
Dewa :
Selamat datang, orang-orang dari Kekaisaran Souzai. Namaku adalah Dewa. Jika kalian datang kesini itu artinya Rooney Bosch sudah gugur di medan perang. Aku punya sedikit hubungan dengan desa ini.
Pertama, beberapa hari yang lalu aku sudah menyelamatkan desa ini. Kedua, aku sudah berjanji pada Rooney Bosch untuk melindungi warga yang tinggal di desa ini.
Naido Tofu :
Dewa, berani sekali kau mengaku-ngaku sebagai Dewa. Apa kau ingin memohon agar aku mengampuni nyawa penduduk desa ini?
Dewa :
Tidak. Sebenarnya aku sudah mendengar mengenai kekaisaran Souzai dari kepala kesatria Rooney Bosch dan menurutku kalian ini lancang sekali. Kalian ingin membunuh Rooney Bosch, tetapi kalian melibatkan penduduk desa yang tidak bersalah.
Sekarang setelah kalian berhasil membunuh Rooney Bosch, kalian ingin membunuh penduduk desa yang telah kuselamatkan dengan susah payah. Ini benar-benar membuatku tidak senang.
Naido :
Tidak senang, sombong sekali kau, dewa palsu. Lalu, kau mau apa? Akan kubunuh kau karena telah membunuh wakilku Tempei Oreg.
Dewa :
Menyerahlah dan serahkan nyawamu, maka kau tidak akan merasakan rasa sakit. Akan tetapi, jika menolak kau akan mati sengsara karena kebodohanmu sendiri.
Naido :
__ADS_1
Perintahkan para prajurit terbaik untuk menyerangnya!
Tiga prajurit terbaik menusuk tubuh Dewa
Naido :
Sungguh bodoh sekali. Melawanku hanya dengan gertakan. Bahkan kau tidak mampu menghindar dari serangan prajuritku.
Dewa :
Seperti yang aku duga, aku memang tidak bisa mati. Ketika melawan monster Cao-Cao, tanganku yang putus tumbuh lagi. Bone, monster yang aku panggil tidak bisa mati, tentu saja yang memanggilnya berarti tidak bisa mati juga.
Bukannya sudah kubilang, menyerahlah dan serahkan nyawamu. Seharusnya kau dengarkan peringatan orang baik-baik.
Prajurit terbaik 1 :
Dewa :
Ini yang aku tunggu-tunggu, akhirnya muncul juga pesan di penglihatanku, katanya sentuhan peluruhan telah aktif.
Kali ini giliranku, rasakanlah kematian.
Naido :
Prajurit terbaik cepat serang dia berulang kali, pasti dia memiliki kelemahan.
__ADS_1
Prajurit terbaik menyerang Dewa, namun ketika Dewa menyentuhnya, dia langsung meleleh mengalami peluruhan. Tidak hanya satu prajurit yang mengalami hal tersebut.
Naido :
Mustahil........
Aku jadi teringat kata-kata terakhir Rooney Bosch....
Di desa itu ada seseorang yang lebih kuat dariku.
Penyihir 1 :
Dasar monster. Dia tidak bisa dibakar, tidak bisa dibekukan, tidak bisa di racun. Bagaimana cara mengalahkannya? Lari, jangan sampai tersentuh olehnya, kita akan meleleh.
Naido :
Baiklah kita gunakan itu, benda pemberian pemuja Iblis, Raja memberikan dua benda dari para pemuja Iblis. Benda yang apabila diaktifkan memunculkan monster. Benda pertama di gunakan dalam keadaan terdesak, sedangkan benda kedua digunakan jika dalam posisi hidup dan mati. Saat ini adalah keadaan terdesak, kita aktifkan benda pertama. Aliri benda tersebut dengan energi sihir.
Pasukan penyihir kekaisaran Souzai mengalirkan energi sihir mereka ke sebuah benda. Benda tersebut mengeluarkan asap hitam yang pekat. Tiba-tiba seratus orang dari pasukan kekaisaran Souzai mati mendadak.
Naido :
Sudah kuduga, untuk membangkitkan Iblis pasti diperlukan tumbal. Untung saja aku membawa pasukan yang cukup, jika tidak maka nyawa akulah yang akan ditumbalkan.
Asap hitam pekat tersebut menyatu membentuk suatu makhluk........
__ADS_1
Cao-Cao : Aku hidup lagi, ha ha ha ha
Naido : monster Cao-Cao, Serang dia!!!!