
Ganendra memanglah tipe cowok yang nekat, demi mengejar cinta dia tidak akan malu walaupun dia sudah bermasalah dengan Putri Ayu dan keluarganya. Rasa cinta ganendra sangatlah menggebu - gebu
Suatu ketika Putri Ayu sedang menyiram tanaman dikebun nya yang tidak terlalu jauh dari rumahnya, tiba - tiba Ganendra datang menghampiri Putri Ayu, dia belum berani mendatangi rumahnya, ganendra hanya bisa memantau rumah Putri Ayu dari kejauhan, kemudian melihat Putri Ayu keluar, dia langsung mengikuti dari belakang tanpa sepengetahuan Putri Ayu.
Setelah dia mendekati Putri Ayu kemudian Putri Ayu nya langsung lari lalu Ganendra mengejarnya.
Ganendra berhasil menyusul Putri Ayu pada akhirnya Putri Ayu berbicara " Tolong dong bang jangan gangguin saya terus, saya sudah kecewa dan kesal sama abang, jadi hubungan kita cukup sampai disini saja, sungguh kau sangat tega memelet aku sehingga aku menjadi seperti orang gila "
Setelah mendengar Putri Ayu berbicara seperti itu, Ganendra langsung meminta maaf dan menyesali perbuatannya, dia berjanji tidak akan mengulanginya lagi dan dia akan menjadi sosok lelaki yang baik.
Akan tetapi Putri Ayu sudah tidak percaya lagi dengan janjinya Ganendra sebab dia tahu bahwa Ganendra hanyalah sebatas modus, tapi kenyataannya kali ini Ganendra sungguh mencintai Putri Ayu dengan setulus hati.
Kemudian Putri Ayu mau pulang dan meninggalkan Ganendra, lalu ganendra memegang erat - erat tangan Putri Ayu seolah - olah dia tidak mau di tinggalkan.
Dengan prilaku Ganendra seperti itu, Putri Ayu merasa risi dan tidak nyaman hingga akhirnya Putri Ayu berteriak. Untung saja ada Dewi Asih dan Sri Melda yang mau main ke rumah Putri Ayu.
mendengar Putri Ayu menjerit Dewi Asih dan Sri Melda datang menemui Putri Ayu, dilihat Putri Ayu tangannya sedang di pegang oleh Ganendra, kemudian Dewi Asih menolongnya " Wahai Ganendra lepaskanlah Putri Ayu, jika tidak akan aku laporkan kamu ke Ayahku, karena perbuatan mu itu telah melanggar pasal ketentraman desa, dan kamu akan dimasukan ke penjara selama 8 bulan "
Mendengar ucapan Dewi Asih akhirnya Ganendra melepaskan Putri Ayu dan Ganendra pun pergi.
Putri Ayu sangat berterima kasih kepada Dewi Asih yang telah menolongnya.
__ADS_1
Kemudian mereka bertiga bermain di rumah Putri Ayu,
Senja pun telah tiba, Sri Melda dijemput Oleh Jaka Wangan. Sri Melda pandai membagi waktu, untuk keluarga, sahabat dan pasangan.
Melihat Sri Melda pulang pada akhirnya Dewi Asih pun pulang di karenakan waktu sudah sore.
Putri Ayu sedang Asyik memasak Sayur, sambal dan menggoreng ikan, untuk makan orang tua nya setelah pulang dari kebun.
Setelah Putri Ayu selesai memasak kemudian istirahat datanglah orangtuanya dari kebun dan menikmati hidangan yang telah tersedia di meja makan.
Sementara disisi lain Ganendra sangat ingin bertemu dengan Putri Ayu, karena rasa rindunya yang tidak tertahan, pada akhirnya dia memberanikan diri datang kerumah Putri Ayu.
Setelah sampai didepan rumah Putri Ayu, dia langsung mengetuk - ngetuk pintu rumah dan memanggil - manggil Putri Ayu. Dia sangat berisik dan mengganggu penghuni rumah, pada akhirnya keluar lah Pak Damar dia melihat Ganendra didepannya langsung, Dengan cepatnya Pak Damar masuk kedalam rumah dan mengambil golok yang sangat panjang dan tajam. Ganendra panik melihat Pak Damar membawa golok lalu Ganendra lari, Pak Damar mengejarnya sambil berkata " Ganendra.....! Sini lu....! gue bacok lu....!
Ganendra hanya bisa mengucap " Ampun Pak, Maaf Pak "
Ganendra terpeleset dan jatuh pada akhirnya dia tertangkap oleh Pak Damar ketika Ganendra hendak di bacok datanglah Pak Prakoso ( Tetangga ) mengamankan mereka berdua agar tidak terjadi pertumpahan darah dan pembunuhan, saking sakit hatinya Pak Damar benar - benar tidak ada ampun untuk Ganendra, Pak Damar Benar - benar mau membunuh Ganendra.
Dirasa situasi semakin kacau pada akhirnya warga yang lain ikut mengamankan mereka berdua, akhirnya mereka berdua berhasil diamankan dan situasi aman. Kemudian Pak Prakoso mewawancarai mereka berdua sambil di saksikan oleh warga lain, hingga akhirnya Pak Prakoso mengambil keputusan bahwa Ganendra mau dibawa ke Raja Kencana biar dari pihak Raja yang mengadilinya karena Ganendra sudah melanggar pasal ketentraman warga dan membuat kegaduhan. Pak Prakoso walaupun statusnya hanya sebagai masyarakat biasa tapi beliau memiliki sipat yang bijaksana dan menyukai keadilan.
Awalnya Ganendra menolaknya tapi warga sepakat bahwa Ganendra harus dibawa ke istana dan menghadap Raja. Warga memberikan 2 pilihan kepada Ganendra, "apakah memilih di bacok dan dibunuh oleh Pak Damar atau memilih menghadap Raja Kencana "
__ADS_1
Pada Akhirnya Ganendra dibawa ke istana dan menghadap Raja.
Setelah sampai di istana dan menghadap Raja.
Raja Kencana meminta menceritakan kronologinya, kemudian Pak Damar dan Pak Prakoso menjelaskan kronologinya.
Pada akhirnya Ganendra dinyatakan telah melanggar pasal ketentraman desa dengan kasus membuat keributan dan kegaduhan, maka akan dijatuhkan hukuman penjara selama 8 bulan.
Pak Damar masih menyimpan rasa dendam kepada Ganendra bahkan hukuman yang Raja jatuhkan itu masih kurang, kemudian Pak Prakoso menasehati Pak Damar dan menenangkannya " Sabar Pak Damar, jangan menyimpan rasa dendam yang penting Ganendra nya sudah di beri hukuman oleh Raja, yang penting kelak dia kapok dan tidak mengulangi kesalahannya lagi "
Putri Ayu sangat senang mendengar bahwa Ganendra dipenjara selama 8 bulan, Putri Ayu merasa aman tidak ada lagi orang yang mengganggu ketenangan dan kebahagiaannya.
Disisi lain Ganendra sedang sakit hati di dalam penjara, dia berniat " jika sudah waktunya bebas dia akan terus mengejar Putri Ayu dan jika Putri Ayu masih menolak maka aku akan membunuhnya, tapi apabila Putri Ayu sudah memiliki pasangan maka akan aku pisahkan dengan pasangannya dan Putri Ayu akan menjadi milik ku, tapi apabila Putri Ayu masih menolak ku, maka akan ku bunuh "
Sungguh sangat buruk sekali hati Ganendra, dipenjara bukannya taubat dan tidak mengulang kesalahannya lagi, tapi malah sebaliknya hati dan niatnya semakin buruk.
Beberapa hari yang lalu dipenjara, Ganendra sangat merindukan Putri Ayu.
1 hari tidak ketemu Putri Ayu rindunya sama seperti tidak ketemu selama 2 tahun, apalagi ini berhari - hari tidak melihat Putri Ayu. di dalam penjara Ganendra terus melamun dan memikirkan Putri Ayu, dia khawatir dan takut kalau Putri Ayu sudah memiliki pasangan yang gagah, baik dan setia.
Rasa khawatir dan takut tersebut terobati dengan sendirinya karena jika dia sudah keluar dari penjara akan merebut Putri Ayu, jika Putri Ayu menolak akan dibunuh. dengan syarat membunuh Putri Ayu lah yang membuat dia tidak terus terusan galau dan sakit hati.
__ADS_1
Jika Putri Ayu sudah dibunuh maka rasa cinta dan rindu akan hilang dengan sendirinya, daripada setiap saat melihatnya yang ada rasa cinta semakin tumbuh dan rasa kekecewaan dan sakit hati pun akan berkelanjutan.
maka dari itulah alasan ganendra jika Putri Ayu menolaknya maka dia akan membunuhnya.