Detektif Cinta Anti Cinta

Detektif Cinta Anti Cinta
Bab 14 Detektif Cinta Anti Cinta


__ADS_3

14 πŸ“·


Hari ini Arlynda benar-benar merasa kesal kepada Alfa karena hari ini Arlyn tidak bisa bekerja dan hanya mengekor kemanapun Alfa pergi.


"Lo mau kerjain gue? Kenapa dari tadi kita cuma muter-muter disini aja?" tanya Arlyn yang sudah lelah mengikuti Alfa yang hanya muter-muter di taman sekolah TK yang terbuka.


"Kamu itu kenapa selalu marah-marah?" tanya Alfa.


"Bukan marah, tapi kesel. Lo itu sebenarnya mau apa sih?" tanya Arlyn.


"Oke Arlynda ada sesuatu yang harus aku tau, aku mohon sama kamu tolong dengarkan!" kata Alfa memasang wajah seriusnya.


Arlynda sebenarnya tidak ingin mendengar apapun dari Alfa karena menurutnya itu tidak penting karena Alfa bukan siapa-siapa bagi Arlynda.


Mungkin bagi Arlynda Alfa adalah sosok orang yang gak jelas untuk saat ini, dan Alfa juga sebenarnya belum yakin bahwa Arlynda yang sekarang ada dihadapannya kini adalah adiknya atau bukan.


Untuk memastikannya, Alfarezi sengaja mengajak Arlyn dan ingin menanyakannya secara langsung walaupun resikonya mungkin Arlyn akan membencinya atau tidak menganggapnya sebagai kakak.


Alfa akan siap mendengar apapun yang diucapkan oleh Arlyn karena jika memang benar Arlyn adalah adiknya, Arlyn berhak marah dan benci kepada Alfa.


"Tolong jawab jujur apakah nama kamu Arlynda De..." perkataan Alfa terpotong karena ada telepon masuk dari ponselnya Arlyn yang dengan segera Arlyn mengangkatnya.


"Hallo... oke oke gue kesana sekarang!" kata Arlyn. "Gue harus pergi. Oh ya satu lagi jangan pernah temui gue lagi! Ini yang terakhir," kata Arlyn lalu pergi dari hadapannya Alfa.


Diperjalanan menuju kantor, Arlyn bertemu dengan Kinza dilampu merah, yang kebetulan Kinza sedang mengendari mobil disana dan melihat Arlyn.


Kinza pun tidak membuang waktu lama, Kinza langsung turun dari mobilnya dan hendak menghampiri Arlyn.


Dengan cepat Arlyn segera turun dari ojeknya dan membayar abang ojek lalu lari untuk menghindari kejaran Kinza.


"Woyy berhenti lo!" teriak Kinza yang masih mengejar Arlyn.


Alfa yang sengaja mengikuti Arlynda melihat Arlyn dikejar oleh Kinza pun langsung turun dari mobilnya dan ikut mengejar Arlyn karena ingin menyelamatkan Arlyn.


Arlynda terus berlari walaupun entah kemana harus berlari karena saat ini yang ada difikiran Arlyn hanya terbebas dari orang yang sedang mengejarnya itu.


"Kenapa harus ketemu lagi sama dia sih, udah galak, emosian lagi." Gumam Arlyn sambil ngos-ngosan.


Masih dengan aksi kejar-kejaran, Arlynda tidak sengaja menendang batu yang ada dihadapannya dan tersungkur ke aspal sehingga Arlyn tidak bisa berlari lagi karena kakinya berdarah dan terluka.


"Aww.. kaki gue," kata Arlyn sambil memegang kakinya yang terluka dan mengeluarkan darah.


Kinza pun sampai dan melihat Arlyn dengan tatapan sinisnya membuat Arlyn yang melihat pun bergidik karena takut.


Dengan melihat Arlyn yang tidak mampu untuk berlari lagi, Kinza menghampirinya dengan perlahan dan jongkok dihadapan Arlyn sambil tersenyum licik.


"Akhirnya kita ketemu lagi, cewek aneh..." kata Kinza.

__ADS_1


"Gue nyerah dan sekarang terserah lo mau suruh gue apapun tapi yang pasti bukan gue yang tabrak cewek lo!" kata Arlyn sambil meringis kesakitan.


Darah segar mengalir dari jempol kakinya Arlyn karena menendang batu sangat keras sehingga membuat luka dikakinya.


Kinza yang melihat darah mengucur dari kakinya Arlynpun dengan cepat membantu Arlyn berdiri dan menepi di pinggir jalan.


Arlyn pun tidak menolak bantuan dari Kinza yang berniat untuk menolongnya.


Alfarezi yang baru saja datang langsung menghampiri Arlyn yang terluka, dan melihat Kinza yang kini sedang membeli obat untuk Arlyn.


"Ya ampun kamu terluka... sini kakak balut dulu luka kamu pake saputangan kakak," kata Alfa yang langsung mengeluarkan saputangannya dan dibalutkan ke luka Arlyn.


Arlyn mendengar Alfa menyebutkan kakak kepadanya merasa aneh, ada apa sebenarnya. Pertama Alfa mencari informasi soal Tante Zia kepadanya dan kedua sekarang dia menyebutkan kakak.


Flashback On.


"Maaf anda siapa ya?" tanya Sehan saat Alfarezi sudah ada di depan kantor Detektif.


"Perkenalkan saya Alfarezi," kata Alfa mengulurkan tangannya.


Sehan dan Alfarezi pun berjabat tangan dan Sehan memperkenalkan dirinya kepada Alfa. Setelah selesai berkenalan, Sehan membuka pintu kantor dan mempersilahkan Alfa masuk.


Alfarezi menanyakan dan mengumpulkan banyak informasi tentang Arlynda kepada Sehan dan alamat tinggalnya Arlynda dengan alasan karena Arlyn telah menyerempet mobilnya.


Sehan memberikan informasi tentang Arlyn karena Sehan sendiri pun tidak ingin Arlyn kena masalah terlalu lama.


πŸ“ΈπŸ“ΈπŸ“Έ


Setelah beberapa menit, Kinza akhirnya datang dengan membawa obat merah dan juga perban untuk Arlyn tak lupa sebotol air mineral untuk membasuh lukanya.


Dengan cepat Kinza mengobati luka Arlyn dan memberikan saputangan itu kepada Alfa. Dengan cekatannya Kinza mengobati luka Arlyn dan membalut lukanya menggunakan perban.


"Dia... seperti tidak asing aku seperti mengenalnya, tapi dimana..." batin Alfa saat melihat wajah Kinza.


"Makanya jangan lari, gini kan akibatnya terluka," kata Kinza yang sudah selesai mengobati luka Arlyn.


"Lagian lo kejar gue dan bikin gue takut. Sumpah ya lo juga kan lihat yang nyetir motor itu bukan gue tapi abang ojeknya," kata Arlyn.


"Ia ia gue tau, ya udah gue gak akan bahas ini lagi. Sekarang gue anterin lo pulang," kata Kinza.


"Enggak, dia pulang bareng aku. Gara-gara kamu dia jadi terluka," kata Alfa.


Diperjalanan, Seo melihat Arlynda yang sedang bersama dengan dua orang laki-laki. Seo langsung memutar balik lalu menghampiri Arlyn. Setelah menepi, Seo langsung turun dari mobilnya dan menghampiri Arlyn.


Melihat Arlyn yang terluka, Seo panik dan cemas kepada Arlynda. Sedangkan Arlynda yang dikhawatirkan bersikap biasa saja tidak ada respon.


Sekarang Seo, Alfa dan Kinza memperebutkan Arlyn agar pulang bersama mereka.

__ADS_1


"Ayo kita pulang, aku antar kamu pulang!" kata Seo.


"Enggak, dia harus pulang bareng gue." Kata Kinza.


"Apa? Dia ini punya masalah sama aku, jadi dia harus pulang bareng aku." Kata Alfa.


"Stoooop, berhenti rebutin gue. Gue gak tertarik diantar kalian!" teriak Arlyn dan berusaha berdiri.


"Enggak, lo harus pulang bareng gue." kata Kinza memegang tangannya Arlyn.


Dengan cepat Arlyn melepas genggaman tangan Kinza dan berusaha berjalan pelan menuju ke pinggir jalan berniat untuk memberhentikan angkutan umum.


Tetapi Seo berjalan ke arah Arlyn lalu menggendong Arlyn menuju ke mobilnya. Arlyn berusaha agar Seo menurunkannya tetapi tenaga Seo terlalu kuat.


Sedangkan Alfa dan Kinza hanya melihat Seo yang menghendong Arlyn tanpa bisa mencegahnya.


"Turunin gue!" teriak Arlyn tepat ditelinganya Seo.


Setelah Seo sampai didekat mobilnya, Arlyn pun Seo turunkan dan menyuruh Arlyn masuk kedalam mobilnya.


Dengan terpaksa Arlyn masuk kedalam mobilnya Seo, Seo pun langsung mengemudikan mobilnya mengantar Arlyn pulang.


Disisi lain ada yang sedang menyalahkan satu sama lain karena kepergian Arlynda dari hadapan mereka yaitu Alfa dan Kinza. Kakak adik yang saling tidak tahu sama lain ini bertengkar memperebutkan Arlyn.


Alfa yang terus menyalahkan Kinza karena Arlyn terluka dan Kinza yang menyalahkan Alfa juga karena tidak mencegah kepergian Arlyn.


"Gara-gara lo dia pergi!" kata Kinza.


"Bukan aku tapi kamu," kata Alfa sambil menunjuk Kinza lalu berlalu dari hadapan Kinza menuju mobilnya yang ditinggal di jalanan tadi.


"Lo kenal sama mereka berdua? Kenapa sampai-sampai lo dikejar lagi sama mereka?" tanya Seo.


"Gue gak tau siapa mereka, merekanya aja kerjar-kejar gue terus." gerutu Arlyn.


"Jelaslah mereka ngejar lo karena lo bikin masalah sama mereka! Yang tadi itu namanya Alfa kan yang mobilnya lecet gara-gara lo," kata Seo.


"Ya ampun lo pernah ketemu juga sama Alfa? Tapi lo sama dia itu sama-sama nyebelin!" kata Arlyn.


"Lo juga cewek aneh..." kata Seo.


"Mimpi apa gue harus ketemu sama tiga cowo sekaligus yang bikin mood gue hancur..." batin Arlyn.


Ditempat lain, ada yang sedang merencanakan sesuatu untuk Arlynda lagi karena belum puas membuat Arlynda celaka.


Orang-orang suruhan Aditfi disuruh memata-matai Arlyn oleh Aditfi dan mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang Arlyn dan orang-orang yang dekat dengan Arlyn. Berhubung Seo sekarang dekat dengan Arlyn, Aditfi mengambil kesempatan untuk memanfaatkan keadaan ini.


"Kali ini gue harus berhasil membuat Arlynda menyesali perbuatannya dan membuat Seo bertekuk lutut sama gue!" batin Aditfi setelah mendengar informasi dari salah satu mata-matanya.

__ADS_1


__ADS_2