DENDAM SEORANG KEKASIH PERTAMA

DENDAM SEORANG KEKASIH PERTAMA
Episode 9 ( Kebahagiaan Putri Ayu bercinta dengan Adiyasa )


__ADS_3

Akhirnya Putri Ayu resmi berpacaran dengan Adiyasa, Putri Ayu merasakan suasana kebahagiaan dihati nya.


Dari Awal - awal Putri Ayu bertemu dengan Adiyasa memanglah Adiyasa tersebut tipe laki - laki yang baik, dari awal juga sudah terlihat sikap dengan prilakunya.


Sungguh sangat jauh berbeda dengan Ganendra.


Dimalam itu Adiyasa bermain kerumah Putri Ayu, dengan cuaca yang dingin membuat suasana menjadi lebih mesra, Adiyasa tidur dengan berbantal paha Putri Ayu kemudian Putri Ayu membelai - belai rambutnya.


Walaupun cuaca dingin tetapi mereka berdua tidak merasa dingin karena kehangatan asmara yang menghangati mereka berdua.


Waktu sudah menunjukan pukul 23:00 Adiyasa pun harus pulang karena sudah larut malam.


Hari demi hari telah mereka lalui, Putri Ayu semakin sayang kepada Adiyasa karena dia baru pertama kali merasakan cinta sejati, tipe Pria yang dulu ia idamkan kini telah iya miliki, dan dia akan tetap mencintainya sampai kapan pun.


Adiyasa juga memiliki perasaan yang sama dengan Putri Ayu, dia tidak akan melepaskan Putri Ayu bahkan dia akan menjadikan Putri Ayu sebagai permaisuri.


Adiyasa pun merasa bahwa Putri Ayu adalah tipe wanita yang ia idamkan selama ini. Pada akhirnya mereka menjadi pasangan yang cocok dan serasi.


Suatu ketika Adiyasa bertanya kepada Putri Ayu " Wahai pujaan hatiku, mau kah kamu aku lamar dan menjadi permaisuri ku ? "


Dengan senang hati Putri Ayu menjawab " Aku siap menjadi permaisuri mu wahai pangeran hatiku, jika engkau serius padaku, maka berbicaralah hal ini kepada orang tua ku "


Adiyasa menjawab " Aku siap berbicara di depan orang tua mu tapi belum bisa sekarang. Aku yakin ketika telah ada moment yang pas aku akan berbicara kepada orang tua mu "


Putri Ayu pun siap menunggu.

__ADS_1


Setelah 3 minggu yang lalu pada akhirnya ada moment yang pas. Adiyasa pun segera berangkat ke rumah Putri Ayu dengan siap mental. Setelah sampai dirumah, Putri Ayu menyambut dia dengan senang hati dan penuh kegembiraan.


Adiyasa langsung menemui Orang tua Putri Ayu dan berbicara " Bapak Ibu kedatangan saya kali ini bukan cuma main seperti hari - hari biasa, tapi kali ini saya mau meminta Restu nya dari Bapak dan Ibu. Bolehkah saya suatu saat melamar Putri Ayu, sungguh Putri Ayu tipe wanita yang saya idamkan selama ini, saya siap bertanggung jawab dalam hal apapun.


Apakah Bapak dan Ibu mau menerimaku sebagai menantu ? "


Mendengar pernyataan tersebut Pak damar dan Ibu Farra ( Orang tua Putri Ayu ) langsung bertanya kepada Putri Ayu " Apakah kamu siap menjadi pendampingnya dia ( Adiyasa ) "


Putri Ayu menerima dan dengan senang hati.


Pada akhirnya kedua Orang tua Putri Ayu merestui cinta mereka. Betapa senangnya hati mereka ketika kedua orang tua Putri Ayu merestui keduanya.


Kini Adiyasa jarang menemui Putri Ayu dikarenakan dia fokus bekerja dan menabung untuk persiapan melamar Putri Ayu sekaligus perayaan acara pesta pernikahannya. Dia menemui Putri Ayu cuma bisa malam minggu dan hari minggu.


Sesekali Putri Ayu di ajak kencan bersamanya.


Kedua orang tua Adiyasa dan kedua orang tua Putri Ayu saling bernegosiasi, pada akhirnya hubungan mereka berdua telah di Restui oleh kedua belah pihak.


kedua belah pihak tersebut saling berdiskusi untuk menentukan waktu acara pesta pernikahannya.


Setelah lama berdiskusi pada akhirnya kedua belah pihak tersebut sepakat bahwa acara pernikahannya dilaksanakan bulan depan.


mendengar keputusan tersebut Putri Ayu langsung mengabari kedua sahabatnya, Dewi Asih dan Sri Melda bahwa bulan depan dia mau menikah dengan Adiyasa, mendengar hal itu, Dewi Asih dan Sri Melda ikut bahagia dan mengucapkan selamat untuk Putri Ayu


Dewi asih " Selamat ya Putri Ayu semoga kamu selalu bahagia, dan semoga Adiyasa menjadi suami yang terbaik. Dan jangan sampai melupakan kami berdua ya..hehehehe "

__ADS_1


Adiyasa semakin fokus bekerja dan terus menabung untuk memaksimalkan dana buat acara pesta pernikahannya dengan Putri Ayu.


Disisi lain Ganendra minggu depan akan di bebaskan dari penjara karena telah habis masa tahanannya. Mendengar hal itu, Ganendra sangatlah berbahagia dan berencana, ketika sudah bebas maka dia akan langsung mencari Putri Ayu, Dia sangat merindukan Putri Ayu apalagi sudah 8 bulan tidak ketemu dengannya.


Di dalam penjara Ganendra sudah membayangkan betapa cantiknya wajah Putri Ayu, dia mengira bahwa Putri Ayu masih lajang.


Tidak lama dari itu terdengarlah suara Dewi Asih mengabari Raja, Ratu dan Sri Dewi bahwa Putri Ayu sebentar lagi mau menikah, Dewi Asih bertanya kepada Ayahnya " Sebentar lagi Putri Ayu menikah, Ayah mau nyumbang apa ? "


Raja menjawab " Nanti Ayah pikirkan dulu untuk memberi sumbangan yang cocok "


Mendengar hal itu Ganendra tidak terima dan akan menggagalkan acara pernikahan Putri Ayu dengan Adiyasa " Siapa saja yang berani mendekati Putri Ayu apalagi sampai ada yang mau menikah dengan nya, maka urusannya dengan aku "


Satu minggu yang lalu kini tiba saatnya Ganendra terbebas, Ganendra merasa sangat bahagia dan merasa punya kesempatan untuk membatalkan pernikahan Putri Ayu.


Setelah keluar dari istana dia langsung mau menuju rumah Putri Ayu, Setelah sampai di rumah Putri ayu secara sembunyi - sembunyi dia mengintip rumahnya, tapi ternyata Putri Ayu sedang tidak ada di rumah.


Kesempatan emas bagi Ganendra untuk mencari Putri Ayu di luar rumah, dengan begitu dia merasa leluasa untuk menggodanya. Dia tahu tempat bermain Putri Ayu dan teman - temannya, dia pergi mencari ke bukit indah tetapi tidak ada. kemudian dia mau mencari ke tempat lain tanpa di duga Putri Ayu lewat di depannya, ternyata Putri Ayu habis belanja sembako.


Saat Putri Ayu melintas di depannya, Ganendra sungguh sangat terpesona melihat kecantikan Putri Ayu.


Tanpa Putri Ayu sadari bahwa dia telah melintas didepan Ganendra.


Secara serentak Ganendra menarik tangan Putri Ayu, Putri Ayu kaget saat di tarik tangannya oleh Ganendra hingga sembako yang dia bawa terjatuh sehingga sebagian telur ada yang pecah.


Putri Ayu merasa panik dan mencoba untuk melepaskan pegangan Ganendra, tetapi Ganendra pegangannya sangat kuat. dengan begitu Ganendra rasa rindu Ganendra terobati. saking kangennya Ganendra tidak mau melepaskan tangan Putri Ayu, sehingga Putri Ayu berteriak meminta tolong. datanglah salah satu warga yang menolong hingga akhirnya Ganendra melepaskan tangan Putri Ayu.

__ADS_1


Putri Ayu langsung cepat - cepat pulang. setelah sampai di rumah, Ibunya sedikit aneh dan bertanya - tanya dalam hatinya, apa penyebab telur tersebut pecah dan plastik beras robek. Ibunya belum sempat bertanya karena Putri Ayu langsung masuk ke kamarnya.


__ADS_2