
12 π·
Hari ini Aditfi mengambil kesempatan untuk mengajak Aliska berjalan-jalan selagi Seo tidak bersama Aliska.
Aditfi mengajak Aliska ke suatu tempat dimana mereka pernah saling bertukar cincin. Kini mereka sudah berada disana dan Aditfi membuat tempat itu menjadi indah.
Aditfi membuat hiasan di tempat itu, makanan juga sudah tersedia hanya untuk Aliska dan Aditfi.
"Waw kamu siapin ini semua hanya untuk aku?" tanya Aliska.
"Ia dong ini khusus untuk kamu, dan aku ingin kamu bahagia," kata Aditfi sambil memegang tangan Aliska.
Senyum Aliska mengembang menunjukkan kebahagiaan yang sudah lama telah hilang dari kehidupannya "Makasih ya Adit, kamu emang calon suami aku yang paling baik,"
"Sama-sama, ya udah sekarang kita makan ya..." ajak Aditfi.
Mereka berdua pun menikmati makanan yang sudah tersedia disana. Sambil menikmati makanan, mereka melihat pemandangan yang sangat indah.
πΈπΈπΈ
Di pinggir jalan, Arlynda menunggu tukang ojek lewat untuk menuju ke kantornya.
"Lama banget sih ojeknya, pesan ojek online hp gue mati. Jalan kaki jauh banget, ini semua tuh gara-gara mas mobil nih. Kalo gue gak kesini gak akan mungkin gue berdiri lama nunggu ojek," oceh Arlynda.
Tak lama, tukang ojek datang lalu Arlynda mencegat abang ojeknya agar berhenti. Abang ojek pun berhenti lalu Arlynda segera naik.
Arlynda menunjukan alamatnya ke abang ojek dan dengan segera abang ojek menuju ke alamat yang sudah diberitahukan oleh Arlynda.
Diperjalanan, Ada seorang gadis yang akan menyebrang dan tidak sengaja abang ojek yang membonceng Arlynda menyerempet gadis tersebut. Sontak abang ojek langsung berhenti dan membuat Arlynda kaget.
Bruuk...
Gadis itu seketika terjatuh dan tidak sadarkan diri.
Dengan segera Arlynda turun dari motor dan menghampiri gadis tersebut. Arlynda kalang kabut sedangkan Abang ojek terlihat ketakutan dan panik.
Terlihat dari arah seberang jalan, ada seorang laki-laki yang langsung lari sambil berteriak memanggil nama gadis itu. "Ciaraa..."
Gadis itu bernama Ciara. Sudah banyak orang yang berkerumun melihat kecelakaan yang terjadi.
Dengan segera, laki-laki yang memanggil nama Ciara itu langsung menggendong Ciara.
"Lo, harus tanggung jawab! Lo ikut gue sekarang!" perintah laki-laki tersebut kepada Arlynda.
__ADS_1
"Aduh neng, abang gak sengaja nyerempet orang tadi. Neng abang gak mampu untuk bayar semua biayanya gimana dong neng?" kata abang ojek ketakutan.
"Udah udah, gak papa biar saya aja yang ikut mas galak itu. Biar saya yang tanggung jawab, tapi maaf ya bang saya gak bayar ojeknya..." kata Arlynda.
"Ia gak papa neng... makasih ya neng," kata abang ojek.
"Woyy buruan," teriak laki-laki tersebut dari arah seberang jalan.
Dengan cepat Arlynda menghampiri arah teriakan tersebut dan langsung menaiki mobilnya yang sekarang menuju ke rumah sakit.
Dengan cepat laki-laki itu mengemudikan mobilnya agar cepat sampai ke rumah sakit. Terlihat dari raut wajah laki-laki itu yang sekarang sedang panik, ia menambah kecepatan laju mobilnya.
Arlynda hanya bisa diam dan tidak protes, padahal Arlyn sekarang sangat takut karena dibawa ngebut oleh laki-laki tersebut.
"Ini Arlynda mana sih, di telpon Hpnya mati lagi." Oceh Sehan yang kini sedang menunggu Arlynda yang tak kunjung datang.
Sesampainya di Rumah Sakit, Dengan segera Ciara dibawa ke UGD untuk diperiksa oleh Dokter. Sedangkan Arlynda dan laki-laki tersebut menunggu diluar.
"Kalo sampe terjadi apa-apa sama pacar gua, lo harus tanggung jawab. Dan lo harus masuk penjara gara-gara ini!" bentak Laki-laki tersebut.
Kinza Evano Putera, laki-laki yang sedang ada dihadapannya Arlynda adalah Kinza yang tak lain adalah kakak keduanya Arlyn yang saat ini Arlyn tidak mengetahuinya.
Kinza memiliki wajah yang tampan, tinggi badan yang tidak terlalu tinggi, cool, tetapi sayangnya dia memiliki sifat yang keras kepala, mudah marah dan tidak percayaan.
"Oh pinter ya, ternyata lo bisa bicara juga kirain gue lo itu bisu tau gak!" kata Kinza.
"Jaga ya mulut lo, gue kan udah minta maaf. Kita tunggu hasilnya apa kata Dokter kok lo jadi nyolot sih," marah Arlynda kepada Kinza.
"Oke kita tunggu dan setelah Dokter keluar, gue pastikan lo gak akan pernah lepas dari genggaman gue karena lo udah nabrak Ciara!" ancam Kinza.
Tak lama, Dokter keluar dan memberitahukan keadaannya Ciara.
"Dokter bagaimana keadaan Ciara?" tanya Kinza.
"Tenang mas, tidak ada yang perlu dikhawatirkan tidak ada luka parah dan kondisinya baik-baik saja. Ciara hanya syok," jelas Dokternya.
Tak lama setelah Dokter memberitahukan keadaan Ciara, Kinza langsung masuk kedalam dan tak lupa dia juga menarik tangannya Arlyn agar ikut bersamanya ke dalam.
Karena perasaan takut akan kehilangan Ciara, Kinza juga belum puas untuk memarahi Arlynda.
"Ciara, kamu gak apa-apa kan? Apa yang sakit?" tanya Kinza.
"Aku gak apa-apa kok za, aku baik-baik aja. Aku minta maaf ya karena udah bikin kamu khawatir..." kata Ciara.
__ADS_1
"Enggak kok." Jawab Kinza lalu memegang tangannya Ciara.
"Gue disini fungsinya apa? Gue bukan nyamuk ya yang liatin lo pacaran. Kalo nyamuk sih bisa gigit biar gatel sekalian, gue masih punya kerjaan. Berhubung pacar lo udah siuman dan kondisinya baik-baik aja, gue pamit pergi..." kata Arlyn lalu melangkahkan kakinya menuju pintu.
Kinza yang melihat Arlynda hendak pergi, dengan cepat Kinza melarangnya "Selangkah lagi lo berjalan, gue pastikan lo masuk penjara!" ancam Kinza lagi.
Tanpa mendengarkan Kinza bicara, Arlyn terus melangkahkan kakinya keluar ruang rawat Ciara.
Tidak terima dengan perlakuan Arlynda, Kinza menyusul Arlyn keluar dan menahannya untuk pergi. Kinza langsung menghadang jalannya Arlyn.
πΈπΈπΈ
"Kemana gue harus cari Arlynda..." gumam Alfarezi yang masih menyetir mobil.
Karena kurang fokus menyetir, Alfarezi hampir bertabrakan dengan pengendara mobil lain.
Pengendara mobil itu tak lain adalah Seo. Seo dan Alfa langsung keluar dari mobil mereka masing-masing untuk memastikan keadaan pengendara baik-baik saja.
"Maaf mas, saya tadi buru-buru jadi kurang fokus..." kata Alfarezi
"Tidak apa-apa untung saja mas tidak apa-apa. Mobilnya juga baik-baik saja," kata Seo.
Setelah permasalahan diantara mereka selesai, tak sengaja Seo menjatuhkan foto Arlynda dan foto tersebut terlihat oleh Alfa dan diambilnya.
Seo yang hendak pergi langsung dicegah oleh Alfa karena penasaran dengan foto itu, Alfa langsung menanyakannya kepada Seo.
"Tunggu, ini milik kamu?" kata Alfa yang sekarang sedang melihat foto tersebut dan memegangnya.
"Oh ya, ini foto teman aku... terima kasih ya," kata Seo yang langsung mengambil foto tersebut.
"Emmm... kalau boleh tau namanya siapa ya? Dan kalau boleh tau dia tinggal dimana?" Tanya Alfa.
"Maaf bukan saya tidak mau memberitahu tapi ini privasi!" ujar Seo.
Alfa tidak akan menyerah dengan semua ini, Alfa terus mencari alasan agar dia mengetahui siapa sebenarnya gadis itu apakah benar dia adiknya atau bukan.
"Bukan begitu, tapi gadis itu membuat lecet mobil saya dan sekarang dia kabur jadi saya harus cari dia, dan ini mobil yang sudah dia gores" kata Alfa meyakinkan Seo dan memperlihatkan goresan mobilnya.
"Arlynda nyerempet mobil orang, wah emang bener-bener tuh cewek. Bukannya tanggung jawab malah kabur," batin Seo.
Dengan terpaksa, Seo memberitahukan nama dan tempat kerjanya Arlynda kepada Alfarezi.
"Akhirnya aku tau dimana kamu sekarang Arlynda..." batin Alfa.
__ADS_1