
Dimalam itu, yang seharusnya menjadi malam pertama kini menjadi malam yang paling sunyi. Putri Ayu hanya menatap jendela kamarnya sambil melihat suasana diluar rumah yang dingin.
Kemudian Putri Ayu keluar kamar dan duduk diteras rumah nya, melihat suasana malam yang sunyi sambil, angin berhembus dengan pelan ada suara jangkrik dan sejenis hewan - hewan malam. Suasana tersebut mengingatkan dia untuk mengenang masa - masa bahagianya bersama Adiyasa.
Dulu dengan suasana dingin seperti itu dia merasa hangat karena Adiyasa ada disampingnya dan hiduplah suasana. Tapi sekarang Putri Ayu hanya menikmati dinginnya malam dalam keadaan sendirian dan sepi.
Malam itu hujan mau turun, kemudian Putri Ayu berlari ke taman bunga, tempat ia awal pertama bercinta dengan Adiyasa selain itu mereka berdua sering bermesraan di taman bunga tersebut.
Setalah sampai ditaman bunga, Putri Ayu menangis tersedu - sedu dan selalu teringat dengan masa - masa bahagianya. Tidak lama hujan pun turun membasahi semuanya. didalam derasnya hujan, Putri Ayu menjerit sekencang - kencangnya sambil menangis " Ya Tuhan...! kenapa aku selalu merasakan kecewa dan sedih. Disaat aku mulai bahagia tapi selalu ada rintangan yang menghalangi kebahagiaanku, kini berakhir dengan rasa kecewa dan sedih yang teramat dalam. Kenapa dunia tidak berpihak kepada ku...!
Aku merasa hidupku tidak berguna.
Kapankah aku bahagia...!
Kapankah duni berpihak kepadaku...!
Kini aku hanya berteman dengan sepi "
Tiba - tiba Adiyasa terbangun dari tidur lelapnya dan teringat kepada Putri Ayu kemudian dia tidur kembali karena masih kecewa dengan Putri Ayu.
__ADS_1
Sunyi dan gelapnya malam tapi tidak sesunyi dan segelap hati Putri Ayu. Kini Putri Ayu bingung untuk melangkah cari arah tujuan hidup. Cinta yang dulu ia rajut berdua kini hancur berkeping - keping. Putri Ayu masih bingung kenapa tiba - tiba Adiyasa membatalkan pernikahannya padahal Putri Ayu sama sekali tidak bersalah. Justru yang bersalah itu Adiyasa membawa wanita lain didepan Putri Ayu.
Disisi lain ketika Pak Damar ( Ayahnya Putri Ayu ) mau ke toilet kemudian Pak Damar melihat pintu kamar Putri Ayu terbuka, Kemudian Pak Damar masuk ke kamar Putri Ayu akan tetapi Putri Ayu tidak ada dikamar. Pak Damar langsung mencarinya disekitar rumah tapi Putri Ayu tidak ada. Sontak Pak Damar kaget kemudian membangunkan istrinya.
Kedua orang tua Putri Ayu panik dan mencarinya, kemudian Pak Damar meminta tolong kepada hansip dan warga yang ronda ( Jaga Malam ). Salah satu warga bercerita bahwa dia sekitar 1 jam yang lalu melihat Putri Ayu berjalan sendirian kearah barat, mendengar hal itu mereka semuanya langsung mencari Putri Ayu kearah barat. malam Itu menunjukan pukul 02:00
Kemudian Putri Ayu ditemukan ditaman, dia sedang menangis dengan tubuh yang basah kehujanan, kedua orang tuanya langsung memeluknya sambil menangis, orang tuanya khawatir Putri Ayu kabur dan bunuh diri.
Akhirnya Putri Ayu dibawa pulang. Putri Ayu 2 malam berturut - turut tidak tidur, dia tidak bisa tidur karena fikirannya sedang kacau.
Siang itu Dewi Asih dan Sri Melda kerumah Putri Ayu dengan tujuan untuk menemaninya dan menghiburnya. Akan tetapi Putri Ayu tidak terpengaruh oleh temannya yang ada dia selalu bersedih, belum lagi Putri Ayu harus mendengar hujatan - hujatan dari para tetangga.
Dengan kondisi seperti ini kesempatan emas bagi Ganendra, dia bisa mendekati Putri Ayu tanpa ada yang menghalangi tapi Putri Ayu tak kunjung keluar rumah. Dia tidak berani jika harus datang kerumah Putri Ayu, karena dia tidak mau harus berurusan dengan Ayahnya.
Hari hari telah berlalu, kini rasa kesedihan Putri Ayu sudah mulai berkurang dan dia mulai menjalankan kehidupan barunya setelah mengalami kegagalan yang kedua kali.
Putri Ayu dapat belajar dari kegagalan tersebut bahwa dia harus benar - benar harus memilih lelaki yang setia, Putri Ayu berjanji kepada dirinya sendiri bahwa dia tidak akan mengalami kegagalan yang ketiga kalinya.
Dewi Asih, Putri Ayu dan Sri Melda mereka bertiga berkumpul kembali dan bisa bercanda tawa seperti dulu lagi. Putri Ayu berusaha untuk melupakan pengalaman buruk yang telah ia hadapi, orang tua nya sangat senang melihat Putri Ayu ceria kembali.
__ADS_1
Sementara itu pelet yang menempel ditubuh Adiyasa kini sudah mulai pudar, karena pelet tersebut tidak kekal selamanya akan tetapi cuma 1 bulan saja maka dari itu Adiyasa mulai tidak simpati kepada Utari, dan mereka berdua sudah mulai bermasalah. Tapi Utari sungguh sangat cinta mati kepada Adiyasa, tapi Adiyasa baru menyadari bahwa Utari bukanlah tipe wanita idamannya.
Utari sangat memohon kepada Adiyasa jangan sampai meninggalkannya, jika Adiyasa sampai meninggalkannya bisa membuat Utari gila.
Adiyasa memanglah tidak memakai pelet akan tetapi dia lelaki yang sangat tampan, gagah dan sopan sehingga membuat para wanita tergila - gila kepadanya.
Utari berjanji jika Adiyasa tidak meninggalkannya dan mau menjadi suaminya dia akan menjadi wanita sholehah dan taat kepada suami, dia akan bertobat.
Tapi Adiyasa masih mempertimbangkannya karena pada dasarnya Adiyasa tidak cinta kepadanya karena cinta itu tidak bisa dipaksakan, waktu itu adiyasa mencintai Utari karena memakai pelet.
Hari itu Ganendra mau mendatangi Putri Ayu, karena selama tiga hari ini dia sudah mulai melihat Putri Ayu keluar bersama temannya, dan itu kesempatan emas untuknya agar bisa mendekati Putri Ayu lagi.
Kemudian dia mencari Putri Ayu disekitar desa damai tapi Putri Ayu tidak ditemukan. Ternyata Putri Ayu sedang bermain di dalam istana bersama Dewi Asih dan Sri Melda.
Ganendra menunggu Putri Ayu Pulang, dia menunggu dijalan yang biasa orang - orang lewati, sore pun telah tiba, Putri Ayu tak kunjung pulang tapi Ganendra tetap menunggu sampai kapan pun, Ganendra sudah terlanjur jatuh cinta kepada Putri Ayu, maka dari itu dia berjanji kepada dirinya sendiri bahwa ia rela melakukan apa saja yang penting dia mendapatkan cinta dari Putri Ayu, dia akan selalu menghalangi jika ada lelaki yang mendekati Putri Ayu.
Ketika mau maghrib akhirnya Putri Ayu pulang, Ganendra melihat Putri Ayu sedang berjalan dari kejauhan, Ganendra langsung bersembunyi dibalik pohon, dia khawatir kalau Putri Ayu melihatnya dia tidak jadi lewat jalan tersebut dan memilih jalan lain.
Akan tetapi moment nya kurang pas, karena dijalan tersebut banyak orang jadi dia tidak bisa bebas. Ketika Putri Ayu lewat jalan tersebut tiba - tiba ganendra memanggilnya, Putri Ayu cuma menoleh dan mengabaikannya seolah - olah dia di anggap tidak ada, dan Putri Ayu terus berjalan.
__ADS_1
Ganendra mau mengejarnya tapi dia takut kalau sampai Putri Ayu berteriak, dia cuma bisa melihatnya saja.