
Setelah sampai di kebun terlihat kebun yang sangat luas sekitar 15 hektar tapi sayangnya kebun itu tidak terawat banyak rerumputan yang tumbuh.
Di tengah - tengah kebun yang luas terdapat gubuk yang sudah lusuh, untuk 2 hari ini Adiyasa tidak langsung bekerja akan tetapi dia memperbaiki gubuk terlebih dahulu. Akhirnya Adiyasa di beri modal oleh ayah Anesha untuk perbaikan gubuk.
Di sana Adiyasa di bantu oleh petani lain, karena warga di desa itu jiwa sosial dan gotong royong nya masih lengket, hingga akhirnya dengan waktu kurang dari 1 hari terselesaikan, Adiyasa sangat berterima kasih kepada orang yang telah membantu nya.
Kini Adiyasa sangat nyaman memiliki tempat tinggal di perantauan, dan mulai malam ini Adiyasa bisa tinggal si gubuk, kebetulan di dekat gubuk itu dekat dengan sungai, jadi sangat mudah untuk Adiyasa jika mau cuci pakaian ataupun mancing.
Di pagi hari yang cerah dan sejuk terdengar suara burung - burung kecil dan suara aliran sungai terlihat pepohonan dan rumput - rumput yang basah oleh embun.
Adiyasa tinggal di gubuk itu sangat nyaman kemudian dia mencari makanan untuk sarapan di kebun itu, kemudian dia menemukan pohon singkong yang sudah di penuhi oleh rumput yang merambat, Adiyasa langsung mencabutnya dan singkongnya sangat besar.
Kemudian dia langsung mengolahnya ada yang di bakar dan ada juga yang di rebus, pagi itu Adiyasa menikmati secangkir kopi dan singkong bakar
Tidak lama dari itu datanglah Anesha dan ayahnya
Mereka berdua langsung di hidangkan singkong rebus dan singkong bakar oleh Adiyasa.
Adiyasa langsung turun ke kebun dan mulai membersihkan rumput, sementara Anesha dan ayahnya sedang menikmati udara pagi di kebun. hari sudah menjelang siang waktunya Adiyasa beristirahat.
__ADS_1
Setelah Adiyasa di dalam gubuk tiba - tiba ayah Anesha bercerita kepada Adiyasa tentang kejadian buruk yang ia alami " Dulu paman membersihkan kebun ini tapi paman tidak kuat bekerja sendiri mau minta tolong sama warga tapi sayangnya warga juga punya kesibukan masing - masing, walaupun warga di sini jiwa sosialnya besar tapi mereka semua juga punya kesibukan masing - masing. Kemudian paman berjanji jika ada seorang laki - laki yang membersihkan kebun yang luas ini maka akan diangkat menjadi mantu orang tersebut akan di nikahkan dengan kakak nya Anesha yang bernama Fidyani Sore telah tiba akhirnya paman pulang kemudian besok paginya paman ke kebun lagi terlihat kebun paman sangat bersih tidak ada satu rumput pun yang tumbuh. Kemudian paman ke gubuk terlihat di dalam gubuk ada seorang lelaki muda, gagah dan sangat tampan, kemudian paman bertanya, apakah kamu yang membersihkan kebun saya ?
kemudian dia mengakui bahwa dialah yang membersihkan kebun itu.
Kemudian paman langsung membawa nya kerumah, kebetulan Fidyani suka sama lelaki tersebut.
Akhirnya keesokan harinya paman nikahkan mereka berdua, tapi anehnya dari pihak keluarga laki - laki itu tidak ada yang hadir, konon katanya dia sudah tidak memiliki keluarga. Setelah 3 hari yang lalu dia meminta untuk membawa Fidyani ke kampung halamannya selama 1 minggu. Kemudian paman mengizinkannya, setelah 3 bulan berlalu Fidyani dan suaminya tidak ada kabar dan berita, paman sangat penasaran dan meminta kepada dukun sakti untuk menerawang, hasil terawangan dukun sakti itu sangat mengejutkan, ternyata suami Fidyani itu bukanlah manusia melainkan ruh jahat penghuni daerah sekitar kebun itu. Dan Fidyani telah di bawa ke alam ghaib dia sudah menadi istri syah nya di alam ghaib jadi Fidyani tidak akan bisa kembali kedunia nyata "
Mendengar cerita ayah Anesha membuat Adiyasa terkejut. Setelah lama beristirahat kemudian Adiyasa melanjutkan pekerjaannya kembali sementara ayah Anesha berpamitan pulang tapi Anesha tidak ikut pulang dia akan menemani Adiyasa.
Sore telah tiba Adiyasa mengakhiri pekerjaannya kemudian mandi di sungai, air sungai itu sangatlah jernih. Sementara Anesha sedang membuatkan kopi untuk Adiyasa. Setelah Adiyasa selesai mandi dia bermesraan dengan Anesha.
Kemudian Adiyasa mengajaknya pulang khawatir akan jadi fitnah dan gosip jika ada salah seorang warga yang tahu. Dan memutuskan untuk pacaran di rumah Anesha saja yang lebih aman dari fitnah. Anesha langsung setuju dengan pendapat Adiyasa dan mereka langsung ke rumah Anesha.
Awalnya ayah Anesha membiarkan Anesha di kebun berdua dengan Adiyasa sampai malam bahkan diperbolehkan untuk menginap di gubuk itu hanya menguji Adiyasa saja, apakah Adiyasa itu benar - benar pria baik atau pria jahat.
Dan Ayah Anesha berencana ketika malam tiba akan datang ke kebun itu untuk menyaksikan mereka berdua, jika sampai Adiyasa memperkosa Anesha berarti Adiyasa pria jahat dan jika Adiyasa mengantarkan Anesha pulang sebelum ayahnya datang ke kebun berarti Adiyasa pria baik.
Ayah Anesha melakukan itu semua demi kebaikan putrinya sebab dia khawatir jika harus kehilangan anak yang kedua kalinya, Anesha merupakan anak satu - satunya lagi, dan ayahnya tidak mau jika Anesha memiliki suami yang jahat.
__ADS_1
Benar saja ternyata Adiyasa adalah pria baik, setelah sampai di rumah kemudian ayah Anesha bertanya " Kenapa pulang bukannya menginap saja di kebun "
Adiyasa menjawab dengan bijak " Jadi begini paman, jika Anesha menginap di gubuk berdua bersama saya itu sangat tidak pantas, sebab Anesha belum menjadi istri sah saya, dan saya khawatir jika ada seorang warga yang tahu itu akan menjadi sebuah fitnah, maka dari itu saya mengantarkan Anesha pulang agar terhindar dari fitnah "
Mendengar penjelasan Adiyasa membuat ayah Anesha terharu, ternyata Adiyasa adalah pria yang baik dengan begitulah ayah Anesha langsung percaya kepada Adiyasa dan merestui cinta mereka berdua.
Anesha sangat terharu mendengar penjelasan Adiyasa dan membuat dia tambah jatuh cinta.
Kemudian ayah Anesha merencanakan pernikahan Anesha dengan Adiyasa.
Karena Adiyasa lelah setelah bekerja seharian akhirnya dia balik lagi ke gubuk setelah mengantarkan Anesha pulang. Perjalanan dari rumah ke kebun lumayan jauh kurang lebih sekitar 3 KM, di tambah jalanan yang sangat gelap karena hari sudah malam. Adiyasa hanya di temani oleh obor.
Setelah sampai di gubuk Adiyasa langsung tertidur kecapean, tidurnya sangat nyenyak.
Hari sudah pagi Adiyasa terus melakukan aktivitasnya seperti biasa sampai seterusnya.
Hari demi hari telah berlalu kini kebun milik ayah Anesha sudah bersih, masa proses membersihkannya memakan waktu 2 bulan. Dan kini sudah mulai bercocok tanam, Adiyasa di bantu oleh Anesha dan ayahnya.
Kebun itu seluas 15 hektar dan akan di tanam berbagai macam tanaman seperti tomat, cabai, bawang merah, singkong, ubi, bayam, strawberi, semangka, pisang, kacang, sawi, jahe, jagung dan tebu.
__ADS_1
tiap satu hektar tanah akan di tanam 1 macam tanaman kecuali kebun tebu seluas 2 hektar.