena dendamnya sudah terwakil kan. Ganendra meninggal dalam keadaan mengenaskan
Ki Sakar terkejut saat mendengar Ganendra meninggal dalam keadaan mengenaskan. Kemudian Ki Sakar tidak terima dengan kejadian seperti ini karena bagaimana pun keadaan Ganendra sudah dia anggap sebagai keluarga. Ki Sakar akan memanggil banaspati kembali untuk meneror orang yang telah memukuli Ganendra.
Kemudian Kiyai sakti punya firasat bahwa di desa damai akan terjadinya kekacauan, dan ulah dari kekacauan itu berasal dari Dukun santet. Kiyai Sakti tahu bahwa segerombolan orang yang telah menganiaya Ganendra sampai meninggal bersembunyi di dekat permukiman desa damai.
Dan Ki Sakar juga berencana akan membangkitkan mayat Ganendra agar bisa balas dendam kepada orang yang telah membunuh nya dan meneror warga desa damai.
Pagi itu Mentari mulai terbit, pagi yang cerah ketika mentari memunculkan sinarnya dari timur, pohon dan dedaunan hijau yang masih basah oleh embun. Tampak riang sekelompok burung - burung yang beterbangan dan berkicau di dahan ranting pohon. Pohon yang begitu Indah dan sejuk untuk dipandang pada cuaca pagi hari yang sejuk. Putri Ayu sedang melakukan aktivitasnya yaitu menyiram tanaman. Dia berencana setelah selesai menyiram tanaman, dia akan pergi kerumah Sri Melda dan mengajaknya bermain bersama Dewi Asih.
Putri Ayu sangat bahagia dengan kembalinya ke kehidupan dia yang dulu setelah melewati berbagai macam rintangan, dan Putri Ayu tinggal menunggu masa - masa kebahagiaannya.
Kemudian Putri Ayu ke rumah Sri melda, terlihat Sri melda sangat ceria dan bahagia, ternyata besok Jaka wangan akan pulang dan melamar Sri Melda.
__ADS_1
Kemudian Putri Ayu mengajak Sri Melda bermain tapi Sri Melda nya sedang sibuk membersihkan rumah, karena besok akan datang banyak tamu, pada akhirnya Putri Ayu membantu Sri Melda beres - beres rumah.
Sri Melda sudah tidak sabar lagi menunggu kedatangan jaka wangan besok, setelah bertahun - tahun berpisah kini saat nya berjumpa kembali untuk melepas rindu.