DENDAM SEORANG KEKASIH PERTAMA

DENDAM SEORANG KEKASIH PERTAMA
Episode 6 ( Pertarungan Kiyai sakti melawan Khodam pelet kumbang ali ali )


__ADS_3

Selama pengobatan berlangsung, Putri Ayu terus menjerit sekencang - kencangnya. Kemudian datanglah Dewi Asih dan Sri Melda menyaksikan Putri Ayu yang sedang di obati.


Melihat kondisi Putri Ayu mereka berdua menangis tak kuasa melihat kondisi sahabat sejatinya seperti itu.


Karena tidak kuat menahan rasa sakit Pada akhirnya khodam pelet kumbang ali ali keluar dari tubuh Putri Ayu, kemudian Putri ayu pinsan dan khodam tersebut berusaha melawan Kiyai Haji Hasyim Al - Fatih, khodam tersebut beberapa kali menyerang Kiyai sakti tersebut akan tetapi kiyai sakti tetap santai, berkali kali khodam terus menyerang tapi bagi kiyai sakti sungguh tidak ada apa - apanya.


Secara tiba - tiba Kiyai menyerang balik khodam, kemudian khodam tersebut terpental jauh, kemudian dia datang lagi untuk menyerang kiyai kemudian kiyai menghancurkan khodam tersebut dan khodam pelet pun pulang ke pemilik asalnya. Sebegitu mudahnya sang Kiyai menaklukan khodam pelet.


Sungguh kesaktian Kiyai Haji Hasyim Al - Fatih sangatlah tinggi.


Putri Ayu masih dalam kondisi pinsan kemudian ke dua sahabatnya mendekat, Kiyai sakti langsung membuat ramuan dan memberi air doa, setelah air doa


di basuh kan ke wajah Putri Ayu, secara langsung Putri Ayu sadarkan diri, dan Putri Ayu kini menjadi seperti semula, Kedua orang tua nya dan kedua sahabatnya sangat bahagia melihat kondisi Putri Ayu sehat seperti semula.


Ke esok kan harinya di rasa kondisi Putri Ayu sudah membaik kemudian Kiyai sakti pun harus segera pulang karena banyak pasien lain yang membutuhkan diri nya.


Datanglah Dewi Asih dan Sri Melda yang siap menemani Putri Ayu. putri ayu pun bercerita kepada mereka bahwa apa yang ia lakukan sebelumnya dia pun tidak menyadari nya, yang ada di fikiran dia hanya Ganendra, ganendra dan ganendra.


Putri Ayu sangat trauma setelah bercinta sehingga dia tidak mau berpacaran lagi bahkan dia tidak mau menikah. Dewi Asih semakin bingung dan tidak mengerti apa itu cinta, apakah cinta itu manis seperti yang di katakan Sri Melda atau apakah cinta itu pahit seperti yang dirasakan oleh Putri Ayu.


Sri Melda yang sudah berpengalaman tentang percintaan memberikan saran kepada mereka berdua ( Dewi Asih dan Putri Ayu ) " bahwa carilah pasangan yang baik, haruslah pandai dan bijak dalam memilih pasangan, jangan asal menerima lelaki jika kita tidak tahu tentang sikapnya. Untuk mengetahui sifat asli lelaki tersebut ketika dia mengungkapkan perasaan janganlah langsung diterima, ditahan terlebih dahulu, disitu kita bisa melihat jika dia sungguh - sungguh mencintai kita, dia akan terus berjuang selain itu juga kita bisa menguji tingkat kesabaran laki - laki tersebut.

__ADS_1


Contohnya Jaka Wangan, kenapa saya suka sama Dia karena ketika dia suka sama Dewi Asih dia terus berjuang dan bersabar, di rasa Dewi Asih tidak memberikan hati kepadanya Akhirnya dia lebih mencari pasangan lain, dari situ lah saya suka sama Jaka wangan, sampai detik ini hubungan kami tetap harmonis "


Dewi Asih dan Putri Ayu bisa belajar dari Sri Melda Bahwa harus bijaklah dalam memilih pasangan.


Kini mereka bertiga berbahagia saling canda dan tawa, ketika Putri Ayu sehat persahabatan mereka jadi lengkap kembali.


1 Bulan kemudian Ganendra merasa heran karena Putri Ayu tidak mencari - cari nya, dia berfikir ilmu peletnya sudah pudar, ganendra sangat marah kepada Ki Sakar ( seorang dukun sakti yang telah memelet Putri Ayu )


Kemudian Ganendra mendatangi Ki Sakar dan marah - marah " Aki ini gimana sih....!


katanya pelet tersebut kekal...!


ko dalam jangka 2 bulan peletnya sudah pudar...!


Ki Sakar menjawab " Wahai anak muda berani - bernai nya kau membentak ku seperti itu


kalau bertamu yang sopan....!


jadi begini ya pelet tersebut memang mujarab dan bisa kekal selamanya jika itu diabaikan, bahkan jika kamu tidak menemui dia selama 1 bulan saja maka dia akan menjadi gila. dia sebentar lagi mau gila akan tetapi orang tuanya meminta tolong kepada Kiyai sakti, sungguh sangat sakti sekali Kiyai tersebut, hingga khodam dalam tubuh si cewe itu ( Putri Ayu ) dihancurkan olehnya dan dipulangkan ketempat asalnya "


Kemudian ganendra meminta pelet itu lagi, akan tetapi Ki Sakar tidak memberikannya karena percuma si cewe tersebut sudah tidak bisa kenal pelet karena sudah di kasih ramuan dan air doa oleh Kiyai tersebut, jdi pelet ini tidak bisa tembus ke tubuh cewe itu.

__ADS_1


keluarga Putri Ayu sangat membenci Ganendra apalagi Pak Damar ( Ayah Putri Ayu ) jika ketemu ganendra akan di bacok sebagai pembalasannya.


Suatu hari Dewi Asih, Putri Ayu dan Sri Melda sedang bermain di bawah bukit indah, karena suasana di sana sangat segar karena banyak pepohonan, ketika mereka bertiga sedang menikmati suasana yang bahagia tersebut, secara tiba - tiba datanglah ganendra mendatangi Putri Ayu dan meminta maaf.


Putri Ayu yang trauma melihat wajah Ganendra langsung lari sekencang - kencangnya, kemudian Dewi Asih dan Sri Melda ikut lari mengejar Putri Ayu dan meninggalkan Ganendra sendirian.


Setelah sampai di rumah, Putri Ayu langsung masuk kamar dan menangis, tidak lama datanglah Dewi Asih dan Sri Melda ke rumah dan di persilahkan masuk kamar Putri Ayu untuk menemani dan menghiburnya, Pak Damar Dan Ibu Farra ( Orang tua Putri Ayu ) tidak tahu penyebab Putri Ayu menangis.


Kemudian Ibunya Putri Ayu ( Ibu Farra ) masuk ke kamar anaknya dan bertanya penyebab Putri Ayu menangis, Putri Ayu menjawab bahwa ketika dia sedang asyik bermain bersama Dewi Asih dan Sri Melda di kaki bukit indah, secara tiba - tiba datanglah Ganendra menghampiri kami bertiga.


Mendengar penjelasan tersebut Pak Damar sangat murka kepada Ganendra, dia tidak tahu malu dan masih berani - beraninya mendekati Putri Ayu, yang hampir membuat Putri Ayu menjadi gila.


Pak Damar mengancam ganendra jika dia sekali lagi mendekati Putri Ayu Apalagi sampai menggodanya, maka akan di bacok oleh nya.


Perasaan ganendra sungguh sangat berbeda, dia semenjak melihat Putri Ayu tadi hatinya langsung terpikat dan dia benar - benar mencintai Putri Ayu bukan sebatas modus, dia sangat menyesal ketika memelet Putri Ayu seperti itu.


Ternyata Ganendra terkena ilmu pengasihan oleh Kiyai sakti, tubuh Putri Ayu sudah di isi Pengasihan khususnya untuk Ganendra. Maka dari itu ketika Ganendra melihat Putri Ayu hatinya langsung terpikat, padahal tujuan awalnya dia hanya sebatas modus, tapi kenyataannya suasana berbalik, dia yang terpikat oleh Putri Ayu.


Tujuan Kiyai mengisi Ilmu Pengasihan ditubuh Putri Ayu agar lelaki yang memelet Putri Ayu ( Ganendra ) sadar diri dan menyesali perbuatannya.


Kini Ganendra hanya menyesali perbuatannya, tapi dia masih nekat dan tidak tahu malu dia berniat mau mendekati Putri Ayu.

__ADS_1


Karena rasa cinta dia kepada Putri Ayu sangatlah besar.


__ADS_2