Detektif Cinta Anti Cinta

Detektif Cinta Anti Cinta
Bab 26 Detektif Cinta Anti Cinta


__ADS_3

26 đź“·


Kring...kring...kring.


Telepon Kinza berdering ada panggilan masuk dari Alfarezi. Dengan cepat Kinza mengangkat telepon tersebut.


“Hallo kak...” kata Kinza.


“Kakak masih di Rumah Sakit, Aliska masih diperiksa oleh Dokter, gimana keadaan disana? Arlynda udah ketemu kan?” tanya Alfarezi.


“Belum kak, kita masih mencari Arlynda. Belum ada tanda-tanda Arlynda kak...” kata Kinza.


Alfarezi mengusap wajahnya kasar. Bingung harus bagaimana lagi dan bagaimana cara menjelaskannya kepada Tante Zia soal hilangnya Arlynda. Dan sekarang perasaan Alfarezi campur aduk.


Dokter pun keluar dan memberitahukan keadaan Aliska kepada Alfarezi. Keadaan Aliska saat ini sudah membaik dan tidak ada luka apa-apa, hanya saja kakinya yang terluka.


Setelah Dokter menjelaskan keadaan Aliska, Alfarezi masuk ke dalam untuk melihat keadaan Aliska sekalian pamitan untuk membantu mencari Arlynda yang sekarang masih belum ketemu.


Aliska pun mengiyakan dan menyuruh Alfarezi untuk menemukan Arlynda. Aliska pun menelpon anak buahnya untuk membantu mencarikan Arlynda dan menyuruhnya untuk datang ke lokasi kejadian bersama Alfarezi.


Alfarezi mencoba menelpon Arlynda tetapi tidak ada jawaban dan ponselnya pun tidak aktif. Tak lama Alfarezi sampai ke lokasi kejadian bersama dua orang suruhannya Aliska.


“Kenapa kalian masih disini? Kenapa gak cari Arlynda? Kalian tahu kan Arlynda terluka sekarang dan gak tahu keadaannya gimana,” kata Alfarezi kesal.


“Kak, kita hanya menemukan sepatunya Arlynda...” kata Kinza sambil memberikan sepatunya Arlynda kepada Alfarezi.


Alfarezi benar-benar tidak tahu harus berbuat apa lagi dan sekarang yang ada difikirannya hanyalah Arlynda dan Arlynda, tidak ada yang lain. Alfarezi pun terus mencari Arlynda dan yang lainnya mengikuti Alfarezi untuk mencari Arlynda.


“Hari udah mulai gelap Kak Alfa, gimana kalau kita teruskan mencari Arlynda besok,” kata Sehan.


“Arlynda di culik dan sekarang kita gak tahu keadaannya gimana, tapi kamu menyuruh kita berhenti mencari Arlynda," bentak Alfarezi.


“Tapi Sehan ada benarnya kak Alfa, Ini udah mau gelap...” kata Mora.

__ADS_1


“Kalo kalian lelah, kalian bisa pulang! gue sama Kak Alfa yang akan cari Arlynda,” kata Kinza.


“Aku akan terus cari Arlynda sampai ketemu, ini semua gara-gara aku, Arlynda terluka juga karena aku...” kata Seo.


“Lebih baik kamu juga pulang Seo, kamu juga terluka dan kepala kamu berdarah...” kata Alfarezi.


“Enggak kak aku gak apa-apa...” kata Seo.


“Pak lebih baik bapak antar Seo pulang,” perintah Alfarezi kepada pengawalnya Seo.


Pengawalnya Seo pun menuruti dan membawa Seo pulang walaupun Seo menolak tapi Alfarezi memaksa Seo untuk pulang dan beristirahat. Akhirnya Seo pulang.


Di Rumah Sakit tempat Arlynda dirawat, Arlynda masih tidak percaya bahwa orang yang membawanya adalah Zaidan. Arlynda masih keukeuh ingin pulang tetapi Zaidan tetap mengawasinya dan tidak mengizinkan Arlynda pulang.


“Lo tau gak sih kalau lo itu masih di incer sama orang,” kata Zaidan “Bukannya makasih udah ditolongin malah ngotot-ngotot minta pulang, ya udah sana kalo mau pulang...” kata Zaidan.


“Ya udah gue mau pulang jangan halangi jalan gue!” kata Arlynda lalu dia melepas selang infus yang ada di tangannya.


Zaidan hanya melihat tindakan Arlynda sambil mengawasinya karena dia juga khawatir kepada Arlynda. Tetapi Arlynda malah berdiri di ambang pintu dan terlihat sedang memikirkan sesuatu. Arlynda pun berbalik dan melihat Zaidan.


Zaidan terlihat berfikir dan dilema antara harus jujur dan tidak karena disisi lain Ciara adalah bos nya dan Arlynda disini adalah korban dan orang yanh diincar oleh Ciara. Tetapi mau tidak mau Ziadan harus bilang kepada Arlynda agar Arlynda tetap waspada.


“Dia... dia Ciara,” kata Zaidan.


Mendengar nama Ciara, Arlynda menjadi ingat bahwa Ciara adalah pacarnya si cowok aneh dan nyebelin. Ingin rasanya Arlynda menemui Ciara tetapi Arlynda juga harus menutupi ini semua karena Zaidan.


Arlynda tidak ingin Zaidan celaka ataupun terkena masalah, bagaimana pun Zaidan adalah anak buahnya dan Arlynda menghargai itu karena Arlynda juga tidak ingin Zaidan terluka karenanya. Sekarang yang terpenting adalah keselamatannya dan juga Zaidan karena Zaidan telah menolong Arlynda, pasti cepat atau lambat Ciara akan mengetahuinya dan akibatnya akan berimbas kepada Zaidan.


📸📸📸


“Arlynda, Alfarerzi dan Kinza kalian kemana jam segini belum pulang, ini udah malam banget,” kata Tante Zia yang sekarang sedang mondar mandir menunggu keponakannya tiba.


Tak berapa lama, Alfarezi dan Kinza pulang. Tante Zia langsung memeluk mereka berdua tetapi Tante Zia tidak melihat ada Arlynda. Tante Zia mencari Arlynda tetapi tidak ada, sedangkan Alfarezi dan Kinza hanya diam dan menundukan kepalanya.

__ADS_1


“Adik kalian mana?” tanya Tante Zia yang sekarang terlihat panik.


“Arlynda diculik tante, sampai sekarang kami belum menemukan Arlynda,” kata Alfarezi.


“Apa? kok bisa sih, kalian itu gimana sih jagain adik kalian...” tante Zia mulai menangis dan panik.


Sedangkan Vito yang sedari tadi menemani Tante Zia menarik tangan Kinza dan membawanya keluar.


“Lo ngapain disini?” tanya Kinza kepada Vito.


“Aku disuruh tuan mencari Den Kinza, dan menjemput aden” kata Vito.


“Alah gak penting, gak peduli gue. Sekarang gue mau tinggal disini bareng keluarga gue. Lo gak lihat apa sekarang adik gue hilang,” kata Kinza.


“Saya tahu Den Kinza, tapi saya disuruh tuan untuk menjemput aden karena tuan Hardi mencari aden,” kata Vito.


“Gue gak mau pulang! Lo bilang aja ke papah supaya dia berhenti cari gue, kalo dia sayang sama anaknya suruh dia kesini dan minta maaf sama kita karena udah misahin gue sama kakak dan juga adik gue,” kata Kinza lalu masuk ke dalam rumah dan menutup pintunya bahkan Kinza mengunci pintunya.


Tante Zia masih menangis dan sangat mencemaskan Arlynda yang sampai sekarang belum ada kabar. Alfarezi berusaha menghubungi ponselnya Arlynda tetapi masih sama tidak aktif.


Kinza membuatkan air minum untuk Tantenya dan menyuruh Tante Zia untuk istirahat. Urusan Arlynda akan menjdai urusan Alfarezi dan juga Kinza. Mereka yakin bahwa sekarang Arlynda baik-baik saja dan cepat atau lambat, mereka akan tahu kabar Arlynda.


“Mau sampai kapan lo jagain gue?” tanya Arlynda kepada Zaidan karena Arlynda tidak jadi untuk pulang.


“Sampai lo aman!” jawabnya.


“Lo gak berfikir apa? Dengan lo tolongin gue, lo juga sedang dalam bahaya!” kata Arlynda.


“Yah gue tau itu, lo gak perlu khawatir tentang gue, yang penting sekarang lo harus cari tahu motif Ciara untuk celakain lo. Karena Ciara pasti punya alasannya dibalik ini,” kata Zaidan.


“Hmm... gue juga curiga sih sama lo karena dengan lo bantuin gue lo juga pasti punya niat jahat sama gue dan lo sengaja tolongin gue karena akan dengan gampang lo celakain gue...” kata Arlynda sinis.


“Lo itu dari dulu gak pernah berubah, banyak suudzonnya. Gak pernah lihat ketulusan dan niat baik orang,” kata Zaidan.

__ADS_1


“Gue emang gak pernah lihat kebaikan dari lo, dan sialnya gue malah dipertemukan lagi sama lo!” kata Arlynda.


__ADS_2