
11 π·
"Eh... Arlynda," kata Seo.
"Lo ngapain sih nguntit gue? Kurang kerjaan banget!" kata Arlyn marah.
Seo hanya tersenyum dan mendengarkan omelannya Arlynda. "Dengerin dulu, lo itu jangan salah faham. Gue gak ngikutin lo, gue cuma..."
"Cuma apa? Nguntitkan? Udah deh lo itu bikin gue enek tau gak. Denger ya gara-gara gue kenal lo dari pertama gue kena sial mulu, pertama kamera gue dicuri dan kedua, gue diculik dan itu buat gue takut banget," kata Arlynda.
"Bener-bener ya tu mulut udah kayak cabe, emang dikira gue bawa sial apa? Sabar... sabar Seo kalo bukan karena dia mungkin lo gak akan pernah tau rencana busuknya Aditfi," batin Seo.
Arlyn melihat Seo diam akhirnya memutuskan untuk pergi tetapi Seo menahannya dan meraih tangannya Arlyn.
Dengan cepat Arlyn menepis tangannya Seo "Jangan pernah coba-coba lo pegang tangan gue! Pergi lo sana jangan lo ngutit-nguntit gue lagi. Oh jangan-jangan lo suka lagi sama gue..." kata Arlyn sambil menyipitkan matanya.
"Lo itu ya, udah mulutnya kayak cabe pedes banget, sekarang PD lo juga udah akut ya kayaknya." Kata Seo sambil menyetarakan tinggi badannya dengan Arlyn karena Arlyn lebih pendek dari Seo. "Gue gak nguntit lo, gue cuma awasin lo karena penculik yang nyulik lo belum ketangkep dan pastinya lo masih dalam masalah,"
"Gue gak peduli..." kata Arlyn lalu pergi begitu saja.
"Emang dasar yah tu cewek satu, bikin gue naik darah aja," gumam Seo.
Sesampainya di kantor, setelah urusannya selesai. Arlyn memutuskan untuk pulang dan bekerja kembali mulai besok.
Arlyn pulang seperti biasa menaiki ojek dan diperjalanan, tidak sengaja abang ojeknya nyerempet mobil orang sampai lecet.
"Ya ampun bang, hati-hati dong!" Kata Arlyn yang sama paniknya.
Abang ojek pun berhenti dan panik karena sudah nyerempet mobil orang dan pemilik mobil itu pun keluar dari dalam mobilnya dan melihat kerusakan yang dibuat oleh si pengendara motor.
"Mas, saya benar-benar minta maaf... saya tidak sengaja beneran mas," kata abang ojek.
"Bang, nyetir tuh hati-hati!" kata si pemilik mobil.
"Saya minta maaf mas, saya lepas kendali tadi saya agak ngantuk mas." Kata abang ojek ketakutan.
Matanya Arlyn melotot saat mendengar abang ojeknya bicara "Ya ampun bang kalo ngantuk kenapa ngojek? Bahaya tau bang," sambar Arlyn.
"Tunggu... tunggu kamu pasti penumpangnya kan? Kamu harus ganti rugi kerusakan mobil saya,"
Pemilik mobil itu tak lain adalah Alfarezi, pertemuan yang tidak sengaja ini menimbulkan keributan gara-gara mobil Alfa lecet.
"Kok jadi gue, dengar ya mas mobil, saya itu hanya penumpang. Gue gak tahu bahwa abang ini sedang mengantuk," kata Arlynda.
"Saya tidak mau mendengar alasan, ganti rugi atau saya laporkan kepolisi!" ancam Alfa.
"Gue gak mau ganti rugi, mas cuma lecet dikit doang gak banyak itu..." kata Arlyn sambil menunjuk mobilnya alfa.
__ADS_1
Kini Arlyn mengalah dan membela abang ojek, sekarang Arlyn telah berada bersama Alfarezi di dalam mobilnya karena Arlyn harus menuruti perintah Alfa jika tidak mau ganti rugi.
Alfarezi membawa Arlyn ke Apartementnya dan disuruh bersih-bersih selama satu bulan penuh, itu syarat jika tidak mau ganti rugi.
Arlyn hanya diam dan tidak berbicara karena berbicara pun tidak akan menang dari Alfarezi.
"Ini Apartement saya, selama satu bulan kamu harus beres-beres dan Apartement ini harus bersih selalu setiap saya pulang dan harus sudah rapi. Bagaimana setuju?" kata Alfa.
"Lo itu mau jadiin gue pembantu lo? Gue itu punya pekerjan kalo gue harus bersih-bersih disini gimana sama kerjaan gue," kata Arlyn
"Ya udah ganti rugi aja!" jawab Alfa.
πΈπΈπΈ
Hari ini benar-benar membuat Arlyn sangat lelah. Sudah selesai menguntit orang, diikuti oleh Seo pula.
Belum selesai masalahnya sekarang mendapat masalah baru bersama orang yang sama sekali tidak ia kenal.
Malam ini Arlyn baru sampai di rumah dan langsung merebahkan tubuhnya di sofa karena sudah terlalu lelah.
Keesokan harinya Arlyn pergi ke kantor dengan lemas dan tidak bersemangat. Selain harus bekerja kini Arlyn harus bolak-balik ke Apartementnya Alfa.
Tetapi Arlyn akan berusaha untuk mengganti rugi kerusakan mobilnya dan udah pasti Arlyn membayar ganti rugi kerusakan mobilnya, dan Arlyn akan menggunakan uang yang sengaja dikumpulkannya untuk dana kuliahnya.
"Lemes banget hari ini kenapa?" tanya Sehan.
"Masalah apa lagi? Kayaknya hidup lo penuh banget sama masalah, sepenting apa sih masalah di hidup lo sampe-sampe lo bertemu dengan si masalah?" kata Sehan yang masih fokus dengan laptopnya.
"Lo malah bercanda terus, gue serius tau Sehan," kata Arlyn.
"Ia kenapa?" kata Sehan.
"Kemarin gue pulang naik Ojek kan, si abangnya gak sengaja nyerempet mobil orang sampe lecet, eh gue yang disuruh ganti rugi." Kata Arlyn.
"Lah kok bisa," kata sehan tertawa setelah mendengar cerita Arlyn.
"Oh ia Mora mana?" tanya Arlyn.
"Mora, dia ke Bandung beberapa hari." Kata Sehan.
"Gue libur dulu ya, lagi males nguntit orang. Gue harus ke Apartement mas mobil yang bawel biar urusan gue sama dia kelar dan gue juga sekalian mau ngambil uang di ATM buat bayar ganti rugi si mas mobil," kata Arlyn yang sudah siap-siap untuk pergi.
"Bukannya uang lo udah lo bayar untuk kuliah lo?" kata Sehan.
"Ia gue masih ada simpenan, udah ya bye..." Arlyn pun berlalu dan segera pergi ke ATM sebelum ke Apartementnya Alfa.
Dengan cepat Arlyn menuju ke Apartementnya Alfarezi dan menunggu didepan pintu sampai Alfa kelar dari Apartementnya.
__ADS_1
Tak berapa lama, Alfa pun keluar dari Apartementnya dan melihat Arlyn yang sudah menunggunya diluar.
"Hmm selamat pagi adik kecil, silahkan masuk dan selamat beres-beres ya..." kata Alfa.
"Tunggu... gue kesini bukan mau jadi pembantu lo. Dengar ya mas mobil, gue kesini itu mau ganti rugi karena pekerjaan gue lebih berharga dari pada jadi pembantu lo," kata Arlyn lalu memberikan uang ganti rugi.
"Panggil saya Alfarezi, enak aja manggil mas mobil," kata Alfa
"Ya udah ini ambil uang ganti ruginya!" kata Arlyn dengan nada galaknya.
"Gak usah, aku cuma tes kamu aja. Ternyata kamu beda dengan wanita yang lainnya, kamu orang yang bertanggung jawab dan..."
"Stoop, jelas dong Arlynda gitu..." kata Arlynda lalu berlalu pergi dan memberikan uang ganti ruginya ke tangan Alfa lalu berlalu pergi.
Alfa diam terpaku saat mendengar Arlynda menyebutkan namanya.
"Apa?... Ar... Arlynda, apakah itu Arlynda adik aku?" Gumam Alfa lalu langsung mengejar Arlynda tetapi Arlynda sudah tidak ada.
Dengan cepat Alfarezi kembali lagi ke dalam Apartementnya dan siap-siap. Karena Alfa akan menyusul Arlynda.
Entah itu benar atau tidak, Alfarezi akan memastikannya dan mencari tahu apakah Arlynda yang ia kenal itu Arlynda adiknya atau bukan.
"Hallo sayang... Aliskanya aku, aku datang buat kamu," kata Aditfi yang sudah ada di rumahnya Aliska.
"Kamu kemana aja? Kok gak dateng-dateng sih aku kangen tau sama kamu," kata Aliska.
"Ia maaf ya sayang, aku sibuk banget di kantor. Oh ia adik kamu mana? Seo," kata Aditfi.
"Biasalah, dia palingan maen sama teman barunya," jawab Aliska.
"Teman baru?" kata Aditfi.
"Ia, namanya Arlynda paling lagi sama dia."
"Gara-gara wanita itu semua rencanaku gagal dan sekarang Seo tau rencanaku. Lihat aja Arlynda kamu akan mendapat balasan yang tidak akan pernah kamu bayangkan!" batin Aditfi.
Hari ini, Alfarezi mencari Arlyn dan sekarang dia telah kehilangan jejak Arlyn mencari kesana kemari tapi tidak menemukan dimana Arlyn berada.
Alfa menanyakan ke setiap orang siapa tau ada yang mengenali Arlynda dan dengan begitu akan lebih mudah mencari keberadaannya.
Tak jauh dari tempat Alfarezi, Arlynda baru saja keluar dari Alfamart dan Alfa melihat Arlyn langsung mengikutinya dengan hati-hati agar tidak ketahuan oleh Arlynda.
Arlyn berjalan sambil memakan es cream yang sudah ia beli tadi terlintas wajah Alfarezi, langkah Arlyn berhenti seketika.
"Kenapa gue jadi kefikiran sama mas mobil ya seakan akan gue udah kenal lama sama dia, aduh Arlyn mikir apa sih..." Gumam Arlyn lalau melanjutkan langkahnya lagi.
"Kamu pasti Arlynda adik aku, gak salah lagi aku gak mungkin salah. Arlynda itu pasti adik aku!" batin Alfarezi.
__ADS_1