
Pagi itu Pak Damar ( Ayah Putri Ayu ) sedang berjalan untuk pergi ke kebun tiba - tiba dia melihat kedua hansip sedang pinsan di kebun pisang yang jaraknya tidak terlalu jauh dari pos ronda terlihat ada papan nama yang ada di seragam hansip itu bernama Udin dan Yadi. Pak Damar berusaha menyadarkan kedua hansip itu dan akhirnya Pak Damar berhasil menyadarkan salah satu hansip yang bernama Udin sedangkan hansip yang bernama Yadi tak kunjung sadar.
Hansip Udin mulai siuman dan dia mulai mengingat apa yang terjadi tadi malam, akhirnya hansip Udin mulai bangun dan membantu Pak Damar menyadarkan hansip Yadi, tidak lama dari itu ada 4 orang warga datang menghampiri mereka dan membantu untuk menyadarkan hansip Yadi.
Akhirnya hansip Yadi dibawa ke salah satu rumah yang terdekat, semua orang mengira bahwa hansip Yadi meninggal dunia, karena jantungnya sudah tidak berdetak lagi tapi warga masih belum yakin bahwa hansip Yadi meninggal dunia, maka dari itulah salah satu warga memanggil Pak Prakoso karena Pak Prakoso memiliki indra ke 6.
Pak Prakoso datang kerumah itu dan memeriksa hansip Yadi ternyata hansip Yadi dinyatakan benar - benar meninggal dunia, kemudian Pak Prakoso melihat sosok Arwah hansip Yadi yang sedang menangis di samping jenazah, hanya saja Pak Prakoso tidak menceritakan kepada warga apa yang ia lihat.
Kemudian hansip Udin menceritakan apa yang terjadi tadi malam " Tadi malam sekitar pukul 02:00 setelah kami berdua keliling desa, saat kami berdua hendak beristirahat ke pos ronda, tiba - tiba kami berdua melihat pocong yang sangat menyeramkan sedang terbang, disitulah kami berdua merasa sangat ketakutan sehingga kami berdua pinsan "
Ternyata hansip Yadi meninggal karena serangan jantung, sebab dia kaget dan takut yang berlebihan saat melihat sosok pocong yang menyeramkan terbang yang membuat jantung nya berdetak dengan sangat keras sehingga menyebab kan serangan jantung, dan pada dasarnya juga hansip Yadi memang sudah mempunyai riwayat penyakit jantung.
Kemudian hansip Yadi di bawa ke rumahnya, istri dan anak hansip Yadi sontak saja kaget saat melihat suami atau ayah nya sedang di gotong menggunakan kain. Istrinya mengira bahwa hansip Yadi masih di pos ronda karena kadang - kadang dia suka pulang siang.
Istri dan anaknya menangis saat melihat jenazah hansip Yadi yang sangat pucat. Tadi malam saat berpamitan kepada istrinya untuk menjalankan tugas jaga malam badannya sehat - sehat saja tapi kini pulang di antar oleh warga dalam keadaan tidak bernyawa sungguh istri dan anak hansip Yadi tidak menyangka dan masih belum percaya kenyataan ini.
Keluarga dan tetangga hansip Yadi kini sibuk mempersiapkan untuk pemakaman.
__ADS_1
Warga bertanya kepada hansip Udin tentang keberadaan hansip Ahyan karena mereka kemana - mana selalu bertiga, tapi hansip Udin tidak tahu si hansip Ahyan itu ke mana karena saat keliling desa mereka bertiga berpencar ( berpisah ). Kemudian warga mendatangi rumah hansip Ahyan, saat warga datang di rumah hansip Ahyan terlihat istrinya sedang menyapu halaman dan mempersilahkan warga masuk ke dalam rumahnya, warga yang datang ke rumah hansip Ahyan sebanyak 6 orang.
Tapi hansip Ahyan nya masih tidur, karena kecapean habis keliling desa tadi malam. Akhirnya hansip Ahyan di bangunkan oleh istrinya. Saat hansip Ahyan keluar dari kamar sambil mata masih mengantuk dan rambut masih acak - acakan sontak saja dia kaget melihat ada 6 warga yang ada di ruang tamu.
Hansip Ahyan langsung ke kamar mandi, sikat gigi dan cuci muka, kemudian hansip Ahyan menemui ke 6 warga yang berada di ruang tamu.
Hansip Ahyan bertanya " Ada apa nih, kok ramai ...hehehehe "
Kemudian Pak Damar bertanya kepada hansip Ahyan " Ada kejadian apa tadi malam ? "
Maka dari itulah saya langsung lari pulang, saya takut menjadi korban yang selanjutnya "
Saat mendengar cerita dari hansip Ahyan keenam warga itu sangat merinding, akhirnya warga meminta hansip Ahyan untuk menceritakan peristiwa itu kepada Raja Kencana karena dia adalah saksi mata.
Akhirnya hansip Ahyan di bawa ke istana dan menceritakan kejadian itu kepada Raja Kencana. Dewi Asih mendengar cerita hansip Ahyan sehingga membuat dirinya ketakutan.
Hansip Ahyan dan hansip Udin kini mereka berdua mengundurkan diri tidak mau menjadi hansip lagi, walaupun gaji nya di tambah mereka tetap menolak sebab situasi seperti itu nyawa yang akan menjadi taruhannya.
__ADS_1
Raja memaklumi mereka bertiga, Siang itu Raja Kencana meminta kepada Pak Damar dan Pak Prakoso untuk menyampaikan kepada warga lainnya bahwa sore ini semua warga di harapkan datang ke istana.
Pak Damar dan Pak Prakoso langsung menjalankan perintah Raja Kencana. Sementara disisi lain hansip Yadi sudah selesai di makamkan.
Sore pun telah tiba, warga pada berdatangan ke istana dan masuk ke ruangan khusus perkumpulan warga, ruangan itu sangatlah luas. Akhirnya Raja Kencana langsung menyampaikan kepada warga bahwa " untuk sementara ini tidak ada hansip yang berjaga malam karena situasi sangat genting, jadi semua warga di harapkan menjaga rumahnya masing - masing, dan saat menjelang maghrib sampai subuh warga di harapkan jangan keluar rumah dan tutup pintu dan jendela rapat - rapat "
Raja memberikan arahan hanya sebentar saja karena di lihat waktu sudah sangat sore dan hampir menjelang maghrib, warga pun langsung pulang ke rumah masing - masing.
Sore hari itu di desa damai sangatlah sepi seperti tidak ada kehidupan.
Raja sedang memikirkan untuk menanggulangi keadaan seperti ini, dan sangat menginginkan desa ini damai dan sejahtera kembali seperti dulu.
Tengah malam telah tiba, warga yang tinggal di dekat dengan pos ronda itu mendengar suara tangisan, rintihan dan jeritan yang sangat histeris, sumber suara itu tidak tetap kadang terdengar jauh, dekat, atas, dan suara seperti di dalam tanah.
Ada salah seorang warga yang ngintip di jendela kamarnya ke arah pos ronda tapi tidak ada terlihat makhluk apapun.
Warga yang mendengar suara itu sangatlah ketakutan dan mengira bahwa itu adalah suara pocong ganas. Selain suara tangisan dan rintihan terdengar juga suara kentongan padahal tidak ada hansip yang jaga.
__ADS_1