Detektif Cinta Anti Cinta

Detektif Cinta Anti Cinta
Bab 8 Detektif Cinta Anti Cinta


__ADS_3

8 πŸ“·


"Arlyn kamu kemana sih, jam segini kok belum juga pulang..." kata Tante Zia yang menunggu kedatangan Arlyn karena udah terlalu larut.


πŸ“ΈπŸ“ΈπŸ“Έ


"Hallo Tante Zia," kata Sehan yang menerima panggilan dari Tante Zia.


"Sehan, dari semalam Arlyn belum pulang kamu tau gak Arlyn pergi kemana?" kata Tante Zia yang sekarang sedang menangis.


"Arlyn belum pulang? Tante tenang dulu ya, aku sama Mora akan hubungi Arlyn nanti setelah aku dapat kabar dari Arlyn aku kabari tante. Sekarang tante jangan cemas ya," kata Sehan.


Tante Zia pun mengiayakan perintah Sehan dan berusaha tenang walaupun sekarang hatinya sedang tidak karuan karena Arlyn tidak ada kabar.


Sehan yang mendengar Arlyn belum pulang dari semalam mencoba menghubungi nomor Arlyn begitupun dengan Mora yang mencari tahu keberadaan Arlyn saat ini lewat Nomor-nya.


Sehan berkali-kali menelpon Arlyn tetapi tidak ada jawaban dari Arlyn. Sehan dan Mora pun menjadi panik karena tidak biasanya Arlyn seperti ini.


"Sehan, gak mungkin kan kalo Arlyn gak pulang semalam. Pasti terjadi sesuatu yang kita gak tau," kata Mora panik.


"Aku juga lagi berusaha menghubungi Arlyn tapi gak bisa. Bentar ini udah nyambung," kata Sehan.


Aliska yang mendengar telepon Arlyn berdering langsung diangkatnya dan sekarang Aliska sedang berada di kamar Arlyn menunggu sampai Arlyn bangun.


"Hallo..." kata Aliska.


"Hallo, Arlynda ini lo kan Lyn lo dimana sekarang?" tanya Sehan.


"Maaf ini bukan Arlynda, saya Aliska..." kata Aliska.


Seo pun datang lalu langsung merebut ponselnya Arlyn dari tangannya Aliska lalu berbicara di telepon dengan sehan.


"Arlyn ada di rumah gue, Seo." kata Seo.


"Kok bisa? Gue kesana sekarang untuk jemput Arlyn," kata Sehan lalu mematikan telepon dan bersiap untuk pergi kerumah Seo.


Mora pun akan ikut bersama Sehan untuk menjemput Arlyn ke rumah Seo. Sehan dan Mora sangat khawatir dan segera pergi ke rumah Seo.


Di rumah seo, Arlyn masih belum sadarkan diri, sekarang Arlyn sedang dirawat di rumah seo karena semalam Dokter datang untuk memeriksa keadaan Arlyn dan kini Arlyn masih setia dengan selang infusnya.

__ADS_1


Seo hanya melihat Arlyn yang belum juga terbangun dan sekarang Seo hanya duduk disamping ranjangnya Arlyn sambil menunggu Arlyn terbangun.


"Seo, sebenarnya Arlyn ini siapa? Kenapa kamu bawa dia kesini?" tanya Aliska.


"Emm... dia... dia ini Arlynda kak teman aku, dulu satu sekolah waktu SMA dan baru bertemu lagi sekarang," kata Seo terpaksa berbohong kepada Aliska.


Tak berapa lama, Sehan dan Mora sampai di rumah Seo untuk menjemput Arlyn. Sehan dan Mora langsung masuk tanpa mengetuk pintu karena kekhawatiran mereka kepada Arlyn.


Sehan pun menemukan Arlyn yang belum sadarkan diri di sebuah kamar yang pintunya sengaja dibuka dan didalam sudah ada Seo dan juga Aliska.


"Arlynda," kata Sehan.


"Akhirnya lo datang juga," kata Seo.


Tak banyak kata, Sehan langsung membopong tubuh Arlynda dan sekalian membawa selang infusnya yang masih terpasang di tubuh Arlyn dengan sigapnya Sehan langsung membawa Arlyn kedalam mobilnya.


Seo pun mengikuti Sehan dan Mora keluar dan hanya bisa melihat Arlynda yang dibawa pergi oleh Sehan dan Mora.


"Ingat ya, mulai sekarang jangan pernah deketin Arlynda lagi! Sebelumnya Arlynda gak pernah kayak gini. Semenjak kenal lo, Arlyn selalu kesusahan." Kata Sehan sebelum Sehan pergi.


Sehan dan Mora membawa Arlyn pulang ke rumah Tante Zia yang sudah menunggu Arlyn kembali.


Air mata Mora pun terjatuh mebasahi pipinya, melihat keadaan Arlyn yang penuh dengan luka bahkan bekas tamparan itu masih ada di wajah cantiknya Arlynda.


Sehan yang sedang menyetir pun melihat lewat kaca spion tubuh Arlyn yang terluka.


"Sebenarnya apa yang terjadi sama lo sih Lyn," batin Sehan.


"Arlyn banyak luka kayak gini Han, gue takut Arlyn kenapa-kenapa," kata Mora yang masih menangis.


"Arlyn wanita kuat Mor, gak akan terjadi apa-apa sama Arlyn. Kita udah sampai ayo kita masuk dan bawa Arlyn ke dalam," kata Sehan.


Sehan pun turun dari mobil lalu menggendong Arlyn turun dari mobil. Mora mengetuk pintu rumah Tante Zia dan tak lama, Tante Zia pun keluar.


Mendapati Arlyn dengan kondisi seperti itu, Tante Zia kaget dan menutup nulutnya dengan tangannya. Tak terasa air mata Tante Zia terjatuh lalu menyuruh Sehan dan Mora masuk kedalam.


Sehan pun membaringkan tubuh Arlyn dikamar dan merapikan selang infus yang masih terpasang di tubuh Arlyn.


"Sehan, Arlynda kenapa? Kok kayak gini," tanya Tante Zia yang menangis sejadi-jadinya

__ADS_1


"Tante tenang ya, Arlyn pasti baik-baik aja. Sehan sendiri juga gak tau kenapa Arlyn seperti ini," kata Sehan lalu memeluk Tante Zia dari samping.


"Arlyn gue mohon lo bangun, kita nunggu lo sekarang Lyn. Bangun Arlyn," kata Mora yang sekarang telah duduk samping Arlyn.


Sehan, Mora dan Tante Zia menunggu Arlyn di kamarnya berharap Arlyn segera terbangun.


Dua jam menunggu, akhirnya Arlyn bangun dan membuka matanya perlahan. Setelah Arlyn siuman, Arlyn melihat sudah ada Tante Zia, Sehan dan Mora.


"Tante..." kata Arlyn lalu berusaha duduk.


"Ia sayang ini tante, sini tante bantu." Kata Tante Zia sambil membantu Arlyn untuk duduk dan memberikan bantal dibelakang punggungnya untuk Arlyn bersandar.


"Maafin Arlyn ya tante, Arlyn buat masalah lagi," kata Arlyn sambil menangis.


"Enggak, kamu gak buat masalah jangan nangis ponakannya tante," kata Tante Zia lalu memegang tangannya Arlyn.


"Ceritain detailnya Lyn kita harus laporin pelakunya yang udah buat lo kayak gini. Dan kenapa lo bisa sama Seo?" kata Sehan.


"Gue gak tau siapa mereka, mereka tiba-tiba culik gue dan gue disekap sama mereka. Tapi Seo mungkin gak ada hubungannya Han, justru dia yang udah tolongin gue," kata Arlynda.


"Enggak, ini pasti semua ulah Seo Ar, lo gak bisa percaya gitu aja sama orang." Kata Mora.


"Ia Arlyn, Sehan sama Mora benar. Mulai sekarang kamu harus jauhin orang yang namanya Seo itu!" Perintah Tante Zia.


Arlynpun menganggukan kepalanya tanda setuju, Arlyn masih mengingat kejadian semalam dan jelas Seo yang sudah membantunya. Tetapi Arlyn harus menjauhi Seo dan itu memang harus.


Keegoisannya telah merubah segala yang ada didalam diri Arlyn, bagaimana tidak, sampai saat ini belum ada yang bisa meluluhkan hatinya.


πŸ“ΈπŸ“ΈπŸ“Έ


Seseorang memperhatikan foto keluarga yang sangat bahagia tetapi sekarang telah hancur berantakan karena suatu hal yang tidak terduga. Matanya berkaca-kaca kala ia melihat foto keluarganya itu.


Adik tercintanya yang kini entah dimana keberadaannya dan seperti apa dia sekarang, laki-laki itupun tidak tahu. Adiknya tumbuh seperti apa, bagaimana kehidupannya bahkan tidak ada yang mengetahuinya.


Bertahun-tahun lamanya mereka terpisah dan tidak pernah berjumpa walau hanya sebentar, semenjak kejadian beberapa tahun silam.


Ingin rasanya berkumpul seperti dulu lagi, tetapi apakah bisa ia mengulangnya kembali. Dengan tekad kuat, hari ini laki-laki itu akan pergi untuk mencari seseorang yang sangat berharga baginya yang dulu selalu ia peluk dan sangat ia sayangi.


Alfarezi Rayhan Putera akan mencari seseorang yang telah lama berpisah dengannya dan akan membuat keluarganya utuh kembali.

__ADS_1


__ADS_2