
Cinta Adiyasa terhadap Putri Ayu kini semakin membara hingga akhirnya dia memutuskan untuk berbicara kepada orang tua Putri Ayu.
Sore itu Adiyasa berkunjung kerumah Putri Ayu, dan memberanikan diri untuk meminta restu kepada orang tua Putri Ayu, tapi hasilnya bukannya dapat restu tapi Adiyasa di caci maki oleh Pak Damar ( Ayah Putri Ayu ) " Dasar laki - laki tidak tahu malu...!
seenaknya meminta anak gue, elu ingat tidak kejadian saat mau menikah ?
ingat dengan peristiwa tersebut itu sangat memalukan....!
Sampai mati pun gue tidak akan ridho jika anak gue bercinta dengan elu...!
dan mulai detik ini, elu pergi jauh - jauh dari sini dan jangan pernah mendekati anak gue lagi...! "
Kemudian Putri Ayu di suruh masuk ke dalam kamar sedangkan Adiyasa di usir secara kasar. Disinilah hubungan mereka berakhir. Adiyasa dan Putri Ayu harus mencari pasangan masing - masing.
Adiyasa akan pergi mengembara jauh untuk melupakan Putri Ayu agar terhapus luka kecewanya, dan dia akan mencari wanita lain untuk mengisi hatinya yang hampa. Begitu juga dengan Putri Ayu, dia akan di jodohkan kepada laki - laki pilihan orang tuanya.
Putri Ayu pun mau di jodohkan oleh orang tuanya dengan siapapun jodohnya yang penting hatinya baik. Orang tua Putri Ayu sangat menyayangi nya, mereka tidak mau Putri nya mengalami kekecewaan yang ketiga kalinya, maka dari itulah orang tua Putri Ayu berupaya untuk menjodohkan dengan laki - laki pilihan orang tuanya.
Walaupun Adiyasa dan Putri Ayu sama - sama saling mencintai tapi mereka berdua harus bisa menerima kenyataan ini.
Suatu hari ada seorang anak sultan yang baru pulang dari luar negeri 4 hari yang lalu. Dia bernama brahmana
__ADS_1
Sultan itu bernama sultan tohir, dia merupakan orang paling kaya harta melimpah ruah. Brahmana sudah menginginkan seorang istri dan dia meminta kepada ayahnya ( Sultan Tohir ) untuk menikah. Sultan Tohir setuju - setuju saja akan pernikahan anaknya, tapi yang jadi masalah brahmana belum punya calon istri.
Sultan Tohir menyarankan agar brahmana mencari wanita yang cocok akan dijadikan sebagai permaisurinya. keesokan harinya brahmana berikhtiar mencari wanita.
Brahmana sudah keliling - keliling desa, namun usahanya belum membuahkan hasil. Di hari kedua sampai hari kesepuluh Brahmana masih belum menemukan seorang wanita yang cocok. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk mencari wanita ke desa lain saja. Dia pun segera berangkat ke desa lain, ternyata Brahmana pergi ke desa damai. dia telah lelah kesana kemari mencari wanita, siapakah sosok wanita yang akan menjadi jodohnya.
Di dalam desa damai terdapat banyak wanita - wanita cantik, hingga akhirnya dia pun sangat bingung mau memilih wanita yang mana, kemudian dia terus masuk ke dalam desa damai dan berkeliling.
Kemudian dia melihat wanita yang sangat cantik beda dari yang lain, wanita itu memakai kebaya berwarna merah cerah, berkulit putih dan wajahnya sangatlah cantik. Brahmana selama hidupnya baru menemukan seorang wanita yang sangat cantik, hati dia mulai terpikat oleh kecantikan wanita itu.
Ternyata wanita itu adalah Dewi Asih. Brahmana langsung menyapanya kemudian Dewi Asih meresponnya dengan begitu ramah tamah. Brahmana jadi tambah mencintai Dewi Asih. Hingga akhirnya Brahmana berhasil berkenalan dengan nya.
Setelah Dewi Asih masuk ke dalam istana sontak saja Brahmana kaget ternyata Dewi Asih anak raja. Dia pun segera pulang dan akan segera memberitahu kepada ayahnya bahwa dia telah menemukan calon istrinya.
Setelah sampai di rumah, Brahmana langsung bercerita kepada orang tuanya dan brahmana meminta besok harus datang ke istana untuk melamar Dewi Asih. Sultan Tohir menuruti permintaan anaknya tapi Sultan Tohir tidak bisa melamar besok karena harus menyiapkan segala sesuatunya. Dan Sultan Tohir meminta waktu 3 hari untuk menyiapkan segala sesuatunya dan Brahmana sangat setuju dengan keputusan ayahnya.
Selama 3 hari ini keluarga besar Sultan Tohir tengah sibuk mempersiapkan segala sesuatu. Hari lamaran Brahmana akan di rayakan oleh rombongan dan akan membuat pesta besar - besaran.
Kini tiba saatnya hari yang di tunggu - tunggu oleh Brahmana, dan rombongan siap berangkat menuju istana. Brahmana di dampingi oleh orang tuanya dan ketiga sahabatnya ( Surya, Pramadi dan Bombi ).
Setelah sampai di depan istana, sontak saja semua yang ada di istana kaget dan penuh tanya, ada apa ini ?
__ADS_1
Kemudian Sultan Tohir meminta pintu gerbang istana di buka kemudian Prajurit membukanya atas izin Raja.
Rombongan - rombongan tersebut di persilahkan masuk ke istana. Sultan Tohir langsung bernegosiasi kepada Raja Kencana " Jadi begini Raja, kedatangan kami semua hanya untuk melamar putri mu, apakah Raja menerima kami sebagai besan ?
Sepertinya kita cocok menjadi besan, sebab anak Raja menikah dengan anak Sultan. Dan acara pernikahannya akan di gelar selama 7 hari 7 malam. Kami hanya membawa 1 Kwintal emas untuk melamar Putri mu, jika masih kurang bilang saja "
Raja kencana bingung untuk menerimanya tapi di sisi lain Raja Kencana setuju dengan lamaran tersebut sebab Raja Kencana juga sangat menginginkan Dewi Asih menikah. Dewi Asih terlalu banyak memilih hingga akhirnya dia tak kunjung menikah. Ini adalah kesempatan emas untuk Raja Kencana untuk menikahkan Dewi Asih, dilihat Brahmana merupakan pria yang baik.
Hingga akhirnya Raja Kencana memanggil Dewi Asih di kamarnya, ternyata Dewi Asih sedang mendengarkan hal itu, tapi Dewi Asih tidak mau menikah dengan Brahmana. Raja Kencana terus memanggil - manggil Dewi Asih, hingga akhirnya Dewi Asih keluar dari kamarnya.
Saat Dewi Asih keluar dari kamarnya, semua o tamu sangat terpesona melihat kecantikan Dewi Asih, tapi sayangnya Dewi Asih menolak lamaran tersebut, sedangkan ayahnya menyarankan untuk menerimanya, sebab ini adalah kesempatan emas jika terlalu banyak memilih dan mencari yang sempurna maka selamanya tidak akan menikah, sebab tidak ada manusia yang sempurna.
Tapi Dewi Asih tetap menolaknya hingga akhirnya Dewi Asih berlari naik ke lantai paling atas, dan mengancam " Jika ayah masih memaksa aku untuk menikah maka aku tidak segan - segan untuk lompat dari ketinggian istana ini "
Semua orang panik melihat kejadian itu, hingga akhirnya Raja mengalah dan tidak akan memaksa Dewi Asih untuk menikah. Dan Dewi Asih memeluk ibunya sambil menangis.
Dan akhirnya semua rombongan pulang dan tidak membuahkan hasil, Brahmana sangat sedih dan kecewa dengan kenyataan itu, tapi dia akan berusaha dengan cara apapun agar mendapatkan Dewi Asih
Dewi Asih menolak lamaran itu karena Dewi Asih tidak mencintai Brahmana, dia ingin menikah dengan seorang pria yang dia cintai, hanya saja Dewi Asih belum menemukan Pria idaman nya.
Raja Kencana meminta maaf kepada Dewi Asih, dan memberinya kebebasan untuk milih calon suaminya.
__ADS_1