
13 π·
Sampai malam ini, Arlynda masih berada di Rumah Sakit bersama Kinza dan Ciara. Arlynda tidak diizinkan pulang sebelum Ciara pulih. Lapar dan lelah yang kini Arlyn rasakan.
Dengan terpaksa Arlynda meminjam telepon kepada staff Rumah Sakit untuk memberitahukan keberadannya kepada Tante Zia dan juga Sehan.
Saat menelpon Sehan, Sehan sangat kesal dan marah kepada Arlynda. Arlynda pun hanya diam mendapat omelan dari Sehan.
Tetapi tidak berhenti disitu, Arlyn akan mencoba kabur dari Kinza setelah semuanya aman.
Telepon pun berakhir. Yang mengusulkan Arlyn untuk kabur adalah Tante Zia saat Arlyn menelponnya tadi. Arlyn pun menuruti perintahnya Tante Zia untuk pergi diam-diam.
Dengan cepat Arlyn mengendap-ngendap untuk kabur dari Rumah Sakit itu. Dengan langkah cepat, Arlyn berhasil kabur dan menuju ke jalan untuk mencari kendaraan.
Tiit... tiit... tiit.
Suara klakson mobil yang langsung berhenti dan mobil yang hampir saja menabrak Arlyn berhenti tepat di depan Arlyn. Arlyn pun kaget dan menutup wajahnya dengan kedua tanganya karena ketakutan.
Dengan cepat si pemilik mobil keluar dan menghampiri Arlyn.
"Lo gak papa?" tanya si pengendara mobil.
"Kayak gak asing suaranya," batin Arlyn. Arlynda pun melihat ke arah pengendara mobil tersebut.
"Arlynda," kata pengendara mobil itu dan dia adalah Seo.
Di dalam Rumah Sakit, Kinza mencari Arlyn yang sudah kabur. Kinza semakin marah dan kesal karena Arlynda benar-benar kabur dan tidak mendengarkan ucapannya.
Tidak sengaja, Kinza melihat Arlyn yang sedang ada diluar lalu Kinza berusaha mengejar Arlynda.
Arlynda yang saat itu panik dan melihat Kinza yang datang ke arahnya, langsung menaiki mobilnya Seo. Seo pun mengikuti Arlyn dan masuk kedalam mobilnya.
"Woyy jangan kabur lo..." teriak Kinza.
"Cepetan jalan, gue lagi dikejar-kejar sama dia tuh cepet jalan Seo!" perintah Arlyn.
Seo mengikuti permintaannya Arlyn yang menyuruhnya untuk cepat melajukan mobilnya.
"Lo habis bikin masalah apa lagi sih? Kerjaan lo tuh masalah mulu..." tanya Seo.
"Ceritanya panjang, kalo gue ceritain ke lo juga ujung-ujungnya lo sama gue debat lagi," kata Arlyn.
"Oh jelas, karena mulai sekarang lo adalah tanggung jawab gue selama penjahat yang culik lo belum ketangkap!" kata Seo.
Arlyn yang mendengar pernyataan dari Seo kaget dan tidak percaya "Gimana bisa gue jadi tanggung jawab lo? Kenal juga baru. Udah deh lo jangan ikut campur urusan hidup gue!"
__ADS_1
"Survei membuktikan kalo lo dekat gue, lo selalu aman dan masalah lo kelar. Oh ya dan lo juga udah nyerempet mobil orang kan?" tanya Seo.
"Haaaa... lo tau dari mana? Wah bener ya lo udah alih profesi sekarang jadi tukang nguntit gue..." kata Arlyn.
"Ngapain juga gue nguntit lo. Yang ada lo itu harusnya berterima kasih sama gue karena adanya gue lo selalu aman. Buktinya sekarang lo dikejar sama orang yang tadi, gue kan yang nolong lo..." kata Seo.
"Itu namanya kebetulan Seo..." kata Arlyn.
Mereka pun berhenti berdebat karena Arlyn langsung menyuruhnya berhenti di depan butik.
Seo pun mengikuti kemauannya Arlyn dan berhenti sesuai perintah Arlyn. Setelah mobil Seo berhenti, Arlyn langsung turun dan pergi meninggalkan Seo begitu saja.
"Tanpa bilang makasih... Seo makasih ya lo udah anterin gue dan selametin gue dari kejaran orang tadi. Enggak sama sekali," oceh Seo lalu langsung melajukan mobilnya dan pulang ke rumah.
Di Rumah Sakit terlihat Kinza begitu kesal karena Arlynda kabur darinya. Dan Kinza tidak bisa menerima semua ini, Kinza akan mencari Arlynda sampai ketemu.
"Awas aja kalo gue temuin lo, gue akan buat lo menyesal karena lo udah kabur..." batin Kinza.
πΈπΈπΈ
Hari sudah pagi, Arlynda membantu menyiapkan makanan karena pagi ini Tante Zia pergi berbelanja dan Arlyn yang memasak menggantikan Tante Zia.
Dengan senang Alryn memasak karena selain menjadi Detektif Cinta, Arlyn juga pandai memasak dan Tante Zia yang selalu mengajarkannya memasak.
Kemampuan Arlyn ini benar-benar bisa diandalkan karena disaat Tante Zia tidak memasak, ada Arlyn yang siap memasak untuk di rumah.
Setelah selesai makan, Arlyn langsung berangkat kerja. Seperti biasa, Arlyn selalu menaiki ojek untuk pergi ke kantornya.
"Pagi semua..." kata Mora yang baru saja sampai dari Bandung lalu langsung masuk kedalam kantor. "Maaf, gue kira gak ada Klien." Sambungnya saat melihat sudah ada Alfarezi disana.
"Makanya ucap salam... kok udah balik aja?" tanya Sehan.
"Ia karena gue gak bisa ninggalin kerjaan gue..." kata Mora sambil menghampiri meja kerjanya lalu langsung duduk.
Alfarezi sudah ada didalam kantor untuk menunggu kedatangan Arlynda yang sampai saat ini belum kunjung datang.
Diperjalanan, ban motor abang ojeknya pecah dan dengan terpaksa Arlynda berjalan kaki ke kantor karena sudah setengah jalan dan sebentar lagi pun sampai.
Setelah sampai di kantor, Arlyn langsung masuk kedalam dan melihat sudah ada Alfarezi yang sedang duduk kursi Klien yang membuat Arlyn kaget.
"Bagus... kemarin gak kerja, sekarang datang telat. Kebetulan gue mau marahin lo sepuas gue!" kata Sehan meninggikan suaranya lalu menghampiri Arlyn yang saat ini mematung di depan pintu.
Mendengar Arlyn kena marahnya Sehan, Alfa hanya tersenyum dan melihat mereka berdebat. Ternyata selain cantik, Arlyn juga selalu mencairkan suasana hati orang walaupun hanya sebentar.
"Aduh jangan sekarang deh marah-marahnya, nanti-nanti aja kek..." kata Arlyn yang langsung menuju meja kerjanya.
__ADS_1
"Oke gue tunda marahnya sama lo. Awas lo yah urusan kita belum selesai!" kata Sehan. "Itu ada yang nyariin lo," melihat ke arah Alfarezi.
Arlynda menghampiri Alfa yang sudah lama menunggunya dan terlihat malas untuk menghampiri Alfarezi.
Tetapi Alfa malah tersenyum dan menarik tangan Arlyn keluar. Arlynda berusaha melepaskan tangannya tetapi Alfa tidak membiarkannya melepas genggaman tangannya.
"Ayo masuk!" perintah Alfa yang kini sudah melepas genggaman tangannya Arlyn.
"Enggak mau! Ini namanya penculikan yah. Lo genggam tangan gue tanpa izin gue lagi," kata Arlyn sinis.
"Aku bilang masuk! Nanti aku jelasin," kata Alfa yang sudah membukakan pintu mobilnya untuk Arlyn.
"Huufffhhh enggak mau..." kata Arlyn lalu hendak masuk lagi kedalam kantornya.
Dengan cepat Alfa menyusul langkah Arlyn dan berdiri dihadapannya. Membuat Arlyn menghentikan langkahnya.
Arlyn menahan kekesalannya karena bagaimanapun dia masih punya masalah dengan Alfa gara-gara mobilnya tergores dan Arlyn tidak ingin menambah masalah lagi sekarang.
"Masuk!" perintah Alfa.
Dengan terpaksa, Arlyn menuruti perintah Alfa untuk masuk kedalam mobilnya. Setelah masuk, Arlyn menutup pintu mobilnya sangat keras membuat Alfa menggelengkan kepalanya akibat ulah Arlyn.
Didalam mobil, tidak ada yang memulai percakapan, Arlyn yang masih cemberut karena kesal kepada Alfa hanya diam dan sekarang Alfarezi kebingungan harus memulai pembicaraan mulai dari mana.
"Ini kita mau kemana? Jangan bilang lo mau suruh gue jadi pembantu lo lagi, gue gak mau!" kata Arlynda.
"Emm.. tenang aja aku gak akan suruh kamu untuk membersihkan rumah. Justru aku mau ajakin kamu sarapan bersama," kata Alfa.
"Gue udah sarapan, udah deh to the point aja! Sebenarnya lo mau apa? Gue harus kerja dan lo harus turunin gue disini sekarang juga!" perintah Arlynda.
"Aku gak mungkin turunin kamu dijalanan kayak gini Arlynda," kata Alfa yang masih mengemudikan mobilnya.
Arlyn menahan kekesalannya kepada Alfarezi karena ketidak jelasan Alfa kepada Arlyn tetapi Arlyn terus mengikuti apa yang Alfa mau untuk saat ini.
Alfa memberhentikan mobilnya disebuah taman bermain, banyak permainan anak-anak disana dan mereka berdua duduk di sebuah ayunan.
"Aku mau tanya sama kamu Arlynda, apa kamu mengenal Tante Zia?" tanya Alfarezi.
"Kenapa tiba-tiba dia nanya itu, apa dia kenal sama tante. Tapi Tante Zia gak pernah cerita kalo dia punya kenalan yang namanya Alfarezi," batin Arlynda.
Alfa menunggu jawaban dari Arlyn tetapi Arlyn masih belum bicara apapun tentang Tante Zia kepada Alfarezi.
Dengan pura-pura Arlyn tidak mengenali Tante Zia "Enggak, gue gak tau. Lo kok tiba-tiba tanyain tante Zia sama gue? Emang sebelumnya lo pernah kenal sama gue? Sampai-sampai lo nanya ini sama gue," kata Arlynda.
"Enggak bukan gitu, aku ada urusan aja sama Tante Zia dan aku perlu sama dia. Dan alasan aku tanya ini sama kamu karena kamu kerja sebagai seorang Detektif Cinta pastinya kamu tau orang yang bernama Tante Zia ini." Kata Alfarezi
__ADS_1
"Ya profesi gue sebagai Detektif kan, bukan untuk tau semua orang," jelas Arlynda.