
29 đź“·
“Kamu itu jangan ngomong sembarangan bisa gak sih? Ciara itu baik dan kamu jangan tuduh Ciara kayak gitu. Walaupun kamu ade aku, tapi kalo cara kamu memperlakukan orang kayak gitu kakak gak suka!” kata Kinza.
“Kok lo jadi salahin gue sih? Lo juga gak pantes disebut kakak tau gak, lo lebih belain Ciara dari pada ade lo sendiri. Lebih baik sekarang lo pergi deh...” kata Arlynda.
“Arlynda, Kinza cukup... kalian kenapa jadi bertengkar sih? Sekarang agar jelas, kamu temannya Arlynda coba jelaskan apa yang sebenarnya terjadi!" kata Tante Zia.
Mereka pun semua duduk, dan Zaidan mencoba menjelaskan hubungannya dengan Ciara sebagai anak buahnya dan Rencana jahat sebenarnya Ciara kepada Arlynda. Maka dari itu, sejak dia mendengar nama Arlynda, Zaidan berusaha untuk mencari tahu apakah Arlynda yang dimaksud adalah temannya atau bukan.
Ternyata dugaannya benar bahwa Arlynda yang dimaksud adalah temannya. Zaidan berusaha untuk melindungi Arlynda.
Kinza yang mendengar penjelasan dari Zaidan langsung mengerti dan dia pun ingin menemui Ciara, tetapi Alfarezi dan Tante Zia melarang Kinza untuk menemui Ciara dalam situasi seperti ini.
“De... kakak benar-benar minta maaf sama kamu, karena kakak udah marahin kamu,” kata Kinza kepada Arlynda.
“Makanya dengerin dulu penjelasannya jangan langsung marah-marah gak jelas,” kata Arlynda.
“Ya sudah sekarang lebih baik kita sarapan dulu ya, Arlynda juga belum sarapan karena keburu marah,” kata Tante Zia.
Akhirnya mereka pun sarapan bersama dan merencanakan sesuatu untuk membuktikan Ciara bersalah dan akan segera menyelesaikan permasalahannya.
Setelah selesai sarapan, Kinza dan juga Arlynda berusaha menemui Ciara ke rumahnya Ciara. Ciara melihat kedatangan Kinza dan juga Arlynda, dia menyuruh anak buahnya untuk memperbolehkan Kinza dan Arlynda untuk masuk.
“Lo yakin Ciara akan dengerin penjelasan lo? Kalo menurut gue sih dia gak akan dengerin lo,” kata Arlynda.
“De... bisa gak sih sekali aja percaya sama kakak? Kakak yakin Ciara akan dengerin penjelasan kakak,” kata Kinza.
“Kita lihat aja nanti,” kata Arlynda.
__ADS_1
Setelah Kinza dan Arlynda masuk, mereka pun di arahkan ke dalam gudang dan mereka di suruh duduk di kursi tua yang sudah lama tidak dipakai. Akhirnya mereka berdua menuruti perintah orang suruhannya Ciara.
Tak lama, Ciara pun datang sambil membawa dokumen di tangannya, Ciara terlihat tenang dan tidak ada rasa marah ataupun kesal kepada Kinza ataupun Arlynda.
“Hmm... ternyata kalian datang juga, padahal aku udah tungguin kalian loh dan Zaidan juga harusnya ikut kesini tau...” kata Ciara.
“Ciara, kita dateng kesini karena mau meluruskan masalah kita. Aku dengar kamu marah sama Arlynda. Kamu harus tau kalau Arlynda ini adalah adik aku. Adik yang udah lama terpisah,” kata Kinza.
“Oh bagus dong kalian udah ketemu lagi. Hmm aku tadinya emang mau celakain adik kamu tapi kalian dateng ya udah sekalian aja sama kamu...” kata Ciara.
“Maksud lo apa?” tanya Arlynda.
“Arlynda, kamu gak mungkin kan sebodoh itu? Gini deh aku punya dokumen penting. Di dalam dokumen ini ada surat perjanjian untuk menyerahkan semua aset perusahaan papah kamu sama aku. Gimana kalau kalian tanda tangani di dokumen ini dan aku pastikan kalian selamat,” kata Ciara.
“Lo mau ngerampok atau bikin kita miskin sih?” tanya Kinza.
“Kinza, kamu inget kan dulu papah aku sempat bangkrut karena papah kamu dan restoran aku itu kebakar karena papah kamu juga. Sekarang kalau aku minta ganti rugi itu gak akan jadi masalah kan? Oke gini deh, gimana kalau kalian serahkan Restoran dan cabangnya sama aku dan kalian gak akan dalam masalah,” kata Ciara. “Yah itung-itung sih sebagai ganti rugi aja,” sambung Ciara.
“Tujuan aku itu simple, pacaran sama kamu agar aku dapat Restoran sebagai ganti rugi dan melihat adik kamu itu celaka karena sebagai gantinya papah aku dicelakai sama papah kamu...” kata Ciara.
“Ciara, kamu itu tolong dong buka mata kamu. Aku itu tulus sama kamu tapi kenapa kamu manfaatin aku Ciara?” tanya Kinza.
📸📸📸
Tok...tok...tok.
Pak Hardi mengetuk pintu rumah Tante Zia. Ternyata yang membuka pintu itu Alfarezi. Pak Hardi langsung memeluk Alfarezi. Pak Hardi sengaja datang ke rumah Tante Zia secara sembunyi-sembunyi agar Berly tidak mengetahuinya bahwa dia menemui anaknya.
Alfarezi langsung melepas pelukan ayahnya dan dia sedikit menjauh dari Pak Hardi. Tiba-tiba datang Tante Zia dari arah belakang dan Pak Hardi kaget karena melihat Tante Zia dengan tatapan marahnya.
__ADS_1
“Hmm... mau ngapain Mas Hardi kesini?” tanya Tante Zia kesal.
“Zia, tolong dengarkan aku dulu, aku bisa jelaskan tujuan aku datang kesini,” kata Pak Hardi.
“Tolong anda pergi dari sini dan jangan pernah datang lagi!" kata Alfarezi.
“Nak... ini papah, kamu jangan seperti ini sama papah nak,” kata Pak Hardi.
“Papah? Apa anda pantas disebut seorang papah? setelah bertahun-tahun lamanya anda pergi dan sekarang anda datang mengaku sebagai papah,” kata Alfarezi.
“Alfarezi dengarkan papah, papah bisa jelaskan,” kata Pak Hardi.
“Udahlah mas, setelah kamu menyakiti kakak ku dan anak kamu, sekarang kamu kembali hanya dengan maaf? Itu gak berguna Mas Hardi,” kata Tante Zia.
“Tuan, kita harus segera pergi dari sini karena resto sedang kacau, kita di demo tuan,” bisik pengawal Pak Hardi.
Tak lama setelah mendengar bahwa ada kekacauan di Resto, Pak Hardi segera pergi meinggalkan rumah tante Zia dan segera pergi ke Restoran miliknya untuk mengecek keadaan Resto.
Tante Zia pun menutup pintu dengan keras dan langsung duduk di kursi sambil kesal karena kedatangan Pak Hardi yang tak lain adalah kakak iparnya. Alfarezi pun membantu menenangkan tantenya.
Setelah sampai di Resto, Pak Hardi di kagetkan dengan banyaknya orang yang demo di Restorannya. Mereka menuntut bahwa makanan di Restoran tersebut mengkonsumsi daging busuk dan sengaja memasukan obat sakit perut ke dalam makanan pembeli. Mereka pun ingin menuntut Pak Hardi dan mereka memaksa Pak Harrdi untuk menutup Restorannya.
Berita pun meyebar dan sekarang Restoran Pak Hardi terancam tutup karena gosip yang sudah menyebar dan karena demo yang sudah membabi buta.
Pak hardi pun berusaha menenangkan mereka yang demo dan mereka tetap ingin Pak Hardi untuk menutup Restorannya.
Di tempat lain, sekarang ada yang merasa bahagia karena rencananya berhasil untuk menghancurkan bisnis seseorang dan membuat mereka hancur perlahan. Dia adalah Ciara, Ciara sengaja menyuruh orang untuk membuat keributan di Restorannya Pak Hardi agar tidak ada lagi pelanggan yang membeli makanan disana.
Sedangkan Kinza dan Arlynda sekarang dalam pengawasannya Ciara agar Kinza dan Arlynda tidak bisa keluar dari sekapannya Ciara. Ciara sengaja membuat Kinza dan Arlynda di sekap karena dia memiliki rencana jahat lain untuk Arlynda dan juga Kinza.
__ADS_1
“Hari ini bukan hanya Hardi yang akan merasakan sakitnya, tetapi kalian berdua juga akan merasakan apa yang aku rasakan selama ini yang sudah aku pendam begitu lama...” ancam Ciara kepada Kinza dan juga Arlynda.