Detektif Cinta Anti Cinta

Detektif Cinta Anti Cinta
Bab 16 Detektif Cinta Anti Cinta


__ADS_3

16 πŸ“·


Flashback On.


"Kamu pasti tahu sesuatu tentang Arlynda dan kamu tidak perlu tutupin semuanya dari aku..." kata Alfarezi yang sekarang sedang bersama Sehan di kantornya Sehan. dan hanya ada mereka berdua karena Arlyn dan Mora belum datang.


"Sebenarnya ada hubungan apa lo sama Arlynda? Gue akan kasih tahu tentang Arlynda jika lo kasih tahu alasan yang jelas!" kata Sehan.


Alfarezi pun dengan terpaksa bilang bahwa dia adalah kakaknya Arlynda yang telah terpisah bertahun-tahun lamanya.


Sehan tidak menyangka bahwa Arlyn punya seorang kakak, sebelumnya Arlyn tidak pernah bercerita soal keluarganya kecuali Tante Zia.


Sehan menceritakan tentang Arlyn dan bilang bahwa Arlyn mengenal Tante Zia karena Arlyn adalah keponakannya.


Mendengar hal itu, Alfarezi semakin yakin bahwa Arlyn adalah Adiknya.


"Terima kasih Sehan, aku berhutang sama kamu. Akan aku temui lagi nanti setelah urusan aku sama Arlyn selesai..." kata Alfarezi.


Flasback Off.


"Pergi sekarang juga! Jangan pernah temuin gue lagi dan lo bukan kakak gue. Lo salah orang..." kata Arlynda lalu masuk lagi ke dalam kantor.


"Maaf Arlyn gue gak tau permasalahannya apa, tapi yang jelas Alfarezi mengaku dia adalah kakak lo jadi gue kasih tau kebenarannya sama dia. Gue akan jujur sama lo nanti di waktu yang tepat," batin Sehan.


Brraaakk.


Arlyn memberantakan semua peralatan yang ada di meja kerjanya tanpa peduli dengan Sehan dan Mora yang memperhatikannya.


Arlynda begitu kesal dan marah setelah bertahun-tahun hidupnya penuh kedamaian sekarang ada orang yang mengaku bahwa dia adalah kakaknya.


Arlynda sama sekali tidak mempercainya karena bagi Arlynda satu-satunya keluarga adalah tantenya seorang.


Terlihat Alfarezi yang masih berdiri mematung di depan kantor saat Arlynda sudah masuk kedalam. Alfarezi pun lalu duduk di bangku luar kantor dan tetap menunggu Arlynda.


Arlynda yang melihat Alfa masih berada didepan, Arlyn memutuskan untuk pergi. "Lo jangan pernah ikutin gue!" kata Arlyn lalu pergi dari hadapan Alfarezi.


Alfarezi tidak mendengarkan perkataannya Arlyn ia mengikuti Arlyn dari belakang meski Arlyn tahu dia diikuti tetapi Arlyn terus saja berjalan tanpa menengok kebelakang.


Di kantor, Mora dan Sehan membereskan meja Arlyn yang berantakan. Mendengar pertengkaran Alfa dengan Arlyn tadi Mora tidak menyangka Arlyn akan semarah itu.


"Han, lo tadi kenapa diem aja gak bela Arlyn? Lo tau sesuatu soal mereka?" tanya Mora.


"Namanya Alfarezi dan dia mengaku bahwa dia adalah kakaknya Arlyn tapi setau gue Arlyn gak pernah cerita kalo dia punya kakak ya," kata Sehan.


Terlihat Alfarezi yang masih mengikuti Arlyn, Arlyn pun berhenti melangkah lalu berbalik menghampiri Alfarezi. Arlynda tidak mampu menahan tangisnya dan ia juga tidak percaya bahwa dia mempunyai seorang kakak, karena selama ini tantenya tidak pernah bercerita soal ia mempunyai kakak.


"Arlynda..." kata Alfarezi.


"Gue gak mau lo ikutin gue, plis menjauh! Gue gak punya kakak, gue hidup sendiri hanya bersama tante gue, oke gue kenal sama tante Zia karena dia tante gue. Tapi dia gak pernah cerita kalo gue punya kakak. Jika emang benar lo kakak gue, gue akan sepenuhnya benci sama lo!" kata Arlynda lalu pergi.


Mendengar ucapannya Arlyn, Alfarezi diam mematung tanpa kata lagi. Arlyn benar-benar membencinya dan sekarang Alfarezi tidak mengikuti Arlyn dan hanya diam tanpa kata.

__ADS_1


Arlynpun mampir kesebuah kedai kopi, dia duduk merenung disana memikirkan dan mengingat perkataannya Alfarezi yang mengaku sebagai kakaknya.


"Ekhemm..."


Suara deheman membuyarkan lamunanya Arlyn seketika Arlyn melihat ke arah orang yang mengusik lamunannya.


"Hai..." kata Seo melambaikan tangannya kepada Arlyn lalu duduk di kursi dihadapan Arlyn. "Lo ngelamun di kedai kopi ngapain sih? Wah lihat lo habis nangis ya?" Tanya Seo bertubi-tubi.


"Kok lo bisa disini sih? Lo kok nguntit gue terus?" tanya Arlyn tanpa menjawab pertanyaannnya Seo.


"Siapa yang nguntit lo, gue kebetulan aja lewat dan gue lihat lo ya udah gue samperin lo," kata Seo. "Udahlah lo gak usah menghindar dari gue sejauh lo menghindar kita akan tetap ketemu lagi," kata Seo.


"Lo ngomong apa sih ngaco..." kata Arlyn lalu meneguk kopi yang sudah dipesannya.


"Kita itu jodoh, walaupun gue gak nguntit lo tapi waktu terus mempertemukan kita bagaimanapun caranya, dan lo gak bisa menghindarinya." Kata Seo meyakinkan.


"Berisik tau gak sih lo," kata Arlyn kesal.


"Lo ngapain sih disini? Kopi lo udah habis tuh, ayo gue anterin lo pulang," kata Seo.


"Gue gak mau... lo pulang aja sendiri," kata Arlyn.


πŸ“ΈπŸ“ΈπŸ“Έ


Tok... tok... tok.


Alfarezi mengetuk pintu rumah Tante Zia tetapi tidak ada jawaban dari dalam rumah. Alfarezi menunggu di depan rumah.


"Ada tamu, tamunya Arlyn ya pastinya. Oh mau menyelidiki kasus percintaan ya?" tanya Tante Zia.


"Tante Zia," gumam Alfarezi.


Tante Zia pun mengajak Alfarezi untuk masuk ke dalam dan menyuguhkan minuman serta beberapa camilan.


Tante Zia menyimpan belanjaannya dan setelah itu menghampiri Alfarezi mereka pun duduk bersama.


"Kalo mau cari Arlynda di kantornya dia jarang di rumah," kata Tante.


"Tante lupa sama aku?" tanya Alfarezi.


"Emang kita pernah ketemu? Tante itu jarang keluar rumah kalo enggak belanja sama shopping," jelas Tante Zia sambil memakan camilan.


"Aku Alfarezi tante..." kata Alfarezi.


Uhuk... uhuk.. uhuk.


Tante Zia langsung meminum air yang ada dihadapannya dan kaget mendengar Alfarezi yang berkata jujur.


"Aku kesini mau ketemu sama tante, aku udah ketemu sama Arlyn ternyata dia tumbuh dengan baik dan cantik ya kayak bunda. Tapi Arlyn benci sama aku tante, tante ingat aku kan?" tanya Alfarezi.


"Tante sudah menganggap Arlyn anak tante, maaf Alfarezi tante belum pernah bilang kalo Arlyn punya kakak, " kata Tante Zia terisak.

__ADS_1


"Tante jangan nangis, bukan salah tante. Ini salah ayah, Alfarezi kesini mau minta bantuan tante! Arlynda gak percaya kalo aku kakaknya. Tolong bantu aku agar Arlyn bisa terima aku sebagai kakaknya," Alfarezi memohon kepada tantenya untuk meyakinkan Arlynda.


"Tante akan bantu kamu supaya Arlyn gak benci sama kamu... kamu tinggal dimana? Tinggallah disini agar kamu bisa lebih dekat dengan adik kamu," kata tante mengajak Alfa untuk tinggal bersama.


"Arlyn akan semakin benci jika aku tinggal disini tante, aku akan tinggal di Apartement aja," kata Alfa.


"Disini aja agar tante bisa menjaga kamu juga. Bagaimana kabar bunda kamu?" tanya Tante zia.


Alfarezi memeberitahukan kabar tentang bundanya dan usahanya sekarang yang sudah memiliki butik. Bahkan Alfarezi menceritakan tentang bisnisnya juga yang mempunyai sebuah bengkel disana dan ada anak buahnya yang mengurus bengkel tersebut.


Mendengar hal itu, Tante Zia merasa bahagia karena kakaknya sudah mempunyai usaha sendiri tanpa mengandalkan siapapun.


Alfarezi pun menurut kepada tante Zia untuk tinggal bersama dirumahnya walaupun nanti Arlyn akan semakin benci padanya, Alfarezi tidak perduli yang penting sekarang dia bisa tinggal bersama dengan keluarganya.


"Mau sampai kapan sih lo disini? Karatan lama-lama," kata Seo.


"Nah lo sendiri mau sampai kapan nungguin gue? Pulang aja lah sana," kata Arlyn yang masih setia dengan kopinya.


"Lo udah pesan kopi itu tiga gelas, gak kembung perut lo? Gue gak akan pulang sebelum lo juga pulang!" Kata Arlyn.


"Kurang kerjaan banget sih ngikutin gue mulu... ya udah yuk pulang anterin gue!" kata Arlyn lalu langsung nyelonong masuk ke dalam mobilnya Seo yang terparkir dipinggir jalan.


Seo pun mengikuti Arlyn dan melajukan mobilnya mengantarkan Arlyn pulang. Seo menyalakan musik klasik kesukaannya agar tidak terlalu sepi di dalam mobil.


Tetapi Arlyn malah asik dengan ponselnya karena mendapat chat dari Sehan yang terus memarahinya karena pergi dan tidak kembali ke kantor.


Sesampainya di depan rumah Arlyn, Arlynda menyuruh Seo pulang tanpa mengajaknya untuk mampir. Seo pun menurut dan langsung pulang ke rumahnya.


Arlynda pun menutup gerbang dan bergegas masuk ke rumah.


"Arlyn pulang tante..." teriak Arlynda di depan rumah.


Alfarezi membukakan pintu untuk Arlyn dan tersenyum lebar melihat kepulangan Arlyn. Tangan Alfarezi menghalangi jalan Arlyn dan Arlyn kaget mendapati Alfa yang sudah ada di depannya.


"Tante... " panggil Arlyn.


"Ia Arlynda..." kata Tante Zia yang langsung menghampiri Arlynda.


"Orang asing ini ngapain sih ada di rumah kita? Tante kenal sama dia?" kata Arlynda yang langsung masuk ke dalam.


"Ini Alfarezi kakak kamu Arlyn, kamu kok sebut dia orang asing?" tanya tante.


"Tante, dia ini orang asing yang datang dan tiba-tiba ngaku-ngaku lagi. Kalo dia orang jahat gimana?" gerutu Arlynda sambil memakan gorengan yang dibuatkan oleh tante.


"Arlynda maafkan tante sebelumnya tante belum pernah cerita kalo kamu mempunyai kakak," kata Tante Zia menjelaskan.


"Udahlah tante, dia ini tetap orang asing. Lebih baik tante kembalikan orang ini ke asalnya, kalo dia maling gimana kan bahaya," kata Arlynda blak-blakan.


Alfarezi mengeluarkan KTP-nya dan memperlihatkannya kepada Arlynda agar percaya bahwa dia bukan orang jahat seperti yang difikirkannya.


"Lihatkan aku ini orang baik, aku ini Alfarezi Rayhan Putera kakak kamu..." kata Alfarezi.

__ADS_1


Tanpa melihat KTP yang ditunjukkan oleh Alfarezi, Arlynda langsung masuk ke dalam kamarnya dan meninggalkan Alfa dan juga Tante Zia.


__ADS_2