
10 π·
"Pagi tante..." kata Arlyn yang baru keluar dari kamarnya.
"Pagi," kata Tante Zia yang langsung mengusap air matanya agar tidak hetahuan bahwa Tante Zia habis menangis.
"Hari ini Arlyn mau ajakin tante belanja, gimana mau gak?" ajak Arlyn.
Tante Zia pun tertawa bahagia "Ya mau dong, kalo urusan belanja tante nomor satu,"
Arlyn dan Tante Zia segera berangkat untuk pergi berbelanja. Pertama Arlyn dan Tantenya pergi ke salon, setelah ke salon mereka pergi ke butik untuk berbelanja.
Arlyn senang melihat senyum Tante Zia karena kebahagiaan Tante Zia adalah kebahagiannya Arlyn juga.
Setelah selesai ke salon dan berbelanja, mereka langsung pulang. Sesampainya di rumah, Tante Zia memasak untuk Arlyn karena tadi tidak mampir untuk makan bersama.
"Hari ini Arlyn mau menemui Sehan dan Mora ada kerjaan yang harus Arlyn selesaikan," kata Arlyn yang kini sedang makan.
"Loh kamu kan belum sembuh benar Lyn masa mau pergi lagi aja," kata Tante Zia.
"Arlyn udah sembuh gini kok tante," kata Arlyn.
Setelah selesai makan, Arlyn pamit untuk pergi menemui Sehan dan Mora di sebuah taman yang alamatnya sudah dikirimkan lewat pesan Whatsapp.
Arlyn menunggu ojek yang lewat karena hari ini Arlyn malas untuk menaiki angkot. Tak lama ojeknya datang dan Arlyn langsung naik dan menunjukkan alamat yang diberikan Mora kepada tukang ojeknya agar langsung kesana.
Diperjalanan, Seo melihat Arlyn yang sedang menaiki ojek lalu Seo mengikuti Arlyn dan langsung menghadangnya agar tukang ojek yang membawa Arlyn berhenti
"Waduh, maen hadang-hadang aja nih mobil." kata Abang ojeknya marah-marah.
Seo yang sudah berhenti dan menghadang jalannya Arlyn langsung keluar dari mobilnya lalu menghampiri Arlyn.
Arlynda yang melihat Seo keluar dari mobilnya pun hanya diam dan memasang wajah juteknya karena melihat tingkah Seo yang aneh lalu Arlyn turun dari motor abang ojeknya dan berdiri dihadapan Seo.
"Arlynda, kamu udah baikan? Lo kok naik ojek sih," tanya Seo.
"Woy mas, jangan hadang-hadang jalan orang dong. Emang ini jalanan yang bangun nenek moyang situ? Yang bener aja! Kalo motor saya lecet gimana mas?" Kata abang ojek sewot.
"Kalo motor abang lecet biar saya ganti yang lebih bagus dan mahal sekalian," kata Seo.
"Sombong banget ni orang, mentang-mentang orang kaya." Gumam Arlyn.
"Lo ngapain bicara sendiri? Gue denger kali," kata Seo. "Gue tanya sama lo, lo udah baikan?"
__ADS_1
"Kok lo nyebelin sih? Kalo lo liat gue udah bisa jalan, terus kesana- kesini berarti udah baikan!" kata Arlyn ngegas.
"Sini ikut gue," kata Seo langsung melepas helm yang sedang dipakai oleh Arlyn lalu menarik tangannya Arlyn.
Sontak Arlyn kaget dengan perlakuan Seo terhadapnya karena sembarangan melepas helmnya. Arlyn pun melepas genggaman tangan Seo dan mengambil helm yang terjatuh.
Lalu Seo berjalan ke arah mobilnya dan berharap Arlyn mengikutinya dari belakang.
Arlyn tidak terima karena Seo benar-benar menyebalkan. Arlyn menjadi marah kepada Seo lalu saat Seo berjalan, Arlyn segera melepas sebelah sepatu yang dipakainya lalu melempar sepatu itu ke punggungnya Seo.
Seo yang kena pukulan Arlyn kaget dan merasakan sakit karena lemparan dari Arlyn tersebut.
"Lo kok timpuk gue," kata Seo.
"Ya lo maen lepas helm gue gitu aja, dan tarik tangan gue. Denger ya urusan kita udah selesai dan lo lebih baik jauhin gue! Lagian nih yah lo terus aja ngejar gue apa jangan-jangan lo suka ya sama gue?" Oceh Arlynda.
"Uweeek... gue? Suka sama lo? Cewek aneh yang suka bikin masalah? Yang bener aja, gue cuma mau mastiin lo baik-baik aja atau enggak!" kata Seo.
"Cewek aneh? Sembarangan yah tu mulut." Kata Arlyn sewot "kalo lo mau mastiin gue baik-baik aja gak usah tarik-tarik tangan gue, cegat-cegat gue segala lagi,"
"Neng, jadi gak nih naik ojek? Saya mau narik lagi nih," teriak Abang ojek.
"Jadi bang!" teriak Arlyn "Ingat ya urusan kita selesai!" Arlyn lalu menghampiri Abang ojeknya dan melanjutkan perjalanan.
πΈπΈπΈ
Setelah selesai makan, Alfarezi mencari tempat penginapan untuk beristirahat selama di Jakarta.
Flashback On.
"Alfarezi, bunda do'akan semoga kamu cepat bertemu Arlynda. Dan kamu juga harus temukan Tante Zia karena Arlyn sekarang bersama dia Alfa," kata Bunda Puteri.
"Ia Bunda, Alfa akan mencari Tante Zia dan Arlyn," kata Alfa.
"Setelah kamu bertemu dengan mereka, kamu kabarin bunda ya nak!" kata Bundanya.
"Baik bunda."
Flashback Off.
"Woyy... kalian udah lama nunggunya?" tanya Arlyn saat sampai di taman.
"Lama pake banget say... maaf ya kita suruh lo kesini, lo udah baikan kan Lyn?" tanya Mora.
__ADS_1
"Udah dong," jawab Arlyn.
Sehan, Mora dan Arlyn sekarang sedang menyelidiki kasus percintaan Runa yang tertunda. Sekarang giliran Mora untuk menguntit Wulan sahabatnya Runa, sedangkan Sehan dan Arlyn berjaga-jaga dan melihat dari dalam mobil.
Hari ini, Wulan memang sedang ada di taman entah apa yang dilakukannya, dia hanya duduk sendiri sedari tadi. Mungkin sedang menunggu seseorang.
Di tempat lain, ada yang memperhatikan Arlyn dari jauh. Yaitu Seo dia mengikuti Arlyn sampai ke taman, Seo masih mengkhawatirkan keselamatan Arlynda.
Walaupun Arlynda sangat jutek dan tukang marah, bagi Seo Arlyn adalah wanita yang istimewa baginya.
"Lihat... lihat, itu kan cowok yang waktu itu gue lihat bareng wulan. Cowok yang sama," kata Arlyn yang sedang menunjuk ke arah Wulan.
Mora yang sedang duduk agak jauh dengan Wulan pun memotret Wulan bersama cowok tersebut.
Karena rasa penasaran Mora, Mora akhirnya menghampiri Wulan dan melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan oleh Arlynda yaitu so kenal so dekat.
Informasi yang didapatkan kali ini sepertinya hanya kecurigaan semata dari pihak Runa tanpa tahu rencana dibalik kedekatan Wulan dan pacarnya Runa.
Di tempat lain, Alfarezi memulai pencarian untuk mencari Arlynda sebelumnya dia mencari keberadaan Tante Zia tetapi hari ini belum mendapatkan informasi apapun.
"Arlynda kakak datang untuk jemput kamu, maafin kakak karena baru sekarang kakak bisa mencari kamu," gumam Alfarezi.
Pencarian terus berlanjut sampai sore hari dan sekarang Alfarezi beristirahat di dalam mobilnya karena masih belum mendapatkan informasi.
"Gimana? Informasi apa yang lo dapet dari Wulan?" tanya Arlyn.
"Lo tau gak sih, ternyata Runa salah faham dan sebenarnya Wulan deket sama pacarnya Runa karena pacarnya Runa akan menyiapkan surprise ulang tahun untuk Runa." kata Mora menjelaskan yang sekarang berada di dalam mobil.
"Masa ia sih?" tanya Sehan.
"Ia, jadi selain bikin kejutan untuk ulang tahun, mereka juga lagi persiapkan kejutan anniversary Runa dan pacarnya gitu," kata Mora.
"Kesalah fahaman yang tidak ada ujungnya. Ya udah deh sekarang kita balik ke kantor dan telepon Runa!" kata Sehan.
"Oke..." kata Mora.
"Tunggu deh!" kata Arlyn yang mendadak melihat keluar dan melihat sebuah mobil yang dia kenal.
Arlyn pun keluar dan menghampiri mobil tersebut dengan penasarannya karena bisa saja penglihatannya berbeda.
Tok...tok...tok.
Arlyn mengetuk kaca mobil dan melihat kedalam. Mata Arlyn melotot kala tau siapa yang ada didalam mobil itu dan penglihatannya ternyata masih bagus dan dugaannya benar.
__ADS_1
Sang pemilik mobil pun keluar karena kaget saat kaca mobilnya di ketok oleh Arlyn.
"Oh jadi sekarang lo udah jadi penguntit ya? Sejak kapan lo alih profesi?" tanya Arlyn emosi.