Detektif Cinta Anti Cinta

Detektif Cinta Anti Cinta
Bab 21 Detektif Cinta Anti Cinta


__ADS_3

21 πŸ“·


"Berhenti disini!" kata Arlynda.


"Enggak, gue gak mau turunin lo di pinggir jalan kayak gini," kata Seo yang masih santai menyetir mobilnya.


"Oh ya kenapa lo ngaku-ngaku sebagai pacar gue? lo ngarep banget sih jadi orang," kata Arlynda yang masih cemberut.


Seo hanya tertawa mendengar ocehannya Arlynda dan membiarkannya tanpa memperdulikan perkataan Arlynda dan hanya fokus menyetir.


Melihat Seo yang tidak kunjung memberhentikan mobilnya, Arlynda memaksanya untuk berhenti. Akhirnya Seo kalah oleh Arlyn dan berhenti di pinggir jalan. Setelah berhenti Arlyn pun turun dari mobil dan disusul oleh Seo.


"Lo kenapa sih? Gue tadi udah bantuin lo untuk lepas dari cowok itu," kata Seo.


"Gue gak minta pertolongan lo," kata Arlynda dengan santai.


"Arlynda, Arlynda kenapa sih lo gak bisa lihat ketulusan seseorang? Lo selalu marah-marah terus, tapi gak papa sih lo akan tetap ada di hati gue walaupun hati lo masih beku," kata Seo blak-blakan dan bersandar di mobilnya.


Arlynda kesal dibuatnya lalu ia berjalan meninggalkan Seo sendirian. Tanpa berfikir panjang Seo mengikutinya dan meninggalkan mobilnya.


Arlynda berjalan pelan dan tiba-tiba air matanya jatuh membasahi pipinya dan ia berhenti berjalan. Lalu tiba-tiba Arlyn jongkok dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Seo menghampirinya dan mendengar isakan tangis Arlynda. Seo pun ikut jongkok di hadapan Arlyn.


"Hei... gue bercanda, kok lo jadi nangis sih?" kata Seo. "Malu dilihat orang itu ya ampun, Arlynda... " kata Seo.


"Lo diem, gue cuma pengen kayak gini..." kata Arlyn yang masih dengan tangisannya dan masih menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Seo pun duduk dihadapan Arlyn dan tidak peduli dia duduk di pinggir jalan hanya untuk menunggu Arlyn selesai menagis.


Arlyn masih menangis, ia sedih karena akhir-akhir ini ia didekati oleh masalah terus. Hatinya yang belum bisa menerima Alfarezi sebagai kakaknya, Kinza yang selalu mengejarnya dan sekarang Seo yang mengaku-ngaku sebagai pacarnya.


Arlnda benar-benar bingung saat ini. Arlynda menghentikan tangisnya dan langsung berdiri. Tetapi melihat Seo masih setia dengan duduknya ia pun kembali jongkok.


"Kok lo malah duduk disitu sih?" tanya Arlynda.


"Lo nangis dan lo suruh gue diem ya udah gue diem dan duduk aja disini," jawab Seo.


"Ya udah bangun kita balik ke mobil dan anterin gue pulang," kata Arlyn menuju mobilnya Seo.


Seo pun menuju mobilnya juga. Setelah sampai di mobil, mereka pun melanjutkan perjalanan.


"Makasih ya lo udah nolong gue kemarin," kata Seo.


"Ia sama-sama," kata Arlyn.


"Yang kemarin itu kakak lo? Gue pernah ketemu sama dia satu kali dan dia nanyain lo, jadi gue kasih tau dia bahwa lo kerja di kantor Detektif Cinta lo," kata Seo jujur kepada Arlyn.


"Oh jadi lo yang kasih tau dia kalo gue kerja di kantor Detektif Cinta, pantesan aja dia selalu ngejar gue ke kantor," kata Arlyn.

__ADS_1


"Tapi emang benar dia itu kakak lo?" tanya Seo.


"Gue gak yakin, sampai sekarang aja gue belum akuin dia sebagai kakak gue dan parahnya lagi Alfarezi tinggal di rumah tante gue," kata Arlyn.


"Gak ada salahnya lo buka hati lo dan nerima dia sebagai kakak lo, kasihan tahu Arlynda," kata Seo.


"Gue akan usahakan..." jawab Arlynda.


Mereka pun sampai dan Arlyn langsung turun dari mobilnya Seo. Arlyn meminta Seo membuka kaca mobilnya dan Seo menuruti keinginan Arlyn untuk membuka Kaca mobilnya.


"Makasih ya, lo udah nolongin gue dari gue di sekap waktu itu dan lo yang selalu anterin gue pulang," kata Arlyn dan dia baru kali tersenyun kepada seseorang.


"Sama-sama, nah gitu dong senyum jangan manyun terus..." kata Seo. Lalu Seo pamit pulang.


Arlynda pun masuk ke dalam dan langsung memeluk Alfarezi. Ia pun langsung menangis di pelukan kakaknya.


Alfarezi kaget mendapati adiknya menangis dan langsung memeluknya, Alfarezi pun membalas pelukan adiknya itu dan mengelus kepala adiknya.


"Kenapa? Ada apa Arlynda?" tanya Alfarezi.


"Maafin gue... gak seharunya gue benci sama lo," kata Arlynda lalu ia melepaskan pelukannya. "Maafin Arlynda Kak Alfa," sambungnya lalu ia lari dan masuk ke dalam kamar.


"Arlyn panggil gue kakak," batin Alfarezi senang mendangar adiknya memanggil dia kakak.


πŸ“ΈπŸ“ΈπŸ“Έ


"Habis ketemu sama Arlynda kak," kata Seo yang langsung jongkok di hadapan Aliska dan memegang tangannya Aliska.


"Rupanya kamu menyukai Arlynda ya?" tanya Aliska sambil tersenyum.


Sehan pun tersenyum "Arlynda itu cewek paling nyebelin yang pernah aku temui kak, tapi aku suka sama dia."


Aliska pun mengelus kepalanya Seo dengan penuh kasih sayang "Kalo kamu suka, kamu harus perjuangkan."


"Pasti kak, Seo akan berusaha untuk membuka hatinya Arlynda dan membuat dia bisa mencintai aku kak," kata Seo.


Pagi harinya, Tante Zia masuk ke kamarnya Arlyn untuk membangunkannya. Tetapi saat tante masuk ke kamarnya Arlyn, ternyata kamarnya sudah rapi dan Arlyn tidak ada di kamarnya.


Tante Zia kaget dan langsung mencari Arlyn di sekitar kamar tetapi tidak ada. Tante pun memanggil Alfarezi dan memberitahukan bahwa Arlyn tidak ada dikamarnya, tidak seperti biasanya yang selalu sarapan bersama.


"Aduh adik kamu kemana lagi Farez, gak biasanya dia kayak gini. Kamu tau adik kamu pergi kemana?" tanya Tante Zia.


"Alfarezi gak tau Arlyn kemana tante, ya udah aku cari Arlyn mungkin dia di kantornya," kata Alfarezi lalu pamit untuk menyusul Arlyn ke kantor.


Di perjalanan, Arlyn diikuti oleh orang suruhannya Kinza. Mereka sudah mengetahui informasi tentang Arlynda. Setelah mengetahui semua tentang Arlynda, ketiga anak buah itu pergi untuk menemui Kinza di suatu tempat.


Kinza menunggu anak buahnya yang akan memberikan informasi lengkap tentang Arlynda. Setelah setengah jam menunggu, akhirnya mereka datang dan memberikan biodata lengkap Arlynda.


Kinza menerima berkas itu dan dilihatnya satu persatu mulai dari nama lengkap, nama orang tua dan saudaranya. Melihat itu, Kinza kaget dan meremas berkasnya yang ada di tangannya dengan kesal.

__ADS_1


"Maaf bos, bos kenapa ya kok setelah melihat berkas Arlynda bos langsung marah? Memangnya bos mengenal Arlynda?" tanya salah satu anak buahnya.


"Nanti gue kabarin kalian lagi soal ini untuk bayarannya, nanti gue jelasin setelah gue urus urusan gue," kata Kinza lalu pergi menaiki mobil lalu pulang ke rumah.


"Aneh banget bos kita, melihat Biodata Arlynda langsung kesal dan marah," kata Vito anak buahnya Kinza juga.


Vito, Jino dan Doni adalah anak buah dari Kinza yang selalu Kinza andalkan setiap Kinza butuhkan dan mereka sangat setia kepada atasannya.


"Arlynda, tumben banget lo pagi-pagi datengnya," tanya Mora.


"Ia karena gue mau melanjutkan misi gue untuk menyelidiki Isabel," kata Arlyn.


"Berhubung Sehan belum datang, gue mau bilang sama lo kalo lo itu seharusnya menolak job ini biar gue aja karena gue gak terima lo dekat sama Sehan," kata Mora berdiri di hadapannya.


"Menurut lo gue bakal suka gitu sama Sehan? Lo cemburuan banget sih jadi orang," jawab Arlyn santai lalu duduk di kursinya.


"Gue itu bukan cemburu Arlynda tapi gue takut Sehan berpaling sama lo," kata Mora.


Arlynda tidak menanggapi ucapannya Mora dan pergi dengan membawa berkas tentang Isabel beserta kameranya.


Arlynda pergi untuk bertemu dengan Isabel dan hari ini harus sudah benar-benar selesai penyelidikannya. Dia bertemu dengan Isabel di sebuah cafe dan mereka duduk bersama untuk membicarakan hal yang serius.


Isabel mengajak Arlynda ke rumah sakit untuk bertemu dengan ibunya yang sedang di rawat dirumah sakit.


Diperjalanan pulang setelah dari Rumah Sakit, Arlynda bertemu dengan Kinza karena Kinza sengaja mengikutinya karena dia ingin bilang bahwa Arlynda adalah adiknya.


Tetapi saat Arlyn bertemu dengan Kinza, Arlyn lari untuk menghindari Kinza. Melihat Arlyn lari, Kinza menyusulnya dan mengejar Arlyn.


Tak berapa lama, Kinza berhasil mengejar Arlyn. Kinza menarik tasnya Arlyn agar Arlyn tidak berusaha untuk kabur lagi.


"Berhenti Arlynda Deira Puteri!" kata Kinza.


"Lo itu mau apa lagi sih? Gue tuh lagi kerja dan lo malah kejar gue kayak gini," kata Arlynda.


"Lo tau siapa gue?" tanya Kinza.


"Lo itu nanya aneh-aneh ya, gue gak pernah kenalan sama lo kenapa lo tanya gue soal lo?" jawab Arlynda yang berusaha melepaskan tangannya Kinza yang memegang tasnya.


Kinza pun melepaskan Arlynda dan sekarang berdiri dihadapan Arlyn dengan tatapan tajamnya.


Arlynda mundur satu langkah untuk menghindari Kinza, dengan cepat Kinza memeluk Arlynda.


Arlynda benar-benar kaget ada apa dengan orang ini. Kenal tidak, bertemu juga sudah seperti musuh dan sekarang dia peluk Arlynda. Karena kesal, Aryn langsung mendorong Kinza dengan keras sampai Kinza jatuh ke aspal.


"Lo laki-laki paling nyebelin yang pernah gue temui, lo berani peluk gue lagi gue akan hajar lo habis-habisan," ancam Arlynda.


"Dengerin dulu Deira... lo harus tau sesuatu yang gak lo tahu," kata Kinza.


"Lo berani yah panggil gue dengan nama itu, gue Arlynda dan panggil gue Arlynda bukan Deira!" teriak Arlynda.

__ADS_1


__ADS_2