Detektif Cinta Anti Cinta

Detektif Cinta Anti Cinta
Bab 20 Detektif Cinta Anti Cinta


__ADS_3

20 πŸ“·


Malam harinya, Alfarezi duduk di kursi bersama Tante Zia sambil mengobati luka yang ada di tangannya. Tante Zia membantu mengobati lukanya Alfarezi.


Sedangkan Arlynda hanya melihat Alfarezi sambil berdiri di pinggir kulkas. Arlynda merasa bahwa dirinya sangat keterlaluan terhadap Alfarezi dan tidak mau mengakui Alfa sebagai kakaknya.


Alfarezi menatap Arlynda yang sedang berdiri dan berharap Arlyn dapat mengakuinya sebagai kakaknya. Setelah selesai di obati, Alfa langsung masuk ke dalam kamarnya dan meninggalkan Tante Zia dan juga Arlynda.


"Arlynda sini," ajak Tante Zia sambil melambaikan tangannya.


Arlynda pun menghampiri tantenya dan duduk disampingnya.


"Alfarezi itu kakak kamu Arlyn, seharusnya kamu bersikap lebih baik sama dia dan maafkan tante karena belum pernah kasih tau nama kakak kamu dan belum pernah kasih lihat fotonya sama kamu," kata Tante Zia sambil menangis.


"Gak papa tante, bukan salah tante juga... udah malam tante. Tante harus istirahat," kata Arlyn.


Tante Zia pun mengangguk dan segera masuk ke dalam kamarnya. Sedangkan Arlynda menuju ke kamarnya Alfarezi.


Tok tok tok.


Arlynda mengetuk pintu kamarnya Alfarezi, tetapi tidak ada sahutan dari dalam kamarnya mungkin Alfa sudah tidur. Tetapi saat Arlyn hendak pergi tiba-tiba Alfa membuka pintu kamarnya.


"Emm... kenapa? Mau minta antar belanja?" tanya Alfarezi menebak.


"Enggak, siapa juga yang minta antar belanja. Kalo mau juga bisa berangkat sendiri," kata Arlyn.


"Terus mau ngapain ketuk pintu kamar kakak?" tanya Alfarezi.


"Mastiin aja udah tidur atau belum, ya udah gue duluan udah malam mau tidur." Kata Arlyn lalu pergi ke kamarnya dan segera beristirahat.


Pagi harinya, Seo sudah berada di belakang rumahnya dan memikirkan perkataannya Aditfi waktu itu.


Flashback On.


"Lo harus turuti semua perintah gue, gue harus menikah dengan Aliska dan mendapatkan semua harta kalian... gue gak akan tutupin lagi karena rencana gue juga lo udah tau," bisik Aditfi di telinganya Seo.


"Gue gak akan biarkan Aliska jatuh ke tangan orang licik kayak lo apalagi lo punya calon istri lain," jawab Seo.


Desiggh.


Satu tonjokan mendarat di perutnya Seo sehingga Seo merasa kesakitan akibat pukulan dari Aditfi.


"Oke kalo itu pilihan lo, jangan salahkan gue kalo Arlynda sekarang dalam bahaya karena lo," kata Aditfi.


"Kalo sampai Arlynda kenapa-kenapa, orang pertama yang bakalan menyesal adalah lo," teriak Seo.


"Relax, Arlynda akan tetap aman jika lo menuruti perintah gue. Bujuk Aliska untuk segera menikah sama gue!" kata Aditfi.


Flashback Off.

__ADS_1


"Aden lagi ngapain toh disini den? Ayo sarapan dulu bibi sudah siapkan," kata Bibi Dinar.


"Ia bi makasih, nanti aku nyusul kesana." Kata Seo.


Di rumah Tante Zia, Arlyn sudah berkumpul di meja makan untuk sarapan bersama. Arlynda menatap Alfarezi yang sedang menyantap makanannya dengan lahap.


Alfarezi pun merasakan bahwa dia sedang diperhatikan dan langsung melihat ke arah Arlynda. Tetapi Arlynda memalingkan wajahnya dan segera memakan makanannya.


Setelah selesai sarapan, Arlyn bersiap untuk pergi ke kampus. Karena hari ini ada jadwal kelas yang harus diikuti oleh Arlynda.


"Kakak anterin kamu ya," kata Alfarezi yang berdiri dibelakang Arlyn yang sedang memasang tali sepatunya.


"Gak usah, gue bisa berangkat sendiri." kata Arlynda lalu langsung berangkat.


Alfarezi membuang nafas kasar, karena sejauh ini Arlynda masih membencinya dan belum bisa untuk membuka hati untuk mengakui bahwa Alfarezi adalah kakaknya.


"Gak usah sedih, Arlynda mungkin belum bisa menerima, lebih baik kamu hubungi Kak Puteri supaya kesini untuk bertemu dengan Arlynda," kata Tante Zia.


"Aku juga berfikir seperti itu tante, tapi akan aku hubungi bunda nanti setelah Arlyn dapat menerima aku sebagai kakaknya," kata Alfarezi.


Anak buahnya Kinza mulai beraksi untuk mencari tahu tentang Arlynda dan mengikuti Arlynda secara diam-diam serta melaporkan apapun yang dilakukan oleh Arlynda.


Anak buah Kinza mendapat informasi tentang Arlynda yang bekerja sebagai Detektif Cinta.


Mereka melaporkannya kepada Kinza dan Kinza menjadi ingin lebih tahu soal Arlynda. Entah apa alasannya tetapi karena memang mereka adalah adik kakak, jadi ikatan batin tidak bisa dipisahkan.


"Gue kesana sekarang, urusan gue juga belum selesai sama dia." Kata Kinza berbicara dengan anak buahnya lewat telepon.


Tak lama Kinza pun mengeluarkan mobil dan segera berangkat ke kampus yang disebutkan oleh anak buahnya.


Sesampainya di kampus, Kinza menunggu Arlyn keluar dari kelas sambil makan-makan di kantin.


πŸ“ΈπŸ“ΈπŸ“Έ


Siang ini, Seo pergi untuk menemui Arlyn di kantornya tetapi dia tidak ada di kantor dan Sehan memberitahukannya bahwa hari ini Arlyn ada di kampus.


Dengan cepat Seo mengemudikan mobilnya ke kampus untuk menyusul Arlynda.


Setelah kelas bubar, Arlyn hendak pulang tetapi di hadang oleh Kinza dan kedua anak buahnya. Arlynda menjadi ngeri sendiri karena orang yang suka marah-marah kini berada disini dan membawa bodyguardnya.


"Hai... kita ketemu lagi ya ternyata," kata Kinza saat melihat Arlynda.


"Lo ngapain sih disini? Astaga lo ngikutin gue?" tanya Arlynda.


"Gue sengaja aja nyari tahu tentang lo dan gue dengar lo kerja sebagai Detektif Cinta ahh yang benar aja," kata Kinza dengan nada meledeknya.


"Masalah banget kayaknya buat lo, eh lo si tukang marah denger ya baik-baik jangan pernah ikutin gue kalo lo gak mau sampai wajah lo itu lebam-lebam," kata Arlynda.


"Oh takut... lo ancam gue?" tanya Kinza penuh sidik.

__ADS_1


Desiggh.


Karena kesal kepada Kinza, Arlyn melayangkan pukulan tepat diwajah Kinza dan Kinza meringis kesakitan. Sedangkan anak buahnya kini memegangi kedua tangan Arlynda.


"Lepasin gue!" teriak Arlynda.


Kinza yang kesakitan terus memegangi pipinya yang dipukul oleh Arlynda. Bukannya marah tetapi Kinza malah tertawa seperti anak kecil yang mendapatkan permen.


Kinza berjalan ke arah Arlynda dan kini ia yang memegang tangannya Arlyn dan menariknya karena akan membawanya ke suatu tempat.


Arlynda memberontak dan mencoba melepaskan cengkraman Kinza tetapi tidak bisa karena Kinza memegangnya dengan erat.


Tak lama kemudian, saat Kinza hendak menyuruh Arlyn untuk naik mobilnya Seo datang dan langsung menghampiri mereka.


"Hmm suatu kebetulan yang sangat tidak menyenangkan, gue ketemu lagi sama lo yang sekarang tarik-tarik tangan cewek orang. Dia ini pacar gue, jadi lepasin pacar gue sekarang juga!" kata Seo mengaku-ngaku Arlynda sebagai pacarnya kepada Kinza.


"Dih pacar, dia ngarep banget jadi pacar gue. Sampai kapanpun gue ogah jadi pacarnya," batin Arlyn.


Bukannya melepas, Kinza mendorong Arlyn ke arah anak buahnya itu dan sekarang anak buah Kinza yang memegang Arlyn.


"Lo gak lihat wajah gue dia pukul sampai kayak gini?" kata Kinza memperlihatkan bekas pukulannya Arlyn.


"Itu salah lo, buat masalah sama Arlynda..." kata Seo.


"Apa? Arlynda... enggak, tunggu gue pernah denger nama itu. Ah ia Arlynda, ayah pernah sebut nama Arlynda sama ibu tiri galak itu. Apa jangan-jangan Arlynda ini adik gue yang ayah pisahkan sewaktu gue kecil," batin Kinza.


"Malah bengong lagi, woy kalian lepasin Arlynda sekarang juga! Buruan lihat tuh bos kalian juga bengong. Cepat lepaskan!" perintah Seo kepada kedua anak buahnya Kinza.


Mereka pun menurut untuk melepaskan Arlynda karena mereka melihat bos mereka bengong dan mereka kira Kinza memang membiarkannya untuk melepaskan Arlynda.


Dengan cepat, Seo menyuruh Arlyn masuk ke mobilnya dan tak lama mereka pun pergi dan melajukan mobilnya dengan cepat.


Kinza yang tersadar langsung pergi dan melajukan mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi menuju rumahnya dan meninggalkan anak buahnya.


Flashback On.


"Sampai sekarang aku tidak menemukan kedua anakku yang Puteri bawa, Alfarezi dan Arlynda harus ditemukan. Kinza juga harus tahu bahwa dia punya kakak dan seorang adik perempuan." Kata Ayah Hardi kepada istri mudanya itu.


Tanpa diketahui Pak Hardi, Kinza mendengar semua percakapan ayahnya itu dengan ibu tirinya di sebuah ruangan.


"Udahlah mas lupain anak-anak kamu itu. Lagi pula mereka juga sudah lama tidak ada kabar," jawab Istri mudanya itu yang bernama Berly.


"Tidak semudah itu dong, mereka juga anak-anakku tetapi Puteri membawa mereka pergi dan waktu itu Kinza masih berusia 5 tahun jadi tidak tahu Alfarezi dan Arlynda kalau mereka bersaudara." Kata Ayah Hardi.


"Ya sudah biarkan Kinza tidak mengetahuinya," jawab Berly.


Flashback Off.


"Gue harus cari tahu semuanya, jangan sampai gue kehilangan untuk kedua kalinya. Sampai saat ini pun Ayah belum pernah kasih aku foto mamah. Gue harus tahu secepatnya," batin Kinza.

__ADS_1


__ADS_2