Detektif Cinta Anti Cinta

Detektif Cinta Anti Cinta
Bab 25 Detektif Cinta Anti Cinta


__ADS_3

25 đź“·


“Kurang ajar, berani-beraninya mereka...” gumam Alfarezi.


📸📸📸


“Mas, Kinza gak ada di kamarnya tapi mobilnya kok ada ya...” kata Berly yang pura-pura khawatir padahal dia bahagia saat Kinza tidak ada di rumah dan ia bisa menguasai semuanya.


“Semalam bukannya Kinza ada di kamar?” tanya Pak Hardi.


“Ia, tapi ini gak tau kemana Kinzanya.” Kata Berly.


Sebenarnya Berly tahu Kinza pergi kemana, tetapi sekarang dia pura-pura tidak tahu agar dia terlihat mencemaskan Kinza di depan Pak Hardi.


Berly sengaja membiarakan Kinza pergi dan mengirim seseorang untuk mengawasi Kinza. Sekarang Berly tahu bahwa Kinza pergi ke rumah Zia.


Pak Hardi pun menelepon orang suruhannya untuk mencari Kinza dan membawanya pulang ke rumah.


Salah satu anak buah Kinza yaitu Vito mengetahui kepergian Kinza kemana dan Vito disuruh untuk menjemput Kinza. Vito pun menuruti perintah Pak Hardi.


“Aduh Bos Kinza kenapa gak jujur aja sih sama Tuan Hardi kalau bos pergi menemui kakak kandung bos sama adiknya bos,” gerutu Vito saat sedang menyetir mobil menuju rumah Tante Zia.


Tak berapa lama, Vito sampai di rumahnya Tante Zia.


Tok...tok...tok.


Mendengar ada suara yang mengetuk pintu, Tante Zia langsung membuka pintu rumahnya dan melihat siapa yang datang.


Vito pun memperkenalkan diri sebagai bodyguardnya Kinza dan Tante Zia menyuruhnya masuk ke dalam. Setelah di dalam, Vito menceritakan semuanya kepada Tante Zia tentang apa yang dia ketahui mulai dari Pak Hardi, Kinza dan semua tentang Kinza yang selama ini sudah tahu lama bahwa Arlynda adalah adiknya.


Vito bercerita tentang Kinza sejak dia masih kecil yang tidak pernah mendapat kasih sayang dari Ibu tirinya yaitu Berly istri muda Pak Hardi. Pantas saja Kinza seperti urakan dan kurang kasih sayang.


Begitu mendengar bahwa Kinza menemukan keluarganya, betapa senangnya Kinza saat itu.


Bodyguardnya Kinza sengaja mengikuti Kinza kemanapun pergi bahkan sekarang pun Vito tahu bahwa Kinza pergi ke rumah tantenya.


Tante Zia mengangguk tanda mengerti. Tetapi sekarang Kinza tidak bersamanya dan sekarang sedang mencari keberadaan Arlynda adiknya.


📸📸📸


Terlihat beberapa orang yang sengaja mengikuti Arlynda juga. Mereka anak buahnya Ciara, Ciara cemburu kepada Arlynda dan dia belum mengetahui kenyataan yang sebenarnya bahwa Arlynda adalah adiknya Kinza. Dan sekarang Ciara berniat untuk membuat Arlynda celaka juga.


Di gudang tua itu, perkelahian antara anak buah Aditfi dan Arlynda sangat kuat. Arlynda membuat kerusakan di gudang tua itu dan beberapa anak buah Aditfi tumbang. Tetapi setelah sebagian anak buah Aditfi tumbang, Aditfi tidak tinggal diam. Dia memukul Arlynda di bagian lengannya sampai berdarah.


Seketika itu Arlynda terjatuh dan terhempas ke lantai. Arlynda meringis kesakitan karena lengannya yang terluka.

__ADS_1


“Aww...” kata Arlynda sambil memegangi lengannya.


Sehan pun seketika sadar dari pingsannya dan melihat Arlynda sudah terkapar lemas di lantai.


Sehan melihat Aditfi yang yang perlahan menghampiri Arlynda dengan membawa tongkat kayu.


“Arlynda... Ar bangun Ar, Woy lo jangan sakiti Arlynda!” teriak Sehan.


Arlynda masih belum bisa bangun, Arlynda berusaha bangun dan berusaha menghindar dari Aditfi. Tetapi Aditfi sudah berada di hadapan Arlynda. Dia menjambak rambutnya Arlynda sampai Arlynda kesakitan.


“Lo Detektif paling gue benci! Lo tahu kenapa gue benci sama lo? Karena lo udah buat masa depan gue hancur bersama calon istri gue Fifi,” kata Arlynda.


Aliska yang setengah sadar mendengar semua perkataan Aditfi yang begitu egoisnya, padahal sebentar lagi dia akan menikah dengan Aliska.


Aliska sungguh tidak percaya bahwa apa yang di dengar adalah kenyataan.


Tiba-tiba segerombolan anak buah Ciara datang dan menyerang Aditfi dan juga Arlynda. Tetapi Arlynda dibawa oleh salah satu anak buah Ciara keluar dari gudang tua itu. Sedangkan beberapa anak buah Ciara yang lain menyerang anak buah Aditfi mereka melumpuhkan Aditfi dan anak buahnya.


“Jangan bawa Arlynda woyy...” Teriak Sehan.


Semua sandra Aditfi tersadar dari pingsannya dan melihat anak buah Aditfi sudah kalah begitupun dengan Aditfi yang sekarang sudah tidak sadarkan diri.


“Arlynda, Seo Arlynda...” kata Aliska kepada Seo.


Tiba-tiba Alfarezy dan Kinza datang mereka melihat semuanya sudah berantakan dan banyak orang yang terluka di dalam gudang. Alfarezi dan kinza membantu melepaskan ikatan para sandra.


“Apa?” Kata Alfarezi geram.


“Kak, maafkan aku kak, ini semua gara-gara aku


kak...” kata Seo.


Tak berapa lama, Polisi datang dan menangkap Aditfi juga anak buahnya, serta polisi membantu pencarian Arlynda yang dibawa oleh anak buahnya yang lain.


“Anak buah yang berbeda yang membawa Arlynda, siapa mereka?” tanya Kinza.


“Kita harus cari adik kita, sekarang juga!" kata Alfarezi.


“Aku ikut kak,” kata Sehan.


“Aku juga...” kata Seo.


“Baiklah, aku akan bawa Aliska ke Rumah Sakit terlebih dahulu dan kalian mencari Arlynda,” kata Alfarezi.


Alfarezi pun membawa Aliska ke Rumah Sakit, dan yang lainnya mencari Arlynda ditemani dengan beberapa orang polisi.

__ADS_1


“Lepasin gue... aww sakit lepasin gue,” Kata Arlynda yang sudah tidak berdaya lagi dan darah yang terus keluar dari lengannya.


“Lo bisa diem gak sih? Lo itu bawel tau gak...” kata salah satu anak buah yang membawa Arlynda pergi sambil memapah Arlynda.


Dia adalah Zaidan salah satu anak buah Ciara yang sekarang sedang menghindar dari teman-temannya yang lain dan sekarang Zaidan membawa Arlynda pergi dan menghindar dari kejaran anak buah Ciara yang lain.


Arlynda pun diam tanpa kata setelah Zaidan menyuruhnya diam. Zaidan membawa Arlynda ke dalam hutan dan sengaja bersembunyi agar tidak ketahuan oleh yang lainnya. Mereka berdua pun berhenti di sebuah gubuk di tengah hutan.


Dengan buru-buru Zaidan mengeluarkan isi tasnya yang kebetulan dia bawa. Sekarang Arlynda sudah mulai merasakan lemas karena kehilangan banyak darah. Zaidan segera membasuh luka Arlynda, sedangkan Arlynda sudah tidak bisa merasakan apa-apa lagi dan perlahan kesadarannya mulai berkurang.


“Lo harus tetap buka mata lo, Arlynda... bangun,” kata Zaidan yang sekarang sudah menopang kepalanya Arlynda.


Zaidan mengobati lukanya Arlynda dan menutup lukanya dengan perban yang dia bawa. Zaidan pun menelpon teman kepercayaannya untuk menjemputnya agar Arlynda bisa dibawa ke Rumah Sakit terdekat.


“Arlynda...” teriak Kinza.


“Arlynda... Arlynda lo dimana?” teriak Sehan.


“Kita udah muter-muter cari Arlynda tapi gak ketemu-ketemu, kita harus gimana dong?” tanya Mora.


“Kita harus terus cari Arlynda, Arlynda seperti ini juga karena menyelamatkan kita,” kata Seo.


Zaidan menggendong Arlynda sampai ke pinggir jalan, karena mobil jemputan Zaidan sudah datang untuk menjemput Zaidan. Zaidan langsung masuk ke dalam mobil itu dan mereka langsung menuju ke Rumah Sakit terdekat.


Setelah sampai di Rumah Sakit, Arlynda segera ditangani oleh Dokter. Tak berapa lama setelah memeriksa keadaan Arlynda, Dokter pun keluar dan memberitahukan keadaan Arynda kepada Zaidan.


“Bagaimana keadaan Arlynda Dokter?” tanya Zaidan.


“Alhamdulillah Arlynda baik-baik saja, hanya tangannya cidera dan untuk sementara waktu tidak boleh banyak menggerakan tangannya agar pemulihannya cepat,” kata Dokter tersebut.


“Terima kasih Dokter, saya pastikan Arlynda akan banyak istirahat...” kata Zaidan.


Setelah Dokter pergi, Zaidan langsung masuk ke dalam ruang rawat Arlynda dan melihat kondisi Arlynda. Kini Arlynda sudah sadar dan sekarang Arlynda sudah duduk di ranjangnya sambil memegang lukanya.


“Jangan dipegang terus...” kata Zaidan yang sekarang sudah ada di hadapan Arlynda.


“Lo gak usah pura-pura baik, jahat tetap aja jahat!" kata Arlynda jutek.


“Lo nyangka gue jahat? Kalo gue jahat gak mungkin gue tolongin lo yang udah babak belur kayak gini,” kata Zaidan.


“Lo itu orang jahat, lo orang suruhan yang berniat celakain gue. Entah siapa orangnya yang jelas lo adalah anak buah mereka,” kata Arlynda yang berusaha untuk berdiri.


Dengan cepat Zaidan menghalangi Arlynda dan membantu Arlynda untuk duduk kembali.


“Lo keras kepala banget sih jadi orang, gak pernah berubah ya dari dulu,” kata Zaidan.

__ADS_1


“Sumpah yah gue gak nyangka bakalan ketemu lagi sama orang yang paling suka buat gue naik darah...” kata Arlynda.


__ADS_2