Detektif Cinta Anti Cinta

Detektif Cinta Anti Cinta
Bab 23 Detektif Cinta Anti Cinta


__ADS_3

23 📷


Saat di perjalanan, Alfarezi melihat sebuah toko roti dan dia berhenti tepat di depan toko roti itu berniat untuk membelinya untuk nanti di rumah.


"Mau ikut gak Dei?" tanya Alfarezi kepada Arlynda yang masih fokus memainkan ponselnya.


"Enggak..." jawab Arlynda.


"Kamu suka cokelat atau keju?" tanya Alfarezi.


"Gak keduanya," jawab Arlynda.


Meskipun Arlynda sudah mengakui Alfarezi sebagai kakaknya, tetap saja Arlynda masih kesal dan juteknya masih tetap sama seperti sebelum Alfarezi datang di kehidupannya.


Alfarezi pun turun dari mobil dan masuk ke dalam toko roti untuk membeli roti. Di dalam toko roti, Alfarezi bertemu dengan Seo dan kakaknya yang sedang membeli roti juga.


"Kak Alfa, kakak disini juga," tanya Seo saat melihat Alfarezi.


"Heyy kamu Seo, ia buat oleh-oleh tante Zia dan buat ngopi di rumah..." kata Alfarezi.


"Oh ia kenalin kak ini kakak aku, namanya Aliska waktu itu belum sempat kenalan kan," kata Seo.


"Ia betul sekali, aku Alfarezi..." kata Alfa kepada Aliska.


"Aku Aliska..." jawab Aliska dan berjabat tangan dengan Alfarezi.


Seo pun mengambil roti pesanannya begitupun juga dengan Alfarezi yang membawa roti pesanannya sekalian membayarnya.


Setelah selesai membeli roti, Seo, Aliska dan Alfarezi keluar dari toko roti bersama dan Alfarezi membantu mendorong kursi roda yang sedang di duduki oleh Aliska.


Alfarezi membantu Aliska untuk masuk ke dalam mobil dan setelah itu, Alfarezi berpamitan kepada Seo dan juga Aliska lalu ia kembali ke dalam mobilnya.


"Ayo kita pulang..." kata Alfarezi lalu mengemudikan mobilnya.


Sesampainya di rumah, Arlynda langsung masuk ke kamarnya dan beristirahat.


"Adik kamu kenapa?" tanya Tante Zia.


"Habis bertengkar sama teman kerjanya tan. Oh ia tante, ini aku bawa roti," kata Alfarezi lalu memberikan rotinya kepada tantenya.


Keesokan harinya, Arlynda berangkat ke kantor di antar oleh Alfarezi dan setelah itu Alfa kembali lagi.


Setibanya di kantor, Arlynda melihat Sehan dan Mora yang sudah menunggunya. Bahkan disana sudah ada Dion tunangannya Isabel.

__ADS_1


Arlynda menghampiri mereka bertiga dan duduk berhadapan dengan Dion, Arlynda menceritakan informasi yang didapatkan olehnya kepada mereka bertiga.


Dion mengangguk-angguk tanda mengerti karena ternyata cerita dari Arlynda dan Sehan itu sama dan Isabel memang tidak bermasud untuk mencari laki-laki kaya tetapi dia berperan sebagai tunangan orang lain demi ibunya yang sedang di rawat.


Dion pun mengerti dan saat ini dia sangat berterima kasih kepada Arlynda dan juga Sehan karena rasa penasarannya sekarang sudah terobati dan kini dia akan pergi menemui Isabel untuk meluruskan permasalahan mereka.


"Gue kira lo gak akan dapat informasi itu Arlynda, ternyata lo dapat juga..." kata Mora yang kini meneguk minumannya.


"Lo selalu kayak gitu sama gue, lo kenapa sih?" tanya Arlynda dengan kesal karena Mora.


"Kita nunggu lo dari tadi, hampir aja Dion merusak seluruh ruangan ini kalo lo gak dateng. Kebiasaan aja terus lo telat datang," kata Mora.


"Udahlah Mora jangan dibahas lagi, Lagian juga semuanya udah clear jadi gak ada yang harus dipermasalahkan," kata Sehan yang mencoba melerai.


"Tau nih cewek lo sensi amat sama gue," kata Arlynda.


"Oh ia Arlynda makasih ya karena tadi lo udah dateng walaupun telat sedikit, tapi gue lega karena permasalahan ini udah selesai," kata Sehan.


"Ya ya ya, gue mau pulang sekarang. Lo Mor, jangan sewot mulu nanti cepet tua..." kata Arlyn lalu berlalu dari hadapan mereka berdua.


"Arlyndaaaaaa..." teriak Mora.


"Udah Mor kamu itu selalu aja bertengkar sama Arlynda, heran aku sama kamu..." kata Sehan.


📸📸📸


Saat Arlynda menunggu ojek, tiba-tiba Seo datang dan memberhentikan mobilnya tepat di depan Arlynda. Seo langsung turun dan menghampiri Arlynda.


“Lo, kok lo ada disini?” tanya Arlynda.


“Gue sengaja mau jemput lo tadi ke kantor dan gue lihat lo ada disini, jalan yuk ada sesuatu yang perlu gue bicarain sama lo,” kata Seo.


“Ada apa? lo ngomong aja disini...” kata Arlynda.


“Enggak bisa lah Ar, ini meyangkut kita ...” kata Seo.


Seo memang sengaja datang untuk menemui Arlynda karena ada sesuatu hal yang harus di bicarakan dengan Arlynda. Sesuatu yang sangat Seo takuti saat ini dan kini Seo ingin berusaha melindungi Arlynda karena gara-gara Seo Arlynda selalu dalam bahaya.


Dengan terpaksa, Arlynda mengikuti Seo dan dia juga merasa penasaran atas apa yang akan dibicarakan oleh Seo kepadanya. Seo dan Arlynda pun pergi bersama. Seo membawa Arlynda ke suatu tempat.


“Lo mau ngomong apa sih sebenernya?” tanya Arlynda.


“Lo masih ingat sama Aditfi gak?” tanya Seo.

__ADS_1


“Oh ia gue inget kok, ada apa sama dia?”


Seo pun menceritakan semua yang dibicarakan Aditfi saat dia di sekap waktu itu, dan itu membuat Arlynda berfikir untuk saat ini dan harus tetap waspada kepada Aditfi.


Saat ini Seo sangat khawatir kepada Arlynda karena ancaman yang diberikan oleh Aditfi selalu terngiang di telinganya dan apapun yang terjadi, Seo harus bisa berada di samping Arlynda untuk melindunginya.


“Terus kenapa lo gak laporin aja ke kakak lo? Padahal kalo misalnya kakak lo tau pasti dia juga akan marah besar loh...” saran Arlynda kepada Seo.


“Gue juga berfikir itu, tapi kakak gue udah cinta banget sama Aditfi dan sebentar lagi kan mereka akan menikah,” kata Seo.


“Lo kan tahu sendiri kalo Aditfi itu orangnya gak baik dan cuma cinta pura-pura sama kakak lo. Jujur aja apa adanya pasti kakak lo akan terima kok gue yakin,” kata Arlynda.


“Yah gue sih berharap gitu, tapi gimana kalo lo bantu gue untuk bilang sama kakak gue?” tanya Seo


“Gak ah, sebenarnya gue gak mau berurusan lagi sama lo tapi kenapa sih lo selalu muncul di hidup gue?” tanya Arlynda.


“Lo gak tau Arlynda, sejak gue ketemu sama lo. Gue udah sayang sama lo, walaupun lo selalu jutekin gue dan menghindar dari gue. Kenapa lo gak bisa buka hati lo sedikit aja buat gue...” batin Seo.


Akhirnya Seo mengantar Arlynda pulang. Arlynda pun sangat penasaran dan bertanya-tanya karena pertanyaannya belum dijawab juga oleh Seo.


Seo pun pamit untuk pulang dan akan datang lagi besok pagi untuk menjemputnya dan mengantarnya ke kantor. Arlynda pun mengiayakan untuk di jemput oleh Seo karena Arlynda pun harus membantu Seo untuk yang kedua kalinya.


Di rumah Kinza, dia berfikir bagaimana caranya untuk memberitahukan identitasnya yang sebenarnya kepada kakaknya dan juga adiknya.


Kinza pun memiliki rencana untuk pergi diam-diam malam ini ke rumah Tante Zia karena dari biodata yang didapatkan oleh anak buahnya Kinza, alamat lengkap beserta keluarganya sudah tertera disana termasuk tempat tinggal Arlynda adiknya.


Akhirnya Kinza pergi dengan menaiki angkutan umum untuk sampai ke rumah Tante Zia dan dia sengaja tidak memakai mobilnya agar tidak ada yang tahu malam ini Kinza pergi.


“Arlynda ayo makan, makan malam udah siap...” teriak Tante Zia dari bawah.


“Biar aku aja yang ajak Arlynda tante...” kata Alfarezi lalu pergi ke kamarnya Arlynda.


Tok... tok... tok.


Alfarezi mengetuk pintu kamar adiknya tetapi tidak ada jawaban sama sekali dari dalam kamarnya. Alfarezi mengetuk pintu kamar Arlynda beberapa kali tetapi tetap sama tidak ada jawaban padahal tadi Arynda tidak pergi kemana-mana.


“Apa udah tidur kali ya...” gumam Alfarezi lalu turun lagi dan memberitahukan tantenya bahwa Arlynda mungkin sudah tidur.


“Loh belum malam banget kok udah tidur ya, mungkin adik kamu itu cape. Ya udah yuk kita makan berdua aja,” ajak tantenya.


Mereka berdua pun makan bersama. Disaat mereka sedang makan, terdengar ada yang mengetuk pintu. Lalu Alfarezi pun membukakan pintu dan terlihat kaget saat melihat siapa yang datang.


“Kamu...” kata Alfarezi.

__ADS_1


__ADS_2