
15 π·
"Ya ampun kamu kenapa lagi Arlynda?" teriak Tante Zia saat Arlyn masuk kedalam rumah diantar oleh Seo.
"Gak papa tante, ini cuma luka dikit aja. Dasar aja orang satu ini lebay..." kata Arlynda.
Satu geplakan dari Tante Zia mendarat dilengannya Arlynda dan Tante Zia pun tersenyum kepada Seo karena perkataannya Arlynda yang keterlaluan kepada Seo.
Tante Zia pun menyuguhkan air minum kepada Seo yang sekarang sudah duduk di ruang tamu bersama Arlynda.
"Maafin Arlynda ya emang kebangetan kalo dia udah bicara..." kata Tante Zia kepada Seo.
"Gak apa-apa tante udah biasa hehehe," kata Seo.
Mendengar itu, Arlyn meninggalkan Seo dan Tante Zia berlalu kedalam kamarnya karena Arlyn tidak ingin mendengar apapun yang Seo bicarakan.
Setelah itu, Seo pamit dan langsung pulang ke rumah. Setelah Seo pergi, Tante Zia masuk kedalam kamarnya Arlynda dan menggeplak lengan Arlynda beberapa kali karena merasa kesal kepada Arlynda karena sikap Arlynda kepada Seo.
Arlynda yang kena geplakan tantenya pun berusaha menghindar tetapi tidak bisa karena tangan tante zia yang satunya menarik jaketnya Arlynda.
"Aw tante sakit aw ... aw... aw," kata Arlynda meringis kesakitan.
"Harusnya kamu bersikap sopan sama dia, kamu tau dia itu udah ganteng, bawa mobil dan seharusnya kamu bisa membuat dia jatuh cinta sama kamu!" kata tantenya dan menghentikan aksi memukulnya.
"Enak aja buat dia jatuh cinta. Gak ada ya tante jangan pernah bilang cinta dihadapan Arlyn. Gak suka!" kata Arlyn sambil membenarkan jaket yang ditarik tante zia.
"Mau sampai kapan kamu jomblo dan anti sama cinta? Seenggaknya kamu juga berhak punya cinta Arlynda!" kata Tante Zia.
"Berhak punya cinta? Setelah mencintai terus disakiti dan aku gak mau itu terjadi... udah deh tante keluar dari kamar Arlyn jangan ceramah soal cinta, cinta, dan cinta. Yang ada tuh ya tante cari pacar biar cepat nikah dan punya anak!" kata Arlyn blak-blakan.
Satu geplakan kini mendarat dikepalanya Arlynda yang membuat Arlynda kesakitan "Tante sampai sekarang gak punya pacar dan belum menikah itu karena kamu! Semua laki-laki menganggap kamu itu anaknya tante makanya pada gak ada yang mau sama tante..." kata Tante Zia.
Setelah itu tantenya pun keluar dari kamarnya Arlynda dan berhenti berdebat dengan Arlynda.
Kali ini Arlynda membenarkan ucapan tantenya dan memang benar karena Arynda dirawat sejak kecil oleh tantenya jadi Tante Zia tidak ada waktu untuk dirinya sendiri.
Arlyn pun berfikir dan mencari ide untuk mencarikan jodoh untuk tantenya agar berhenti mengurusi kehidupan Arlynda, karena tantenya berhak bahagia.
πΈπΈπΈ
"Pagi kak Aliska..." kata Seo yang sedang menyiapkan sarapan dan melihat Aliska yang menuju ke dapur dibantu oleh bibi.
"Pagi... kamu bikin nasi goreng? Kenapa gak bibi aja yang masak?" tanya Aliska.
"Gak apa-apa, kali-kali aja siapin sarapan kebetulan aku lagi pengen masak," kata Seo.
Aliska hanya mengangguk-anggukan kepalanya lalu langsung pergi lagi bersama bibi dan menunggu sarapan selesai dibuat.
__ADS_1
Bibi Dinar namanya, dia sudah bertahun-tahun bekerja di rumah Aliska dan Seo semenjak mereka masih kecil. Bibi Dinar lah yang selalu melayani dan membantu di rumah Alis.
Bibi Dinar sudah menganggap Alis dan Seo seperti anaknya sendiri karena Bibi Dinar sangat menyayangi mereka berdua.
Apapun yang Seo dan Alis butuhkan seperti makanan, dan apapun selalu tersedia dan Bibi Dinar siap melayani mereka.
"Ayo Bi Dinar ikut makan bareng kita," kata Aliska.
"Ndak usah non, terima kasih bibi makan di dapur aja," kata Bi Dinar.
"Disini aja bi, udah ayo makan bareng kita!" kata Seo lalu menyiapkan makanannya untuk bibi.
Bibi Dinar pun makan bersama dengan Seo dan juga Aliska. Mereka sudah seperti keluarga bahagia, sampai sekarang Bibi Dinar selalu ada untuk Seo dan Aliska.
Orang tua Seo dan Aliska pun sudah percaya kepada Bibi Dinar karena kebaikan dan ketulusannya bibi membantu merawat Seo dan Aliska.
Setelah selesai sarapan, Seo bersiap-siap untuk pergi ke kantornya karena hari ini ada rapat yang sangat penting dengan Klien.
Di kantor, Sehan sudah menunggu Arlynda untuk mengomelinya karena kemarin tertunda.
Sesampainya Arlyn di kantor, Sehan sudah berada di depan pintu kantor. Sehan kaget melihat kaki Arlyn yang dibalut perban.
"Kaki lo kenapa?" tanya Sehan.
"Ceritanya panjang, lo pasti udah siap-siap buat ngomelin gue kan? Tunda dulu aja deh!" kata Arlyn.
"Arlynda kan tempatnya cari masalah, makanya hidupnya selalu bertemu dengan masalah!" kata Mora.
Arlynpun menuju tempat duduknya dan membuka berkas yang ia tinggalkan kemarin.
Satu persatu, lembar demi lembar Arlyn membuka file berisi data orang yang menyewa jasanya. Sungguh membuat Arlyn tidak mood untuk mengerjakan pekerjaannya saat ini ditambah kakinya yang sedang sakit.
Tiba-tiba didepan pintu kantor, Alfa sudah berdiri dan menghampiri meja kerja Arlyn. Sehan dan Mora hanya melihat Alfa yang terus mengejar Arlynda.
Sehan menyangka Alfa menyukai Arlynda makanya Arlyn selalu dikejar-kejar oleh Alfa. Tetapi pada kenyataannya Alfa mengejar Arlyn karena Arlyn adalah adiknya.
"Lo lagi..." kata Arlyn dengan tatapan malasnya.
"Aku kesini karena aku bawain kamu sarapan..." kata Alfarezi sambil menyodorkan rantang berisi makanan.
"Gak perlu, gue udah sarapan..." kata Arlyn sambil menopang dagu dengan tangannya dan melihat ke layar komputer.
Alfarezi pun mengambil kursi dan duduk menghadap ke Arlyn sambil bermain ponsel.
Alrynda semakin kesal dibuatnya, Arlynda pun langsung mematikan komputernya dan menarik tangan Alfarezi keluar dari kantor.
"Lo itu maunya apa sih?" tanya Arlynda penuh dengan Emosi.
__ADS_1
"Bunda aku gak pernah marah-marah loh, lihat kamu marah kayak gini kamu jadi mirip ayah aku tau suka marah-marah..." kata Alfa yang hanya tersenyum.
"Hubungannya sama gue apa?" tanya Arlynda.
"Pertemukan aku sama Tante Zia nanti kamu akan tahu alasannya!" kata Alfa.
"Tante Zia lagi, lo itu punya urusan apa sama Tante Zia? Gue gak kenal sama Tante Zia." Kata Arlyn berbohong.
"Jangan bohong, aku tau kamu itu mengenal Tante Zia bahkan kamu juga mengenalnya dengan baik," kata Alfarezi. "Ada hal yang harus kamu tau walaupun pada akhirnya kamu pasti akan kecewa dan bahkan kamu akan marah atau benci..." sambung Alfarezi.
Arlynda pun kesal dengan pernyataan Alfarezi karena menurut Arlynda ini sangat memaksa dan pembicaraan Alfa sangat tidak dimengerti oleh Arlyn.
Arlyn pun duduk di bangku depan kantornya dan tidak menghiraukan perkataannya Alfarezi.
Alfarezi tidak tahu lagi harus berbuat apa, belum mengaku sebagai kakaknya kepada Arlynda saja Arlynda sudah tampak kesal kepadanya apalagi mengaku mungkin akan lebih dari ini.
"Ayolah Arlynda jangan buang waktu kayak gini. Aku cuma ingin bertemu dengan Tante Zia," kata Alfa yang berdiri dihadapan Arlynda.
"Ada hubungan apa sih sampai orang ini pengen banget ketemu tante gue, jangan-jangan dia suka lagi sama tante. Enggak-enggak gak mungkin, tipe cowok pemaksa kayak dia gak mungkin Tante Zia suka..." batin Arlyn lalu Arlyn pun menggelengkan kepalanya dan tersadar dari lamunannya. "Enggak boleh..." teriak Arlynda.
"Ya ampun, kamu kenapa?" tanya Alfarezi.
"Enggak-enggak. Lo gak boleh ketemu sama Tante Zia!" kata Arlyn.
"Berarti kamu kenal sama Tante Zia," kata Alfarezi.
"Enggak gue gak tau, udah lo pergi deh jangan ganggu hidup gue terus..." kata Arlynda.
Alfarezi tidak dapat merahasiakannya lebih lama lagi terlebih Arlyn sudah ada didepan matanya dan Alfarezi tidak mau sampai Arlyn pergi lagi dari hidupnya. Dia sadar bahwa kesalahannya sangat besar karena terlalu lama untuk bisa menemukan Arlynda.
"Aku akan terus ganggu hidup kamu dan akan terus berada disamping kamu Arlynda..." kata Alfarezi dengan ketegasannya.
"Alasannya?" tanya Arlynda.
"Karena kamu adikku!" kata Alfarezi.
Deg!
Seketika Arlynda kaget mendengar Alfarezi menyebutkan bahwa Arlyn adalah adiknya. Tetapi tidak mungkin bagi Arlyn karena sejak ia kecil sampai sekarang tidak pernah ada yang mencarinya bahkan ibunya sendiri.
Arlynda hanya tertawa menanggapi perkatannya Alfarezi yang menganggap Arlyn adalah adiknya. bagi Arlyn itu hanya lelucon saja.
Matanya Alfarezi berkaca-kaca saat melihat Arlyn hanya tertawa menanggapi perkataannya.
"Aduh mas mobil, lo itu terlalu banyak nonton sinetron. Jangan ngawur denger ya, lo itu salah orang, gue gak punya kakak apalagi kayak lo. Kakak gue itu pasti nyari gue jauh-jauh hari bukan sekarang disaat gue udah sebesar ini!" kata Arlyn lalu berlalu pergi dari hadapannya Alfarezi dan masuk kembali kedalam kantor. Tak berapa lama, Arlynda keluar lagi dengan membawa kotak makanan yang diberikan Alfarezi tadi dan dikembalikan kepada pemiliknya.
"Arlynda tunggu! Oke kalo kamu gak percaya, tapi aku akan buktikan bahwa aku adalah kakak kamu dan kamu adalah adik aku. Arlynda Deira Puteri," kata Alfarezi.
__ADS_1
Seketika langkah Arlynda terhenti saat nama panjangnya disebutkan oleh Alfarezi.